Selasa, 09 Agustus 2011

To live as a couple

Untuk hidup adalah untuk merasakan apa yang ada di sekitarmu. Tujuan utamanya adalah mendapatkan kehidupan yang bahagia. Kehidupan yang bahagia tentu adalah kehidupan yang sesuai dengan fitrah manusia. I live a lot and now I know live is a complicated to think but easy to do. Bagai sebuah makanan, kamu tidak akan pernah tahu rasa dari makanan itu sebelum kamu memakannya, kamu hanya menerka dengan segala pemikiran yang ada di kepalamu. Begitulah hidup, berpikir tentang hidup menambah kedewasaan karena kamu akan mengenal masalah dengan berpikir, sehingga kamu akan menjadi lebih dewasa dengan menyelesaikan permasalahan dengan sikap bijak dan santai.

Hidup berpasangan adalah dengan menerima seluruh kehidupan pasangan mu secara tulus dan ikhlas. Tanpa perlu memperhitungkan berjuta variabel yang ada di dalam kehidupannya. Perkataan yang telah terlontar tentu adalah bagian dari variabel-variabel itu. Kamu tidak perlu melupakannya, tetapi kamu harus dapat menerimanya. Dia menyukai seseorang, mungkin itu telah berlalu, tetapi masa lalu itu adalah bagian dari kehidupannya yang akan menjadi bagian kehidupanmu. Ya, bagian kehidupanmu sebagai pasangannya. Menjalin kesepasangan adalah menyatukan kehidupanmu dengan kehidupannya. Sehingga dua kehidupan yang berbeda menjadi satu kehidupan. Kamu harus bisa menerima apapun yang telah menjadi kehidupannya.

Sulitkah? Ya, seharusnya ini adalah salah satu hal tersulit yang dapat di lakukan. Memang tugas mu hanya menerima, tapi bagaimana kamu dapat menerima sesuatu yang sangat tidak kamu sukai? Itulah yang menjadi kesulitan. Kamu tidak akan pernah dapat merubah segala sesuatu yang telah berlalu. Tetapi diriku, tentu dapat dengan mudah menyelesaikan hal-hal seperti ini. Semua yang manusia rasakan adalah hasil stimulasi otak menjadi pemikiran, indra, dan sebagainya. Kamu hanya perlu mengontrol otakmu sehingga kamu dapat memikirkan apa yang kamu inginkan. Menerima semuanya seolah-olah kamu menyukainya (karena ia menyukainya di masa itu), itulah yang harus aku lakukan apabila aku ingin menjadi dirinya. Karena dengan menjadi dirinyalah aku dan dia dapat menjadi satu.

Kenapa kamu begitu? Bukankah kamu dapat mencari seseorang yang kamu anggap seperti dirimu? Sehingga semua yang ada pada dirinya, ada pada dirimu. Kamu tidak mungkin, tidak dapat menerima hal tidak baik yang ada pada dirimu. Iya, aku dapat saja melakukan hal seperti itu, tetapi jika aku seperti itu, aku tidak akan menemukan true love, yang ku dapatkan hanyalah kepentingan-kepentingan dan kepentingan. Aku hanya mementingkan diriku untuk dapat sesuai dengan apa yang aku mau, semuanya atas dasar kepentingan. Aku masih sedikit bingung, apakah tindakanku untuk dapat bersatu dengannya dapat di sebut dengan kepentingan? Aku yakin tidak, yang ku lakukan adalah upaya pencarian cinta sejati. Jika cinta ini di khianati, aku tidak akan pernah mempercayainya lagi. Karena aku hanya mengusahakan sesuatu yang sia-sia, tidak nyata, dan hanya sebatas mencari imajinasi yang ada di kepalaku. Imajinasi yang tidak ada dalam kehidupan nyata.

Tapi bukankah tidak mungkin itu hanya bernilai kepentingan bagi dirinya? Ya, bisa saja. Tetapi aku hanya menginginkan diriku untuk mengenal cinta sejati, sehingga aku dapat mengenalkan hal itu kepadanya.

This is my way through the sky.
Erasing emotional force.
To become Angel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar