Jumat, 17 Desember 2010

Motivasi!!!

Akhir2 ini aku sangat malas untuk mengerjakan tugas kuliah. Padahal tugas kuliah sebentar lagi sudah hampir batas waktu untuk di kumpulkan. Tidak! Aku harus semangat, aku harus memotivasi diriku. Aku tidak boleh memikirkan hal-hal yang tidak penting. Tidak! Aku harus berubah.

Henshin!!!
Eng Ing Eng...!

I've transformed myself into a hot blood person. Graaaaaaur...
Semangat! Semangat! Semangat!

I can do this. I believe I can do this. I must able to do this. No, I must do this. No matter what is happening!

The mountain will hear my spirit screaming!

Untuk itu, aku punya beberapa kalimat untuk menyemangati diri kita. Bersumber dari motivator ulung Pak Mario Teguh.

Artikel ini saya copy paste dari : 
http://martracho.wordpress.com/2008/09/24/kumpulan-tips-tips-untuk-menambah-motivasi/

Selamat menikmati. 

1. Kita menilai diri dari apa yang kita pikir bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan. Untuk itu apabila anda berpikir bisa, segeralah lakukan. 
 
2. Bukan pertumbuhan yang lambat yang harus anda takuti. Akan tetapi anda harus lebih takut untuk tidak tumbuh sama sekali. Maka tumbuhkanlah diri anda dengan kecepatan apapun itu.

3. Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda.

4. Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.

5. Anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai. Dan seringkali anda menghindari orang yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah Anda akan mengenal sudut pandang yang baru.

6. Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan.

7. Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang di idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan.

8. Jangan menolak perubahan hanya karena anda takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya anda merendahkan nilai yang bisa anda capai melalui perubahan itu.

9. Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila cara-cara anda baru.

10. Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan. Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong bila sikap anda salah.

11. Orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan, telah menua sejak muda.

12. Hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan punya kesempatan untuk bersikap berani.

13. Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.

14. Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian anda dapat.

15. Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan.

16. Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang yang berbakat.

17. Kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan mereka capai.

18. Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan.

19. Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda capai.

20. Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.

21. Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa mengupayakan pelayanan yang terbaik. Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang baik, maka andalah yang akan dicari uang.

22. Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri.

23. Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi orang tua yang masih melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan saat muda.

24. Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan.
 
Sebarkan tulisan ini kepada sahabat di sekeliling kita. Mudah-mudahan akan menjadi pemompa semangat buat sahabat yang ingin maju
Oleh : Mario Teguh
(Bussiness Efectiveness Consultant )
Editor : Martracho

Bagaimana bro sista? Mantap kan kalimat motivasinya. hehehe.

Keep The Spirit Bro!

Rabu, 08 Desember 2010

Susu

Hehe... Baca judulnya uda terbayang ga kita bakal ngebahas apa?

Kali ini kita akan membahas soal kesehatan makanan dan minuman. Saya menyadari beberapa hal sebelum akhirnya mendapatkan artikel yang saya cari-cari ini. Susu merupakan minuman yang baik, itulah pandangan kebanyakan orang terhadap susu. Tapi apakah benar demikian? Berhati-hatilah terhadap segala sesuatu yang kamu pahami dari kebanyakan orang dan dari kalangan yang berpandangan subjektif. Fakta itu berasal dari data dan kajian, atau di sebut dengan tanda-tanda kebesaran Allah.

Mari kita bahas beberapa ayat untuk lebih memahaminya. Qur'an Al-An'am(6)/116, Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). dan Keluaran(23)/2, Janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang melakukan kejahatan, dan dalam memberikan kesaksian mengenai sesuatu perkara janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang membelokkan hukum.

Disini kita dapat melihat, kebanyakan orang biasanya membelokkan hukum. Sehingga terdapat beberapa hal yang selayaknya harus selalu di perhatikan kebenaran ilmiahnya sebelum kita dapat memberikan penilaian terhadapnya

Baiklah, inilah artikel yang saya maksud :


Tidak ada makhluk di dunia ini yang ketika sudah dewasa masih minum susu -kecuali manusia. Lihatlah sapi, kambing, kerbau, atau apa pun: begitu sudah tidak anak-anak lagi tidak akan minum susu. Mengapa manusia seperti menyalahi perilaku yang alami seperti itu?

“Itu gara-gara pabrik susu yang terus mengiklankan produknya,” ujar Prof Dr Hiromi Shinya, penulis buku yang sangat laris: The Miracle of Enzyme (Keajaiban Enzim) yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia dengan judul yang sama. Padahal, katanya, susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk manusia. Manusia seharusnya hanya minum susu manusia. Sebagaimana anak sapi yang juga hanya minum susu sapi. Mana ada anak sapi minum susu manusia, katanya.

Mengapa susu paling jelek untuk manusia? Bahkan, katanya, bisa menjadipenyebab osteoporosis? Jawabnya: karena susu itu benda cair sehingga ketika masuk mulut langsung mengalir ke kerongkongan. Tidak sempat berinteraksi dengan enzim yang diproduksi mulut kita. Akibat tidak bercampur enzim, tugas usus semakin berat. Begitu sampai di usus, susu tersebut langsung menggumpal dan sulit sekali dicerna. Untuk bisa mencernanya, tubuh terpaksa mengeluarkan cadangan “enzim induk” yang seharusnya lebih baik dihemat. Enzim induk itu mestinya untuk pertumbuhan tubuh, termasuk pertumbuhan tulang. Namun, karena enzim induk terlalu banyak dipakai untuk membantu mencerna susu,peminum susu akan lebih mudah terkena osteoporosis.

Profesor Hiromi tentu tidak hanya mencari sensasi. Dia ahli usus terkemuka di dunia. Dialah dokter pertama di dunia yang melakukan operasi polip dan tumor di usus tanpa harus membedah perut. Dia kini sudah berumur 70 tahun. Berarti dia sudah sangat berpengalaman menjalani praktik kedokteran. Dia sudah memeriksa keadaan usus bagian dalam lebih dari 300.000 manusia Amerika dan Jepang. Dia memang orang Amerika kelahiran Jepang yang selama karirnya sebagai dokter terus mondar-mandir di antara dua negara itu.

Setiap memeriksa usus pasiennya, Prof Hiromi sekalian melakukan penelitian. Yakni, untuk mengetahui kaitan wujud dalamnya usus dengan kebiasaan makan dan minum pasiennya. Dia menjadi hafal pasien yang ususnya berantakan pasti yang makan atau minumnya tidak bermutu. Dan, yang dia sebut tidak bermutu itu antara lain susu dan daging. Dia melihat alangkah mengerikannya bentuk usus orang yang biasa makan makanan/minuman yang“jelek”: benjol-benjol, luka-luka, bisul-bisul, bercak-bercak hitam,dan menyempit di sana-sini seperti diikat dengan karet gelang. Jelek di situ berarti tidak memenuhi syarat yang diinginkan usus. Sedangkan usus orang yang makanannya sehat/baik, digambarkannya sangat bagus, bintik-bintik rata, kemerahan, dan segar.

Karena tugas usus adalah menyerap makanan, tugas itu tidak bisa dia lakukan kalau makanan yang masuk tidak memenuhi syarat si usus. Bukan saja ususnya kecapean, juga sari makanan yang diserap pun tidak banyak. Akibatnya, pertumbuhan sel-sel tubuh kurang baik, daya tahan tubuh sangat jelek, sel radikal bebas bermunculan, penyakit timbul, dan kulit cepat menua. Bahkan, makanan yang tidak berserat seperti daging, bisa menyisakan kotoran yang menempel di dinding usus: menjadi tinja stagnan yang kemudian membusuk dan menimbulkan penyakit lagi. Karena itu, Prof Hiromi tidak merekomendasikan daging sebagai makanan. Dia hanya menganjurkan makan daging itu cukup 15 persen dari seluruh makanan yang masuk ke perut.

Dia mengambil contoh yang sangat menarik, meski di bagian ini saya rasa, keilmiahannya kurang bisa dipertanggungjawabkan. Misalnya, dia minta kita menyadari berapakah jumlah gigi taring kita, yang tugasnya mengoyak-ngoyak makanan seperti daging: hanya 15 persen dari seluruh gigi kita. Itu berarti bahwa alam hanya menyediakan infrastruktur untuk makan daging 15 persen dari seluruh makanan yang kita perlukan. Dia juga menyebut contoh harimau yang hanya makan daging. Larinya memang kencang, tapi hanya untuk menit-menit awal. Ketika diajak “lomba lari” oleh mangsanya, harimau akan cepat kehabisan tenaga. Berbeda dengan kuda yang tidak makan daging. Ketahanan larinya lebih hebat.

Di samping pemilihan makanan, Prof Hiromi mempersoalkan cara makan. Makanan itu, katanya, harus dikunyah minimal 30 kali. Bahkan, untuk makanan yang agak keras harus sampai 70 kali. Bukan saja bisa lebih lembut, yang lebih penting agar di mulut makanan bisa bercampur dengan enzim secara sempurna. Demikian juga kebiasaan minum setelah makan bukanlah kebiasaan yang baik. Minum itu, tulisnya, sebaiknya setengah jam sebelum makan. Agar air sudah sempat diserap usus lebih dulu.

Bagaimana kalau makanannya seret masuk tenggorokan? Nah, ini dia, ketahuan. Berarti mengunyahnya kurang dari 30 kali! Dia juga menganjurkan agar setelah makan sebaiknya jangan tidur sebelum empat atau lima jam kemudian. Tidur itu, tulisnya, harus dalam keadaan perut kosong. Kalau semua teorinya diterapkan, orang bukan saja lebih sehat, tapi juga panjang umur, awet muda, dan tidak akan gembrot.

Yang paling mendasar dari teorinya adalah: setiap tubuh manusia sudah diberi “modal” oleh alam bernama enzim-induk dalam jumlah tertentu yang tersimpan di dalam “lumbung enzim-induk” . Enzim-induk ini setiap hari dikeluarkan dari “lumbung”-nya untuk diubah menjadi berbagai macam enzim sesuai keperluan hari itu. Semakin jelek kualitas makanan yang masuk ke perut, semakin boros menguras lumbung enzim-induk. Mati, menurut dia, adalah habisnya enzim di lumbung masing-masing. Maka untuk bisa berumur panjang, awet muda, tidak pernah sakit, dan langsing haruslah menghemat enzim-induk itu. Bahkan, kalau bisa ditambah dengan cara selalu makan makanan segar. Ada yang menarik dalam hal makanan segar ini. Semua makanan (mentah maupun yang sudah dimasak) yang sudah lama terkena udara akan mengalami oksidasi. Dia memberi contoh besi yang kalau lama dibiarkan di udara terbuka mengalami karatan. Bahan makanan pun demikian.

Apalagi kalau makanan itu digoreng dengan minyak. Minyaknya sendiri sudah persoalan, apalagi kalau minyak itu sudah teroksidasi. Karena itu, kalau makan makanan yang digoreng saja sudah kurang baik, akan lebih parah kalau makanan itu sudah lama dibiarkan di udara terbuka. Minyak yang oksidasi, katanya, sangat bahaya bagi usus. Maksudnya, mengolah makanan seperti itu memerlukan enzim yang banyak. Apa saja makanan yang direkomendasikan? Sayur, biji-bijian, dan buah. Jangan terlalu banyak makan makanan yang berprotein. Protein yang melebihi keperluan tubuh ternyata tidak bisa disimpan. Protein itu harus dibuang. Membuangnya pun memerlukan kekuatan yang ujung-ujungnya juga berasal dari lumbung enzim. Untuk apa makan berlebih kalau untuk mengolah makanan itu harus menguras enzim dan untuk membuang kelebihannya juga harus menguras lumbung enzim.

Prof Hiromi sendiri secara konsekuen menjalani prinsip hidup seperti itu dengan sungguh-sungguh. Hasilnya, umurnya sudah 70 tahun, tapi belum pernah sakit. Penampilannya seperti 15 tahun lebih muda. Tentu sesekali dia juga makan makanan yang di luar itu. Sebab, sesekali saja tidak apa-apa. Menurunnya kualitas usus terjadi karena makanan “jelek” itu masuk ke dalamnya secara terus-menerus atau terlalu sering. Terhadap pasiennya, Prof Hiromi juga menerapkan “pengobatan” seperti itu. Pasien-pasien penyakit usus, termasuk kanker usus, banyak dia selesaikan dengan “pengobatan” alamiah tersebut. Pasiennya yang sudah gawat dia minta mengikuti cara hidup sehat seperti itu dan hasilnya sangat memuaskan. Dokter, katanya, banyak melihat pasien hanya dari satu sisi di bidang sakitnya itu. Jarang dokter yang mau melihatnya melalui sistem tubuh secara keseluruhan. Dokter jantung hanya fokus ke jantung. Padahal, penyebab pokoknya bisa jadi justru di usus. Demikian juga dokter-dokter spesialis lain. Pendidikan dokter spesialislah yang menghancurkan ilmu kedokteran yang sesungguhnya.

Saya mencoba mengikuti saran buku ini sebulan terakhir ini. Tapi, baru bisa 50 persennya. Entah, persentase itu akan bisa naik atau justru turun lagi sebulan ke depan. Yang menggembirakan dari buku Prof Hiromi ini adalah: orang itu harus makan makanan yang enak. Dengan makan enak, hatinya senang. Kalau hatinya sudah senang dan pikirannya gembira, terjadilah mekanisme dalam tubuh yang bisa membuat enzim-induk bertambah.

Nah, setelah membaca artikel di atas. Kita dapat memahami beberapa hal yang sebenarnya menjadi larangan bagi kesehatan tetapi malah di pandang baik bagi kebanyakan orang. Wah, dunia ini semakin lama semakin aneh. Manusia telah memandang baik perbuatan jahat. Qur'an menjelaskan Pada Al-Hijr(15)/39 : Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.

Iblis disini bisa jadi merupakan makhluk mistik yang tidak dapat di lihat dengan mata telanjang dan membisiki kita dengan hal-hal yang tidak baik. Tapi, bukankah ada pihak-pihak tertentu yang membuat kita memandang baik perbuatan maksiat? Dalam hal ini, pihak-pihak yang membuat kita memandang baik perbuatan maksiat dapat di sebut sebagai Iblis. Sebagai contoh, ada pihak-pihak tertentu yang membuat umat beragama Islam memandang baik perbuatan meledakkan diri dengan bomb, dan sebagainya. Bukankah demikian? Dalam menalar segala ilmu diperlukan penyelerasan dengan alam, segala sesuatu yang bertentangan dengan hukum alam (hukum yang Allah ciptakan), sudah dapat di pastikan merupakan jalan ke sesatan.

Baiklah teman-teman. Terima kasih bagi yang telah membaca.
Correct Me If I'm Wrong... :) God Bless You...

Materi


Aku benar-benar sangat bosan. Tidak tahu harus melakukan apa. Aku ingin dapat menyelesaikan tugas-tugas ini. Tetapi aku belum dapat menyelesaikannya. Aku tidak tahu awal dari permasalahan ini. Sehingga aku harus berusaha untuk mencari dimana sumber dari kesalahan yang ada pada program ini.
Super duper aneh bro.
Ehm. Tiba-tiba ketika diriku tersentak untuk berpikir. Aku mulai memikirkan 1 hal aneh, yaitu apakah mungkin yang hidup berasal dari yang mati? Kita tahu, seluruh alam terdiri atas materi dan ruang. Dalam kehidupan, materi terdiri dari 2, yaitu materi yang hidup (organic) dan materi yang mati (non-organic). Di sini kita dapat membedakan 2 jenis materi. Yang menjadi pertanyaan. Apakah mungkin materi non-organic berubah atau berevolusi menjadi materi organic? Teori yang paling masuk akal mengenai penciptaan makhluk hidup ialah melalui proses evolusi. Jadi, apakah seluruh makhluk hidup awalnya berevolusi dari zat non-organik menjadi zat organic?

Mungkin air adalah penyebab utama terjadinya kehidupan, tapi bukankah air juga merupakan materi non-organik/materi yang mati/tidak bernyawa? Apabila memang benar, makhluk hidup adalah hasil evolusi dari benda mati. Berarti kemungkinan adanya kehidupan di planet selain bumi sangatlah besar. Bukankah demikian?

Di sisi lain, materi yang bernama air ini sangatlah unik. Air merupakan sumber kehidupan. Lambang keberkahan. Isyarat rahmat bagi beberapa kalangan masyarakat. Timbul pertanyaan berikutnya. Kalau kita berkhayal mungkin terdapat beberapa kemungkinan, Apakah awal dari bumi adalah berbentuk air, lalu air tersebut mengeras menjadi tanah? Atau awal bumi adalah tanah lalu mencair menjadi air? Atau bahkan air merupakan benda luar angkasa yang jatuh ke bumi dan menjadi sumber kehidupan?

Setelah menulis pertanyaan di atas, dengan segala pemahaman yang saya miliki. Saya dapat menjawab.
  1. Materi dari awal penciptaannya tercipta atas 2 jenis dan tidak saling menciptakan. Yaitu materi organic dan non-organik. Kedua materi ini tercipta secara bersamaan tidak saling menciptakan. Dengan begitu, apabila materi organic di kirimkan keluar angkasa maka materi itu akan hidup apabila memenuhi persyaratannya untuk hidup. Dan apabila materi tersebut tidak dapat hidup dalam bentuk A(bentuk yang mendekati sempurna), maka dia akan hidup dalam bentuk B(bentuk yang lebih sederhana), dan bila dia tidak dapat hidup dalam bentuk B, maka ia akan hidup dalam bentuk C(bentuk yang lebih sederhana dibanding B), dan seterusnya. Materi tidak akan pernah hancur atau bersifat kekal. Materi organic dan non-organic hanya berbeda unsur. Seperti perbedaan antara unsur Hidrogen dan Oksigen. Kenapa kita dapat menerima bahwa awal penciptaan adalah benda mati, dan tidak dapat menerima bahwa benda hidup telah tercipta dari awal? Dengan kesimpulan ini, saya dapat mengatakan bahwa, apabila makhluk hidup di buang ke suatu daerah. Maka makhluk tersebut dapat hidup, tetapi dengan bentuk yang sangat sederhana tergantung dengan kondisi lingkungannya. Jadi, dapat saja tercipta kehidupan di planet manapun apabila persyaratan untuk terciptanya kehidupan telah terpenuhi.
  2. Air terdapat dimana-mana. Bahkan di tempat tandus sekalipun, hanya saja air berbentuk uap di daerah yang panas. Atau bahkan air berbentuk darah manusia. Jadi air pasti terdapat dimana-mana. Air terdapat di langit. Air menguasai kehidupan. Dan air adalah sumber kehidupan. Melihat dari struktur planet-planet, saya menyimpulkan air merupakan makhluk luar angkasa yang menjadi utusan/sebab/awal dari kehidupan di bumi. Air datang sebagai benda luar angkasa ke bumi, dan menciptakan kehidupan di bumi. Dan air menjadikan bumi tempat kediamannya, karena bumi adalah tempat yang paling cocok baginya. Suatu saat apabila bumi tidak cocok bagi air untuk di diami, bisa jadi air akan keluar dari bumi menuju planet lain yang persis seperti bumi dan akan kembali menciptakan kehidupan di planet lain. Sebagaimana materi tanah atau materi yang tersebar di planet-planet lain, air juga merupakan materi benda luar angkasa yang tersebar di seluruh ruang angkasa. Dan menurut saya ruang dan materi bersifat infinity. Kekal dan tidak terbatas.

Ehm. Ini merupakan tulisan dari bentuk pemikiran saya di sela-sela waktu ketika saya berada di kantor. Dan ini benar-benar pemikiran bebas berdasarkan pemahaman yang saya miliki. Dan bukan berarti tidak memiliki referensi.
Bagi agan-agan yang memiliki pemahaman yang lebih dalam dan lebih tepat dimohon dapat berbagi ilmunya.

Percaya tidak?


Hehe.
Aku sangat suka untuk menulis. Apalagi untuk menulis di Blog. Tapi akhir-akhir ini selama di kantor, web www.blogspot.com di blokir accessnya. Susah juga, jadi tidak bisa menyalurkan inspirasi yang sedang keluar. Nah, sekarang saya memiliki solusi lainnya, yaitu dengan menulis isi blog di file word sebelum di upload di blogspot. Ehm, sebenarnya apa sih hal yang berbeda dari menulis dari word dan blogger? Menurut saya di blog tulisan kita dapat di baca oleh orang lain dan tulisan kita terdokumentasi dengan baik. Tanpa perlu takut kehilangan data.

Hari ini saya akan bercerita tentang beberapa hal yang menarik yang mungkin menjadi pertanyaan setiap manusia. Saya akan bercerita tentang misteri ritual kehidupan.

Ritual, yaitu merupakan kegiatan yang dilakukan oleh umat beragama dalam bentuk penyembahan terhadap Tuhan mereka. Setiap umat melakukan ritual, baik Kristen, Islam, Yahudi, Budha, Kong hucu, dan Agama-agama lainnya. Sebagai umat muslim tentu kita beranggapan Agama kitalah yang benar, dengan berbagai alasan. Tetapi dalam bentuk factual, apa yang berbeda dari muslim dan Kristen? Seharusnya sebagai Agama yang benar tentu kita mendapatkan rahmat yang jauh lebih besar di banding agama-agama lainnya. Tapi mengapa umat yang tidak di ridhoi Allah bahkan dapat melebih umat Islam? Contohnya Amerika dengan penduduk yang di dominasi oleh Kristen. Mereka jauh lebih maju dibandingkan dengan Indonesia yang di dominasi Islam.

Menurut saya, umat Islam yang berdo’a kepada Allah seharusnya mendapatkan nikmat yang lebih di banding umat yang tidak berdo’a kepada-Nya. Tetapi kenapa dari segi factual sangat berbeda. Walaupun kebanyakan orang mengatakan, kehidupan dunia siapapun dapat memperolehnya tetapi kehidupan akhirat hanya umat Islam. Tetapi, seharusnya kenikmatan dunia juga harus kita dapatkan, sebagai umat kesayangan Allah. Allah menurunkan rahmat-Nya di bumi ini, tetapi kenapa sebagian besar rahmat-Nya di peroleh oleh orang kafir, bukan kepada orang Islam?

Jalan Shiratal Mustaqim adalah jalan orang-orang yang telah di beri Rahmat oleh Allah. Tentu pastinya di Bumi, bukan di akhirat. Karena Allah mengatakan dengan kata-kata “telah”, bukan dengan kata-kata yang menjelaskan akan terjadi di akhirat. Kata-kata “telah” tentu, telah terjadi di masa lampau. Orang-orang yang telah di beri rahmat ini adalah Rasul dan Nabi yang terdahulu. Mereka adalah orang-orang yang memperoleh rahmat di bumi. Mereka adalah orang-orang yang sukses di permukaan bumi. Mereka adalah orang-orang yang terpandang. Jalan merekalah yang harus kita lalui, yaitu jalan yang penuh rahmat. Yaitu jalan dengan rahmat Allah yang tiada batas. Melampaui rahmat yang telah di peroleh Amerika dan berbagai Bangsa saat ini.

Sebagai umat muslim, kita selalu berdo’a agar di tunjukinya Shiratal Mustaqim dalam surat Al-Fatihah. Mendapatkan jalan ini, tentu tidak hanya dengan sekedar berdo’a, tetapi perlu di iringi dengan usaha. Usaha untuk mau mencari jalan kebenaran yang sebenar-benarnya yang di penuhi oleh rahmat Allah. Oleh karena itu, diperlukan kesungguhan untuk mempelajari setiap petunjuk yang telah di berikan Allah melalui Al-Qur’an. Al-Qur’an akan menjelaskan seluruh solusi untuk mendapatkan rahmat yang sesungguhnya. Yaitu rahmat bagi seluruh umat manusia di bumi terutama bagi yang mengimani Al-Qur’an. Yaitu rahmat yang melebihi apa yang telah di peroleh bangsa-bangsa besar saat ini. Bukan rahmat yang dapat di peroleh oleh setiap umat. Yaitu rahmat bagi bangsa Kristen, Yahudi, dan sebagainya.

Melihat dari seluruh sudut pandang. Seolah-olah Allah mengabulkan setiap permintaan do’a dari manusia. Muslim berdo’a kepada Allah di iringi dengan usaha. Allah mengabulkannya. Umat beragama lainnya juga demikian, mereka berdo’a di iringi dengan usaha, dan do’a mereka terkabulkan. Hal tersebut lah yang menambah keimanan mereka terhadap Agama mereka. Dengan demikian apakah kita dapat menyalahkan umat agama tertentu yang beranggapan bahwa mereka lah yang benar? Secara factual Allah mengabulkan seluruh do’a umatnya, tidak terkecuali umat yang tidak Islam.

Disini kita dapat melihat unsur sebab-akibat yang menjadikan do’a sebuah realisasi. Do’a merupakan perkataan. Perkataan memiliki aura tertentu yang dapat menyebabkan bentuk perubahan sifat pada benda yang terkena aura tersebut. Sebagai contoh sederhana, anda akan marah ketika seseorang mengatakan hal yang tidak baik tentang anda. Begitupula penilitian yang dilakukan oleh seorang Profesor yang berasal dari Jepang bernama Masaru Emoto. Dia meniliti tentang air dan melakukan berbagai eksperimen mengenai air. Dia menemukan bahwa air dapat merespon segala sesuatu yang ada di sekitarnya, baik itu suara, bentuk tulisan, dan sebagainya. Hal ini membuktikan segala sesuatu yang ada di lingkungan kita memiliki aura tertentu yang dapat mempengaruhi diri kita.

Tidak ingatkah anda? Dimana manusia memiliki unsur air di dalam tubuhnya? Air menjadi unsur utama dalam tubuh manusia. Air ini lah yang merespon segala hal yang ada di sekitar kita. Menyimpannya dengan bentuk kristalisasi dan mengubah pribadi seseorang. Seorang ibu yang mengaji semasa di kandungan akan berdampak baik bagi anaknya setelah kelahiran. Apakah ini suatu hal yang mistik? Tidak, bayi di dalam kandungan memiliki unsur air hingga 90% dan itulah masa dimana informasi yang terserap ke air akan maksimal. Ketika sang ibu memberikan aura baik dengan perkataan yang baik berupa ayat-ayat Al-Qur’an, maka baiklah sang anak.

Begitupula dengan do’a. Sebagaimana cerita para pekerja di Jepang yang selalu memberikan yell-yellnya sebelum bekerja untuk memberikan semangat pada diri mereka. Mereka mensugesti diri mereka. Mereka memberikan aura positif pada air yang ada pada tubuh mereka. Maka itu akan menjadi aktualisasi dalam kehidupan mereka. Maka itu akan menjadi do’a bagi mereka. Demikian pula do’a-do’a yang di lantunkan oleh setiap umat. Do’a akan senantiasa di kabulkan Allah karena itu merupakan hukum sebab-akibat.

Sebab anda berpikir dengan baik, maka anda akan menjadi pribadi yang baik.

Asal Muasal

Hasil berbanding lurus dengan usaha dikalikan dengan frekuensi harapan yang ada. Ya, mungkin itulah hasil. Tidak selalu sesuai dengan perhitungan yang telah kita lakukan. :)

Aku memiliki sebuah cerita. Mungkin membosankan dan tidak bernilai banyak. Tetapi, ini sebuah cerita. Cerita tidak akan dikatakan sebuah cerita apabila dia tidak di ceritakan. Oleh karena itu, aku akan mencoba menceritakan cerita pendek ini.

Berawal dari hidup dan berakhir di kematian. Dari Fajar hingga kembali fajar. Dari Hari senin, hingga hari senin seminggu setelahnya. Dari bulan Januari, hingga bulan Januari setahun setelahnya. Semuanya berjalan dari titik awal dan kembali ke titik awal. Dan waktu sebagai satuan durasi berjalannya suatu proses.

"Waktu adalah ilusi". Itulah komentar Enstein terhadap waktu. Dia menganggap waktu hanyalah satuan untuk mengukur durasi dari sebuah proses. Coba kita renungkan kembali. Apakah mungkin menghentikan waktu? atau bahkan kembali ke masa lalu? Mungkin kita bisa menghentikan waktu atau bahkan memutar waktu. tapi apakah hal tersebut tidak kontradiktif? Coba pikirkan perumpamaan berikut. Aku menghentikan waktu selama 5 menit, lalu setelah itu waktu kembali berjalan selama 10 menit, dan aku menganggap diriku hanya melewati waktu selama 10 menit. Bukankah kontra diktif? Bukankah berarti aku telah melewati waktu selama 15 menit, 5 menit proses yang aku anggap penghentian waktu dan 10 menit yang aku anggap normal? Umurmu hanyalah satuan ukur durasi hidup mu yang di hitung berdasarkan waktu Masehi. Bukankah begitu?

Bagaimana ketika hari yang disebut dengan kehancuran seluruh alam datang? Apakah setelah kehancuran itu datang, lalu tidak ada lagi waktu yang berjalan? Setelah kehancuran alam, benda-benda angkasa yang hancur akan tetap melewati durasi tersebut. Walaupun dalam bentuk yang tidak utuh. Dan waktu akan tetap berjalan menghitung panjangnya durasi benda angkasa tersebut berada di angkasa luas. Bukankah setiap benda tersusun dari benda yang lebih kecil dari benda tersebut? dan ketika kita berhasil menghancurkan benda terkecil tersebut, bukankah dia hanya akan berubah menjadi lebih kecil? Benda tidak dapat di musnahkan. Benda2 angkasa bisa jadi berhantaman saling menghancurkan, tetapi dia hanya akan berubah bentuk dan akan tetap eksis di angkasa luas. Akan tetap eksis bersama waktu tanpa batas.

Hancur ada, ketika Cipta ada. Bagus ada, ketika buruk ada. Baik ada, ketika jahat ada. Gelap ada, ketika terang itu ada. Awal ada, ketika akhir ada. Disaat sesuatu tidak berawal, maka dia tidak akan berakhir. Yang menolak ada, ketika yang menerima ada. Yang berdosa ada, ketika yang tanpa dosa ada. Yang najis ada, ketika yang suci ada. Bukankah begitu? Penyakit ada, ketika normal ada. Bagaimana jika semua orang sakit? Bukankah penyakit tersebut adalah normal? Apakah kita pernah berpikir, manusia normal adalah manusia yang berjari 6, dan kita adalah manusia yang terkena penyakit sehingga memiliki 5 jari? Ketika cahaya itu belum tampak kepermukaan, maka kita tidak mengenal apa itu kegelapan. Ketika tidak ada yang menjelaskan bahwa itu dosa, kita tidak mengenal yang mana yang bernilai pahala. Bukankah begitu?

Berarti dari kesimpulan di atas, kita dapat memahami. Kafir adalah suatu istilah yang ada ketika muslim itu sendiri ada. Ketika muslim ada, tentu yang kafir menolak pemahaman muslim, sehingga mereka disebut dengan orang-orang kafir. Bagaimana jika bahkan muslim yang haq itu sendiri belum ditemukan? Dari pemahaman diatas, kita dapat memahami sesungguhnya tidak ada yang kafir, kalau muslim itu tidak ada. Dapatkah kita mengatakan mereka kafir, karena mereka tidak muslim? Mungkin bisa, tetapi bagaimakah kita dapat menilai mereka kafir sedangkan muslim itu sendiri belum ada. Bagaimana kita dapat mengatakan mereka salah, padahal yang benar saja belum ada. Mereka semua adalah orang yang salah, jika begitu kesalahan itu sendiri menjadi suatu yang normal, sebelum kebenaran yang haq datang.

Mungkin teman-teman bertanya, apa gunanya aku bercerita seperti ini. Memang aku mengerti dan aku sadari, cerita ini hanyalah untuk meluapkan apa yang ada di pikiranku. Hanyalah untuk mengisi kekosonganku. Aku tidak tahu, apakah baik untuk memendam sebuah pemahaman yang belum tentu kebenarannya. Untuk itu, aku butuh pesan dan komentar teman-teman untuk membumbui dan memperbaiki apa yang aku pahami jika itu bernilai salah, atau bernilai kurang. Apakah kamu tahu, apa yang di kerjakan oleh seseorang yang tidak pernah berhenti berpikir dan tidak memiliki teman untuk berpikir? Mungkin sebagiannya akan diam dan tetap berpikir sendirian, tapi sebagian yang lain akan menuliskan apa yang ada di pikirannya dalam tulisan.