Untuk hidup adalah untuk merasakan apa yang ada di sekitarmu. Tujuan utamanya adalah mendapatkan kehidupan yang bahagia. Kehidupan yang bahagia tentu adalah kehidupan yang sesuai dengan fitrah manusia. I live a lot and now I know live is a complicated to think but easy to do. Bagai sebuah makanan, kamu tidak akan pernah tahu rasa dari makanan itu sebelum kamu memakannya, kamu hanya menerka dengan segala pemikiran yang ada di kepalamu. Begitulah hidup, berpikir tentang hidup menambah kedewasaan karena kamu akan mengenal masalah dengan berpikir, sehingga kamu akan menjadi lebih dewasa dengan menyelesaikan permasalahan dengan sikap bijak dan santai.
Hidup berpasangan adalah dengan menerima seluruh kehidupan pasangan mu secara tulus dan ikhlas. Tanpa perlu memperhitungkan berjuta variabel yang ada di dalam kehidupannya. Perkataan yang telah terlontar tentu adalah bagian dari variabel-variabel itu. Kamu tidak perlu melupakannya, tetapi kamu harus dapat menerimanya. Dia menyukai seseorang, mungkin itu telah berlalu, tetapi masa lalu itu adalah bagian dari kehidupannya yang akan menjadi bagian kehidupanmu. Ya, bagian kehidupanmu sebagai pasangannya. Menjalin kesepasangan adalah menyatukan kehidupanmu dengan kehidupannya. Sehingga dua kehidupan yang berbeda menjadi satu kehidupan. Kamu harus bisa menerima apapun yang telah menjadi kehidupannya.
Sulitkah? Ya, seharusnya ini adalah salah satu hal tersulit yang dapat di lakukan. Memang tugas mu hanya menerima, tapi bagaimana kamu dapat menerima sesuatu yang sangat tidak kamu sukai? Itulah yang menjadi kesulitan. Kamu tidak akan pernah dapat merubah segala sesuatu yang telah berlalu. Tetapi diriku, tentu dapat dengan mudah menyelesaikan hal-hal seperti ini. Semua yang manusia rasakan adalah hasil stimulasi otak menjadi pemikiran, indra, dan sebagainya. Kamu hanya perlu mengontrol otakmu sehingga kamu dapat memikirkan apa yang kamu inginkan. Menerima semuanya seolah-olah kamu menyukainya (karena ia menyukainya di masa itu), itulah yang harus aku lakukan apabila aku ingin menjadi dirinya. Karena dengan menjadi dirinyalah aku dan dia dapat menjadi satu.
Kenapa kamu begitu? Bukankah kamu dapat mencari seseorang yang kamu anggap seperti dirimu? Sehingga semua yang ada pada dirinya, ada pada dirimu. Kamu tidak mungkin, tidak dapat menerima hal tidak baik yang ada pada dirimu. Iya, aku dapat saja melakukan hal seperti itu, tetapi jika aku seperti itu, aku tidak akan menemukan true love, yang ku dapatkan hanyalah kepentingan-kepentingan dan kepentingan. Aku hanya mementingkan diriku untuk dapat sesuai dengan apa yang aku mau, semuanya atas dasar kepentingan. Aku masih sedikit bingung, apakah tindakanku untuk dapat bersatu dengannya dapat di sebut dengan kepentingan? Aku yakin tidak, yang ku lakukan adalah upaya pencarian cinta sejati. Jika cinta ini di khianati, aku tidak akan pernah mempercayainya lagi. Karena aku hanya mengusahakan sesuatu yang sia-sia, tidak nyata, dan hanya sebatas mencari imajinasi yang ada di kepalaku. Imajinasi yang tidak ada dalam kehidupan nyata.
Tapi bukankah tidak mungkin itu hanya bernilai kepentingan bagi dirinya? Ya, bisa saja. Tetapi aku hanya menginginkan diriku untuk mengenal cinta sejati, sehingga aku dapat mengenalkan hal itu kepadanya.
This is my way through the sky.
Erasing emotional force.
To become Angel.
Selasa, 09 Agustus 2011
Jumat, 05 Agustus 2011
Write
I wanna write. Aku ingin menulis. Menulis apa saja yang dapat aku tulis. Menuangkan segala sesuatu yang terlintas di dalam pikiranku. Hari-hari ku kini telah berubah. Kesibukan hari kemarin yang di penuhi dengan urusan-urusan kuliah, dengan berbagai macam kegiatan yang terkadang membuat kepala ku menjadi sedikit pusing atau goyah dalam beberapa menit. Semua berjalan masih sesuai dengan rencana ku, walaupun tidak tepat dalam pengukuran waktu yang ku harapkan.
Waktu yang telah berlalu, detik demi detik, ketika segalanya tidak berjalan dengan normal, pasti perasaan tidak normal akan terlintas di kepalaku, walaupun aku dapat menghilangkan hal itu dalam sekejap, tapi perbedaan yang aku rasakan begitu mencolok sehingga aku ingin menulis. Beberapa detik atau menit yang membuat diriku menjadi sedikit pusing, membuat diriku tergerak untuk menuliskan beberapa penggal kalimat dalam blog ini.
Lebih kurang, telah ku lewati waktu selama sebulan aku tidak lagi menulis di sini. Rasa rindu dan penasaran kembali menyelimuti alam pikiranku. Rindu, karena dahulu telah beberapa kali aku menuliskan sesuatu di blog ini. Penasaran, karena aku ingin tahu apa yang akan ku tulis selanjutnya. Serangkaian kalimat tidak penting yang bertujuan untuk melegakan kembali pikiranku. Itulah yang sering kali ku tuliskan dalam blog ini, tanpa malu, ragu, dan apa adanya. Semuanya sesuai dengan apa yang ada di kepalaku. Tidak hanya untuk melatih menulis, tetapi juga untuk mengukir sejarah setidaknya bagi diriku di masa depan.
Tidak banyak kata yang dapat ku sampaikan. Semua ini pasti mengenai dirinya. Aku takut, terkadang aku takut aku tidak dapat menjadi pria yang ia inginkan. Kita semua memiliki kendala, bagaikan seekor ulat yang akan menjadi kupu-kupu, kita harus sabar dan tabah, hingga akhirnya semuanya berubah menjadi indah. Waktu ku sempit, tetapi aku harus memacunya dengan melakukan yang terbaik, agar waktu yang sempit itu dapat menjadi jauh lebih berarti untuk di kenang.
Lantunan tak bermelodi menemani kesepian ku di antara ruang kesibukan dalam hidupku. Esok aku akan melihat tantangan yang berbeda, dengan berbagai kegiatan yang berbeda, dan target atau tujuan yang berbeda. Ku tak dapat berkata banyak, karena sumber inspirasiku dalam menulis adalah perasaanku. Kini ku dapat merubah perasaan itu bagaikan energi yang berubah.
Berbahagia adalah tidak adanya penderitaan di dunia ini, mengendalikan diri terhadap makhluk-makhluk hidup. Berbahagia adalah tidak adanya nafsu di dunia ini, mengalahkan nafsu-nafsu indria, tetapi menghilangkan kesombongan "aku", itu adalah benar-benar kebahagiaan tertinggi. (Tipitaka)
Perasaanku bagaikan nilai konstanta yang tidak pernah berubah. Ia bernilai static, tidak turun dan tidak naik. Ia akan tetap, sekarang hingga nanti. Jika dia bertanya kepadaku, aku akan berkata, "If you asked me how many times you have crossed my mind I would say once because you never really left."
Waktu yang telah berlalu, detik demi detik, ketika segalanya tidak berjalan dengan normal, pasti perasaan tidak normal akan terlintas di kepalaku, walaupun aku dapat menghilangkan hal itu dalam sekejap, tapi perbedaan yang aku rasakan begitu mencolok sehingga aku ingin menulis. Beberapa detik atau menit yang membuat diriku menjadi sedikit pusing, membuat diriku tergerak untuk menuliskan beberapa penggal kalimat dalam blog ini.
Lebih kurang, telah ku lewati waktu selama sebulan aku tidak lagi menulis di sini. Rasa rindu dan penasaran kembali menyelimuti alam pikiranku. Rindu, karena dahulu telah beberapa kali aku menuliskan sesuatu di blog ini. Penasaran, karena aku ingin tahu apa yang akan ku tulis selanjutnya. Serangkaian kalimat tidak penting yang bertujuan untuk melegakan kembali pikiranku. Itulah yang sering kali ku tuliskan dalam blog ini, tanpa malu, ragu, dan apa adanya. Semuanya sesuai dengan apa yang ada di kepalaku. Tidak hanya untuk melatih menulis, tetapi juga untuk mengukir sejarah setidaknya bagi diriku di masa depan.
Tidak banyak kata yang dapat ku sampaikan. Semua ini pasti mengenai dirinya. Aku takut, terkadang aku takut aku tidak dapat menjadi pria yang ia inginkan. Kita semua memiliki kendala, bagaikan seekor ulat yang akan menjadi kupu-kupu, kita harus sabar dan tabah, hingga akhirnya semuanya berubah menjadi indah. Waktu ku sempit, tetapi aku harus memacunya dengan melakukan yang terbaik, agar waktu yang sempit itu dapat menjadi jauh lebih berarti untuk di kenang.
Lantunan tak bermelodi menemani kesepian ku di antara ruang kesibukan dalam hidupku. Esok aku akan melihat tantangan yang berbeda, dengan berbagai kegiatan yang berbeda, dan target atau tujuan yang berbeda. Ku tak dapat berkata banyak, karena sumber inspirasiku dalam menulis adalah perasaanku. Kini ku dapat merubah perasaan itu bagaikan energi yang berubah.
Berbahagia adalah tidak adanya penderitaan di dunia ini, mengendalikan diri terhadap makhluk-makhluk hidup. Berbahagia adalah tidak adanya nafsu di dunia ini, mengalahkan nafsu-nafsu indria, tetapi menghilangkan kesombongan "aku", itu adalah benar-benar kebahagiaan tertinggi. (Tipitaka)
Perasaanku bagaikan nilai konstanta yang tidak pernah berubah. Ia bernilai static, tidak turun dan tidak naik. Ia akan tetap, sekarang hingga nanti. Jika dia bertanya kepadaku, aku akan berkata, "If you asked me how many times you have crossed my mind I would say once because you never really left."
Jumat, 15 Juli 2011
Tanyaku
Hai, kekasihku. Ada 1 tanya qalbuku yang terkadang membayangi keseharianku. Pertanyaan itu tidak penting dan tidak menghasilkan apa-apa jika diriku tahu jawaban dari pertanyaan itu. Aku hanya menganggap pertanyaan itu sedikit penting, karena diriku penasaran akan jawaban dari pertanyaan itu. Mungkin suatu hari nanti pertanyaan itu akan langsung kutanyakan pada dirimu. Kini aku hanya bisa menulisnya.
Sayangku. Aku tahu, dirimu kini bukanlah dirimu yang lalu. Dan tentu, dirimu kini bukanlah dirimu yang lalu. Apapun masa lalu yang engkau miliki, engkau tetaplah kekasihku. Karena aku memilih kamu yang sekarang, bukan kamu yang dahulu, walaupun masa lalumu adalah bagian dari dirimu.
Aku selalu bertanya di dalam qalbuku, apakah dirimu di masa lalu pernah melakukan 'hal' itu? Bersama'nya' atau bersama 'dia'? Jika tidak pernah, Alhamdulillah. Jika pernah, hal itu tidak akan mengubah perasaanku kepadamu.
Tapi aku harus bersikap jujur, jika pernah, aku tidak akan berbohong kepadamu dengan mengatakan "tidak apa-apa" atau kata-kata sejenis lainnya. Aku akan bersikap jujur dengan menyatakan, bahwa tentu qalbu ku sedikit terusik karenanya. Aku hanya sedikit egois. Dirimu yang lalu, belum tentu lebih buruk dariku. Apakah lantas karena diriku tidak pernah melakukannya, lalu aku mendapat predikat lebih baik? Mungkin bahkan aku lebih buruk dari dirimu, aku yang dulu adalah aku yang begini, begitu, dan dengan berbagai hal buruk lainnya.
Tahukah engkau, dahulu ketika aku ingin mendekatimu. Hanya 1 hal yang selalu membayangi qalbuku tiada henti-hentinya. Tidakkah engkau tahu, mengapa diriku hampir tidak mungkin dapat menemukan seseorang yang lain selain dirimu. Dahulu aku menyadarinya, engkau yang jauh lebih berpengalaman di banding diriku, memiliki kemungkinan yang sangat besar telah melakukan 'hal' itu. Aku hanya melihat sepintas dari sosok mu yang begitu menawan. Walau begitu, ketika aku mengenalmu, sedikit demi sedikit kemungkinan itu semakin berkurang, walaupun kemungkinan itu tidak pernah bernilai kecil.
Dengan keegoisanku aku sempat berpikir, betapa meruginya diriku jika aku mendapatkan pasangan yaitu seseorang yang telah melakukan 'hal' itu, sedang diriku tidak pernah melakukannya. Diriku berkata dalam qalbu, aku tentu jauh lebih baik darinya. Dan aku akan mencari seseorang yang tepat bagi diriku. Keegoisan itu membayangi qalbuku dan menganggap dunia tidak akan pernah adil kepada diriku. Lalu, sepintas tanda-tanda, muncul di qalbuku dengan berkata "Hari ini bukanlah kemarin. Kemarin kita semua sama, kita adalah makhluk yang hina, lalu disucikan hingga menjadi insan merugi dan di angkat menjadi mukhlisin". Yang membedakan nilai seorang pribadi adalah apa yang mereka lakukan sekarang, bukan segala sesuatu yang telah berlalu. Aku yang pintar dahulu, tidak berarti aku pintar sekarang. Aku yang dahulu tidak pintar, akan di nilai pintar jika aku dapat membuktikannya sekarang. Siapa diriku? Diriku adalah aku yang sekarang. Begitulah nilai dari pribadi seseorang. Kamu adalah kamu yang sekarang.
Lalu jariku menulis.
"Garisnya membuat dirimu lupa bahwa tadi bukanlah sekarang, ia bersambung seolah-olah satu. Tetapi tidak! Kesombongan dan iri hati membutakan pikiran dan membatasi keleluasaan. Padahal tanah tetaplah tanah sebelum ia di bentuk menjadi keramik. :)"
Aku hanya ingin tahu, karena dirimu adalah bagian dari diriku. Patutlah bagiku mengetahui apa-apa yang engkau rahasiakan. Karena bagiku engkau dan aku adalah 2 dalam 1. Sepasang kekasih. Aku melihat dirimu sebagai seorang kekasih. Dan predikat kekasih di dalam qalbuku hanyalah untuk dirimu seorang. Kini diriku tidak melihat dengan mata fisikku, karena aku mampu melihat dengan mata qalbuku. Aku tahu, predikat-predikat setiap manusia. Dan kamu adalah kekasih bagiku. Tidak mungkin malaikat-malaikat dapat menggantikan predikat itu.
Sayangku, aku sedikit lega bercampur dengan perasaan aneh, ketika aku mengetahui kenyataan itu. Dan aku harus menerimanya, karena dirimu adalah diriku. Kuharap aku mampu menanyakannya kepadamu. :)
Sayangku. Aku tahu, dirimu kini bukanlah dirimu yang lalu. Dan tentu, dirimu kini bukanlah dirimu yang lalu. Apapun masa lalu yang engkau miliki, engkau tetaplah kekasihku. Karena aku memilih kamu yang sekarang, bukan kamu yang dahulu, walaupun masa lalumu adalah bagian dari dirimu.
Aku selalu bertanya di dalam qalbuku, apakah dirimu di masa lalu pernah melakukan 'hal' itu? Bersama'nya' atau bersama 'dia'? Jika tidak pernah, Alhamdulillah. Jika pernah, hal itu tidak akan mengubah perasaanku kepadamu.
Tapi aku harus bersikap jujur, jika pernah, aku tidak akan berbohong kepadamu dengan mengatakan "tidak apa-apa" atau kata-kata sejenis lainnya. Aku akan bersikap jujur dengan menyatakan, bahwa tentu qalbu ku sedikit terusik karenanya. Aku hanya sedikit egois. Dirimu yang lalu, belum tentu lebih buruk dariku. Apakah lantas karena diriku tidak pernah melakukannya, lalu aku mendapat predikat lebih baik? Mungkin bahkan aku lebih buruk dari dirimu, aku yang dulu adalah aku yang begini, begitu, dan dengan berbagai hal buruk lainnya.
Tahukah engkau, dahulu ketika aku ingin mendekatimu. Hanya 1 hal yang selalu membayangi qalbuku tiada henti-hentinya. Tidakkah engkau tahu, mengapa diriku hampir tidak mungkin dapat menemukan seseorang yang lain selain dirimu. Dahulu aku menyadarinya, engkau yang jauh lebih berpengalaman di banding diriku, memiliki kemungkinan yang sangat besar telah melakukan 'hal' itu. Aku hanya melihat sepintas dari sosok mu yang begitu menawan. Walau begitu, ketika aku mengenalmu, sedikit demi sedikit kemungkinan itu semakin berkurang, walaupun kemungkinan itu tidak pernah bernilai kecil.
Dengan keegoisanku aku sempat berpikir, betapa meruginya diriku jika aku mendapatkan pasangan yaitu seseorang yang telah melakukan 'hal' itu, sedang diriku tidak pernah melakukannya. Diriku berkata dalam qalbu, aku tentu jauh lebih baik darinya. Dan aku akan mencari seseorang yang tepat bagi diriku. Keegoisan itu membayangi qalbuku dan menganggap dunia tidak akan pernah adil kepada diriku. Lalu, sepintas tanda-tanda, muncul di qalbuku dengan berkata "Hari ini bukanlah kemarin. Kemarin kita semua sama, kita adalah makhluk yang hina, lalu disucikan hingga menjadi insan merugi dan di angkat menjadi mukhlisin". Yang membedakan nilai seorang pribadi adalah apa yang mereka lakukan sekarang, bukan segala sesuatu yang telah berlalu. Aku yang pintar dahulu, tidak berarti aku pintar sekarang. Aku yang dahulu tidak pintar, akan di nilai pintar jika aku dapat membuktikannya sekarang. Siapa diriku? Diriku adalah aku yang sekarang. Begitulah nilai dari pribadi seseorang. Kamu adalah kamu yang sekarang.
Lalu jariku menulis.
"Garisnya membuat dirimu lupa bahwa tadi bukanlah sekarang, ia bersambung seolah-olah satu. Tetapi tidak! Kesombongan dan iri hati membutakan pikiran dan membatasi keleluasaan. Padahal tanah tetaplah tanah sebelum ia di bentuk menjadi keramik. :)"
Aku hanya ingin tahu, karena dirimu adalah bagian dari diriku. Patutlah bagiku mengetahui apa-apa yang engkau rahasiakan. Karena bagiku engkau dan aku adalah 2 dalam 1. Sepasang kekasih. Aku melihat dirimu sebagai seorang kekasih. Dan predikat kekasih di dalam qalbuku hanyalah untuk dirimu seorang. Kini diriku tidak melihat dengan mata fisikku, karena aku mampu melihat dengan mata qalbuku. Aku tahu, predikat-predikat setiap manusia. Dan kamu adalah kekasih bagiku. Tidak mungkin malaikat-malaikat dapat menggantikan predikat itu.
Sayangku, aku sedikit lega bercampur dengan perasaan aneh, ketika aku mengetahui kenyataan itu. Dan aku harus menerimanya, karena dirimu adalah diriku. Kuharap aku mampu menanyakannya kepadamu. :)
Kamis, 07 Juli 2011
Nilai
Ketika aku memiliki uang 50 ribu, begitu mudahnya aku membeli makanan yang mahal-mahal dan menghabiskan uang 100 ribu ku itu dalam waktu 1 hari. Ketika aku memiliki uang 10 ribu, begitu tahannya diriku untuk membeli makanan yang murah tetapi cukup mengenyangkan dan menghabiskan uang itu dalam waktu 1 hari.
Manakah nilai yang lebih besar bagi diriku di waktu yang berbeda itu, antara 100 ribu dan 10 ribu? kedua nilai itu terlihat sama, karena aku memerlukan waktu yang sama untuk menghabiskan kedua nilai tersebut. Pada waktu yang berbeda, bisa jadi uang yang bernilai 100 ribu sama nilainya dengan 10 ribu. ~.~
Kemarin aku punya 1 Galon air dan aku bersedia membagikan seluruh air tersebut kepada siapa saja. Tetapi, tidak ada yang memintanya. Mereka juga punya lebih kurang sebanyak 1 Galon air itu juga. Di hari yang lain, aku hanya memiliki setengah galon air dan aku sedikit enggan untuk membagikannya kepada siapa saja, karena aku tau saat itu kita kekurangan air, tetapi mereka semua memintanya, sungguh mereka melupakan sikap mereka dahulu yang telah menilai rendah terhadap air. Begitu berharganya nilai air pada saat itu. ~.~
Ketika aku memiliki uang beserta beberapa perlengkapan bernilai 1M. Aku tidak tahu, yang manakah yang paling berharga dari harta yang ku miliki itu. Apakah mobilku? Apakah rumahku? yang manakah yang bernilai tinggi sehingga hartaku dapat bernilai 1M? Ketika aku kehilangan salah satu harta ku, aku mulai sadar akan nilai yang di miliki harta tersebut. Ternyata hanya cincin ku, ia bernilai 400Juta, dan aku sadar bahwa hartaku kini hanya tinggal 600juta, karena aku telah kehilangan harta senilai 400Juta. ~.~
Nilai sesuatu baru benar-benar dirimu pahami ketika kamu kehilangan sesuatu itu. :D
Percaya atau tidak, semakin tinggi nilai sesuatu, semakin tinggi pula kebahagiaan yang engkau dapat darinya. Nilai laptop atau handphonemu yang engkau anggap rendah, akan memberikan nilai kebahagiaan yang rendah pula. Nilai air yang engkau anggap tinggi, akan memberikan nilai kebahagiaan yang tinggi pula. Manusia tidak akan pernah cukup, jika ia tidak membuatnya menjadi cukup.
Suatu hari, bagiku nasi dan telur adalah makanan yang tinggi nilainya, sehingga ia dapat menjadikan diriku kenyang dan bersemangat untuk memakannya. Dilain waktu, aku yang telah berlimpahan nasi + telor menjadi bosan sehingga tidak lagi menyadari seberapa tingginya nilai makanan itu. Ia tidak lagi menjadikan diriku kenyang, tetapi menjadikan diriku tidak bersemangat untuk memakannya, bahkan aku sisakan makanan itu.
Nilai itu tidak hanya berasal dari hartamu. Persahabatan, cinta, kasih, dan sayang. Itu juga merupakan nilai yang tinggi nilainya.
Demikian pula persahabatan, cinta, kasih, dan sayang. Biasanya kamu akan lebih menghargainya ketika kamu telah kehilangannya. Jangan seperti itu, hargailah persahabatan, cinta, kasih, dan sayang yang engkau miliki setiap waktu, maka kamu tidak akan pernah kehilangannya.
No matter what happens, as long as you have a smile, a sincere heart and a good mind, our friendship will be forever. ^^v
and If I know what love is, it is because of you.
Manakah nilai yang lebih besar bagi diriku di waktu yang berbeda itu, antara 100 ribu dan 10 ribu? kedua nilai itu terlihat sama, karena aku memerlukan waktu yang sama untuk menghabiskan kedua nilai tersebut. Pada waktu yang berbeda, bisa jadi uang yang bernilai 100 ribu sama nilainya dengan 10 ribu. ~.~
Kemarin aku punya 1 Galon air dan aku bersedia membagikan seluruh air tersebut kepada siapa saja. Tetapi, tidak ada yang memintanya. Mereka juga punya lebih kurang sebanyak 1 Galon air itu juga. Di hari yang lain, aku hanya memiliki setengah galon air dan aku sedikit enggan untuk membagikannya kepada siapa saja, karena aku tau saat itu kita kekurangan air, tetapi mereka semua memintanya, sungguh mereka melupakan sikap mereka dahulu yang telah menilai rendah terhadap air. Begitu berharganya nilai air pada saat itu. ~.~
Ketika aku memiliki uang beserta beberapa perlengkapan bernilai 1M. Aku tidak tahu, yang manakah yang paling berharga dari harta yang ku miliki itu. Apakah mobilku? Apakah rumahku? yang manakah yang bernilai tinggi sehingga hartaku dapat bernilai 1M? Ketika aku kehilangan salah satu harta ku, aku mulai sadar akan nilai yang di miliki harta tersebut. Ternyata hanya cincin ku, ia bernilai 400Juta, dan aku sadar bahwa hartaku kini hanya tinggal 600juta, karena aku telah kehilangan harta senilai 400Juta. ~.~
Nilai sesuatu baru benar-benar dirimu pahami ketika kamu kehilangan sesuatu itu. :D
Percaya atau tidak, semakin tinggi nilai sesuatu, semakin tinggi pula kebahagiaan yang engkau dapat darinya. Nilai laptop atau handphonemu yang engkau anggap rendah, akan memberikan nilai kebahagiaan yang rendah pula. Nilai air yang engkau anggap tinggi, akan memberikan nilai kebahagiaan yang tinggi pula. Manusia tidak akan pernah cukup, jika ia tidak membuatnya menjadi cukup.
Suatu hari, bagiku nasi dan telur adalah makanan yang tinggi nilainya, sehingga ia dapat menjadikan diriku kenyang dan bersemangat untuk memakannya. Dilain waktu, aku yang telah berlimpahan nasi + telor menjadi bosan sehingga tidak lagi menyadari seberapa tingginya nilai makanan itu. Ia tidak lagi menjadikan diriku kenyang, tetapi menjadikan diriku tidak bersemangat untuk memakannya, bahkan aku sisakan makanan itu.
Nilai itu tidak hanya berasal dari hartamu. Persahabatan, cinta, kasih, dan sayang. Itu juga merupakan nilai yang tinggi nilainya.
Demikian pula persahabatan, cinta, kasih, dan sayang. Biasanya kamu akan lebih menghargainya ketika kamu telah kehilangannya. Jangan seperti itu, hargailah persahabatan, cinta, kasih, dan sayang yang engkau miliki setiap waktu, maka kamu tidak akan pernah kehilangannya.
No matter what happens, as long as you have a smile, a sincere heart and a good mind, our friendship will be forever. ^^v
and If I know what love is, it is because of you.
Jumat, 24 Juni 2011
Oke
Oke. Pernyataan setuju terhadap suatu keputusan. Dia dia dia, cinta yang ku tunggu-tunggu. Dia dia dia, lengkapi hidupku. Dia dia dia cinta yang kan mampu-mampu, menemaniku, mewarnai hidup ku. Kini ku berjalan dengan kata OK, tanpa melupakan dasar dan tujuan hidupku. Baiklah saatnya mengatakan OK di setiap waktu. Tidak lagi mempertanyakan sesuatu selama sesuatu itu tidak bertentangan dengan dasar dan tujuan hidupku. Saat ini OK adalah apapun yang aku katakan pada setiap keputusan yang tidak bertentangan dengan prinsip hidupku.
Baiklah, kata-kata OK ini akan membuang segala pemikiran buruk terhadap sesuatu yang nilainya tidak begitu urgent. Kata-kata ini akan membuat diriku menjadi lebih berani, percaya diri, dan melakukan yang terbaik untuk setiap tindakan yang kulakukan. Kata-kata ini akan membuat diriku siap menerima segala hasil yang akan terjadi. Prinsip keikhlasan tingkat tertinggi dari seorang manusia untuk menghiraukan apa hasil dari segala tindakan yang mereka lakukan, mereka hanya berprinsip melakukan yang terbaik dan tidak berbicara tentang hasil dari perbuatan yang mereka lakukan.
Rangkaian sebab-akibat membentuk kehidupan dengan segala sebab-akibat di dalamnya. Sebab-akibat yang tidak pernah berakhir, berproses dan membentuk perputaran ketetapan Allah dan selalu sama. OK. OK. dan OK. Karena begitu, aku tidak perlu lagi memikirkan nanti bagaimana hasilnya jika begini atau begitu. Yang perlu aku pikirkan adalah melakukan yang terbaik saat ini. OK. Mereka mau apa? OK, asal tidak bertentangan dengan prinsip dasar dan aku mampu melakukannya semuanya akan kulakukan. Apakah dia ingin kembali? OK, yang penting aku telah melakukan yang terbaik. Bagaimana jika dia menjadi berbeda? OK, yang penting aku telah berusaha dengan baik.
OK. Baiklah, OK. Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati. Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran. Melakukan keadilan adalah kesukaan bagi orang benar, tetapi menakutkan orang yang berbuat jahat.
Baiklah, kata-kata OK ini akan membuang segala pemikiran buruk terhadap sesuatu yang nilainya tidak begitu urgent. Kata-kata ini akan membuat diriku menjadi lebih berani, percaya diri, dan melakukan yang terbaik untuk setiap tindakan yang kulakukan. Kata-kata ini akan membuat diriku siap menerima segala hasil yang akan terjadi. Prinsip keikhlasan tingkat tertinggi dari seorang manusia untuk menghiraukan apa hasil dari segala tindakan yang mereka lakukan, mereka hanya berprinsip melakukan yang terbaik dan tidak berbicara tentang hasil dari perbuatan yang mereka lakukan.
Rangkaian sebab-akibat membentuk kehidupan dengan segala sebab-akibat di dalamnya. Sebab-akibat yang tidak pernah berakhir, berproses dan membentuk perputaran ketetapan Allah dan selalu sama. OK. OK. dan OK. Karena begitu, aku tidak perlu lagi memikirkan nanti bagaimana hasilnya jika begini atau begitu. Yang perlu aku pikirkan adalah melakukan yang terbaik saat ini. OK. Mereka mau apa? OK, asal tidak bertentangan dengan prinsip dasar dan aku mampu melakukannya semuanya akan kulakukan. Apakah dia ingin kembali? OK, yang penting aku telah melakukan yang terbaik. Bagaimana jika dia menjadi berbeda? OK, yang penting aku telah berusaha dengan baik.
OK. Baiklah, OK. Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati. Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran. Melakukan keadilan adalah kesukaan bagi orang benar, tetapi menakutkan orang yang berbuat jahat.
Minggu, 19 Juni 2011
Diatonik
Tangga nada dalam musik. Memiliki 7 tingkatan. Aku sebenarnya tidak memikirkan hal aneh atau sesuatu yang baru. Aku hanya ingin mengetik untuk melalui waktu-waktu yang membosankan menunggu download file yang cukup lama. Cuma 60MB membutuhkan waktu lebih kurang 2 jam, sungguh koneksi internet yang sangat menyedihkan. Kecepatannya bervariatif antara 8KB/s sampai 30KB/s.
Terinspirasi dengan lagu yang kadang-kadang dapat sangat mempengaruhi kehidupan kita. Disana terdapat memori dan kenangan kita di masa lalu. Misalnya, jika aku mendengar lagu Green Day, memory ku saat diriku berada di Kediri kembali terlintas, yaitu saat aku memainkan game Star Ocean Until the End of Time. Yang paling ku ingat adalah map bebatuan dan kostum hero yang bersetting abad 14an itu. Hahaha.
Naah, saat ini padahal aku hanya tinggal menunggu sisa download 9% lagi, tapi waktu itu terasa sangat lama. Padahal sore ini aku telah mengatakan kepada teman-temanku kalau aku akan pergi ke lapangan Blang padang untuk joging sore, tetapi sepertinya aku tdaik dapat menepatinya. Ini semua karena file download untuk keperluan TA. T_T. TA, TA, dan TA itulah yang selalu hadir di kepalaku. Menyelesaikan TA adalah tujuan ku saat ini. ~.~, kembali lagi ini semua demi dia. Hahaha, so sweet, demi dia lho. :D
Kenapa aku katakan demi dia, karena apa yang ku dapat dengan mengerjakan TA? ya, palingan cuma nilai bagus dan kelulusan beserta title Amd komputer. Cukup menunjang untuk keperluan kerja ku nanti. Dan semua itu demi dia. Kalau di pikir-pikir aku dapat hidup dalam kondisi bagaimanapun dan tentu aku dapat memenuhi kebutuhan pokokku dengan mudah. Tapi untuknya? apa yang dapat aku berikan kalau aku tidak bekerja dan mendapatkan gaji yang lumayan untuk memberikan kesenangan bagi dirinya.
Tangga nada diatonik. Tangga nada yang paling dasar yang sering digunakan untuk menciptakan lagu-lagu. Aku menyukai tangga nada ini dan sering aku gunakan untuk melantukan melodi-melodi dari gitar yang kumainkan. Kehidupan variatif mulai dari berolahraga, bermain musik, bergaul, berkomunikasi, menciptakan hal-hal baru, itulah kehidupan yang penuh warna bagaikan tangga nada diatonik yang dapat menciptakan nada bervariatif tanpa batas dengan kombinasi-kombinasi tertentu. :)
Yaaaap, akhirnya download yang ku tunggu mencapai akhir. Dan ini saatnya untuk pulang.
Byeee... Fayola Natania dan Edward Yohan, bukankah begitu? Ya, begitulah. :D
May peace always be with us.
Because Me.
My Light will never fade away. :D
Terinspirasi dengan lagu yang kadang-kadang dapat sangat mempengaruhi kehidupan kita. Disana terdapat memori dan kenangan kita di masa lalu. Misalnya, jika aku mendengar lagu Green Day, memory ku saat diriku berada di Kediri kembali terlintas, yaitu saat aku memainkan game Star Ocean Until the End of Time. Yang paling ku ingat adalah map bebatuan dan kostum hero yang bersetting abad 14an itu. Hahaha.
Naah, saat ini padahal aku hanya tinggal menunggu sisa download 9% lagi, tapi waktu itu terasa sangat lama. Padahal sore ini aku telah mengatakan kepada teman-temanku kalau aku akan pergi ke lapangan Blang padang untuk joging sore, tetapi sepertinya aku tdaik dapat menepatinya. Ini semua karena file download untuk keperluan TA. T_T. TA, TA, dan TA itulah yang selalu hadir di kepalaku. Menyelesaikan TA adalah tujuan ku saat ini. ~.~, kembali lagi ini semua demi dia. Hahaha, so sweet, demi dia lho. :D
Kenapa aku katakan demi dia, karena apa yang ku dapat dengan mengerjakan TA? ya, palingan cuma nilai bagus dan kelulusan beserta title Amd komputer. Cukup menunjang untuk keperluan kerja ku nanti. Dan semua itu demi dia. Kalau di pikir-pikir aku dapat hidup dalam kondisi bagaimanapun dan tentu aku dapat memenuhi kebutuhan pokokku dengan mudah. Tapi untuknya? apa yang dapat aku berikan kalau aku tidak bekerja dan mendapatkan gaji yang lumayan untuk memberikan kesenangan bagi dirinya.
Tangga nada diatonik. Tangga nada yang paling dasar yang sering digunakan untuk menciptakan lagu-lagu. Aku menyukai tangga nada ini dan sering aku gunakan untuk melantukan melodi-melodi dari gitar yang kumainkan. Kehidupan variatif mulai dari berolahraga, bermain musik, bergaul, berkomunikasi, menciptakan hal-hal baru, itulah kehidupan yang penuh warna bagaikan tangga nada diatonik yang dapat menciptakan nada bervariatif tanpa batas dengan kombinasi-kombinasi tertentu. :)
Yaaaap, akhirnya download yang ku tunggu mencapai akhir. Dan ini saatnya untuk pulang.
Byeee... Fayola Natania dan Edward Yohan, bukankah begitu? Ya, begitulah. :D
May peace always be with us.
Because Me.
My Light will never fade away. :D
Rabu, 15 Juni 2011
The Creed
"Nothing is True, Everything is permitted".
Tidak ada yang benar, semuanya diizinkan.
Ketika dirimu melihat kenyataan, bisa jadi kenyataan yang kamu lihat hanyalah ilusi kepalsuan. Tidak ada yang nyata di dunia ini selain dirimu. Seluruh pengaruh lingkungan yang membuat segalanya menjadi terasa lebih nyata hanyalah kesemuan. Hasil proses otak yang menciptakan rasa gelisah, suka, cinta, segalanya yang manusia rasakan hanyalah sebatas hasil proses otak. Ketika manusia dapat terlepas dari segala rasa yang bersifat manusiawi, di saat itulah manusia meningkat kesadarannya ke titik yang lebih tinggi.
2 dalam 1 sangat sulit untuk tercipta, apakah hal itu benar-benar ada? atau tercipta hanya dari proses saling pengertian, sesuatu yang berbeda tetapi berusaha untuk menjadi 1 dengan proses penyesuaian dan bukan berarti 2 dalam 1 yang nyata. hingga kini aku hanya dapat menyimpulkan hanya dirikulah yang paling nyata. Mengapa aku membiarkan belenggu perasaan mengikat diriku sehingga diriku kembali masuk ke dalam dunia kegelisahan. Di saat 2 dalam 1, tetapi bagian dirimu yang bukan bagian dirimu tidak sesuai dengan dirimu, maka di saat itulah ketidak stabilan kembali tercipta. Perasaan yang ga diperlukan alias perasaan cacat yang di stimulasikan otak kembali tercipta. Sungguh sangat menjijikkan.
Kini aku harus kembali kepada mindset ku "My Passion is no 1".
Egokah? Ya mungkin. Kurang pengertiankah? Ya mungkin. Tetapi aku tidak akan merugikan pihak manapun. "Itu" hanya akan ku anggap sebagai lingkunganku. Bukan bagian dari hidupku.
Ehm, tetapi entah kenapa, setelah aku meluapkan segala emosi ku melalui tulisan. Aku merasa begitu nyaman. Seolah-olah tidak ada sesuatu apapun yang terjadi.:), yang terpenting adalah aku telah meluapkan emosi itu, dan kini aku dapat berjalan lebih baik. :D, mungkin ada benarnya untuk menganggap hal "itu" hanya sebatas lingkungan kehidupan, tapi bukan bagian dari kehidupan. Tetapi jikalau begitu, dia pasti akan merasa tidak nyaman dengan ku yang menganggap "itu" hanya sebatas lingkungan.
Akhirnya, aku hanya dapat berkata "I'll do the best and God will take the rest".
"Hakuna Matata". :D
Pada akhirnya aku menyadari, minum air saja butuh proses, hehehe. Tentu segalanya tercipta karena proses dan sesuatu yang rumit dapat tercipta dengan jangka waktu yang lama. Segala sesuatu yang rumit pasti tercipta dalam jangka waktu yang tidak instan. Tidak ada yang tidak mungkin. Aku akan menjadikan "2 dalam 1" itu menjadi nyata.
Tidak ada yang benar, semuanya diizinkan.
Ketika dirimu melihat kenyataan, bisa jadi kenyataan yang kamu lihat hanyalah ilusi kepalsuan. Tidak ada yang nyata di dunia ini selain dirimu. Seluruh pengaruh lingkungan yang membuat segalanya menjadi terasa lebih nyata hanyalah kesemuan. Hasil proses otak yang menciptakan rasa gelisah, suka, cinta, segalanya yang manusia rasakan hanyalah sebatas hasil proses otak. Ketika manusia dapat terlepas dari segala rasa yang bersifat manusiawi, di saat itulah manusia meningkat kesadarannya ke titik yang lebih tinggi.
2 dalam 1 sangat sulit untuk tercipta, apakah hal itu benar-benar ada? atau tercipta hanya dari proses saling pengertian, sesuatu yang berbeda tetapi berusaha untuk menjadi 1 dengan proses penyesuaian dan bukan berarti 2 dalam 1 yang nyata. hingga kini aku hanya dapat menyimpulkan hanya dirikulah yang paling nyata. Mengapa aku membiarkan belenggu perasaan mengikat diriku sehingga diriku kembali masuk ke dalam dunia kegelisahan. Di saat 2 dalam 1, tetapi bagian dirimu yang bukan bagian dirimu tidak sesuai dengan dirimu, maka di saat itulah ketidak stabilan kembali tercipta. Perasaan yang ga diperlukan alias perasaan cacat yang di stimulasikan otak kembali tercipta. Sungguh sangat menjijikkan.
Kini aku harus kembali kepada mindset ku "My Passion is no 1".
Egokah? Ya mungkin. Kurang pengertiankah? Ya mungkin. Tetapi aku tidak akan merugikan pihak manapun. "Itu" hanya akan ku anggap sebagai lingkunganku. Bukan bagian dari hidupku.
Ehm, tetapi entah kenapa, setelah aku meluapkan segala emosi ku melalui tulisan. Aku merasa begitu nyaman. Seolah-olah tidak ada sesuatu apapun yang terjadi.:), yang terpenting adalah aku telah meluapkan emosi itu, dan kini aku dapat berjalan lebih baik. :D, mungkin ada benarnya untuk menganggap hal "itu" hanya sebatas lingkungan kehidupan, tapi bukan bagian dari kehidupan. Tetapi jikalau begitu, dia pasti akan merasa tidak nyaman dengan ku yang menganggap "itu" hanya sebatas lingkungan.
Akhirnya, aku hanya dapat berkata "I'll do the best and God will take the rest".
"Hakuna Matata". :D
Pada akhirnya aku menyadari, minum air saja butuh proses, hehehe. Tentu segalanya tercipta karena proses dan sesuatu yang rumit dapat tercipta dengan jangka waktu yang lama. Segala sesuatu yang rumit pasti tercipta dalam jangka waktu yang tidak instan. Tidak ada yang tidak mungkin. Aku akan menjadikan "2 dalam 1" itu menjadi nyata.
Langganan:
Postingan (Atom)