Aku pernah hidup di tempat yang dipenuhi dengan cahaya. Tempat itu sangat terang, sampai-sampai lampu yang aku hidupkan tidak lagi kelihatan terangnya. Di suatu saat aku berpindah ke tempat yang gelap, bahkan cahaya korek api kecilpun terlihat bagai cahaya yang terang benderang disana. Mereka yang dipenuhi cahaya, mulai lupa betapa pentingnya cahaya mereka miliki itu. Mereka yang telah terbiasa dengan kehidupan di tempat yang gelap, akan menjadikan setitik cahaya sebagai suatu anugerah, mereka sangat mengerti apa arti dari cahaya yang mereka dapatkan.
Aku datang dengan sejuta perilaku baik kepada mereka. Dengan senyum, tawa, canda, kehangatan. Emosi baik memenuhi ruangan, menyantuni setiap manusia yang berada disana dengan aura kebaikan. Sehingga berbahagialah mereka disana karena aku berhasil memberikan aura positif bagi mereka. Tetapi itu semua berubah, karena sedikit kelalaian yang telah diriku lakukan. Sejuta perilaku baik itu terhapus karena kecerobohan sepihak. Mereka berhak menganggap ku demikian, karena diriku memang demikian. 1 juta kebaikan yang telah aku berikan tidak bernilai apa-apa, ketika ada 1 hal dari diriku yang mereka tidak sukai. Menyedihkan? Ya, tetapi begitulah adanya. Aku tidak pernah kecewa, karena aku hanya mencoba untuk melakukan segala sesuatu sebaik mungkin.
Mereka berkata, "Kami sangat baik kepadamu". Tetapi yang mereka lakukan hanyalah berdiam ketika diriku kesulitan. Ya, mungkin itu baik, karena itulah pertanggungjawaban terhadap perkataan mereka. Dengan berdiam mungkin itu sudah baik. Tapi apakah aku salah jika aku meminta sesuatu yang lebih? Setidaknya mereka bertanya atau merasa prihatin. Bukankah sama saja mereka dengan orang-orang yang tidak mengatakan diri mereka baik terhadap diriku? Aku tidak menuntut. Karena yang paling dapat kamu andalkan di kehidupan ini adalah dirimu sendiri. Bagaimana jika tanganmu tidak dapat kamu andalkan lagi? Itu berarti fungsi tanganmu telah mati dan ia tidak bernilai lagi selain sebagai hiasan.
Seperti itulah pola kehidupan manusia. Kadang-kadang kita lupa betapa pentingnya hal-hal kecil, karena kita sudah terbiasa dengan hal-hal besar. Kadang-kadang orang lupa kepada seluruh kebaikan seseorang, jika orang tersebut melakukan 1 hal yang tidak sesuai dengan apa yang orang-orang inginkan. Terkadang kita lupa untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita katakan.
Pola hidup simple adalah melakukan segala sesuatu dengan sekuat tenaga dan menerima dengan baik apapun hasil dari sesuatu yang telah dilakukan.
Life is simple. You're the one who make it complicated.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar