Aku benar-benar sangat bosan. Tidak tahu harus melakukan apa. Aku ingin dapat menyelesaikan tugas-tugas ini. Tetapi aku belum dapat menyelesaikannya. Aku tidak tahu awal dari permasalahan ini. Sehingga aku harus berusaha untuk mencari dimana sumber dari kesalahan yang ada pada program ini.
Super duper aneh bro.
Ehm. Tiba-tiba ketika diriku tersentak untuk berpikir. Aku mulai memikirkan 1 hal aneh, yaitu apakah mungkin yang hidup berasal dari yang mati? Kita tahu, seluruh alam terdiri atas materi dan ruang. Dalam kehidupan, materi terdiri dari 2, yaitu materi yang hidup (organic) dan materi yang mati (non-organic). Di sini kita dapat membedakan 2 jenis materi. Yang menjadi pertanyaan. Apakah mungkin materi non-organic berubah atau berevolusi menjadi materi organic? Teori yang paling masuk akal mengenai penciptaan makhluk hidup ialah melalui proses evolusi. Jadi, apakah seluruh makhluk hidup awalnya berevolusi dari zat non-organik menjadi zat organic?
Mungkin air adalah penyebab utama terjadinya kehidupan, tapi bukankah air juga merupakan materi non-organik/materi yang mati/tidak bernyawa? Apabila memang benar, makhluk hidup adalah hasil evolusi dari benda mati. Berarti kemungkinan adanya kehidupan di planet selain bumi sangatlah besar. Bukankah demikian?
Di sisi lain, materi yang bernama air ini sangatlah unik. Air merupakan sumber kehidupan. Lambang keberkahan. Isyarat rahmat bagi beberapa kalangan masyarakat. Timbul pertanyaan berikutnya. Kalau kita berkhayal mungkin terdapat beberapa kemungkinan, Apakah awal dari bumi adalah berbentuk air, lalu air tersebut mengeras menjadi tanah? Atau awal bumi adalah tanah lalu mencair menjadi air? Atau bahkan air merupakan benda luar angkasa yang jatuh ke bumi dan menjadi sumber kehidupan?
Setelah menulis pertanyaan di atas, dengan segala pemahaman yang saya miliki. Saya dapat menjawab.
- Materi dari awal penciptaannya tercipta atas 2 jenis dan tidak saling menciptakan. Yaitu materi organic dan non-organik. Kedua materi ini tercipta secara bersamaan tidak saling menciptakan. Dengan begitu, apabila materi organic di kirimkan keluar angkasa maka materi itu akan hidup apabila memenuhi persyaratannya untuk hidup. Dan apabila materi tersebut tidak dapat hidup dalam bentuk A(bentuk yang mendekati sempurna), maka dia akan hidup dalam bentuk B(bentuk yang lebih sederhana), dan bila dia tidak dapat hidup dalam bentuk B, maka ia akan hidup dalam bentuk C(bentuk yang lebih sederhana dibanding B), dan seterusnya. Materi tidak akan pernah hancur atau bersifat kekal. Materi organic dan non-organic hanya berbeda unsur. Seperti perbedaan antara unsur Hidrogen dan Oksigen. Kenapa kita dapat menerima bahwa awal penciptaan adalah benda mati, dan tidak dapat menerima bahwa benda hidup telah tercipta dari awal? Dengan kesimpulan ini, saya dapat mengatakan bahwa, apabila makhluk hidup di buang ke suatu daerah. Maka makhluk tersebut dapat hidup, tetapi dengan bentuk yang sangat sederhana tergantung dengan kondisi lingkungannya. Jadi, dapat saja tercipta kehidupan di planet manapun apabila persyaratan untuk terciptanya kehidupan telah terpenuhi.
- Air terdapat dimana-mana. Bahkan di tempat tandus sekalipun, hanya saja air berbentuk uap di daerah yang panas. Atau bahkan air berbentuk darah manusia. Jadi air pasti terdapat dimana-mana. Air terdapat di langit. Air menguasai kehidupan. Dan air adalah sumber kehidupan. Melihat dari struktur planet-planet, saya menyimpulkan air merupakan makhluk luar angkasa yang menjadi utusan/sebab/awal dari kehidupan di bumi. Air datang sebagai benda luar angkasa ke bumi, dan menciptakan kehidupan di bumi. Dan air menjadikan bumi tempat kediamannya, karena bumi adalah tempat yang paling cocok baginya. Suatu saat apabila bumi tidak cocok bagi air untuk di diami, bisa jadi air akan keluar dari bumi menuju planet lain yang persis seperti bumi dan akan kembali menciptakan kehidupan di planet lain. Sebagaimana materi tanah atau materi yang tersebar di planet-planet lain, air juga merupakan materi benda luar angkasa yang tersebar di seluruh ruang angkasa. Dan menurut saya ruang dan materi bersifat infinity. Kekal dan tidak terbatas.
Ehm. Ini merupakan tulisan dari bentuk pemikiran saya di sela-sela waktu ketika saya berada di kantor. Dan ini benar-benar pemikiran bebas berdasarkan pemahaman yang saya miliki. Dan bukan berarti tidak memiliki referensi.
Bagi agan-agan yang memiliki pemahaman yang lebih dalam dan lebih tepat dimohon dapat berbagi ilmunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar