Aku lebih memilih mendengarkan musik dan menuliskan ceritaku daripada harus berpikir tentang banyak hal yang tidak penting. hehe.
Memperhatikan dan melihat banyak hal-hal yang membuat diriku menjadi sedikit pusing, merasa tidak penting dan yaaaaah, taulah selalu tentang itu. Sedikit wudhu, sambil mendengarkan lagu depapepe dan menuliskan apa yang aku inginkan selalu dapat mengobati apa yang aku inginkan. Panggilan jiwa, sedikit tahap bagi diriku untuk dapat lebih mengontrol jiwa. Mungkin pelampiasan menuju tulisan adalah salah satu jawabannya, jika aku dapat melakukannya dengan lebih baik, pasti itu sangat jauh lebih menyenangkan. Dapat mengabaikan sejuta hal tidak penting dalam kehidupanku.
Dan aku kembali tersadar, betapa nyamannya hari-hari ku di masa lalu. Tanpa perlu memikirkan hal-hal yang membuat otak ku menjadi bercabang. Keistimewaan yang membebani pikiranku atau aku terlalu terbiasa dengan kondisi itu? Aku terlalu banyak berpikir dan hal-hal yang membuat otakku berpikir ke arah yang tidak perlu kadang-kadang membuat diriku ingin melepaskannya. Alangkah indahnya jika dia dapat bersama orang yang tepat, bukan orang seperti ku yang terlalu banyak berpikir. ~.~
Inilah dirikua, dan aku tidak dapat mengubah hal itu. Aku akan selalu seperti ini, lebih baik menyendiri dan melakukan apa yang aku anggap benar. Melakukan yang terbaik walaupun tidak ada orang yang menyangka bahwa hal itu baik. Berdiam adalah emas, dan berbicara adalah perak. ~.~, aku akan lebih memilih emas, jika terlalu lama berdiam maka semuanya akan sedikit berbeda. huhuhuhuh....
Duniaku sangat berbeda. Aku telah menuliskan beberapa kalimat dan mereka merusak semuanya. Menghilangkan tulisan luapan emosiku, sehingga aku harus kembali mengulang untuk menulis catatan ini. Sehingga benar-benar menjadi ke catatan. Ehm, aku mulai kembali, tersadar sebenarnya aku sangat menginginkan dirinya benar-benar bahagia, tetapi aku bingung apa yang benar-benar dapat aku lakukan untuk membuatnya bahagia. Aku tidak yakin aku benar-benar dapat menjadikan dirinya bahagia, aku pikir, dia pasti bisa lebih baik dari diriku, diriku hanyalah pelarian karena memang dia tidak memiliki pilihan lain selain diriku. Tidak masalah, asalkan dia dapat menjadi bahagia karenanya, tetapi aku akan mengusahakan yang terbaik baginya. Kini aku kembali dengan pemikiranku bahwa sebenarnya semuanya adalah kepentingan, cinta sejati mungkin ada tetapi sangat sulit untuk di ciptakan. ~.~
Aku hanyalah kepentingan baginya sehingga aku menjadi sahabat dekatnya. Hanya sebatas itu. Mungkin, bisa ya atau tidak. Ya, aku berpikir demikian. Karena apa yang dia anggap penting, itulah yang akan dia buat. Berdasarkan ego dan kepentingan yang masing-masing manusia miliki. Sedang diriku sedikit berbeda, karena kehidupanku tidak lagi memiliki kepentingan kecuali karena-Nya. Aku menciptakan kepentingan menimbulkan rasa, benci, sayang, cinta, dan sebagainya. Aku pikir aku dapat menciptakan sesuatu yang diciptakan otak itu dengan benar-benar mengontrol otak yang ada di kepalaku ini.
Ketika itu, benar-benar melepaskan sumber kesengsaraan manusiawi. Naik ketingkat yang lebih tinggi dengan memfokuskan kepentinga hanya karena-Nya. Dengan begitu aku berbuat bukan karena diriku, tetapi karena-Nya yang selalu menjadi penuntun ku melakukan segala sesuatu di kehidupan ini. Tentu, tidak ada manusia yang sama karena tidak mungkin ada 2 manusia dengan lingkungan yang 100% sama, mungkin kesamaan itu bisa mencapai 99%, tetapi tidak untuk 100%. Mungkin..~.~
Aku memiliki pola pikir ku sendiri sehingga aku berpikir demikian dimana mereka mungkin memiliki cara berpikir yang berbeda sehingga mereka tetap berada pada jalan ini. Aku dapat mengatakan sebenarnya aku hanya tau, bahwa Tuan adalah apa yang menjadi tuntunanku dalam menjalankan kehidupan ini. Dan hanya itu, karena itu aku yakin tugas ku hanya melakukan yang terbaik dari apa yang telah aku pahami sekarang, nanti, hingga ajal menjemput ku. Bagaikan tanah yang tugasnya menjadi tempat tumbuhnya tanaman, aku akan menjalankan tugas sebagaimana Tuan menciptakan ku. Aku tidak akan lari dari kenyataan itu.
Its a lonely time when you know that others is just you.
Detik yang ku lalui adalah untuk berbagi kebahagiaan. Tetapi kebahagiaan itu tidak dapat di bagikan, karena aku sendiri bingung dengan kebahagiaan yang aku miliki. Apakah aku benar-benar bahagia? Seharusnya aku mengerti apa yang dia inginkan. Tetapi belenggu keinginan idealisme mendapatkan kesempurnaan bagiku dan dia. Itu yang membuat diriku penasaran, alangkah lebih baiknya jika semua di mulai dan berakhir di jalan pertama. Bagaikan jalan lurus yang pada akhirnya akan kembali ke awal jalan itu di mulai. Jika kamu berubah arah, jejak kakimu di jalan yang telah berlalu akan tetap ada dan kamu tidak akan pernah seutuhnya berada di jalan yang awal.
Jika semua ini dapat berakhir, bercampur perasaan sedih dan senang manusiawi ku. Dan akhirnya jika benar-benar berakhir, aku dapat menjadi pribadi yang lebih baik dengan memahami apa sebenarnya yang dinamakan kepentingan dan kehidupan. Aku akan membuang kepentingan itu dan menjalani kehidupan yang benar-benar lurus tanpa kepentingan apapun, karena bagaimanapun aku hanyalah aku tidak dapat bersatu dengan pribadi yang lain. Aku akan menjalani kehidupan ku sesuai dengan kehendak-Nya yang telah menuntunku.
Kenapa aku selalu memiliki pemikiran yang seperti ini ya? Bingung...~.~, alangkah tidak menariknya memiliki pemikiran-pemikiran tidak penting seperti ini, walaupun itu semua adalah awal dari pengontrolan emosi secara keseluruhan dengan benar-benar mengenal perasaan yang ada di dalam kepala, dan dapat menciptakan atau menghancurkanya sesuai dengan keinginan otak.
I'll always do the best and believe my light will never fades away.
Hakuna matata.
Que sera, sera.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar