Hehe.
Aku sangat suka untuk menulis. Apalagi untuk menulis di Blog. Tapi akhir-akhir ini selama di kantor, web www.blogspot.com di blokir accessnya. Susah juga, jadi tidak bisa menyalurkan inspirasi yang sedang keluar. Nah, sekarang saya memiliki solusi lainnya, yaitu dengan menulis isi blog di file word sebelum di upload di blogspot. Ehm, sebenarnya apa sih hal yang berbeda dari menulis dari word dan blogger? Menurut saya di blog tulisan kita dapat di baca oleh orang lain dan tulisan kita terdokumentasi dengan baik. Tanpa perlu takut kehilangan data.
Hari ini saya akan bercerita tentang beberapa hal yang menarik yang mungkin menjadi pertanyaan setiap manusia. Saya akan bercerita tentang misteri ritual kehidupan.
Ritual, yaitu merupakan kegiatan yang dilakukan oleh umat beragama dalam bentuk penyembahan terhadap Tuhan mereka. Setiap umat melakukan ritual, baik Kristen, Islam, Yahudi, Budha, Kong hucu, dan Agama-agama lainnya. Sebagai umat muslim tentu kita beranggapan Agama kitalah yang benar, dengan berbagai alasan. Tetapi dalam bentuk factual, apa yang berbeda dari muslim dan Kristen? Seharusnya sebagai Agama yang benar tentu kita mendapatkan rahmat yang jauh lebih besar di banding agama-agama lainnya. Tapi mengapa umat yang tidak di ridhoi Allah bahkan dapat melebih umat Islam? Contohnya Amerika dengan penduduk yang di dominasi oleh Kristen. Mereka jauh lebih maju dibandingkan dengan Indonesia yang di dominasi Islam.
Menurut saya, umat Islam yang berdo’a kepada Allah seharusnya mendapatkan nikmat yang lebih di banding umat yang tidak berdo’a kepada-Nya. Tetapi kenapa dari segi factual sangat berbeda. Walaupun kebanyakan orang mengatakan, kehidupan dunia siapapun dapat memperolehnya tetapi kehidupan akhirat hanya umat Islam. Tetapi, seharusnya kenikmatan dunia juga harus kita dapatkan, sebagai umat kesayangan Allah. Allah menurunkan rahmat-Nya di bumi ini, tetapi kenapa sebagian besar rahmat-Nya di peroleh oleh orang kafir, bukan kepada orang Islam?
Jalan Shiratal Mustaqim adalah jalan orang-orang yang telah di beri Rahmat oleh Allah. Tentu pastinya di Bumi, bukan di akhirat. Karena Allah mengatakan dengan kata-kata “telah”, bukan dengan kata-kata yang menjelaskan akan terjadi di akhirat. Kata-kata “telah” tentu, telah terjadi di masa lampau. Orang-orang yang telah di beri rahmat ini adalah Rasul dan Nabi yang terdahulu. Mereka adalah orang-orang yang memperoleh rahmat di bumi. Mereka adalah orang-orang yang sukses di permukaan bumi. Mereka adalah orang-orang yang terpandang. Jalan merekalah yang harus kita lalui, yaitu jalan yang penuh rahmat. Yaitu jalan dengan rahmat Allah yang tiada batas. Melampaui rahmat yang telah di peroleh Amerika dan berbagai Bangsa saat ini.
Sebagai umat muslim, kita selalu berdo’a agar di tunjukinya Shiratal Mustaqim dalam surat Al-Fatihah. Mendapatkan jalan ini, tentu tidak hanya dengan sekedar berdo’a, tetapi perlu di iringi dengan usaha. Usaha untuk mau mencari jalan kebenaran yang sebenar-benarnya yang di penuhi oleh rahmat Allah. Oleh karena itu, diperlukan kesungguhan untuk mempelajari setiap petunjuk yang telah di berikan Allah melalui Al-Qur’an. Al-Qur’an akan menjelaskan seluruh solusi untuk mendapatkan rahmat yang sesungguhnya. Yaitu rahmat bagi seluruh umat manusia di bumi terutama bagi yang mengimani Al-Qur’an. Yaitu rahmat yang melebihi apa yang telah di peroleh bangsa-bangsa besar saat ini. Bukan rahmat yang dapat di peroleh oleh setiap umat. Yaitu rahmat bagi bangsa Kristen, Yahudi, dan sebagainya.
Melihat dari seluruh sudut pandang. Seolah-olah Allah mengabulkan setiap permintaan do’a dari manusia. Muslim berdo’a kepada Allah di iringi dengan usaha. Allah mengabulkannya. Umat beragama lainnya juga demikian, mereka berdo’a di iringi dengan usaha, dan do’a mereka terkabulkan. Hal tersebut lah yang menambah keimanan mereka terhadap Agama mereka. Dengan demikian apakah kita dapat menyalahkan umat agama tertentu yang beranggapan bahwa mereka lah yang benar? Secara factual Allah mengabulkan seluruh do’a umatnya, tidak terkecuali umat yang tidak Islam.
Disini kita dapat melihat unsur sebab-akibat yang menjadikan do’a sebuah realisasi. Do’a merupakan perkataan. Perkataan memiliki aura tertentu yang dapat menyebabkan bentuk perubahan sifat pada benda yang terkena aura tersebut. Sebagai contoh sederhana, anda akan marah ketika seseorang mengatakan hal yang tidak baik tentang anda. Begitupula penilitian yang dilakukan oleh seorang Profesor yang berasal dari Jepang bernama Masaru Emoto. Dia meniliti tentang air dan melakukan berbagai eksperimen mengenai air. Dia menemukan bahwa air dapat merespon segala sesuatu yang ada di sekitarnya, baik itu suara, bentuk tulisan, dan sebagainya. Hal ini membuktikan segala sesuatu yang ada di lingkungan kita memiliki aura tertentu yang dapat mempengaruhi diri kita.
Tidak ingatkah anda? Dimana manusia memiliki unsur air di dalam tubuhnya? Air menjadi unsur utama dalam tubuh manusia. Air ini lah yang merespon segala hal yang ada di sekitar kita. Menyimpannya dengan bentuk kristalisasi dan mengubah pribadi seseorang. Seorang ibu yang mengaji semasa di kandungan akan berdampak baik bagi anaknya setelah kelahiran. Apakah ini suatu hal yang mistik? Tidak, bayi di dalam kandungan memiliki unsur air hingga 90% dan itulah masa dimana informasi yang terserap ke air akan maksimal. Ketika sang ibu memberikan aura baik dengan perkataan yang baik berupa ayat-ayat Al-Qur’an, maka baiklah sang anak.
Begitupula dengan do’a. Sebagaimana cerita para pekerja di Jepang yang selalu memberikan yell-yellnya sebelum bekerja untuk memberikan semangat pada diri mereka. Mereka mensugesti diri mereka. Mereka memberikan aura positif pada air yang ada pada tubuh mereka. Maka itu akan menjadi aktualisasi dalam kehidupan mereka. Maka itu akan menjadi do’a bagi mereka. Demikian pula do’a-do’a yang di lantunkan oleh setiap umat. Do’a akan senantiasa di kabulkan Allah karena itu merupakan hukum sebab-akibat.
Sebab anda berpikir dengan baik, maka anda akan menjadi pribadi yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar