Kamis, 10 Februari 2011

Curhat

Sore ini aku merasa perlu untuk mengungkapkan segala kejanggalan yang ada di pikiranku. Kini aku duduk di sebuah rumah kecil yang terletak di daerah Cibinong. Daerah ini lumayan dingin, sehingga terkadang kamu membutuhkan selimut untuk menghangatkan dirimu di malam hari. Di sini aku duduk di sebuah tikar yang berserakan dengan tas-tas teman-temanku. Tepatnya di samping kulkas ku duduk merenungi sebab diriku yang masih saja jomblo alias tidak punya pacar di umur ku yang ke-20. Terkesan lucu memang, karena sebenarnya hal ini tidak penting. Tetapi, aku merasa perlu untuk menceritakan masa-masaku agar aku dapat memahami dimana letak kesalahanku, yang menjadikan diriku belum bisa mendapatkan hati seorang cewek.

Mungkin aku memang tidak memiliki apa-apa. Dan mungkin aku hanyalah salah satu dari ribuan laki-laki yang berusaha tampil baik di depan para wanita. Dan aku sadar, mungkin diriku tidak memiliki kelebihan yang dapat aku banggakan untuk memikat hati para wanita. Jujur, saat ini aku sedang menyukai seorang wanita. Dia adalah wanita yang baik, pintar, dan sangat manis bagiku. Senyumannya sungguh dapat membuat diriku ta'jub dengan keindahan yang Allah berikan pada dirinya.

Mari kita melihat beberapa lembaran pelajaran yang telah berlalu. Ya, aku sudah berusaha melakukan yang terbaik. Dengan mencoba menyapanya terlebih dahulu. Aku sudah mencoba memberikan apa yang dapat aku berikan kepada dirinya. Mungkin sifatku yang cuek merubah segalanya. Terkadang aku bersikap seolah tidak mengharapkannya. Sebenarnya, bukannya diriku tidak mengharapkannya, tetapi caraku dan kebiasaanku yang membuatku menjadi tidak mungkin untuk terlalu mendekati dirinya. Aku tidak suka membuat gombal dan rayuan. Aku tidak suka apabila orang-orang melihat diriku sebagai seseorang yang ngotot untuk mendekati wanita dengan mengorbankan waktu ku jauh lebih banyak demi dirinya. Aku tidak suka memperlihatkan rasa cintaku di setiap waktu, karena menurutku hal itu hanyalah sifat egoku. Aku tidak mau menjadi seseorang yang egois dengan memuaskan rasa penasaran atau rasa ingin selalu bersamanya. Aku hanya ingin menjadi seseorang yang mencintai dirinya dengan tulus dan ikhlas. Bahkan, aku sadar, aku tidak mengharapkan apa-apa dari perlakuanku terhadap dirinya. Sifatku yang seperti ini tidak membuat dirinya penasaran terhadap diriku, karena biasanya manusia menyukai hal-hal yang bersifat misteri. Sifatku yang terlalu jujur terhadap rasa, membuat dirinya merasa aneh dan menjauhi diriku. Sifatku yang mencintainya, hanya membuat dirinya tidak menyukai diriku.

Aku kembali menginstropeksi diriku. Apakah aku bodoh? ya mungkin. Tetapi, apa yang aku pahami sudah cukup bagiku untuk menghitung perhitungan matematika dasar, berbahasa Inggris dengan kemampuan dasar, mengoperasikan komputer, dan berbagai hal lainnya.
Apakah aku jelek? Ya, mungkin. Tapi, sejelek apapuna diriku, aku adalah manusia ciptaan Allah yang memiliki seluruh keindahan yang ada di alam semesta.
Apakah aku lemah? Ya, mungkin. Tapi, dengan kekuatan yang aku miliki, aku dapat mendaki gunung, dan melakukan perjalanan yang lumayan panjang.
Apakah aku tidak rela berkorban demi orang yang ku sukai? Ya, mungkin. Tapi, aku sudah mencoba untuk membuat dirinya senang di saat dirinya sedih. Aku telah berusaha memberikan dukungan di kala ia memiliki masalah.
Aku hanya berusaha untuk menginstropeksi diriku dan memperbaiki diriku agar aku dapat memikat hati wanita yang aku sukai.

Bukan karena diriku yang tidak suka akan anggapan-anggapan temanku yang menganggap diriku maho atau sebagainya. Tetapi, diriku telah cukup kesepian dan tidak mengenal bagaimana rasanya memberi perhatian dan di beri perhatian oleh teman lawan jenis. Ya, mungkin inilah akibat dari pergaulanku yang semakin sempit di kala aku pergi merantau ke daerah orang. Aku menjadi kesepian karena tidak ada teman bagi diriku untuk berbagi. Aku tidak menyalahkan lingkungan yang membuat celah di sisi hatiku. Tapi, aku menyalahkan diriku yang tidak pernah mampu memahami apa yang di inginkan wanita. Dan aku ingin semua itu berubah menjadi lebih baik.

Ajari aku cinta. Berikan diriku lebih banyak kesempatan. Jadikan diriku seorang pria yang melakukan apa yang harus ku lakukan. Untuk mendapatkan Cinta. Karena Cinta dan Kasih adalah karunia dari Allah.

Mungkin sedikit berlebihan untuk cinta terhadap sesama manusia. Tetapi, pengungkapan cinta terhadap Allah berbeda dengan pengungkapan cinta terhadap sesama manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar