Oke. Pernyataan setuju terhadap suatu keputusan. Dia dia dia, cinta yang ku tunggu-tunggu. Dia dia dia, lengkapi hidupku. Dia dia dia cinta yang kan mampu-mampu, menemaniku, mewarnai hidup ku. Kini ku berjalan dengan kata OK, tanpa melupakan dasar dan tujuan hidupku. Baiklah saatnya mengatakan OK di setiap waktu. Tidak lagi mempertanyakan sesuatu selama sesuatu itu tidak bertentangan dengan dasar dan tujuan hidupku. Saat ini OK adalah apapun yang aku katakan pada setiap keputusan yang tidak bertentangan dengan prinsip hidupku.
Baiklah, kata-kata OK ini akan membuang segala pemikiran buruk terhadap sesuatu yang nilainya tidak begitu urgent. Kata-kata ini akan membuat diriku menjadi lebih berani, percaya diri, dan melakukan yang terbaik untuk setiap tindakan yang kulakukan. Kata-kata ini akan membuat diriku siap menerima segala hasil yang akan terjadi. Prinsip keikhlasan tingkat tertinggi dari seorang manusia untuk menghiraukan apa hasil dari segala tindakan yang mereka lakukan, mereka hanya berprinsip melakukan yang terbaik dan tidak berbicara tentang hasil dari perbuatan yang mereka lakukan.
Rangkaian sebab-akibat membentuk kehidupan dengan segala sebab-akibat di dalamnya. Sebab-akibat yang tidak pernah berakhir, berproses dan membentuk perputaran ketetapan Allah dan selalu sama. OK. OK. dan OK. Karena begitu, aku tidak perlu lagi memikirkan nanti bagaimana hasilnya jika begini atau begitu. Yang perlu aku pikirkan adalah melakukan yang terbaik saat ini. OK. Mereka mau apa? OK, asal tidak bertentangan dengan prinsip dasar dan aku mampu melakukannya semuanya akan kulakukan. Apakah dia ingin kembali? OK, yang penting aku telah melakukan yang terbaik. Bagaimana jika dia menjadi berbeda? OK, yang penting aku telah berusaha dengan baik.
OK. Baiklah, OK. Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati. Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran. Melakukan keadilan adalah kesukaan bagi orang benar, tetapi menakutkan orang yang berbuat jahat.
Jumat, 24 Juni 2011
Minggu, 19 Juni 2011
Diatonik
Tangga nada dalam musik. Memiliki 7 tingkatan. Aku sebenarnya tidak memikirkan hal aneh atau sesuatu yang baru. Aku hanya ingin mengetik untuk melalui waktu-waktu yang membosankan menunggu download file yang cukup lama. Cuma 60MB membutuhkan waktu lebih kurang 2 jam, sungguh koneksi internet yang sangat menyedihkan. Kecepatannya bervariatif antara 8KB/s sampai 30KB/s.
Terinspirasi dengan lagu yang kadang-kadang dapat sangat mempengaruhi kehidupan kita. Disana terdapat memori dan kenangan kita di masa lalu. Misalnya, jika aku mendengar lagu Green Day, memory ku saat diriku berada di Kediri kembali terlintas, yaitu saat aku memainkan game Star Ocean Until the End of Time. Yang paling ku ingat adalah map bebatuan dan kostum hero yang bersetting abad 14an itu. Hahaha.
Naah, saat ini padahal aku hanya tinggal menunggu sisa download 9% lagi, tapi waktu itu terasa sangat lama. Padahal sore ini aku telah mengatakan kepada teman-temanku kalau aku akan pergi ke lapangan Blang padang untuk joging sore, tetapi sepertinya aku tdaik dapat menepatinya. Ini semua karena file download untuk keperluan TA. T_T. TA, TA, dan TA itulah yang selalu hadir di kepalaku. Menyelesaikan TA adalah tujuan ku saat ini. ~.~, kembali lagi ini semua demi dia. Hahaha, so sweet, demi dia lho. :D
Kenapa aku katakan demi dia, karena apa yang ku dapat dengan mengerjakan TA? ya, palingan cuma nilai bagus dan kelulusan beserta title Amd komputer. Cukup menunjang untuk keperluan kerja ku nanti. Dan semua itu demi dia. Kalau di pikir-pikir aku dapat hidup dalam kondisi bagaimanapun dan tentu aku dapat memenuhi kebutuhan pokokku dengan mudah. Tapi untuknya? apa yang dapat aku berikan kalau aku tidak bekerja dan mendapatkan gaji yang lumayan untuk memberikan kesenangan bagi dirinya.
Tangga nada diatonik. Tangga nada yang paling dasar yang sering digunakan untuk menciptakan lagu-lagu. Aku menyukai tangga nada ini dan sering aku gunakan untuk melantukan melodi-melodi dari gitar yang kumainkan. Kehidupan variatif mulai dari berolahraga, bermain musik, bergaul, berkomunikasi, menciptakan hal-hal baru, itulah kehidupan yang penuh warna bagaikan tangga nada diatonik yang dapat menciptakan nada bervariatif tanpa batas dengan kombinasi-kombinasi tertentu. :)
Yaaaap, akhirnya download yang ku tunggu mencapai akhir. Dan ini saatnya untuk pulang.
Byeee... Fayola Natania dan Edward Yohan, bukankah begitu? Ya, begitulah. :D
May peace always be with us.
Because Me.
My Light will never fade away. :D
Terinspirasi dengan lagu yang kadang-kadang dapat sangat mempengaruhi kehidupan kita. Disana terdapat memori dan kenangan kita di masa lalu. Misalnya, jika aku mendengar lagu Green Day, memory ku saat diriku berada di Kediri kembali terlintas, yaitu saat aku memainkan game Star Ocean Until the End of Time. Yang paling ku ingat adalah map bebatuan dan kostum hero yang bersetting abad 14an itu. Hahaha.
Naah, saat ini padahal aku hanya tinggal menunggu sisa download 9% lagi, tapi waktu itu terasa sangat lama. Padahal sore ini aku telah mengatakan kepada teman-temanku kalau aku akan pergi ke lapangan Blang padang untuk joging sore, tetapi sepertinya aku tdaik dapat menepatinya. Ini semua karena file download untuk keperluan TA. T_T. TA, TA, dan TA itulah yang selalu hadir di kepalaku. Menyelesaikan TA adalah tujuan ku saat ini. ~.~, kembali lagi ini semua demi dia. Hahaha, so sweet, demi dia lho. :D
Kenapa aku katakan demi dia, karena apa yang ku dapat dengan mengerjakan TA? ya, palingan cuma nilai bagus dan kelulusan beserta title Amd komputer. Cukup menunjang untuk keperluan kerja ku nanti. Dan semua itu demi dia. Kalau di pikir-pikir aku dapat hidup dalam kondisi bagaimanapun dan tentu aku dapat memenuhi kebutuhan pokokku dengan mudah. Tapi untuknya? apa yang dapat aku berikan kalau aku tidak bekerja dan mendapatkan gaji yang lumayan untuk memberikan kesenangan bagi dirinya.
Tangga nada diatonik. Tangga nada yang paling dasar yang sering digunakan untuk menciptakan lagu-lagu. Aku menyukai tangga nada ini dan sering aku gunakan untuk melantukan melodi-melodi dari gitar yang kumainkan. Kehidupan variatif mulai dari berolahraga, bermain musik, bergaul, berkomunikasi, menciptakan hal-hal baru, itulah kehidupan yang penuh warna bagaikan tangga nada diatonik yang dapat menciptakan nada bervariatif tanpa batas dengan kombinasi-kombinasi tertentu. :)
Yaaaap, akhirnya download yang ku tunggu mencapai akhir. Dan ini saatnya untuk pulang.
Byeee... Fayola Natania dan Edward Yohan, bukankah begitu? Ya, begitulah. :D
May peace always be with us.
Because Me.
My Light will never fade away. :D
Rabu, 15 Juni 2011
The Creed
"Nothing is True, Everything is permitted".
Tidak ada yang benar, semuanya diizinkan.
Ketika dirimu melihat kenyataan, bisa jadi kenyataan yang kamu lihat hanyalah ilusi kepalsuan. Tidak ada yang nyata di dunia ini selain dirimu. Seluruh pengaruh lingkungan yang membuat segalanya menjadi terasa lebih nyata hanyalah kesemuan. Hasil proses otak yang menciptakan rasa gelisah, suka, cinta, segalanya yang manusia rasakan hanyalah sebatas hasil proses otak. Ketika manusia dapat terlepas dari segala rasa yang bersifat manusiawi, di saat itulah manusia meningkat kesadarannya ke titik yang lebih tinggi.
2 dalam 1 sangat sulit untuk tercipta, apakah hal itu benar-benar ada? atau tercipta hanya dari proses saling pengertian, sesuatu yang berbeda tetapi berusaha untuk menjadi 1 dengan proses penyesuaian dan bukan berarti 2 dalam 1 yang nyata. hingga kini aku hanya dapat menyimpulkan hanya dirikulah yang paling nyata. Mengapa aku membiarkan belenggu perasaan mengikat diriku sehingga diriku kembali masuk ke dalam dunia kegelisahan. Di saat 2 dalam 1, tetapi bagian dirimu yang bukan bagian dirimu tidak sesuai dengan dirimu, maka di saat itulah ketidak stabilan kembali tercipta. Perasaan yang ga diperlukan alias perasaan cacat yang di stimulasikan otak kembali tercipta. Sungguh sangat menjijikkan.
Kini aku harus kembali kepada mindset ku "My Passion is no 1".
Egokah? Ya mungkin. Kurang pengertiankah? Ya mungkin. Tetapi aku tidak akan merugikan pihak manapun. "Itu" hanya akan ku anggap sebagai lingkunganku. Bukan bagian dari hidupku.
Ehm, tetapi entah kenapa, setelah aku meluapkan segala emosi ku melalui tulisan. Aku merasa begitu nyaman. Seolah-olah tidak ada sesuatu apapun yang terjadi.:), yang terpenting adalah aku telah meluapkan emosi itu, dan kini aku dapat berjalan lebih baik. :D, mungkin ada benarnya untuk menganggap hal "itu" hanya sebatas lingkungan kehidupan, tapi bukan bagian dari kehidupan. Tetapi jikalau begitu, dia pasti akan merasa tidak nyaman dengan ku yang menganggap "itu" hanya sebatas lingkungan.
Akhirnya, aku hanya dapat berkata "I'll do the best and God will take the rest".
"Hakuna Matata". :D
Pada akhirnya aku menyadari, minum air saja butuh proses, hehehe. Tentu segalanya tercipta karena proses dan sesuatu yang rumit dapat tercipta dengan jangka waktu yang lama. Segala sesuatu yang rumit pasti tercipta dalam jangka waktu yang tidak instan. Tidak ada yang tidak mungkin. Aku akan menjadikan "2 dalam 1" itu menjadi nyata.
Tidak ada yang benar, semuanya diizinkan.
Ketika dirimu melihat kenyataan, bisa jadi kenyataan yang kamu lihat hanyalah ilusi kepalsuan. Tidak ada yang nyata di dunia ini selain dirimu. Seluruh pengaruh lingkungan yang membuat segalanya menjadi terasa lebih nyata hanyalah kesemuan. Hasil proses otak yang menciptakan rasa gelisah, suka, cinta, segalanya yang manusia rasakan hanyalah sebatas hasil proses otak. Ketika manusia dapat terlepas dari segala rasa yang bersifat manusiawi, di saat itulah manusia meningkat kesadarannya ke titik yang lebih tinggi.
2 dalam 1 sangat sulit untuk tercipta, apakah hal itu benar-benar ada? atau tercipta hanya dari proses saling pengertian, sesuatu yang berbeda tetapi berusaha untuk menjadi 1 dengan proses penyesuaian dan bukan berarti 2 dalam 1 yang nyata. hingga kini aku hanya dapat menyimpulkan hanya dirikulah yang paling nyata. Mengapa aku membiarkan belenggu perasaan mengikat diriku sehingga diriku kembali masuk ke dalam dunia kegelisahan. Di saat 2 dalam 1, tetapi bagian dirimu yang bukan bagian dirimu tidak sesuai dengan dirimu, maka di saat itulah ketidak stabilan kembali tercipta. Perasaan yang ga diperlukan alias perasaan cacat yang di stimulasikan otak kembali tercipta. Sungguh sangat menjijikkan.
Kini aku harus kembali kepada mindset ku "My Passion is no 1".
Egokah? Ya mungkin. Kurang pengertiankah? Ya mungkin. Tetapi aku tidak akan merugikan pihak manapun. "Itu" hanya akan ku anggap sebagai lingkunganku. Bukan bagian dari hidupku.
Ehm, tetapi entah kenapa, setelah aku meluapkan segala emosi ku melalui tulisan. Aku merasa begitu nyaman. Seolah-olah tidak ada sesuatu apapun yang terjadi.:), yang terpenting adalah aku telah meluapkan emosi itu, dan kini aku dapat berjalan lebih baik. :D, mungkin ada benarnya untuk menganggap hal "itu" hanya sebatas lingkungan kehidupan, tapi bukan bagian dari kehidupan. Tetapi jikalau begitu, dia pasti akan merasa tidak nyaman dengan ku yang menganggap "itu" hanya sebatas lingkungan.
Akhirnya, aku hanya dapat berkata "I'll do the best and God will take the rest".
"Hakuna Matata". :D
Pada akhirnya aku menyadari, minum air saja butuh proses, hehehe. Tentu segalanya tercipta karena proses dan sesuatu yang rumit dapat tercipta dengan jangka waktu yang lama. Segala sesuatu yang rumit pasti tercipta dalam jangka waktu yang tidak instan. Tidak ada yang tidak mungkin. Aku akan menjadikan "2 dalam 1" itu menjadi nyata.
Minggu, 12 Juni 2011
Belief
Detik yang kulalui terasa berharga bersama dirinya.
Sabtu, 11 Juni 2011.
Dari pagi hingga sore. Aku tidak bersama dirinya. Kala itu, aku hanya bersama temanku untuk menikmati kongkouw bersama di sebuah kedai kopi yang berada di simpang 5 banda aceh. Tidak ada yang istimewa, selain berkumpulnya kami alumni-alumni MAN yang bersahabat. Awalnya aku telah menyepakati waktu bersama dirinya di sore hari, tetapi karena pamannya pada saat itu bertemu dengan ayahnya, pertemuan diriku dan dia harus di undur hingga malam hari.
Aku datang ke toko itu, kira-kira pukul 8 malam. Dia terlihat begitu menawan dengan baju couple dan cardigannya. ~.~, kupikir, inilah malam terakhirku bersama dirinya di kota banda aceh. Kami akan bersama dengan kondisi dan tempat yang berbeda nantinya. Aku, dia, adiknya, sepupu dan kakaknya, kami bersama-sama menuju sebuah tempat makan untuk merayakan hari ulang tahun adiknya yang ke-20. Kebersamaan yang tak akan pernah ku lupakan sampai kapanpun. Setelah makan, kami kembali ke toko dan melakukan obrolan melepas seluruh isi qalbu, untuk menemaninya di saat-saat terakhir bersamanya di kota banda aceh untuk beberapa tahun yang akan datang. Diriku yang telah menunggu saatnya tiba bagi kami untuk berfoto ria, langsung mengganti bajuku dengan baju couple yang telah kami buat bersama. Foto-foto itu akan menjadi ukiran kenangan di dalam qalbu kami. Senyuman menawannya kepadaku menjadi akhir perjumpaan kami di malam minggu 11 Juni 2011.
Minggu, 12 Juni 2011.
Kemarin merupakan salah satu hari yang memilukan. Perpisahan dengan dirinya membuat diriku sedikit bingung. Kami yang baru saja menjalani hubungan belum sampai 1 bulan dan harus di pisahkan oleh jarak. Tapi aku sadar, ini adalah yang terbaik. Karena Allah tau yang terbaik bagi hamba-Nya. Aku telah mengatakan kepadanya, aku akan berjalan besok, sehingga aku tidak dapat bertemu dengan dirinya. Dan apa yang ku lakukan? Aku malah melakukan hal yang tidak penting, meragukan dirinya dengan melakukan pengujian terhadap dirinya. Sepupuku yang menawarkan ide itu, kupikir tidak ada salahnya untuk mengujinya, aku hanya ingin tahu bagaimana cara dia berbicara dengan laki-laki selain diriku. Sepupuku yang berpura-pura menjadi orang lain, menanyakan hubunganku dengan dia. Saat itu dia berkata "Tidak". Aku sebenarnya menyadari dan tahu, hal itu akan terjadi dengan kondisi-kondisi tertentu. Ketika kutanyakan, dia berusaha meyakinkan diriku kenapa ia berkata tidak. Ketika itu aku semakin yakin dengan hubungan kami.
Kini, apapun hasilnya. Aku akan tetap lebih memilih mempercayai dirinya (tentunya dan sahabat-sahabatku, yang tidak perlu ku sebutkan disini) di banding siapapun di dunia ini. Aku berharap dia tidak menyakiti hatiku dengan mengkhianati kepercayaanku terhadap dirinya. Lebih baik jujur, karena bagiku tidak ada yang menyakitkan di dalam kejujuran. Katakanlah segalanya sesuai dengan kenyataan yang ada.
Sabtu, 11 Juni 2011.
Dari pagi hingga sore. Aku tidak bersama dirinya. Kala itu, aku hanya bersama temanku untuk menikmati kongkouw bersama di sebuah kedai kopi yang berada di simpang 5 banda aceh. Tidak ada yang istimewa, selain berkumpulnya kami alumni-alumni MAN yang bersahabat. Awalnya aku telah menyepakati waktu bersama dirinya di sore hari, tetapi karena pamannya pada saat itu bertemu dengan ayahnya, pertemuan diriku dan dia harus di undur hingga malam hari.
Aku datang ke toko itu, kira-kira pukul 8 malam. Dia terlihat begitu menawan dengan baju couple dan cardigannya. ~.~, kupikir, inilah malam terakhirku bersama dirinya di kota banda aceh. Kami akan bersama dengan kondisi dan tempat yang berbeda nantinya. Aku, dia, adiknya, sepupu dan kakaknya, kami bersama-sama menuju sebuah tempat makan untuk merayakan hari ulang tahun adiknya yang ke-20. Kebersamaan yang tak akan pernah ku lupakan sampai kapanpun. Setelah makan, kami kembali ke toko dan melakukan obrolan melepas seluruh isi qalbu, untuk menemaninya di saat-saat terakhir bersamanya di kota banda aceh untuk beberapa tahun yang akan datang. Diriku yang telah menunggu saatnya tiba bagi kami untuk berfoto ria, langsung mengganti bajuku dengan baju couple yang telah kami buat bersama. Foto-foto itu akan menjadi ukiran kenangan di dalam qalbu kami. Senyuman menawannya kepadaku menjadi akhir perjumpaan kami di malam minggu 11 Juni 2011.
Minggu, 12 Juni 2011.
Kemarin merupakan salah satu hari yang memilukan. Perpisahan dengan dirinya membuat diriku sedikit bingung. Kami yang baru saja menjalani hubungan belum sampai 1 bulan dan harus di pisahkan oleh jarak. Tapi aku sadar, ini adalah yang terbaik. Karena Allah tau yang terbaik bagi hamba-Nya. Aku telah mengatakan kepadanya, aku akan berjalan besok, sehingga aku tidak dapat bertemu dengan dirinya. Dan apa yang ku lakukan? Aku malah melakukan hal yang tidak penting, meragukan dirinya dengan melakukan pengujian terhadap dirinya. Sepupuku yang menawarkan ide itu, kupikir tidak ada salahnya untuk mengujinya, aku hanya ingin tahu bagaimana cara dia berbicara dengan laki-laki selain diriku. Sepupuku yang berpura-pura menjadi orang lain, menanyakan hubunganku dengan dia. Saat itu dia berkata "Tidak". Aku sebenarnya menyadari dan tahu, hal itu akan terjadi dengan kondisi-kondisi tertentu. Ketika kutanyakan, dia berusaha meyakinkan diriku kenapa ia berkata tidak. Ketika itu aku semakin yakin dengan hubungan kami.
Kini, apapun hasilnya. Aku akan tetap lebih memilih mempercayai dirinya (tentunya dan sahabat-sahabatku, yang tidak perlu ku sebutkan disini) di banding siapapun di dunia ini. Aku berharap dia tidak menyakiti hatiku dengan mengkhianati kepercayaanku terhadap dirinya. Lebih baik jujur, karena bagiku tidak ada yang menyakitkan di dalam kejujuran. Katakanlah segalanya sesuai dengan kenyataan yang ada.
Sabtu, 11 Juni 2011
Kenapa?
Ga tau kenapa? Kenapa selalu kenapa? Padahal ga tau kenapa. Di malam yang kelam, selalu ada pertanyaan kenapa begini kenapa begitu. Ketika itu, otak berhenti untuk berpikir sejenak. Dan pertanyaan kenapa kembali terlintas di pikiranmu. Kenapa aku? Kenapa dia? Kenapa ini itu banyak sekali. Terkadang saat-saat itu, yaitu saat-saat keleluasaan entah bagaimana mengungkapkannya, terasa hilang. Aku tidak lagi merasakan saat-saat itu. Ehm, entah bingung atau kecapean atau pola pikir ku yang telah berubah atau pola pikirku yang sedang dalam proses perubahan.
Kemarin malam, kami makan di sebuah tempat makanan fast food yang dikenal dengan Surabi Bantai. Aku, dia, dan adiknya. Aku dan dia memesan makanan yang memiliki nama surabi senggang, kurang lebih memiliki nama yang seperti itu. Adiknya memesan surabi kelat. Minuman yang ku pilih dan adiknya pilih adalah kopi press dan dia memilih teh lapas. Nama yang cukup unik. Surabi senggang itu, merupakan makanan serabi yang di campur dengan kuah yang aku tidak mengerti apa namanya, tetapi pastinya ia kental dan manis karena di tambahi coklat. Surabi kelat, merupakan makanan serabi yang diberi keju dan coklat. Kopi press merupakan minuman kesukaan ku di tempat itu.
Ehm, mungkin itu adalah salah satu dari sekian pengalaman diriku bersamanya meluangkan waktu untuk makan bersama. Walaupun saat itu aku dan dia bersama adiknya dan saat itu kami melihat beberapa baju di beberapa toko baju, yang akan di beli adiknya, dan ternyata kami tidak menemukan baju yang cocok untuk di beli. Aku telah berkencan dengannya beberapa kali dan aku mengingat setiap waktu yang ku lewati bersama dirinya. Kami makan malam di tempat yang bervariasi, mulai dari restoran yang bernama purnama, sedap sari, kojek 88, my bread, corner ulele, juga termasuk surabi bantai. Kami juga pernah jalan-jalan ke daerah lhok nga dan yang paling berkesan adalah ketika kami bersama-sama ke tempat pemandian yang di namakan brayeung.
Senyuman indah nan menawan terpancar dari wajah dewasanya. Begitu nyaman diriku ketika melihat dirinya tersenyum, seraya berkata "Ga kenapa-kenapa". Dia hanya tersenyum dan kembali memperlihatkan sifat kalemnya. Kata mereka, dia ganas. Aku teringat dengan perkataan kakaknya yang mengatakan "kalo udah dua tahun lagi, udah habis tu rio di marahin", itu ketika diriku tidak sengaja menumpahkan air aqua ke meja makan. Hehehe.
Pengalaman yang harus ku kenang di masa yang akan datang, untuk mengingatkan diriku kembali betapa diriku menyanyangi, menyukai, dan mencintainya. Saat ini, hanya itu yang kurasakan kepadanya. Dan entah mengapa, diriku tidak merasakan getaran apapun terhadap wanita manapun selain dia. Di balik itu semua, terkadang diriku masih merasa aneh dengan hubungan ini. Terkadang aku merasa semua ini terlalu tiba-tiba. Perasaan itu selalu membayangi diriku dan mencoba untuk menjelaskan padaku betapa berbedanya kehidupan ku sebelum dan setelah diriku mencintainya.
Detik-detik waktu terasa jauh lebih berharga ketika detik tersebut telah terlewati. Walaupun aku belum sempat menceritakan kepadanya beberapa hal yang teramat penting. Tetapi suatu saat aku harus menjelaskan semuanya kepadanya. Agar ia tahu prinsip tauhid apa yang telah ku penggang. 1 untuk semua dan semua untuk 1. Semua berjalan menurut prinsip sebab-akibat di dalam infinity. Diriku terkadang kagum dengan sifatku yang santai ketika mengetik tulisan ini. Semuanya terasa lepas dan sangat menyenangkan.
Yang ada di dalam benakku kini hanyalah namanya. Tulisan ini akan selalu mengingatkanku betapa diriku menyanyanginya, walaupun nanti suatu saat dia bukan bersama diriku lagi. Tulisan ini tak akan ku hapus, agar semua orang tau dia adalah cinta pertamaku dan akan menjadi cinta terakhirku. Mungkin berlebihan, karena aku bukanlah apa-apa bagi dirinya. Tetapi, kupikir bagaimanakah nasib diriku kelak tanpa dirinya. Mungkin kini diriku tidak berharap akan menemukan wanita lain, kalaupun suatu saat nanti dirinya tidak lagi menyukai diriku.
Ketikan luapan qalbu yang menjadi cerita indah di masa yang akan datang ini, semuanya ku tulis karena dirinya. Aku tidak akan tahu, apakah aku akan menuliskan tulisan ini jika tidak bertemu dirinya.
I will always loving you till the end of the time.
Kemarin malam, kami makan di sebuah tempat makanan fast food yang dikenal dengan Surabi Bantai. Aku, dia, dan adiknya. Aku dan dia memesan makanan yang memiliki nama surabi senggang, kurang lebih memiliki nama yang seperti itu. Adiknya memesan surabi kelat. Minuman yang ku pilih dan adiknya pilih adalah kopi press dan dia memilih teh lapas. Nama yang cukup unik. Surabi senggang itu, merupakan makanan serabi yang di campur dengan kuah yang aku tidak mengerti apa namanya, tetapi pastinya ia kental dan manis karena di tambahi coklat. Surabi kelat, merupakan makanan serabi yang diberi keju dan coklat. Kopi press merupakan minuman kesukaan ku di tempat itu.
Ehm, mungkin itu adalah salah satu dari sekian pengalaman diriku bersamanya meluangkan waktu untuk makan bersama. Walaupun saat itu aku dan dia bersama adiknya dan saat itu kami melihat beberapa baju di beberapa toko baju, yang akan di beli adiknya, dan ternyata kami tidak menemukan baju yang cocok untuk di beli. Aku telah berkencan dengannya beberapa kali dan aku mengingat setiap waktu yang ku lewati bersama dirinya. Kami makan malam di tempat yang bervariasi, mulai dari restoran yang bernama purnama, sedap sari, kojek 88, my bread, corner ulele, juga termasuk surabi bantai. Kami juga pernah jalan-jalan ke daerah lhok nga dan yang paling berkesan adalah ketika kami bersama-sama ke tempat pemandian yang di namakan brayeung.
Senyuman indah nan menawan terpancar dari wajah dewasanya. Begitu nyaman diriku ketika melihat dirinya tersenyum, seraya berkata "Ga kenapa-kenapa". Dia hanya tersenyum dan kembali memperlihatkan sifat kalemnya. Kata mereka, dia ganas. Aku teringat dengan perkataan kakaknya yang mengatakan "kalo udah dua tahun lagi, udah habis tu rio di marahin", itu ketika diriku tidak sengaja menumpahkan air aqua ke meja makan. Hehehe.
Pengalaman yang harus ku kenang di masa yang akan datang, untuk mengingatkan diriku kembali betapa diriku menyanyangi, menyukai, dan mencintainya. Saat ini, hanya itu yang kurasakan kepadanya. Dan entah mengapa, diriku tidak merasakan getaran apapun terhadap wanita manapun selain dia. Di balik itu semua, terkadang diriku masih merasa aneh dengan hubungan ini. Terkadang aku merasa semua ini terlalu tiba-tiba. Perasaan itu selalu membayangi diriku dan mencoba untuk menjelaskan padaku betapa berbedanya kehidupan ku sebelum dan setelah diriku mencintainya.
Detik-detik waktu terasa jauh lebih berharga ketika detik tersebut telah terlewati. Walaupun aku belum sempat menceritakan kepadanya beberapa hal yang teramat penting. Tetapi suatu saat aku harus menjelaskan semuanya kepadanya. Agar ia tahu prinsip tauhid apa yang telah ku penggang. 1 untuk semua dan semua untuk 1. Semua berjalan menurut prinsip sebab-akibat di dalam infinity. Diriku terkadang kagum dengan sifatku yang santai ketika mengetik tulisan ini. Semuanya terasa lepas dan sangat menyenangkan.
Yang ada di dalam benakku kini hanyalah namanya. Tulisan ini akan selalu mengingatkanku betapa diriku menyanyanginya, walaupun nanti suatu saat dia bukan bersama diriku lagi. Tulisan ini tak akan ku hapus, agar semua orang tau dia adalah cinta pertamaku dan akan menjadi cinta terakhirku. Mungkin berlebihan, karena aku bukanlah apa-apa bagi dirinya. Tetapi, kupikir bagaimanakah nasib diriku kelak tanpa dirinya. Mungkin kini diriku tidak berharap akan menemukan wanita lain, kalaupun suatu saat nanti dirinya tidak lagi menyukai diriku.
Ketikan luapan qalbu yang menjadi cerita indah di masa yang akan datang ini, semuanya ku tulis karena dirinya. Aku tidak akan tahu, apakah aku akan menuliskan tulisan ini jika tidak bertemu dirinya.
I will always loving you till the end of the time.
Rabu, 08 Juni 2011
Grrr...!!
Wah, diriku bingung kenapa malam ini aku memiliki perasaan yang sangat tidak enak. Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk menetralisirnya, tetapi diriku hanya penasaran apa yang menyebabkan dan apa yang terjadi apabila diriku tetap membiarkan perasaan ini di benakku. Karena mereka bilang, "kesulitan" itu dapat memperlihatkan potensi-potensi terpendam yang ada pada setiap pribadi. Dengan "kesulitan", seorang manusia dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya belum pernah mereka lakukan
Ehm, tetapi setelah mengetik beberapa kalimat, sungguh diriku merasa sangat amat nyaman. Aku tidak mengerti apakah karena sifat possesive, atau sifat tidak nyaman karena ada sesuatu yang berubah pada diriku. Diriku terkadang merasa sangat nyaman dengan masa-masa itu, bahkan nyaman sekali. Bahkan diriku terkadang beranggapan tidak ingin meninggalkan masa-masa itu. Ini semua bagaikan diriku yang telah nyaman dengan kuda dan mengganti kendaraan dengan mobil. Ehm, kurang tepat. Lebih tepatnya lagi aku lebih nyaman berjalan kaki, di banding harus bersepeda. Padahal tentu sepeda telah melengkapi kekurangan yang ada pada diriku. Tetapi karena kebiasaan berjalan kaki, aku merasa sangat nyaman dan merindukan masa-masa itu. :(
Aku mulai menyadari. Ketika otak mu melemah, otak mu kembali memfungsikan dirimu sebagaimana dirimu yang paling dominan. Mungkin disini otakku lelah dengan cara berpikir yang baru. Dan ketika ia lelah, ia mengembalikan diriku dengan cara berpikir yang lama, karena sejatinya aku telah terbiasa dengan cara berpikir yang terdahulu. Masa-masa itu dimana kamu tidak perlu memperdulikan hal lain. Yang paling nyata adalah dirimu dan kamu. Tidak yang lain. Lingkungan hanyalah faktor pendukung yang akan melengkapi dirimu, tapi tidak menjadi bagian hidupmu.
Sayangnya, saat ini otak ku mulai berpikir dengan cara yang sedikit berbeda. Yaitu 2 dalam 1. ~.~, rumit. Tidak lagi hanya melengkapi, tetapi dia yang dahulu hanyalah bagian dari lingkungan kini telah menjadi satu dengan diriku. Aku tidak lagi bisa hanya memikirkan diriku. Itu terlalu egois. Aku tidak lagi bisa hanya menyayangi diriku. Karena aku sayang dia. Aku tidak lagi bisa membiarkan diriku sebagai manusia yang dapat berkeliaran sesuka hati tanpa memikirkan apapun kecuali tujuan. Sekarang aku harus berjalan bersama dirinya. Aku memiliki tujuan yaitu membahagiakan dirinya. Dan tentu itu menambah beban tanggung jawabku yang dahulu hanya mengejar tujuan.
Sebenarnya diriku tidak perlu complain, bingung, menjadi aneh, dan berbagai hal lainnya cuma karena hal seperti ini. Diriku hanya mencoba untuk menanggapinya untuk menjadi pelajaran bagiku kelak. ~.~, apakah benar bisa jadi pelajaran atau hanya membuang-buang waktu? entahlah. Diriku sangat sadar, yang dapat kulakukan hanyalah melakukan yang terbaik untuknya. Bukan untuk menjadi beban, melainkan untuk menjadi penunjang kehidupanku, agar aku menjadi pribadi yang lebih baik dengan motivasi yang lebih baik.
Semua yang kulakukan (dengan tidak melupakan dasar dan tujuan) hanyalah untuknya. Kekasihku.
Ehm... Puas dengan yang tadi, muncul kembali sebuah ide tentang konstanta. Nilai yang selalu bernilai tetap. Tidak tergantung dengan variabel tertentu. Dahulu aku bernilai 1. Lalu di tambah dengan 1 lagi, sehingga yang dahulunya bernilai 1 menjadi bernilai 2. Aku tidak berkurang, aku bertambah. Nilai 2 lah yang kucari, ketika nilai penjumlahan tidak dengan nilai 1 yang lainnya, maka nilai tersebut tidak pernah sama dengan 2. Bisa jadi bernilai 1,5 atau 1,7 atau bahkan bernilai 3 dan seterusnya. Yang kuinginkan adalah nilai 2. Maka diriku yang dahulu bernilai 1 harus di jumlahkan dengan nilai 1. Jika tidak, aku tidak mau. Lebih baik aku hanya bernilai 1.
Dialah yang bernilai 1 itu, yang melengkapi diriku menjadi bernilai 2. Kini aku bernilai 2. Ku harap ia tetap menjadi 1 yang lainnya, sehingga aku tetap bernilai 2. Jika ia berubah, aku takut, aku harus meninggalkan dirinya.
Aku yang 1 adalah aku yang mengabdi kepada Allah berdasarkan ajaran-Nya dan bertujuan sesuai dengan ajaran-Nya. Tentu diriku yang kini telah bertambah menjadi 2, memiliki sifat-sifat ku yang dahulu ketika aku masih 1, hanya saja kini aku bertambah. yaitu aku yang 2 adalah aku yang memiliki motivasi untuk membahagiakan dia. Karena aku telah memiliki pasangan.
Kini aku yang 2, selalu memiliki motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik di dalam segala hal dengan tidak melupakan tujuan dan dasar dari apa yang telah aku jalani ketika diriku bernilai 1. :)
Ehm, tetapi setelah mengetik beberapa kalimat, sungguh diriku merasa sangat amat nyaman. Aku tidak mengerti apakah karena sifat possesive, atau sifat tidak nyaman karena ada sesuatu yang berubah pada diriku. Diriku terkadang merasa sangat nyaman dengan masa-masa itu, bahkan nyaman sekali. Bahkan diriku terkadang beranggapan tidak ingin meninggalkan masa-masa itu. Ini semua bagaikan diriku yang telah nyaman dengan kuda dan mengganti kendaraan dengan mobil. Ehm, kurang tepat. Lebih tepatnya lagi aku lebih nyaman berjalan kaki, di banding harus bersepeda. Padahal tentu sepeda telah melengkapi kekurangan yang ada pada diriku. Tetapi karena kebiasaan berjalan kaki, aku merasa sangat nyaman dan merindukan masa-masa itu. :(
Aku mulai menyadari. Ketika otak mu melemah, otak mu kembali memfungsikan dirimu sebagaimana dirimu yang paling dominan. Mungkin disini otakku lelah dengan cara berpikir yang baru. Dan ketika ia lelah, ia mengembalikan diriku dengan cara berpikir yang lama, karena sejatinya aku telah terbiasa dengan cara berpikir yang terdahulu. Masa-masa itu dimana kamu tidak perlu memperdulikan hal lain. Yang paling nyata adalah dirimu dan kamu. Tidak yang lain. Lingkungan hanyalah faktor pendukung yang akan melengkapi dirimu, tapi tidak menjadi bagian hidupmu.
Sayangnya, saat ini otak ku mulai berpikir dengan cara yang sedikit berbeda. Yaitu 2 dalam 1. ~.~, rumit. Tidak lagi hanya melengkapi, tetapi dia yang dahulu hanyalah bagian dari lingkungan kini telah menjadi satu dengan diriku. Aku tidak lagi bisa hanya memikirkan diriku. Itu terlalu egois. Aku tidak lagi bisa hanya menyayangi diriku. Karena aku sayang dia. Aku tidak lagi bisa membiarkan diriku sebagai manusia yang dapat berkeliaran sesuka hati tanpa memikirkan apapun kecuali tujuan. Sekarang aku harus berjalan bersama dirinya. Aku memiliki tujuan yaitu membahagiakan dirinya. Dan tentu itu menambah beban tanggung jawabku yang dahulu hanya mengejar tujuan.
Sebenarnya diriku tidak perlu complain, bingung, menjadi aneh, dan berbagai hal lainnya cuma karena hal seperti ini. Diriku hanya mencoba untuk menanggapinya untuk menjadi pelajaran bagiku kelak. ~.~, apakah benar bisa jadi pelajaran atau hanya membuang-buang waktu? entahlah. Diriku sangat sadar, yang dapat kulakukan hanyalah melakukan yang terbaik untuknya. Bukan untuk menjadi beban, melainkan untuk menjadi penunjang kehidupanku, agar aku menjadi pribadi yang lebih baik dengan motivasi yang lebih baik.
Semua yang kulakukan (dengan tidak melupakan dasar dan tujuan) hanyalah untuknya. Kekasihku.
Ehm... Puas dengan yang tadi, muncul kembali sebuah ide tentang konstanta. Nilai yang selalu bernilai tetap. Tidak tergantung dengan variabel tertentu. Dahulu aku bernilai 1. Lalu di tambah dengan 1 lagi, sehingga yang dahulunya bernilai 1 menjadi bernilai 2. Aku tidak berkurang, aku bertambah. Nilai 2 lah yang kucari, ketika nilai penjumlahan tidak dengan nilai 1 yang lainnya, maka nilai tersebut tidak pernah sama dengan 2. Bisa jadi bernilai 1,5 atau 1,7 atau bahkan bernilai 3 dan seterusnya. Yang kuinginkan adalah nilai 2. Maka diriku yang dahulu bernilai 1 harus di jumlahkan dengan nilai 1. Jika tidak, aku tidak mau. Lebih baik aku hanya bernilai 1.
Dialah yang bernilai 1 itu, yang melengkapi diriku menjadi bernilai 2. Kini aku bernilai 2. Ku harap ia tetap menjadi 1 yang lainnya, sehingga aku tetap bernilai 2. Jika ia berubah, aku takut, aku harus meninggalkan dirinya.
Aku yang 1 adalah aku yang mengabdi kepada Allah berdasarkan ajaran-Nya dan bertujuan sesuai dengan ajaran-Nya. Tentu diriku yang kini telah bertambah menjadi 2, memiliki sifat-sifat ku yang dahulu ketika aku masih 1, hanya saja kini aku bertambah. yaitu aku yang 2 adalah aku yang memiliki motivasi untuk membahagiakan dia. Karena aku telah memiliki pasangan.
Kini aku yang 2, selalu memiliki motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik di dalam segala hal dengan tidak melupakan tujuan dan dasar dari apa yang telah aku jalani ketika diriku bernilai 1. :)
Rabu, 01 Juni 2011
Begin
Jari ku mulai rindu dengan detik-detik yang jariku lalui bersama keyboard. Mereka berkolaborasi bagai tarian menciptakan input-input yang menghasilkan karakter. Ku awali semua dengan puji syukur bagi Allah yang telah memberi kesempatan bagi diriku untuk kembali menulis blog ini.
Tidak lagi terasa asing bagiku, menceritakan hal-hal penting bagian dari hidupku. Kerinduan yang terdalam menghinggapi qalbu untuk melakukan pencatatan sehingga diriku yang telah dewasa nanti dapat membaca torehan qalbu dalam bentuk tulisan. Mungkin sederhana, terkadang sulit untuk dimengerti, atau bahkan diriku lupa apa maksud dari tulisan yang telah ku tulis. Mengandung istilah-istilah yang hanya diriku yang dapat mengerti hakikat dari istilah tersebut dan mengandung istilah-istilah yang terkadang ku anggap berbeda dengan kebiasaan umum. Terkesan bodoh, iseng. Tetapi diriku memang sering melakukan hal-hal seperti itu. Semua ini kulakukan hanya untuk di kenang di saat diriku telah menjadi pria yang lebih dewasa nanti.
Aku. Kesombongan kata aku yang selalu membuat diriku tersisih seolah bukan bagian dari alam semesta. begitu sombongnya diriku dengan mengatakan aku. Padahal aku adalah bagian dari Kami. Menghilangkan nafsu adalah keindahan tertinggi karena disanalah kamu akan melihat bahwa kehidupan adalah rangkaian sebab-akibat dalam infinity. Menghilangkan keinginan dan melepaskan kata aku dengan menganggap bahwa kami adalah kami yang sebenarnya bagian dari alam semesta yang membentuk suatu organisme baru yang dinamakan umat yang di berkahi oleh-Nya. Dan untuk menciptakan pribadi mukhlisin yang selalu ikhlas dengan berbagai kondisi.
Hukum yang tertinggi katakanlah bahwa ketauhidan itulah yang tertinggi. Tauhid berarti 1. Persatuan yang menyuluruh dengan 1 penggerak. Bukankah pernah di ceritakan, bahwa setiap makhluk memiliki peran? jadi kenapakah aku harus mempertimbangkan hasil yang ku dapatkan sementara diriku hanyalah seorang pemeran.
Semuanya di mulai pada 16 Mei 2011. Kehidupan yang kujalani terasa begitu berbeda. Seolah-olah diriku merasakan diriku bukanlah aku, tetapi diriku adalah aku dan dia. 2 dalam 1. 1 organisme baru yang tercipta dikarenakan hubungan antar sepasang manusia dan disebut dengan apa sajalah istilah yang menyatukan sepasang manusia, mungkin rumah tangga atau keluarga. Mungkin sedikit berlebihan, karena aku baru merasakan bagian awalnya saja. Bagian awal dari proses terciptanya organisme baru. Tapi seolah-olah diriku telah memahami karakteristik dari organisme baru yang kusebut dengan keluarga ini.
Yang kurasakan hanyalah perasaan dapat membagikan sebagian hidupku padanya. Diriku adalah dia. Aku sering memposisikan diriku menjadi dirinya dengan berbagai kondisi yang ia ceritakan kepadaku. Merasakan kesedihannya, merasakan kebingungannya, aku selalu mencoba untuk dapat menjadi dirinya. Karena diriku adalah dirinya dalam sosok pria. Mungkin terlalu berlebihan. Tetapi kenapa aku harus membohongi diriku dengan mengatakan hal yang berbeda dari apa yang ada di dalam kepalaku. Padahal, aku hanya menuliskan hal ini untuk menuangkan apa yang ada di dalam pikiranku untuk menjadi kenangan di masa dewasa ku nanti.
Kamu tidak perlu tahu siapa dia dan diriku tidak perlu mengungkapkan siapa dirinya. Dia adalah dia, yaitu diriku yang lain. Kamu cukup melihat aku, dirinya terpancar dalam diriku. :). Aku tidak perlu sampai menjelaskan secara detail tentang siapa dirinya, karena kenangan gambar sudah cukup bagiku untuk menjadi kenangan di masa dewasaku nanti. Yang paling kuingat adalah dirinya yang selalu terlihat kalem, terlihat tidak banyak berbicara, tetapi tidak, dia adalah seseorang yang banyak berbicara kepadaku.
Kini, dengan mengenalnya aku selalu berusaha untuk tampil lebih menarik untuk membuatnya senang melihat diriku. Aku selalu berusaha lebih baik, agar ia bangga kepadaku. Aku berusaha menjadi pribadi yang dapat membuat dirinya menjadi senang. Karena itulah yang akan membuat ku senang. Kesenangan yang diriku usahakan untuknya meningkatkan kepribadianku dan memotivasi diriku untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kini dengan mengenalnya aku memiliki motivasi dan impian. Motivasi untuk menjadi pribadi yang dapat di andalkan bagi dirinya dan impian untuk dapat bersama dirinya hingga dapat menjalin kehidupan dalam bentuk organisme yang baru yaitu 2 dalam 1.
Apakah tulisanku terkesan berlebihan? Apakah salah jika aku berlebihan? Padahal aku hanya menuangkan apa yang ada di dalam kepalaku. Aku berusaha sebaik mungkin untuk menuangkan berbagai hal yang ada di dalam kepalaku. Baik dengan bahasa isyarat, istilah-istilah yang aneh yang terkadang berbeda dengan apa yang dimengerti oleh kebanyakan orang, dan tulisan-tulisan yang terkesan tidak penting dan hanya membuang-buang waktu. Tapi tidak, ini semua akan menjadi cerita tersendiri untuk diriku di masa depan.
Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan. Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Tidak lagi terasa asing bagiku, menceritakan hal-hal penting bagian dari hidupku. Kerinduan yang terdalam menghinggapi qalbu untuk melakukan pencatatan sehingga diriku yang telah dewasa nanti dapat membaca torehan qalbu dalam bentuk tulisan. Mungkin sederhana, terkadang sulit untuk dimengerti, atau bahkan diriku lupa apa maksud dari tulisan yang telah ku tulis. Mengandung istilah-istilah yang hanya diriku yang dapat mengerti hakikat dari istilah tersebut dan mengandung istilah-istilah yang terkadang ku anggap berbeda dengan kebiasaan umum. Terkesan bodoh, iseng. Tetapi diriku memang sering melakukan hal-hal seperti itu. Semua ini kulakukan hanya untuk di kenang di saat diriku telah menjadi pria yang lebih dewasa nanti.
Aku. Kesombongan kata aku yang selalu membuat diriku tersisih seolah bukan bagian dari alam semesta. begitu sombongnya diriku dengan mengatakan aku. Padahal aku adalah bagian dari Kami. Menghilangkan nafsu adalah keindahan tertinggi karena disanalah kamu akan melihat bahwa kehidupan adalah rangkaian sebab-akibat dalam infinity. Menghilangkan keinginan dan melepaskan kata aku dengan menganggap bahwa kami adalah kami yang sebenarnya bagian dari alam semesta yang membentuk suatu organisme baru yang dinamakan umat yang di berkahi oleh-Nya. Dan untuk menciptakan pribadi mukhlisin yang selalu ikhlas dengan berbagai kondisi.
Hukum yang tertinggi katakanlah bahwa ketauhidan itulah yang tertinggi. Tauhid berarti 1. Persatuan yang menyuluruh dengan 1 penggerak. Bukankah pernah di ceritakan, bahwa setiap makhluk memiliki peran? jadi kenapakah aku harus mempertimbangkan hasil yang ku dapatkan sementara diriku hanyalah seorang pemeran.
Semuanya di mulai pada 16 Mei 2011. Kehidupan yang kujalani terasa begitu berbeda. Seolah-olah diriku merasakan diriku bukanlah aku, tetapi diriku adalah aku dan dia. 2 dalam 1. 1 organisme baru yang tercipta dikarenakan hubungan antar sepasang manusia dan disebut dengan apa sajalah istilah yang menyatukan sepasang manusia, mungkin rumah tangga atau keluarga. Mungkin sedikit berlebihan, karena aku baru merasakan bagian awalnya saja. Bagian awal dari proses terciptanya organisme baru. Tapi seolah-olah diriku telah memahami karakteristik dari organisme baru yang kusebut dengan keluarga ini.
Yang kurasakan hanyalah perasaan dapat membagikan sebagian hidupku padanya. Diriku adalah dia. Aku sering memposisikan diriku menjadi dirinya dengan berbagai kondisi yang ia ceritakan kepadaku. Merasakan kesedihannya, merasakan kebingungannya, aku selalu mencoba untuk dapat menjadi dirinya. Karena diriku adalah dirinya dalam sosok pria. Mungkin terlalu berlebihan. Tetapi kenapa aku harus membohongi diriku dengan mengatakan hal yang berbeda dari apa yang ada di dalam kepalaku. Padahal, aku hanya menuliskan hal ini untuk menuangkan apa yang ada di dalam pikiranku untuk menjadi kenangan di masa dewasa ku nanti.
Kamu tidak perlu tahu siapa dia dan diriku tidak perlu mengungkapkan siapa dirinya. Dia adalah dia, yaitu diriku yang lain. Kamu cukup melihat aku, dirinya terpancar dalam diriku. :). Aku tidak perlu sampai menjelaskan secara detail tentang siapa dirinya, karena kenangan gambar sudah cukup bagiku untuk menjadi kenangan di masa dewasaku nanti. Yang paling kuingat adalah dirinya yang selalu terlihat kalem, terlihat tidak banyak berbicara, tetapi tidak, dia adalah seseorang yang banyak berbicara kepadaku.
Kini, dengan mengenalnya aku selalu berusaha untuk tampil lebih menarik untuk membuatnya senang melihat diriku. Aku selalu berusaha lebih baik, agar ia bangga kepadaku. Aku berusaha menjadi pribadi yang dapat membuat dirinya menjadi senang. Karena itulah yang akan membuat ku senang. Kesenangan yang diriku usahakan untuknya meningkatkan kepribadianku dan memotivasi diriku untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kini dengan mengenalnya aku memiliki motivasi dan impian. Motivasi untuk menjadi pribadi yang dapat di andalkan bagi dirinya dan impian untuk dapat bersama dirinya hingga dapat menjalin kehidupan dalam bentuk organisme yang baru yaitu 2 dalam 1.
Apakah tulisanku terkesan berlebihan? Apakah salah jika aku berlebihan? Padahal aku hanya menuangkan apa yang ada di dalam kepalaku. Aku berusaha sebaik mungkin untuk menuangkan berbagai hal yang ada di dalam kepalaku. Baik dengan bahasa isyarat, istilah-istilah yang aneh yang terkadang berbeda dengan apa yang dimengerti oleh kebanyakan orang, dan tulisan-tulisan yang terkesan tidak penting dan hanya membuang-buang waktu. Tapi tidak, ini semua akan menjadi cerita tersendiri untuk diriku di masa depan.
Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan. Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Langganan:
Komentar (Atom)