Hari ini, aku udah nulis beberapa posting. Tapi, selalu saja kayanya banyak kekurangan dalam penulisan. Jadi, saya coba untuk terus menulis untuk mengasah kemampuan menulis, agar pembaca bisa menjadi lebih tertarik dengan tulisan saya. Hehehe. Tulisan tentu bertujuan untuk menjadi bacaan. Tulisan yang baik akan menghasilkan bacaan yang menarik. ^^
Kalo di pikir-pikir dari berbagai tulisan yang paling menarik adalah tulisan yang memiliki alur seperti cerita. Karena biasanya cerita akan membuat rasa penasaran. Awal cerita adalah alasan pembaca untuk membaca hingga akhir cerita. Jadi, aku akan mencoba menulis dengan bentuk alur cerita. hehehehe, mungkin tulisannya akan sedikit berbeda dengan beberapa tulisan yang udah aku posting. Mungkin aku akan membuat sebuah narasi yang akan menggambarkan apa yang ingin aku sampaikan kepada pembaca. >.<
Yuk mari kita mulai.
Di suatu hari di kota bernama parko hiduplah seorang pria bernama Synefo. Parko merupakan kota dari Negara Katastasi. Di negeri ini teknologi berkembang sangat pesat, sehingga manusia dapat memahami dan berkomunikasi dengan tanaman dan hewan. Synefo merupakan pria penggembala domba yang sabar, baik, cerdas, dan kuat. Dia dapat melawan Serigala. Dia juga dapat bercocok tanam. Synefo adalah pribadi yang selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik.
Di saat itu, Synefo yang telah berumur 16 tahun memiliki tubuh yang sigap, dan kecerdasan yang melebih teman-teman seumurnya. Dia memiliki pemikiran yang sangat dewasa melebihi teman-temannya. Dia selalu belajar terhadap tanda-tanda alam yang ada di sekelilingnya. Synefo tidak pernah mempercayai apa yang tidak dapat di buktikan oleh dirinya. Synefo hidup bersama dua saudaranya yang bernama anemos dan choma. kedua orang tuanya telah meninggal di karenakan peristiwa spasmena yang terjadi di parko. Di saat itu banyak anak menjadi yatim dan piatu. Dan Synefo bersama dua saudaranya hidup sebagai anak yatim piatu.
Synefo selalu mengusahakan yang terbaik dalam hidupnya. Hingga akhirnya ia bertanya dalam dirinya. "Apa yang telah kulakukan? Aku tidak melakukan apa-apa selain mensejahterakan hidupku. Apakah ini tujuan Sang Pencipta menciptakan ku?". Dia bingung dengan kondisi dirinya, tanpa adanya tujuan dalam menjalani kehidupannya. Posisi Synefo sebagai seorang Muslim bingung. Apa yang salah dalam kehidupannya, karena ia tidak pernah merasakan rahmat yang sejati. Dia dapat membeli kendaraan, tetapi ia selalu di takutkan oleh hilangnya kendaraan itu. Dia dapat membeli makan, tetapi ia selalu takut apakah makanan tersebut halal, baik untuk di makan. Dia selalu melakukan yang terbaik, tetapi yang di dapatinya orang-orang miskin tidak pernah kunjung habisnya. Lalu ia membuka Al-Qur'an untuk mencari kebenaran tersebut.
Pada suatu hari teman Synefo bernama Agapi menemuinya. Agapi yang memiliki informasi penting yang sangat di tunggu-tunggu Synefo sejak lama itu, berkata :
"Wahai Temanku Synefo. Sungguh aku telah menemukan hikmah yang terkandung di dalam Al-Qur'an. Sungguh wahai temanku, Al-Qur'an menjelaskan semuanya. Sudikah temanku untuk kembali bersama-sama mengkaji Al-Qur'an bersamaku?"
Synefo yang telah lama menunggu hal ini, langsung menerima. Synefo mendapati informasi penting yaitu :
"Al-Qur'an ini adalah petunjuk, penjelas dari petunjuk, dan pembeda bagi manusia. Al-Qur'an akan menjelaskan seluruh pertanyaan yang ada di dunia mengenai politik, budaya, sosial, dan berbagai hal lainnya. Petunjuk bertujuan untuk menyatukan seluruh umat yang telah berpecah belah. Petunjuk ini akan memberikan rahmat kepada seluruh Umat dan Alam. Tentu, berbicara mengenai umat, ialah berbicara mengenai sebuah komunitas yang akan mensejahterakan Umat dan Alam, bukan berbicara Individual. Solusi mencapai Kesejahteraan ialah dengan menciptakan sebuah komunitas yang akan membentuk sebuah kehidupan damai sejahtera." Synefo tertegun dan berpikir keras terhadap informasi yang ia dapatkan. Menciptakan kondisi sejahtera tentu bersama-sama pikirnya. Tidak mungkin secara individualis tanpa mengusahakan secara actual.
Synefo amat senang dengan informasi yang ia terima dari Agapi. Agapi adalah seorang pemuda seumuran Synefo. Dia adalah seorang petani yang selalu mengusahakan kesuburan tanaman-tanamannya. Di dunia teknologi yang sangat berkembang pesat, Gembala dan Tani merupakan pekerjaan yang sangat menghasilkan uang, karena itu merupakan pekerjaan pokok awal dari seluruh pekerjaan.
Synefo kembali ke kamarnya dan memikirkan informasi yang telah ia terima. Lalu ia berpikir tentang sosok Ketuhanan. Dia berpikir di luar pemahaman ke-Islamannya. Apa asal usul dari kehidupan? bukankah seluruh hal itu berasal dari sebuah keberadaan. Jikalau ada keberadaan sosok Ketuhanan, dimanakah Ia? Ia tidak dapat di buktikan secara factual. Jikalaupun Dia ada, bagaimanakah Dia di ciptakan. Tidak mungkin sesuatu hal tersebut berasal dari sebuah ketiadaan. Tetapi di sisi lain, tidak mungkin penciptaan yang begitu seimbang dan aturan yang tercipta tidak memiliki pencipta. Tapi, Synefo memiliki jawaban yang cukup memuaskan di awal pemikirannya. Kitab inilah bukti Tuhan ada. Kitab yang menjelaskan inilah bukti Tuhan itu ada. Dia memberi kasih sayang-Nya terhadap manusia dalam bentuk petunjuk dan rahmat. Tidak mungkin sebuah tulisan ini di ciptakan oleh sesuatu yang bukan berasal dari sifat Ketuhanan. Karena Kitab ini mengetahui segala permasalahan. Synefo memisahkan kembali terhadap pengaruh pemikiran filsafat yunani dalam benaknya.
Setelah beberapa kali pertemuan kajian yang ia lakukan bersama Agapi, Synefo memiliki pemahaman bahwa hidup merupakan sebuah skenario. Dengan Tuhan sebagai sutradara dan produsernya. Manusia memiliki tujuan hanya untuk mengabdi kepada-Nya dengan saling kenal mengenal terhadap suku dan bangsa, bukan untuk saling bermusuhan dan berpecah belah. Synefo sadar 3 keberadaan kebenaran yang diikuti oleh manusia. Yaitu kebenaran Subjektif yaitu kebenaran menurut hawa nafsu, kebenaran objektif yaitu kebenaran menurut Objek seseorang, dan kebenarna Mutlak yang berasal dari Allah semata.
To Be Continued...
Wahahaha...Setelah menulis beberapa kalimat. Saya rasa nilai penguatan dari tulisan berupa cerita sangat lah lemah. Cerita akan bersifat menghibur dan akan jarang sekali untuk di jadikan panutan. Tapi, saya ingin membuat sebuah tulisan dimana pembaca dapat mengambil pelajaran di dalamnya.
Harus belajar nulis lebih baik lagi nih. Intinya tetap sabar. Alah bisa karena biasa. ^^


Tidak ada komentar:
Posting Komentar