Senin, 31 Januari 2011

What's on your mind?

Simple sentence that always mention in one of biggest social networking web page. You know what is it. Yes, that is what I want to tell this time. What is on my mind. Me as one of the most complicated person with a thousand thought contradiction in my head that never stop thinking. Sometime I'm always thinking and stop working. Stupid ah? Yes, you could say that because that is no wrong. I'm a totally stupid person who never stop to think about useless things. But this time, I want to tell you something different.


This morning, I'm once again miss the time when I can totally expressing my mind into the real world. Discussing about something great. :), I miss the time when I never able to do that anymore in this desert oasis. You know I left the Garden of Heaven to went to this stupid oasis that never need of water. A very complete different way of life, I could never imagine before. Where all the worker just like a robot ready to do anything as the command of the controller. They do anything wasting their time to work of unworthy work. Doing the best thing to make their leader even greater. You're the puppet and they the master of puppet.


Today, I discuss about the Big Conspiracy. Novus Ordo Seclorum, that is the way they called about it. Or it was call with The New World Order. I'm happy with this condition, when we can share everything we got. Ehm, I got some advice from my best friend here. He said "Someone like her, you do not need to give another chance, just once. You'll know why I said this.". It keep wandering around my head. Why did him giving me advice something like I never could think before.


Maybe, that is true. I must believe with my friend advice. He is the one I could believe.

Minggu, 30 Januari 2011

Practice

Sometime, I felt to use foreign language is a great things, because we can practice our language skill due to the time we are using it. But, in another side, it felt that i'm making a low profile of my own language, because as an Indonesian, i'm not using my own language. It just, I want to make my language as one of the greatest language in the world. Just like them, Japanese who has able to made it.

I miss my time, writing my blog like this. It felt like I'm a free bird in the wide sky. I could do everything I want. I could say anything I want. No limit. It just like the illumination surrounding myself, giving me a very great power I could never imagine.

So do them. So did the army. So did the power. Like the endless power of the immortal being. Outside this place so far away from this world. Its called as Tecro cosmos. They are all immortal. They are all part of this life. If they destroyed so do the life. Life will disappear if they gone. There are something beyond your imagination outside all of this little things. You think that this world is just only for me and for you, and for all the people in the world. But they not, there are some big secret behind all of this. When the time can't be count anymore. When the years is just a little things to count. When the time is not a limitation anymore. There are a big secret beyond your imagination that forming this big universe.

No one know. When will us as the smart being traveling around this universe. It's my dream to see the star ocean, unlimited place around this big universe. Sometime, I got my head thinking about the revolution of thoughts that may change every single things in this life. There are a very great things outside all we've ever seen, ignoring all the thing we've got now.

No, not about this. Because its useless to be discuss. I want to share something even worth than this all stupid imagination. Not to be so complicated. But right now, I just want to write something. Something that reflecting myself as the lonely boys.

Let we start in another title.

Ehm, I think, I can give something worth to read :
If there's somebody you miss. Tell them that you do. Cause there is something only love can do...

Selasa, 11 Januari 2011

Ngetik

Akhir-akhir ini aku sangat pingin ngetik. Ngetik ini, ngetik itu, ngetik semua banyak sekali. Aku pingin mengetik karena aku tidak tahu harus bertanya kepada siapa. Karena aku ragu dengan jawaban yang ada di kepalaku. Sungguh aneh tapi nyata. Mengapa ini semua terjadi? Aku bingung, tetapi kebingunganku selalu membayangi diriku. Membatasi hakikat pengetahuan. Seperti ingin menerobos tetapi tidak pernah mungkin.

Seperti terdapat dinding besar menjulang tinggi, dan aku tidak tahu apa itu. Apakah sesulit itu untuk menjadi seorang teman? Aku ingin menerobosnya, tetapi aku tidak tahu karakteristiknya, semakin membuat diriku bingung apakah aku pantas menerobosnya. Sekali-sekali terpikir, sebenarnya aku tidak perlu dan memang tidak suka untuk menerobos hal itu. Tetapi rasa penasaran, lagipula hanya 1 dinding tidak ada dinding lain yang membuatku penasaran. Bagai ada satu lapisan yang aku tidak mengerti apa itu, hanya untuk menggapainya. 1 lapisan tipis pembeda yang membuat semuanya menjadi sangat berubah. Aku kacau, aku bingung.

Apakah kamu pernah menonton TV? Seperti itulah rasanya. Kamu merasa dekat tetapi kamu tidak pernah dapat menggapainya. Tetapi diriku jauh lebih mengenaskan di banding itu. Ini jelas kenyataan, aku bisa menyentuhnya. Tapi aku tidak pernah mampu. Bagai ada suatu pembatas. Apakah itu ego ku? Apakah itu sifatku? Apakah itu keterbatasanku? Apakah itu karenanya?

Aku sangat bingung. Semakin diriku terjerumus dalam kebingungan semakin diriku ingin menuliskan cerita kosong tak bertuan. Tak mengharapkan pembaca. Karena mereka juga tidak akan mengerti apa yang aku tulis.  Ini sebuah misteri antara aku dan Tuan ku. Sahabat-sahabat ku di kebun indah. Burung-burung yang beterbangan yang hinggap di sarangnya, di atas pohon yang kuat nan Indah. Aku tau, kamu akan semakin bingung dengan tulisanku. Bagai tak bermakna, tapi memang ini tak bermakna bagimu. Bagiku ini juga tidak bermakna. Ini hanyalah pelampiasan emosi. Atas keterbatasan, ketidak sanggupan ku menggapai sesuatu yang persis ada di depan mataku.

Menyedihkan? Bahkan jauh lebih menyengsarakan. Tapi mungkin kalian tau aku. Aku adalah pria yang dapat mengacuhkan apapun yang kuinginkan. Kesengsaran, kepedihan, sakit hati, semua itu dapat ku acuhkan. Mereka bagai angin bagi ku. Angin yang berhembus. Dan aku bahkan tidak perduli dengan rasa sakit itu. Karena itulah aku menjadi pria yang tegar. Pria tegar tidak pernah memperdulikan sesuatu yang di anggap tidak mengganggu aktifitasnya. Dan pembatas itu, tidak pernah mengganggu aktifitasku. Tidak ada yang dapat mengganggu aktifitasku. Tidak ada yang dapat menghentikan diriku untuk tetap tersenyum. Bahkan sesuatu yang ku sangat ingin ku gapai itu. Bila tidak dapat ku gapai, maka biarlah. Itu tidak akan pernah mengganggu diriku. Aku tetap dapat tersenyum menjalani semuanya seperti tidak ada yang terjadi.

Tetapi kamu tau. Ketika kamu sangat ingin memiliki sesuatu dan kamu tidak mendapatkannya. Ada sisi egois di dalam dirimu yang selalu mengharapkannya. Itulah yang ada pada diriku. Tidak, tapi itu tidak menggangguku, hanya saja itu selalu terlintas di pikiranku. Sehingga aku ingin menuangkannya ke dalam sebuah cerita. Cerita yang mungkin tidak dapat di pahami oleh siapapun.

Semoga Allah memberikan yang terbaik bagiku Amien. Karena aku akan berusaha semampuku untuk melakukan yang terbaik. Semoga Allah menunjukkan jalan yang terbaik bagi ku. Amien.

Sabtu, 08 Januari 2011

Cerita hidup

Setiap manusia memiliki cerita dalam hidupnya. Cerita sedih, cerita menyenangkan, cerita mengerikan, dan berbagai cerita lainnya.

Setiap manusia pasti memiliki cerita yang berbeda. Mungkin kamu dapat merasakan kesenangan hidup, tetapi banyak orang di luar sana yang tidak merasakan kesenangan hidup. Hanya segelintir manusia yang dapat benar-benar merasakan kenikmatan hidup.

Berbagai cerita telah terukur di berbagai manusia. Mari kita kumpulkan cerita-cerita itu. Dan bercermin, apakah kehidupan manusia di zaman ini tergolong dalam kehidupan yang rahmatan lil 'alamin? Jika tidak, kehidupan bagaimanakah yang kita jalani sekarang?

Tidak perlu di jawab. Itu hanyalah pertanyaan pembuka. Dan aku tidak membahas mengenai itu. Aku akan membahas cerita hidupku yang berbeda dari kebanyakan manusia yang ada sekarang.

Sebagian orang dapat tersenyum dalam susahnya hidup mereka. Sebagiannya lagi, tidak pernah merasakan senyuman keindahan, padahal mereka terus mencarinya, mereka hanya mendapatkan keindahan yang semu. Bukan keindahan sejati. Keindahan yang mereka dapatkan hanya bersifat sementara. Sangat sementara. Bahkan hampir-hampir tidak dapat di rasakan, hanya sekejap mata, dan tiba-tiba keindahan itu telah hilang. Mereka harus membayar keindahan yang bersifat sementara itu dengan kesedihan yang sangat mendalam. Terlalu dalam, sehingga mereka hanya dapat meratapi kehidupan.

Cerita dalam hidup manusia, apabila di pilah-pilah menjadi bagian-bagian cerita. Akan menjadi cerita yang sangat kompleks. Cerita cinta, cerita usaha, cerita belajar, cerita persahabatan, cerita hobi, cerita pengalaman, dan berbagai cerita lainnya. Sebagian besar manusia telah menulis seluruh cerita-cerita dalam hidupnya. Sebagian lainnya, tidak pernah menemukan cerita untuk di tuliskan dalam catatan cerita mereka. Ketika itu terjadi, manusia itu merasakan ada satu celah yang harus di isi. Dan aku harus mengisi catatan kosong ini. Aku tidak suka dengan ini.

Tapi, hingga kini diriku berusia 20 tahun lebih. Aku belum dapat menulis cerita pada catatan itu. Catatan itu tetap tergeletak usang. Seharusnya dia menjadi lanjutan catatan bagian sebelumnya. Tetapi catatan itu tidak pernah berakhir, sehingga catatan kosong itu tidak dapat dimulai.

Itulah catatan kosong berusia 20 tahun milikku.

Aku selalu berpikir, kapan dan apa yang akan ku tulis dalam cerita itu. Aku selalu penasaran dengan satu sisi kosong yang ada pada diriku. Aku ingin segera mengisinya. Tetapi catatan sebelumnya tidak pernah mendekati selesai. Selalu saja berakhir dengan kebuntuan.

Senin, 03 Januari 2011

Tulisan

Kali ini aku pengen nulis.

Taukah kamu. Ketika pulpen tidak lagi di gunakan untuk menulis. Maka, apakah arti pulpen? Mungkin secara fungsi dia dapat menjadi alat tulis. Tetapi ketika dia tidak lagi di gunakan. Maka hilanglah arti kehidupan pulpen di Bumi.

Sungguh menyedihkan. Ehm, ada kata-kata terlarut dalam emosi. Mungkin saat ini saya sedang terlalu dalam emosi. Saya memiliki tugas, tetapi saya tidak mengerjakan tugas itu. Saya terlalu sibuk dengan pemikiran-pemikiran dan pikira-pikiran yang terlinatas di kepala saya. Saya selalu memikirkan hal-hal yang tidak penting, semakin saya tidak ingin memikirkannya, semakin diri saya memikirkannya. Terlalu bertolak belakang.

Apakah aneh? Aneh. Bahkan sepertinya tidak banyak orang yang demikian. Demikian perduli terhadap apa yang ada di dalam pikiran. Demikian perduli hingga meninggalkan beberapa hal penting lainnya. Ketika itu saya menyadari, ada beberapa tipe manusia. Manusia yang memberikan pengaruh dan manusia yang terpengaruh. Saya terkadang bingung untuk menempatkan diri di posisi apa. Saya bingung, apakah saya manusia yang mempengaruhi atau saya di pengaruhi?

Terkadang saya berpikir. Mungkin saya telah gila dengan pemikiran di luar manusia-manusia yang memikirkan. Pendapat saya selalu salah? Apakah saya salah atau mereka yang salah? Yang pasti perbedaan yang ada pada saya, semakin membuat saya bingung. Sebenarnya kalo saya pikirkan dengan lebih detail, tidak ada yang membuat saya bingung. Tapi entah mengapa, seperti ada sesuatu perasaan yang membuat saya menjadi bingun, walaupun kenyataannya saya tidak pernah bingung. Apakah itu tindakan/pemikiran yang gila?

Kita kembali dapat mengklasifikasikan tulisan. Tulisan penting dan tidak penting. Mengapa di tulis apabila tidak bernilai penting? Saya semakin bingung, di sisi lain saya mengerti, dan di sisi lain saya hanya membuat diri saya menjadi bingung. Dengan sugesti, perkataan, dan tulisan. Tidak logis, tapi itulah hal yang paling logis. Menulis sesuatu yang tidak penting, yang tidak semua orang dapat mengerti arti dari tulisan yang saya tulis.

Ada sesuatu yang mustahil, tapi di sisi lain kemustahilan itu hanyalah aturan. Manusia mustahil dapat bernafas dengan tidak menggunakan oksigen. Pasti harus menggunakan oksigen. Paksaan. Aku mau terbang. Tapi aku tidak bisa terbang itu mustahil karena aku tidak mempunyai anggota tubuh yang dapat membuat aku terbang. Semakin diriku menulis, semakin sadar bahwa aku tidak lagi pada tempat seharusnya. Aku telah semakin jauh meninggalkan tujuan. Tujuan yang pada awalnya sebuah kesenangan. Tapi aku tidak pernah mengerti tentang itu.

Suram. Atau kata orang madesu. :(

Di akhiri dengan tanda ':('. sebenarnya aku adalah pria yang sering tersenyum. Karena aku suka senyuman. Karena aku cinta senyuman.

Mari tersenyum dan menjadikan lingkungan kita seperti masa lalu.!

Mematikan :(

Hari ini. Aku termenung. Merenungi senjata paling mematikan yang pernah aku temui seumur hidupku. Baru kali ini aku menemui sesuatu yang sangat berbeda. Sangat berbeda, jauh berbeda dengan apa yang selalu ada di pikiran ku. Sangat mematikan. Sangat mengerikan. Bayang-bayang senjata itu, semakin membuatku takut.

Bahkan diriku tidak dapat tersenyum ketika mengingat senjata itu. Pernahkah kamu membayangkan menemukan monster bermata 1 yang siap melahap dirimu. Pernahkah kamu bayangkan kamu menemukan monster yang dapat membuat dirimu mengambil kembali apa yang telah kau keluarkan? Sekejam itulah senjata itu. Tidak pandang bulu. Tidak mengenal materi, ruang, dan waktu. Kamu dapat pingsan seketika, bahkan hanya dengan membayangkan senjata itu.

Inilah satu-satunya senjata yang belum pernah aku bayangkan sebelumnya. Yaitu, senyuman polos cewek manis yang kamu sukai. Apakah kamu pernah membayangkan bagaimana senyuman itu dapat membunuh qalbu mu. Kamu tidak dapat lagi berkata tidak! Semuanya berubah! Walaupun dirimu mengerti bahwa senyuman itu adalah kepalsuan. Tapi, kamu tidak pernah dapat berkata Tidak! Kamu selalu mengatakan Ya! Padahal itu adalah jebakan mematikan yang dapat menghancurkan apa yang telah kamu pikirkan. Semuanya berubah hanya dengan senyuman itu.

Besi besar nan kokoh, luluh cair tak berbentuk. :'(
Yes yes yes....!!!!!!!!

Entah kenapa...sangat senang setelah menulis seperti ini...:)

Happy One more time...:)