I wanna write. Aku ingin menulis. Menulis apa saja yang dapat aku tulis. Menuangkan segala sesuatu yang terlintas di dalam pikiranku. Hari-hari ku kini telah berubah. Kesibukan hari kemarin yang di penuhi dengan urusan-urusan kuliah, dengan berbagai macam kegiatan yang terkadang membuat kepala ku menjadi sedikit pusing atau goyah dalam beberapa menit. Semua berjalan masih sesuai dengan rencana ku, walaupun tidak tepat dalam pengukuran waktu yang ku harapkan.
Waktu yang telah berlalu, detik demi detik, ketika segalanya tidak berjalan dengan normal, pasti perasaan tidak normal akan terlintas di kepalaku, walaupun aku dapat menghilangkan hal itu dalam sekejap, tapi perbedaan yang aku rasakan begitu mencolok sehingga aku ingin menulis. Beberapa detik atau menit yang membuat diriku menjadi sedikit pusing, membuat diriku tergerak untuk menuliskan beberapa penggal kalimat dalam blog ini.
Lebih kurang, telah ku lewati waktu selama sebulan aku tidak lagi menulis di sini. Rasa rindu dan penasaran kembali menyelimuti alam pikiranku. Rindu, karena dahulu telah beberapa kali aku menuliskan sesuatu di blog ini. Penasaran, karena aku ingin tahu apa yang akan ku tulis selanjutnya. Serangkaian kalimat tidak penting yang bertujuan untuk melegakan kembali pikiranku. Itulah yang sering kali ku tuliskan dalam blog ini, tanpa malu, ragu, dan apa adanya. Semuanya sesuai dengan apa yang ada di kepalaku. Tidak hanya untuk melatih menulis, tetapi juga untuk mengukir sejarah setidaknya bagi diriku di masa depan.
Tidak banyak kata yang dapat ku sampaikan. Semua ini pasti mengenai dirinya. Aku takut, terkadang aku takut aku tidak dapat menjadi pria yang ia inginkan. Kita semua memiliki kendala, bagaikan seekor ulat yang akan menjadi kupu-kupu, kita harus sabar dan tabah, hingga akhirnya semuanya berubah menjadi indah. Waktu ku sempit, tetapi aku harus memacunya dengan melakukan yang terbaik, agar waktu yang sempit itu dapat menjadi jauh lebih berarti untuk di kenang.
Lantunan tak bermelodi menemani kesepian ku di antara ruang kesibukan dalam hidupku. Esok aku akan melihat tantangan yang berbeda, dengan berbagai kegiatan yang berbeda, dan target atau tujuan yang berbeda. Ku tak dapat berkata banyak, karena sumber inspirasiku dalam menulis adalah perasaanku. Kini ku dapat merubah perasaan itu bagaikan energi yang berubah.
Berbahagia adalah tidak adanya penderitaan di dunia ini, mengendalikan diri terhadap makhluk-makhluk hidup. Berbahagia adalah tidak adanya nafsu di dunia ini, mengalahkan nafsu-nafsu indria, tetapi menghilangkan kesombongan "aku", itu adalah benar-benar kebahagiaan tertinggi. (Tipitaka)
Perasaanku bagaikan nilai konstanta yang tidak pernah berubah. Ia bernilai static, tidak turun dan tidak naik. Ia akan tetap, sekarang hingga nanti. Jika dia bertanya kepadaku, aku akan berkata, "If you asked me how many times you have crossed my mind I would say once because you never really left."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar