Jari ku mulai rindu dengan detik-detik yang jariku lalui bersama keyboard. Mereka berkolaborasi bagai tarian menciptakan input-input yang menghasilkan karakter. Ku awali semua dengan puji syukur bagi Allah yang telah memberi kesempatan bagi diriku untuk kembali menulis blog ini.
Tidak lagi terasa asing bagiku, menceritakan hal-hal penting bagian dari hidupku. Kerinduan yang terdalam menghinggapi qalbu untuk melakukan pencatatan sehingga diriku yang telah dewasa nanti dapat membaca torehan qalbu dalam bentuk tulisan. Mungkin sederhana, terkadang sulit untuk dimengerti, atau bahkan diriku lupa apa maksud dari tulisan yang telah ku tulis. Mengandung istilah-istilah yang hanya diriku yang dapat mengerti hakikat dari istilah tersebut dan mengandung istilah-istilah yang terkadang ku anggap berbeda dengan kebiasaan umum. Terkesan bodoh, iseng. Tetapi diriku memang sering melakukan hal-hal seperti itu. Semua ini kulakukan hanya untuk di kenang di saat diriku telah menjadi pria yang lebih dewasa nanti.
Aku. Kesombongan kata aku yang selalu membuat diriku tersisih seolah bukan bagian dari alam semesta. begitu sombongnya diriku dengan mengatakan aku. Padahal aku adalah bagian dari Kami. Menghilangkan nafsu adalah keindahan tertinggi karena disanalah kamu akan melihat bahwa kehidupan adalah rangkaian sebab-akibat dalam infinity. Menghilangkan keinginan dan melepaskan kata aku dengan menganggap bahwa kami adalah kami yang sebenarnya bagian dari alam semesta yang membentuk suatu organisme baru yang dinamakan umat yang di berkahi oleh-Nya. Dan untuk menciptakan pribadi mukhlisin yang selalu ikhlas dengan berbagai kondisi.
Hukum yang tertinggi katakanlah bahwa ketauhidan itulah yang tertinggi. Tauhid berarti 1. Persatuan yang menyuluruh dengan 1 penggerak. Bukankah pernah di ceritakan, bahwa setiap makhluk memiliki peran? jadi kenapakah aku harus mempertimbangkan hasil yang ku dapatkan sementara diriku hanyalah seorang pemeran.
Semuanya di mulai pada 16 Mei 2011. Kehidupan yang kujalani terasa begitu berbeda. Seolah-olah diriku merasakan diriku bukanlah aku, tetapi diriku adalah aku dan dia. 2 dalam 1. 1 organisme baru yang tercipta dikarenakan hubungan antar sepasang manusia dan disebut dengan apa sajalah istilah yang menyatukan sepasang manusia, mungkin rumah tangga atau keluarga. Mungkin sedikit berlebihan, karena aku baru merasakan bagian awalnya saja. Bagian awal dari proses terciptanya organisme baru. Tapi seolah-olah diriku telah memahami karakteristik dari organisme baru yang kusebut dengan keluarga ini.
Yang kurasakan hanyalah perasaan dapat membagikan sebagian hidupku padanya. Diriku adalah dia. Aku sering memposisikan diriku menjadi dirinya dengan berbagai kondisi yang ia ceritakan kepadaku. Merasakan kesedihannya, merasakan kebingungannya, aku selalu mencoba untuk dapat menjadi dirinya. Karena diriku adalah dirinya dalam sosok pria. Mungkin terlalu berlebihan. Tetapi kenapa aku harus membohongi diriku dengan mengatakan hal yang berbeda dari apa yang ada di dalam kepalaku. Padahal, aku hanya menuliskan hal ini untuk menuangkan apa yang ada di dalam pikiranku untuk menjadi kenangan di masa dewasa ku nanti.
Kamu tidak perlu tahu siapa dia dan diriku tidak perlu mengungkapkan siapa dirinya. Dia adalah dia, yaitu diriku yang lain. Kamu cukup melihat aku, dirinya terpancar dalam diriku. :). Aku tidak perlu sampai menjelaskan secara detail tentang siapa dirinya, karena kenangan gambar sudah cukup bagiku untuk menjadi kenangan di masa dewasaku nanti. Yang paling kuingat adalah dirinya yang selalu terlihat kalem, terlihat tidak banyak berbicara, tetapi tidak, dia adalah seseorang yang banyak berbicara kepadaku.
Kini, dengan mengenalnya aku selalu berusaha untuk tampil lebih menarik untuk membuatnya senang melihat diriku. Aku selalu berusaha lebih baik, agar ia bangga kepadaku. Aku berusaha menjadi pribadi yang dapat membuat dirinya menjadi senang. Karena itulah yang akan membuat ku senang. Kesenangan yang diriku usahakan untuknya meningkatkan kepribadianku dan memotivasi diriku untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kini dengan mengenalnya aku memiliki motivasi dan impian. Motivasi untuk menjadi pribadi yang dapat di andalkan bagi dirinya dan impian untuk dapat bersama dirinya hingga dapat menjalin kehidupan dalam bentuk organisme yang baru yaitu 2 dalam 1.
Apakah tulisanku terkesan berlebihan? Apakah salah jika aku berlebihan? Padahal aku hanya menuangkan apa yang ada di dalam kepalaku. Aku berusaha sebaik mungkin untuk menuangkan berbagai hal yang ada di dalam kepalaku. Baik dengan bahasa isyarat, istilah-istilah yang aneh yang terkadang berbeda dengan apa yang dimengerti oleh kebanyakan orang, dan tulisan-tulisan yang terkesan tidak penting dan hanya membuang-buang waktu. Tapi tidak, ini semua akan menjadi cerita tersendiri untuk diriku di masa depan.
Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan. Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar