Rabu, 17 Agustus 2011

Rather than think

Aku lebih memilih mendengarkan musik dan menuliskan ceritaku daripada harus berpikir tentang banyak hal yang tidak penting. hehe.

Memperhatikan dan melihat banyak hal-hal yang membuat diriku menjadi sedikit pusing, merasa tidak penting dan yaaaaah, taulah selalu tentang itu. Sedikit wudhu, sambil mendengarkan lagu depapepe dan menuliskan apa yang aku inginkan selalu dapat mengobati apa yang aku inginkan. Panggilan jiwa, sedikit tahap bagi diriku untuk dapat lebih mengontrol jiwa. Mungkin pelampiasan menuju tulisan adalah salah satu jawabannya, jika aku dapat melakukannya dengan lebih baik, pasti itu sangat jauh lebih menyenangkan. Dapat mengabaikan sejuta hal tidak penting dalam kehidupanku.

Dan aku kembali tersadar, betapa nyamannya hari-hari ku di masa lalu. Tanpa perlu memikirkan hal-hal yang membuat otak ku menjadi bercabang. Keistimewaan yang membebani pikiranku atau aku terlalu terbiasa dengan kondisi itu? Aku terlalu banyak berpikir dan hal-hal yang membuat otakku berpikir ke arah yang tidak perlu kadang-kadang membuat diriku ingin melepaskannya. Alangkah indahnya jika dia dapat bersama orang yang tepat, bukan orang seperti ku yang terlalu banyak berpikir. ~.~

Inilah dirikua, dan aku tidak dapat mengubah hal itu. Aku akan selalu seperti ini, lebih baik menyendiri dan melakukan apa yang aku anggap benar. Melakukan yang terbaik walaupun tidak ada orang yang menyangka bahwa hal itu baik. Berdiam adalah emas, dan berbicara adalah perak. ~.~, aku akan lebih memilih emas, jika terlalu lama berdiam maka semuanya akan sedikit berbeda. huhuhuhuh....

Duniaku sangat berbeda. Aku telah menuliskan beberapa kalimat dan mereka merusak semuanya. Menghilangkan tulisan luapan emosiku, sehingga aku harus kembali mengulang untuk menulis catatan ini. Sehingga benar-benar menjadi ke catatan. Ehm, aku mulai kembali, tersadar sebenarnya aku sangat menginginkan dirinya benar-benar bahagia, tetapi aku bingung apa yang benar-benar dapat aku lakukan untuk membuatnya bahagia. Aku tidak yakin aku benar-benar dapat menjadikan dirinya bahagia, aku pikir, dia pasti bisa lebih baik dari diriku, diriku hanyalah pelarian karena memang dia tidak memiliki pilihan lain selain diriku. Tidak masalah, asalkan dia dapat menjadi bahagia karenanya, tetapi aku akan mengusahakan yang terbaik baginya. Kini aku kembali dengan pemikiranku bahwa sebenarnya semuanya adalah kepentingan, cinta sejati mungkin ada tetapi sangat sulit untuk di ciptakan. ~.~

Aku hanyalah kepentingan baginya sehingga aku menjadi sahabat dekatnya. Hanya sebatas itu. Mungkin, bisa ya atau tidak. Ya, aku berpikir demikian. Karena apa yang dia anggap penting, itulah yang akan dia buat. Berdasarkan ego dan kepentingan yang masing-masing manusia miliki. Sedang diriku sedikit berbeda, karena kehidupanku tidak lagi memiliki kepentingan kecuali karena-Nya. Aku menciptakan kepentingan menimbulkan rasa, benci, sayang, cinta, dan sebagainya. Aku pikir aku dapat menciptakan sesuatu yang diciptakan otak itu dengan benar-benar mengontrol otak yang ada di kepalaku ini.

Ketika itu, benar-benar melepaskan sumber kesengsaraan manusiawi. Naik ketingkat yang lebih tinggi dengan memfokuskan kepentinga hanya karena-Nya. Dengan begitu aku berbuat bukan karena diriku, tetapi karena-Nya yang selalu menjadi penuntun ku melakukan segala sesuatu di kehidupan ini. Tentu, tidak ada manusia yang sama karena tidak mungkin ada 2 manusia dengan lingkungan yang 100% sama, mungkin kesamaan itu bisa mencapai 99%, tetapi tidak untuk 100%. Mungkin..~.~

Aku memiliki pola pikir ku sendiri sehingga aku berpikir demikian dimana mereka mungkin memiliki cara berpikir yang berbeda sehingga mereka tetap berada pada jalan ini. Aku dapat mengatakan sebenarnya aku hanya tau, bahwa Tuan adalah apa yang menjadi tuntunanku dalam menjalankan kehidupan ini. Dan hanya itu, karena itu aku yakin tugas ku hanya melakukan yang terbaik dari apa yang telah aku pahami sekarang, nanti, hingga ajal menjemput ku. Bagaikan tanah yang tugasnya menjadi tempat tumbuhnya tanaman, aku akan menjalankan tugas sebagaimana Tuan menciptakan ku. Aku tidak akan lari dari kenyataan itu.

Its a lonely time when you know that others is just you.

Detik yang ku lalui adalah untuk berbagi kebahagiaan. Tetapi kebahagiaan itu tidak dapat di bagikan, karena aku sendiri bingung dengan kebahagiaan yang aku miliki. Apakah aku benar-benar bahagia? Seharusnya aku mengerti apa yang dia inginkan. Tetapi belenggu keinginan idealisme mendapatkan kesempurnaan bagiku dan dia. Itu yang membuat diriku penasaran, alangkah lebih baiknya jika semua di mulai dan berakhir di jalan pertama. Bagaikan jalan lurus yang pada akhirnya akan kembali ke awal jalan itu di mulai. Jika kamu berubah arah, jejak kakimu di jalan yang telah berlalu akan tetap ada dan kamu tidak akan pernah seutuhnya berada di jalan yang awal.

Jika semua ini dapat berakhir, bercampur perasaan sedih dan senang manusiawi ku. Dan akhirnya jika benar-benar berakhir, aku dapat menjadi pribadi yang lebih baik dengan memahami apa sebenarnya yang dinamakan kepentingan dan kehidupan. Aku akan membuang kepentingan itu dan menjalani kehidupan yang benar-benar lurus tanpa kepentingan apapun, karena bagaimanapun aku hanyalah aku tidak dapat bersatu dengan pribadi yang lain. Aku akan menjalani kehidupan ku sesuai dengan kehendak-Nya yang telah menuntunku.

Kenapa aku selalu memiliki pemikiran yang seperti ini ya? Bingung...~.~, alangkah tidak menariknya memiliki pemikiran-pemikiran tidak penting seperti ini, walaupun itu semua adalah awal dari pengontrolan emosi secara keseluruhan dengan benar-benar mengenal perasaan yang ada di dalam kepala, dan dapat menciptakan atau menghancurkanya sesuai dengan keinginan otak.

I'll always do the best and believe my light will never fades away.
Hakuna matata.
Que sera, sera.

Selasa, 09 Agustus 2011

Dunno Why

udaah bi?
udh,
teori teko russel...
knapaah?
apa tu?
mntrap kan.
11-12 sma FSM..hehe
oh iaa bii...
awk curhat ma ko ya..kwkw
ga jdi ja lah..kwkw
lbih enak ke blog..kwkwkawkawk
hehehe
knp?
ga napa2..kwkw
ada yang suka ma daris?\
kwkkww
ga...=.=a
klo soal tu awk ga mslah..kwkw
awk mmang ga da mslah..
cuma aneh aja..heheh
anehnya...mgkin krna awk sring x jomblo dn dah lama jombloo..
jadi apa yang mau ko cerita?
jdinya kdg2 awk pgen dia shrusnya sma ruly aja....wkwkwkwk
tah knapa kdang2 trpikir gitu..=.=a
anehkan??
wkwkkww
cemna mnurut ko??
kwkw
knp pikiran ko gitu?
gtw...~.~
krna kdang2 awk rasa klo seandainy ruly tu trima, dia psti lbih snang dn bhagia ma ruly..kwkwkwkwwkkw...kdang2 aja tapi trpikir gitu..=.=a
trima mksudnya trima keilmuan..
hehehe
aku lagi tlponan ama lya ni. .
jgan ko bilang sma lya..=.=a
klo sma awk...apalah awk nii..kwkwkw....
krna kan daris dah lma sma ruly..gitu lhoo bii..hehee
hbes tu awk trpikir...klo pun dia sma ruly, awk ga akan suka sma cwek lgi..kwkw, kcuali tuntutan komunitas...hehee
ga ku bilang lah ama lia..
hihihihi
00:54
awk mw btol2 mlepaskan nafsu manusiawi untuk mnuju tingkat yg lbih tinggi...kwkw, hayalan tingkat tinggi ni bi..kwkw
klo mlm2 suka kya gini otak awk..kwkwk
krna klo mnusia snang, siap2 brtemu ksedihan..heheee...
karena berbahagia adalah tidak adanya penderitaan di dunia ini, mengendalikan diri terhadap makhluk-makhluk hidup. berbahagia adalah tidak adanya nafsu di dunia ini,mengalahkan nafsu-nafsu indria.
hahahahaa..

To live as a couple

Untuk hidup adalah untuk merasakan apa yang ada di sekitarmu. Tujuan utamanya adalah mendapatkan kehidupan yang bahagia. Kehidupan yang bahagia tentu adalah kehidupan yang sesuai dengan fitrah manusia. I live a lot and now I know live is a complicated to think but easy to do. Bagai sebuah makanan, kamu tidak akan pernah tahu rasa dari makanan itu sebelum kamu memakannya, kamu hanya menerka dengan segala pemikiran yang ada di kepalamu. Begitulah hidup, berpikir tentang hidup menambah kedewasaan karena kamu akan mengenal masalah dengan berpikir, sehingga kamu akan menjadi lebih dewasa dengan menyelesaikan permasalahan dengan sikap bijak dan santai.

Hidup berpasangan adalah dengan menerima seluruh kehidupan pasangan mu secara tulus dan ikhlas. Tanpa perlu memperhitungkan berjuta variabel yang ada di dalam kehidupannya. Perkataan yang telah terlontar tentu adalah bagian dari variabel-variabel itu. Kamu tidak perlu melupakannya, tetapi kamu harus dapat menerimanya. Dia menyukai seseorang, mungkin itu telah berlalu, tetapi masa lalu itu adalah bagian dari kehidupannya yang akan menjadi bagian kehidupanmu. Ya, bagian kehidupanmu sebagai pasangannya. Menjalin kesepasangan adalah menyatukan kehidupanmu dengan kehidupannya. Sehingga dua kehidupan yang berbeda menjadi satu kehidupan. Kamu harus bisa menerima apapun yang telah menjadi kehidupannya.

Sulitkah? Ya, seharusnya ini adalah salah satu hal tersulit yang dapat di lakukan. Memang tugas mu hanya menerima, tapi bagaimana kamu dapat menerima sesuatu yang sangat tidak kamu sukai? Itulah yang menjadi kesulitan. Kamu tidak akan pernah dapat merubah segala sesuatu yang telah berlalu. Tetapi diriku, tentu dapat dengan mudah menyelesaikan hal-hal seperti ini. Semua yang manusia rasakan adalah hasil stimulasi otak menjadi pemikiran, indra, dan sebagainya. Kamu hanya perlu mengontrol otakmu sehingga kamu dapat memikirkan apa yang kamu inginkan. Menerima semuanya seolah-olah kamu menyukainya (karena ia menyukainya di masa itu), itulah yang harus aku lakukan apabila aku ingin menjadi dirinya. Karena dengan menjadi dirinyalah aku dan dia dapat menjadi satu.

Kenapa kamu begitu? Bukankah kamu dapat mencari seseorang yang kamu anggap seperti dirimu? Sehingga semua yang ada pada dirinya, ada pada dirimu. Kamu tidak mungkin, tidak dapat menerima hal tidak baik yang ada pada dirimu. Iya, aku dapat saja melakukan hal seperti itu, tetapi jika aku seperti itu, aku tidak akan menemukan true love, yang ku dapatkan hanyalah kepentingan-kepentingan dan kepentingan. Aku hanya mementingkan diriku untuk dapat sesuai dengan apa yang aku mau, semuanya atas dasar kepentingan. Aku masih sedikit bingung, apakah tindakanku untuk dapat bersatu dengannya dapat di sebut dengan kepentingan? Aku yakin tidak, yang ku lakukan adalah upaya pencarian cinta sejati. Jika cinta ini di khianati, aku tidak akan pernah mempercayainya lagi. Karena aku hanya mengusahakan sesuatu yang sia-sia, tidak nyata, dan hanya sebatas mencari imajinasi yang ada di kepalaku. Imajinasi yang tidak ada dalam kehidupan nyata.

Tapi bukankah tidak mungkin itu hanya bernilai kepentingan bagi dirinya? Ya, bisa saja. Tetapi aku hanya menginginkan diriku untuk mengenal cinta sejati, sehingga aku dapat mengenalkan hal itu kepadanya.

This is my way through the sky.
Erasing emotional force.
To become Angel.

Jumat, 05 Agustus 2011

Write

I wanna write. Aku ingin menulis. Menulis apa saja yang dapat aku tulis. Menuangkan segala sesuatu yang terlintas di dalam pikiranku. Hari-hari ku kini telah berubah. Kesibukan hari kemarin yang di penuhi dengan urusan-urusan kuliah, dengan berbagai macam kegiatan yang terkadang membuat kepala ku menjadi sedikit pusing atau goyah dalam beberapa menit. Semua berjalan masih sesuai dengan rencana ku, walaupun tidak tepat dalam pengukuran waktu yang ku harapkan.

Waktu yang telah berlalu, detik demi detik, ketika segalanya tidak berjalan dengan normal, pasti perasaan tidak normal akan terlintas di kepalaku, walaupun aku dapat menghilangkan hal itu dalam sekejap, tapi perbedaan yang aku rasakan begitu mencolok sehingga aku ingin menulis. Beberapa detik atau menit yang membuat diriku menjadi sedikit pusing, membuat diriku tergerak untuk menuliskan beberapa penggal kalimat dalam blog ini.

Lebih kurang, telah ku lewati waktu selama sebulan aku tidak lagi menulis di sini. Rasa rindu dan penasaran kembali menyelimuti alam pikiranku. Rindu, karena dahulu telah beberapa kali aku menuliskan sesuatu di blog ini. Penasaran, karena aku ingin tahu apa yang akan ku tulis selanjutnya. Serangkaian kalimat tidak penting yang bertujuan untuk melegakan kembali pikiranku. Itulah yang sering kali ku tuliskan dalam blog ini, tanpa malu, ragu, dan apa adanya. Semuanya sesuai dengan apa yang ada di kepalaku. Tidak hanya untuk melatih menulis, tetapi juga untuk mengukir sejarah setidaknya bagi diriku di masa depan.

Tidak banyak kata yang dapat ku sampaikan. Semua ini pasti mengenai dirinya. Aku takut, terkadang aku takut aku tidak dapat menjadi pria yang ia inginkan. Kita semua memiliki kendala, bagaikan seekor ulat yang akan menjadi kupu-kupu, kita harus sabar dan tabah, hingga akhirnya semuanya berubah menjadi indah. Waktu ku sempit, tetapi aku harus memacunya dengan melakukan yang terbaik, agar waktu yang sempit itu dapat menjadi jauh lebih berarti untuk di kenang.

Lantunan tak bermelodi menemani kesepian ku di antara ruang kesibukan dalam hidupku. Esok aku akan melihat tantangan yang berbeda, dengan berbagai kegiatan yang berbeda, dan target atau tujuan yang berbeda. Ku tak dapat berkata banyak, karena sumber inspirasiku dalam menulis adalah perasaanku. Kini ku dapat merubah perasaan itu bagaikan energi yang berubah.

Berbahagia adalah tidak adanya penderitaan di dunia ini, mengendalikan diri terhadap makhluk-makhluk hidup. Berbahagia adalah tidak adanya nafsu di dunia ini, mengalahkan nafsu-nafsu indria, tetapi menghilangkan kesombongan "aku", itu adalah benar-benar kebahagiaan tertinggi. (Tipitaka)

Perasaanku bagaikan nilai konstanta yang tidak pernah berubah. Ia bernilai static, tidak turun dan tidak naik. Ia akan tetap, sekarang hingga nanti. Jika dia bertanya kepadaku, aku akan berkata, "If you asked me how many times you have crossed my mind I would say once because you never really left."

Jumat, 15 Juli 2011

Tanyaku

Hai, kekasihku. Ada 1 tanya qalbuku yang terkadang membayangi keseharianku. Pertanyaan itu tidak penting dan tidak menghasilkan apa-apa jika diriku tahu jawaban dari pertanyaan itu. Aku hanya menganggap pertanyaan itu sedikit penting, karena diriku penasaran akan jawaban dari pertanyaan itu. Mungkin suatu hari nanti pertanyaan itu akan langsung kutanyakan pada dirimu. Kini aku hanya bisa menulisnya.

Sayangku. Aku tahu, dirimu kini bukanlah dirimu yang lalu. Dan tentu, dirimu kini bukanlah dirimu yang lalu. Apapun masa lalu yang engkau miliki, engkau tetaplah kekasihku. Karena aku memilih kamu yang sekarang, bukan kamu yang dahulu, walaupun masa lalumu adalah bagian dari dirimu.

Aku selalu bertanya di dalam qalbuku, apakah dirimu di masa lalu pernah melakukan 'hal' itu? Bersama'nya' atau bersama 'dia'? Jika tidak pernah, Alhamdulillah. Jika pernah, hal itu tidak akan mengubah perasaanku kepadamu.

Tapi aku harus bersikap jujur, jika pernah, aku tidak akan berbohong kepadamu dengan mengatakan "tidak apa-apa" atau kata-kata sejenis lainnya. Aku akan bersikap jujur dengan menyatakan, bahwa tentu qalbu ku sedikit terusik karenanya. Aku hanya sedikit egois. Dirimu yang lalu, belum tentu lebih buruk dariku. Apakah lantas karena diriku tidak pernah melakukannya, lalu aku mendapat predikat lebih baik? Mungkin bahkan aku lebih buruk dari dirimu, aku yang dulu adalah aku yang begini, begitu, dan dengan berbagai hal buruk lainnya.

Tahukah engkau, dahulu ketika aku ingin mendekatimu. Hanya 1 hal yang selalu membayangi qalbuku tiada henti-hentinya. Tidakkah engkau tahu, mengapa diriku hampir tidak mungkin dapat menemukan seseorang yang lain selain dirimu. Dahulu aku menyadarinya, engkau yang jauh lebih berpengalaman di banding diriku, memiliki kemungkinan yang sangat besar telah melakukan 'hal' itu. Aku hanya melihat sepintas dari sosok mu yang begitu menawan. Walau begitu, ketika aku mengenalmu, sedikit demi sedikit kemungkinan itu semakin berkurang, walaupun kemungkinan itu tidak pernah bernilai kecil.

Dengan keegoisanku aku sempat berpikir, betapa meruginya diriku jika aku mendapatkan pasangan yaitu seseorang yang telah melakukan 'hal' itu, sedang diriku tidak pernah melakukannya. Diriku berkata dalam qalbu, aku tentu jauh lebih baik darinya. Dan aku akan mencari seseorang yang tepat bagi diriku. Keegoisan itu membayangi qalbuku dan menganggap dunia tidak akan pernah adil kepada diriku. Lalu, sepintas tanda-tanda, muncul di qalbuku dengan berkata "Hari ini bukanlah kemarin. Kemarin kita semua sama, kita adalah makhluk yang hina, lalu disucikan hingga menjadi insan merugi dan di angkat menjadi mukhlisin". Yang membedakan nilai seorang pribadi adalah apa yang mereka lakukan sekarang, bukan segala sesuatu yang telah berlalu. Aku yang pintar dahulu, tidak berarti aku pintar sekarang. Aku yang dahulu tidak pintar, akan di nilai pintar jika aku dapat membuktikannya sekarang. Siapa diriku? Diriku adalah aku yang sekarang. Begitulah nilai dari pribadi seseorang. Kamu adalah kamu yang sekarang.

Lalu jariku menulis.
"Garisnya membuat dirimu lupa bahwa tadi bukanlah sekarang, ia bersambung seolah-olah satu. Tetapi tidak! Kesombongan dan iri hati membutakan pikiran dan membatasi keleluasaan. Padahal tanah tetaplah tanah sebelum ia di bentuk menjadi keramik. :)"

Aku hanya ingin tahu, karena dirimu adalah bagian dari diriku. Patutlah bagiku mengetahui apa-apa yang engkau rahasiakan. Karena bagiku engkau dan aku adalah 2 dalam 1. Sepasang kekasih. Aku melihat dirimu sebagai seorang kekasih. Dan predikat kekasih di dalam qalbuku hanyalah untuk dirimu seorang. Kini diriku tidak melihat dengan mata fisikku, karena aku mampu melihat dengan mata qalbuku. Aku tahu, predikat-predikat setiap manusia. Dan kamu adalah kekasih bagiku. Tidak mungkin malaikat-malaikat dapat menggantikan predikat itu.

Sayangku, aku sedikit lega bercampur dengan perasaan aneh, ketika aku mengetahui kenyataan itu. Dan aku harus menerimanya, karena dirimu adalah diriku. Kuharap aku mampu menanyakannya kepadamu. :)

Kamis, 07 Juli 2011

Nilai

Ketika aku memiliki uang 50 ribu, begitu mudahnya aku membeli makanan yang mahal-mahal dan menghabiskan uang 100 ribu ku itu dalam waktu 1 hari. Ketika aku memiliki uang 10 ribu, begitu tahannya diriku untuk membeli makanan yang murah tetapi cukup mengenyangkan dan menghabiskan uang itu dalam waktu 1 hari.

Manakah nilai yang lebih besar bagi diriku di waktu yang berbeda itu, antara 100 ribu dan 10 ribu? kedua nilai itu terlihat sama, karena aku memerlukan waktu yang sama untuk menghabiskan kedua nilai tersebut. Pada waktu yang berbeda, bisa jadi uang yang bernilai 100 ribu sama nilainya dengan 10 ribu. ~.~

Kemarin aku punya 1 Galon air dan aku bersedia membagikan seluruh air tersebut kepada siapa saja. Tetapi, tidak ada yang memintanya. Mereka juga punya lebih kurang sebanyak 1 Galon air itu juga. Di hari yang lain, aku hanya memiliki setengah galon air dan aku sedikit enggan untuk membagikannya kepada siapa saja, karena aku tau saat itu kita kekurangan air, tetapi mereka semua memintanya, sungguh mereka melupakan sikap mereka dahulu yang telah menilai rendah terhadap air. Begitu berharganya nilai air pada saat itu. ~.~

Ketika aku memiliki uang beserta beberapa perlengkapan bernilai 1M. Aku tidak tahu, yang manakah yang paling berharga dari harta yang ku miliki itu. Apakah mobilku? Apakah rumahku? yang manakah yang bernilai tinggi sehingga hartaku dapat bernilai 1M? Ketika aku kehilangan salah satu harta ku, aku mulai sadar akan nilai yang di miliki harta tersebut. Ternyata hanya cincin ku, ia bernilai 400Juta, dan aku sadar bahwa hartaku kini hanya tinggal 600juta, karena aku telah kehilangan harta senilai 400Juta. ~.~

Nilai sesuatu baru benar-benar dirimu pahami ketika kamu kehilangan sesuatu itu. :D

Percaya atau tidak, semakin tinggi nilai sesuatu, semakin tinggi pula kebahagiaan yang engkau dapat darinya. Nilai laptop atau handphonemu yang engkau anggap rendah, akan memberikan nilai kebahagiaan yang rendah pula. Nilai air yang engkau anggap tinggi, akan memberikan nilai kebahagiaan yang tinggi pula. Manusia tidak akan pernah cukup, jika ia tidak membuatnya menjadi cukup.

Suatu hari, bagiku nasi dan telur adalah makanan yang tinggi nilainya, sehingga ia dapat menjadikan diriku kenyang dan bersemangat untuk memakannya. Dilain waktu, aku yang telah berlimpahan nasi + telor menjadi bosan sehingga tidak lagi menyadari seberapa tingginya nilai makanan itu. Ia tidak lagi menjadikan diriku kenyang, tetapi menjadikan diriku tidak bersemangat untuk memakannya, bahkan aku sisakan makanan itu.


Nilai itu tidak hanya berasal dari hartamu. Persahabatan, cinta, kasih, dan sayang. Itu juga merupakan nilai yang tinggi nilainya.


Demikian pula persahabatan, cinta, kasih, dan sayang. Biasanya kamu akan lebih menghargainya ketika kamu telah kehilangannya. Jangan seperti itu, hargailah persahabatan, cinta, kasih, dan sayang yang engkau miliki setiap waktu, maka kamu tidak akan pernah kehilangannya.

No matter what happens, as long as you have a smile, a sincere heart and a good mind, our friendship will be forever. ^^v

and If I know what love is, it is because of you.

Jumat, 24 Juni 2011

Oke

Oke. Pernyataan setuju terhadap suatu keputusan. Dia dia dia, cinta yang ku tunggu-tunggu. Dia dia dia, lengkapi hidupku. Dia dia dia cinta yang kan mampu-mampu, menemaniku, mewarnai hidup ku. Kini ku berjalan dengan kata OK, tanpa melupakan dasar dan tujuan hidupku. Baiklah saatnya mengatakan OK di setiap waktu. Tidak lagi mempertanyakan sesuatu selama sesuatu itu tidak bertentangan dengan dasar dan tujuan hidupku. Saat ini OK adalah apapun yang aku katakan pada setiap keputusan yang tidak bertentangan dengan prinsip hidupku.

Baiklah, kata-kata OK ini akan membuang segala pemikiran buruk terhadap sesuatu yang nilainya tidak begitu urgent. Kata-kata ini akan membuat diriku menjadi lebih berani, percaya diri, dan melakukan yang terbaik untuk setiap tindakan yang kulakukan. Kata-kata ini akan membuat diriku siap menerima segala hasil yang akan terjadi. Prinsip keikhlasan tingkat tertinggi dari seorang manusia untuk menghiraukan apa hasil dari segala tindakan yang mereka lakukan, mereka hanya berprinsip melakukan yang terbaik dan tidak berbicara tentang hasil dari perbuatan yang mereka lakukan.

Rangkaian sebab-akibat membentuk kehidupan dengan segala sebab-akibat di dalamnya. Sebab-akibat yang tidak pernah berakhir, berproses dan membentuk perputaran ketetapan Allah dan selalu sama. OK. OK. dan OK. Karena begitu, aku tidak perlu lagi memikirkan nanti bagaimana hasilnya jika begini atau begitu. Yang perlu aku pikirkan adalah melakukan yang terbaik saat ini. OK. Mereka mau apa? OK, asal tidak bertentangan dengan prinsip dasar dan aku mampu melakukannya semuanya akan kulakukan. Apakah dia ingin kembali? OK, yang penting aku telah melakukan yang terbaik. Bagaimana jika dia menjadi berbeda? OK, yang penting aku telah berusaha dengan baik.

OK. Baiklah, OK. Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati. Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran. Melakukan keadilan adalah kesukaan bagi orang benar, tetapi menakutkan orang yang berbuat jahat.