Hai, kekasihku. Ada 1 tanya qalbuku yang terkadang membayangi keseharianku. Pertanyaan itu tidak penting dan tidak menghasilkan apa-apa jika diriku tahu jawaban dari pertanyaan itu. Aku hanya menganggap pertanyaan itu sedikit penting, karena diriku penasaran akan jawaban dari pertanyaan itu. Mungkin suatu hari nanti pertanyaan itu akan langsung kutanyakan pada dirimu. Kini aku hanya bisa menulisnya.
Sayangku. Aku tahu, dirimu kini bukanlah dirimu yang lalu. Dan tentu, dirimu kini bukanlah dirimu yang lalu. Apapun masa lalu yang engkau miliki, engkau tetaplah kekasihku. Karena aku memilih kamu yang sekarang, bukan kamu yang dahulu, walaupun masa lalumu adalah bagian dari dirimu.
Aku selalu bertanya di dalam qalbuku, apakah dirimu di masa lalu pernah melakukan 'hal' itu? Bersama'nya' atau bersama 'dia'? Jika tidak pernah, Alhamdulillah. Jika pernah, hal itu tidak akan mengubah perasaanku kepadamu.
Tapi aku harus bersikap jujur, jika pernah, aku tidak akan berbohong kepadamu dengan mengatakan "tidak apa-apa" atau kata-kata sejenis lainnya. Aku akan bersikap jujur dengan menyatakan, bahwa tentu qalbu ku sedikit terusik karenanya. Aku hanya sedikit egois. Dirimu yang lalu, belum tentu lebih buruk dariku. Apakah lantas karena diriku tidak pernah melakukannya, lalu aku mendapat predikat lebih baik? Mungkin bahkan aku lebih buruk dari dirimu, aku yang dulu adalah aku yang begini, begitu, dan dengan berbagai hal buruk lainnya.
Tahukah engkau, dahulu ketika aku ingin mendekatimu. Hanya 1 hal yang selalu membayangi qalbuku tiada henti-hentinya. Tidakkah engkau tahu, mengapa diriku hampir tidak mungkin dapat menemukan seseorang yang lain selain dirimu. Dahulu aku menyadarinya, engkau yang jauh lebih berpengalaman di banding diriku, memiliki kemungkinan yang sangat besar telah melakukan 'hal' itu. Aku hanya melihat sepintas dari sosok mu yang begitu menawan. Walau begitu, ketika aku mengenalmu, sedikit demi sedikit kemungkinan itu semakin berkurang, walaupun kemungkinan itu tidak pernah bernilai kecil.
Dengan keegoisanku aku sempat berpikir, betapa meruginya diriku jika aku mendapatkan pasangan yaitu seseorang yang telah melakukan 'hal' itu, sedang diriku tidak pernah melakukannya. Diriku berkata dalam qalbu, aku tentu jauh lebih baik darinya. Dan aku akan mencari seseorang yang tepat bagi diriku. Keegoisan itu membayangi qalbuku dan menganggap dunia tidak akan pernah adil kepada diriku. Lalu, sepintas tanda-tanda, muncul di qalbuku dengan berkata "Hari ini bukanlah kemarin. Kemarin kita semua sama, kita adalah makhluk yang hina, lalu disucikan hingga menjadi insan merugi dan di angkat menjadi mukhlisin". Yang membedakan nilai seorang pribadi adalah apa yang mereka lakukan sekarang, bukan segala sesuatu yang telah berlalu. Aku yang pintar dahulu, tidak berarti aku pintar sekarang. Aku yang dahulu tidak pintar, akan di nilai pintar jika aku dapat membuktikannya sekarang. Siapa diriku? Diriku adalah aku yang sekarang. Begitulah nilai dari pribadi seseorang. Kamu adalah kamu yang sekarang.
Lalu jariku menulis.
"Garisnya membuat dirimu lupa bahwa tadi bukanlah sekarang, ia bersambung seolah-olah satu. Tetapi tidak! Kesombongan dan iri hati membutakan pikiran dan membatasi keleluasaan. Padahal tanah tetaplah tanah sebelum ia di bentuk menjadi keramik. :)"
Aku hanya ingin tahu, karena dirimu adalah bagian dari diriku. Patutlah bagiku mengetahui apa-apa yang engkau rahasiakan. Karena bagiku engkau dan aku adalah 2 dalam 1. Sepasang kekasih. Aku melihat dirimu sebagai seorang kekasih. Dan predikat kekasih di dalam qalbuku hanyalah untuk dirimu seorang. Kini diriku tidak melihat dengan mata fisikku, karena aku mampu melihat dengan mata qalbuku. Aku tahu, predikat-predikat setiap manusia. Dan kamu adalah kekasih bagiku. Tidak mungkin malaikat-malaikat dapat menggantikan predikat itu.
Sayangku, aku sedikit lega bercampur dengan perasaan aneh, ketika aku mengetahui kenyataan itu. Dan aku harus menerimanya, karena dirimu adalah diriku. Kuharap aku mampu menanyakannya kepadamu. :)
Jumat, 15 Juli 2011
Kamis, 07 Juli 2011
Nilai
Ketika aku memiliki uang 50 ribu, begitu mudahnya aku membeli makanan yang mahal-mahal dan menghabiskan uang 100 ribu ku itu dalam waktu 1 hari. Ketika aku memiliki uang 10 ribu, begitu tahannya diriku untuk membeli makanan yang murah tetapi cukup mengenyangkan dan menghabiskan uang itu dalam waktu 1 hari.
Manakah nilai yang lebih besar bagi diriku di waktu yang berbeda itu, antara 100 ribu dan 10 ribu? kedua nilai itu terlihat sama, karena aku memerlukan waktu yang sama untuk menghabiskan kedua nilai tersebut. Pada waktu yang berbeda, bisa jadi uang yang bernilai 100 ribu sama nilainya dengan 10 ribu. ~.~
Kemarin aku punya 1 Galon air dan aku bersedia membagikan seluruh air tersebut kepada siapa saja. Tetapi, tidak ada yang memintanya. Mereka juga punya lebih kurang sebanyak 1 Galon air itu juga. Di hari yang lain, aku hanya memiliki setengah galon air dan aku sedikit enggan untuk membagikannya kepada siapa saja, karena aku tau saat itu kita kekurangan air, tetapi mereka semua memintanya, sungguh mereka melupakan sikap mereka dahulu yang telah menilai rendah terhadap air. Begitu berharganya nilai air pada saat itu. ~.~
Ketika aku memiliki uang beserta beberapa perlengkapan bernilai 1M. Aku tidak tahu, yang manakah yang paling berharga dari harta yang ku miliki itu. Apakah mobilku? Apakah rumahku? yang manakah yang bernilai tinggi sehingga hartaku dapat bernilai 1M? Ketika aku kehilangan salah satu harta ku, aku mulai sadar akan nilai yang di miliki harta tersebut. Ternyata hanya cincin ku, ia bernilai 400Juta, dan aku sadar bahwa hartaku kini hanya tinggal 600juta, karena aku telah kehilangan harta senilai 400Juta. ~.~
Nilai sesuatu baru benar-benar dirimu pahami ketika kamu kehilangan sesuatu itu. :D
Percaya atau tidak, semakin tinggi nilai sesuatu, semakin tinggi pula kebahagiaan yang engkau dapat darinya. Nilai laptop atau handphonemu yang engkau anggap rendah, akan memberikan nilai kebahagiaan yang rendah pula. Nilai air yang engkau anggap tinggi, akan memberikan nilai kebahagiaan yang tinggi pula. Manusia tidak akan pernah cukup, jika ia tidak membuatnya menjadi cukup.
Suatu hari, bagiku nasi dan telur adalah makanan yang tinggi nilainya, sehingga ia dapat menjadikan diriku kenyang dan bersemangat untuk memakannya. Dilain waktu, aku yang telah berlimpahan nasi + telor menjadi bosan sehingga tidak lagi menyadari seberapa tingginya nilai makanan itu. Ia tidak lagi menjadikan diriku kenyang, tetapi menjadikan diriku tidak bersemangat untuk memakannya, bahkan aku sisakan makanan itu.
Nilai itu tidak hanya berasal dari hartamu. Persahabatan, cinta, kasih, dan sayang. Itu juga merupakan nilai yang tinggi nilainya.
Demikian pula persahabatan, cinta, kasih, dan sayang. Biasanya kamu akan lebih menghargainya ketika kamu telah kehilangannya. Jangan seperti itu, hargailah persahabatan, cinta, kasih, dan sayang yang engkau miliki setiap waktu, maka kamu tidak akan pernah kehilangannya.
No matter what happens, as long as you have a smile, a sincere heart and a good mind, our friendship will be forever. ^^v
and If I know what love is, it is because of you.
Manakah nilai yang lebih besar bagi diriku di waktu yang berbeda itu, antara 100 ribu dan 10 ribu? kedua nilai itu terlihat sama, karena aku memerlukan waktu yang sama untuk menghabiskan kedua nilai tersebut. Pada waktu yang berbeda, bisa jadi uang yang bernilai 100 ribu sama nilainya dengan 10 ribu. ~.~
Kemarin aku punya 1 Galon air dan aku bersedia membagikan seluruh air tersebut kepada siapa saja. Tetapi, tidak ada yang memintanya. Mereka juga punya lebih kurang sebanyak 1 Galon air itu juga. Di hari yang lain, aku hanya memiliki setengah galon air dan aku sedikit enggan untuk membagikannya kepada siapa saja, karena aku tau saat itu kita kekurangan air, tetapi mereka semua memintanya, sungguh mereka melupakan sikap mereka dahulu yang telah menilai rendah terhadap air. Begitu berharganya nilai air pada saat itu. ~.~
Ketika aku memiliki uang beserta beberapa perlengkapan bernilai 1M. Aku tidak tahu, yang manakah yang paling berharga dari harta yang ku miliki itu. Apakah mobilku? Apakah rumahku? yang manakah yang bernilai tinggi sehingga hartaku dapat bernilai 1M? Ketika aku kehilangan salah satu harta ku, aku mulai sadar akan nilai yang di miliki harta tersebut. Ternyata hanya cincin ku, ia bernilai 400Juta, dan aku sadar bahwa hartaku kini hanya tinggal 600juta, karena aku telah kehilangan harta senilai 400Juta. ~.~
Nilai sesuatu baru benar-benar dirimu pahami ketika kamu kehilangan sesuatu itu. :D
Percaya atau tidak, semakin tinggi nilai sesuatu, semakin tinggi pula kebahagiaan yang engkau dapat darinya. Nilai laptop atau handphonemu yang engkau anggap rendah, akan memberikan nilai kebahagiaan yang rendah pula. Nilai air yang engkau anggap tinggi, akan memberikan nilai kebahagiaan yang tinggi pula. Manusia tidak akan pernah cukup, jika ia tidak membuatnya menjadi cukup.
Suatu hari, bagiku nasi dan telur adalah makanan yang tinggi nilainya, sehingga ia dapat menjadikan diriku kenyang dan bersemangat untuk memakannya. Dilain waktu, aku yang telah berlimpahan nasi + telor menjadi bosan sehingga tidak lagi menyadari seberapa tingginya nilai makanan itu. Ia tidak lagi menjadikan diriku kenyang, tetapi menjadikan diriku tidak bersemangat untuk memakannya, bahkan aku sisakan makanan itu.
Nilai itu tidak hanya berasal dari hartamu. Persahabatan, cinta, kasih, dan sayang. Itu juga merupakan nilai yang tinggi nilainya.
Demikian pula persahabatan, cinta, kasih, dan sayang. Biasanya kamu akan lebih menghargainya ketika kamu telah kehilangannya. Jangan seperti itu, hargailah persahabatan, cinta, kasih, dan sayang yang engkau miliki setiap waktu, maka kamu tidak akan pernah kehilangannya.
No matter what happens, as long as you have a smile, a sincere heart and a good mind, our friendship will be forever. ^^v
and If I know what love is, it is because of you.
Langganan:
Komentar (Atom)