Ga tau kenapa? Kenapa selalu kenapa? Padahal ga tau kenapa. Di malam yang kelam, selalu ada pertanyaan kenapa begini kenapa begitu. Ketika itu, otak berhenti untuk berpikir sejenak. Dan pertanyaan kenapa kembali terlintas di pikiranmu. Kenapa aku? Kenapa dia? Kenapa ini itu banyak sekali. Terkadang saat-saat itu, yaitu saat-saat keleluasaan entah bagaimana mengungkapkannya, terasa hilang. Aku tidak lagi merasakan saat-saat itu. Ehm, entah bingung atau kecapean atau pola pikir ku yang telah berubah atau pola pikirku yang sedang dalam proses perubahan.
Kemarin malam, kami makan di sebuah tempat makanan fast food yang dikenal dengan Surabi Bantai. Aku, dia, dan adiknya. Aku dan dia memesan makanan yang memiliki nama surabi senggang, kurang lebih memiliki nama yang seperti itu. Adiknya memesan surabi kelat. Minuman yang ku pilih dan adiknya pilih adalah kopi press dan dia memilih teh lapas. Nama yang cukup unik. Surabi senggang itu, merupakan makanan serabi yang di campur dengan kuah yang aku tidak mengerti apa namanya, tetapi pastinya ia kental dan manis karena di tambahi coklat. Surabi kelat, merupakan makanan serabi yang diberi keju dan coklat. Kopi press merupakan minuman kesukaan ku di tempat itu.
Ehm, mungkin itu adalah salah satu dari sekian pengalaman diriku bersamanya meluangkan waktu untuk makan bersama. Walaupun saat itu aku dan dia bersama adiknya dan saat itu kami melihat beberapa baju di beberapa toko baju, yang akan di beli adiknya, dan ternyata kami tidak menemukan baju yang cocok untuk di beli. Aku telah berkencan dengannya beberapa kali dan aku mengingat setiap waktu yang ku lewati bersama dirinya. Kami makan malam di tempat yang bervariasi, mulai dari restoran yang bernama purnama, sedap sari, kojek 88, my bread, corner ulele, juga termasuk surabi bantai. Kami juga pernah jalan-jalan ke daerah lhok nga dan yang paling berkesan adalah ketika kami bersama-sama ke tempat pemandian yang di namakan brayeung.
Senyuman indah nan menawan terpancar dari wajah dewasanya. Begitu nyaman diriku ketika melihat dirinya tersenyum, seraya berkata "Ga kenapa-kenapa". Dia hanya tersenyum dan kembali memperlihatkan sifat kalemnya. Kata mereka, dia ganas. Aku teringat dengan perkataan kakaknya yang mengatakan "kalo udah dua tahun lagi, udah habis tu rio di marahin", itu ketika diriku tidak sengaja menumpahkan air aqua ke meja makan. Hehehe.
Pengalaman yang harus ku kenang di masa yang akan datang, untuk mengingatkan diriku kembali betapa diriku menyanyangi, menyukai, dan mencintainya. Saat ini, hanya itu yang kurasakan kepadanya. Dan entah mengapa, diriku tidak merasakan getaran apapun terhadap wanita manapun selain dia. Di balik itu semua, terkadang diriku masih merasa aneh dengan hubungan ini. Terkadang aku merasa semua ini terlalu tiba-tiba. Perasaan itu selalu membayangi diriku dan mencoba untuk menjelaskan padaku betapa berbedanya kehidupan ku sebelum dan setelah diriku mencintainya.
Detik-detik waktu terasa jauh lebih berharga ketika detik tersebut telah terlewati. Walaupun aku belum sempat menceritakan kepadanya beberapa hal yang teramat penting. Tetapi suatu saat aku harus menjelaskan semuanya kepadanya. Agar ia tahu prinsip tauhid apa yang telah ku penggang. 1 untuk semua dan semua untuk 1. Semua berjalan menurut prinsip sebab-akibat di dalam infinity. Diriku terkadang kagum dengan sifatku yang santai ketika mengetik tulisan ini. Semuanya terasa lepas dan sangat menyenangkan.
Yang ada di dalam benakku kini hanyalah namanya. Tulisan ini akan selalu mengingatkanku betapa diriku menyanyanginya, walaupun nanti suatu saat dia bukan bersama diriku lagi. Tulisan ini tak akan ku hapus, agar semua orang tau dia adalah cinta pertamaku dan akan menjadi cinta terakhirku. Mungkin berlebihan, karena aku bukanlah apa-apa bagi dirinya. Tetapi, kupikir bagaimanakah nasib diriku kelak tanpa dirinya. Mungkin kini diriku tidak berharap akan menemukan wanita lain, kalaupun suatu saat nanti dirinya tidak lagi menyukai diriku.
Ketikan luapan qalbu yang menjadi cerita indah di masa yang akan datang ini, semuanya ku tulis karena dirinya. Aku tidak akan tahu, apakah aku akan menuliskan tulisan ini jika tidak bertemu dirinya.
I will always loving you till the end of the time.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar