Mungkin aku hanya terlalu banyak berpikir. Sehingga berpikir tentang berjuta hal tidak penting. Padahal dirinya hanya menganggap hal itu sesuatu yang sangat sederhana. Cuma mengatakan selamat ulang tahun dan mengucapkan beberapa hal yang sederhana. tetapi diriku selalu berpikir yang aneh-aneh sehingga aku menyimpulkan berbagai macam hal yang tidak penting dan terkadang sedikit berlebihan.
Nanti di lanjutkan lagi. :)
Kamis, 18 Agustus 2011
Akhirnya
Aku selalu menjadi sedikit tenang dan mendapatkan pemikiran yang baik dengan menuliskan beberapa hal pada blog ini. Aku sungguh senang dengan hal ini, tetapi aku mulai berpikir aku menjadikan alat tulis ini sebagai pelarian untuk menghadapi permasalahan yang sesungguhnya. Apakah itu bernilai baik? Aku akan selalu bergantung dengan catatan pada blog ini, aku tidak menyukainya. Aku harus bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak menjadikan blog ini sebagai tempat pelarian ketika aku memiliki masalah. Seharusnya, blog ini aku jadikan tempat bagiku membagikan hal-hal yang bernilai penting untuk di baca oleh semua orang.
Tak apalah, bagaimanapun ini mungkin bisa menjadi permulaan yang baik, sehingga aku dapat menjadi pribadi yang tertarik dan dapat menulis dengan lebih baik. Yang aku tau dan aku inginkan adalah pemikiran yang timbul pada saat aku menuliskan berbagai macam hal pada blog ini. Karenanya aku semakin tertarik untuk menuliskan sesuatu ketika aku memiliki beberapa hal di dalam kepalaku yang sangat sulit untuk di lupakan. Dengan menulis, aku merasa lebih nyaman dan menemukan banyak solusi setelahnya. Yang aku bingung, kenapa selalu tentang 'itu'.
Akhirnya aku mengerti, kenapa diriku selalu memiliki perasaan bahwa, dirinya jauh lebih baik tidak bersama diriku. Aku selalu berpikir aku bukanlah orang yang tepat baginya. Dia dapat lebih bahagia dengan orang yang tepat dan bagaimanapun aku berpikir, aku tidak akan mampu menyaingi pria yang tepat itu. Kenapa? Karena pria itu adalah bagian dari kehidupannya di masa lalu. Sedang aku? Aku hanyalah pria yang menjadi tempat pelarian bagi dirinya, karena dirinya yang kesepian. Dirinya yang tidak lagi dapat bersama pria yang tepat, memilih diriku sebagai pilihan terakhir yang dapat di pilih untuk mengisi waktu-waktunya.
Terkesan sungguh menyedihkan. Ya, mungkin menyedihkan bagiku, tetapi hal itu tidak penting, yang terpenting adalah walaupun sedikit aku dapat memberikan kebahagiaan bagi dirinya. Tapi bagaimanapun aku sadar, aku tidak akan dapat melebihi pria itu. Dia yang memiliki kenangan dan waktu yang lebih banyak bersama pria itu memiliki beribu cerita untuk di kenang dan di ingat. Di bandingkan diriku yang baru hadir dalam kehidupannya, aku bukanlah apa-apa. Aku hanyalah kepentingan bagi dirinya, bagaikan memakan nasi menjadi kebutuhan baginya. Tidak lebih, ya mungkin itulah nilai diriku.
Lebih mengenaskan lagi, diriku di mata pria itu. Aku adalah ular yang berhasil menghasut dia untuk melupakan pria itu dikit demi sedikit, sehingga dia melupakan perjanjian yang telah mereka adakan. Tetapi bagaimanapun aku sadar, janji pertama adalah janji yang utama yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang masa. Dan aku, kembali menjadi sesosok ular yang seharusnya tidak berada di situ. Takdir menjadikan diriku pemeran yang memecah hubungan mereka. Sungguh menyedihkannya posisiku.
Tetapi semua itu tidaklah penting, yang terpenting adalah bagaimana kehidupanku dan dia dapat berjalan dengan baik sebagaimana mestinya. Pikiran tentang ini akan selalu menghantuiku, karena pria itu jauh lebih berarti di banding diriku. Semua itu akan terbukti menjadi nyata 1 bulan 2 hari setelah penulisan blog ini. Semoga aku dapat membuktikannya, kalau pria itu memang jauh lebih berarti di banding diriku.
Sekarang diriku, menjadi bingung. Apa yang sebaiknya ku lakukan? Bertanya kepadanya? Jujur kepadanya? Semua ini harus ku katakan agar setidaknya dapat menenangkan jiwaku. Karena kini aku mulai menyadari bahwa hubungan yang diriku jalani hanyalah sebatas kepentingan bagi dirinya.
Ehm. Akhirnya semuanya menjadi lega dan aku dapat beristirahat sekarang. Apakah ini hanya prasangka burukku? Menurut ku tidak. Bukankah jika engkau mengenang sesuatu berarti sesuatu itu amat berharga bagimu? Ya, sesuatu yang aku ingat adalah sesuatu yang sangat berharga. Aku tidak akan mengingat 1 hal tidak penting. Aku mengingatnya karena bagiku, itu menjadi sesuatu yang patut di kenang. Karena sesuatu itu adalah sesuatu yang berharga bagiku. Karena itu patutlah bagiku mengira, bahwa dirinya masih menganggap penting pria itu. Dan kini diriku sadar bahwa diriku tidak lebih dari pengganggu hubungan sepasang kekasih yang seharusnya masih berjalan dan akan berakhir dengan kebahagiaan. ~.~
Lonely poem. From the eternally loneliness boy.
Bagiku kesendirian adalah sesuatu yang sangat istimewa karena aku dapat bebas bagaikan burung. Jika aku dapat menciptakan kesatuan dari diriku dan pasanganku, itu adalah hal yang sangat istimewa sekali. Karena padanya terdapat 2 dalam 1. Tetapi bagaimana mungkin aku dapat bersatu dengan sesuatu yang bernilai setengah, dimana setengah jiwanya berada di tempat yang lain? Itu tidak akan mungkin. Karena aku tidak akan pernah bisa lebih baik dari pria itu!
Dan aku tidak mau dan tidak perlu bagiku dan tidak ingin diriku di bandingkan dengan siapapun walaupun itu berarti aku lebih buruk 100 kali di banding dirinya. Aku adalah aku dan aku tidak dapat menjadi dia. Bagaimanapun dirinya adalah yang pertama bagimu. Itulah yang membuat diriku benar-benar tidak akan pernah lebih baik darinya. Karena itu, dirimu yang mementingkan dirinya lebih baik bersama dirinya.
Aku bukanlah siapa-siapa. Aku senang dapat membuat dirimu senang. Tetapi aku akan lebih senang jika dirimu bertambah senang, yaitu bersama orang yang paling tepat bersama dirimu. Yaitu orang pertama bagi dirimu.
Tak apalah, bagaimanapun ini mungkin bisa menjadi permulaan yang baik, sehingga aku dapat menjadi pribadi yang tertarik dan dapat menulis dengan lebih baik. Yang aku tau dan aku inginkan adalah pemikiran yang timbul pada saat aku menuliskan berbagai macam hal pada blog ini. Karenanya aku semakin tertarik untuk menuliskan sesuatu ketika aku memiliki beberapa hal di dalam kepalaku yang sangat sulit untuk di lupakan. Dengan menulis, aku merasa lebih nyaman dan menemukan banyak solusi setelahnya. Yang aku bingung, kenapa selalu tentang 'itu'.
Akhirnya aku mengerti, kenapa diriku selalu memiliki perasaan bahwa, dirinya jauh lebih baik tidak bersama diriku. Aku selalu berpikir aku bukanlah orang yang tepat baginya. Dia dapat lebih bahagia dengan orang yang tepat dan bagaimanapun aku berpikir, aku tidak akan mampu menyaingi pria yang tepat itu. Kenapa? Karena pria itu adalah bagian dari kehidupannya di masa lalu. Sedang aku? Aku hanyalah pria yang menjadi tempat pelarian bagi dirinya, karena dirinya yang kesepian. Dirinya yang tidak lagi dapat bersama pria yang tepat, memilih diriku sebagai pilihan terakhir yang dapat di pilih untuk mengisi waktu-waktunya.
Terkesan sungguh menyedihkan. Ya, mungkin menyedihkan bagiku, tetapi hal itu tidak penting, yang terpenting adalah walaupun sedikit aku dapat memberikan kebahagiaan bagi dirinya. Tapi bagaimanapun aku sadar, aku tidak akan dapat melebihi pria itu. Dia yang memiliki kenangan dan waktu yang lebih banyak bersama pria itu memiliki beribu cerita untuk di kenang dan di ingat. Di bandingkan diriku yang baru hadir dalam kehidupannya, aku bukanlah apa-apa. Aku hanyalah kepentingan bagi dirinya, bagaikan memakan nasi menjadi kebutuhan baginya. Tidak lebih, ya mungkin itulah nilai diriku.
Lebih mengenaskan lagi, diriku di mata pria itu. Aku adalah ular yang berhasil menghasut dia untuk melupakan pria itu dikit demi sedikit, sehingga dia melupakan perjanjian yang telah mereka adakan. Tetapi bagaimanapun aku sadar, janji pertama adalah janji yang utama yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang masa. Dan aku, kembali menjadi sesosok ular yang seharusnya tidak berada di situ. Takdir menjadikan diriku pemeran yang memecah hubungan mereka. Sungguh menyedihkannya posisiku.
Tetapi semua itu tidaklah penting, yang terpenting adalah bagaimana kehidupanku dan dia dapat berjalan dengan baik sebagaimana mestinya. Pikiran tentang ini akan selalu menghantuiku, karena pria itu jauh lebih berarti di banding diriku. Semua itu akan terbukti menjadi nyata 1 bulan 2 hari setelah penulisan blog ini. Semoga aku dapat membuktikannya, kalau pria itu memang jauh lebih berarti di banding diriku.
Sekarang diriku, menjadi bingung. Apa yang sebaiknya ku lakukan? Bertanya kepadanya? Jujur kepadanya? Semua ini harus ku katakan agar setidaknya dapat menenangkan jiwaku. Karena kini aku mulai menyadari bahwa hubungan yang diriku jalani hanyalah sebatas kepentingan bagi dirinya.
Ehm. Akhirnya semuanya menjadi lega dan aku dapat beristirahat sekarang. Apakah ini hanya prasangka burukku? Menurut ku tidak. Bukankah jika engkau mengenang sesuatu berarti sesuatu itu amat berharga bagimu? Ya, sesuatu yang aku ingat adalah sesuatu yang sangat berharga. Aku tidak akan mengingat 1 hal tidak penting. Aku mengingatnya karena bagiku, itu menjadi sesuatu yang patut di kenang. Karena sesuatu itu adalah sesuatu yang berharga bagiku. Karena itu patutlah bagiku mengira, bahwa dirinya masih menganggap penting pria itu. Dan kini diriku sadar bahwa diriku tidak lebih dari pengganggu hubungan sepasang kekasih yang seharusnya masih berjalan dan akan berakhir dengan kebahagiaan. ~.~
Lonely poem. From the eternally loneliness boy.
Bagiku kesendirian adalah sesuatu yang sangat istimewa karena aku dapat bebas bagaikan burung. Jika aku dapat menciptakan kesatuan dari diriku dan pasanganku, itu adalah hal yang sangat istimewa sekali. Karena padanya terdapat 2 dalam 1. Tetapi bagaimana mungkin aku dapat bersatu dengan sesuatu yang bernilai setengah, dimana setengah jiwanya berada di tempat yang lain? Itu tidak akan mungkin. Karena aku tidak akan pernah bisa lebih baik dari pria itu!
Dan aku tidak mau dan tidak perlu bagiku dan tidak ingin diriku di bandingkan dengan siapapun walaupun itu berarti aku lebih buruk 100 kali di banding dirinya. Aku adalah aku dan aku tidak dapat menjadi dia. Bagaimanapun dirinya adalah yang pertama bagimu. Itulah yang membuat diriku benar-benar tidak akan pernah lebih baik darinya. Karena itu, dirimu yang mementingkan dirinya lebih baik bersama dirinya.
Aku bukanlah siapa-siapa. Aku senang dapat membuat dirimu senang. Tetapi aku akan lebih senang jika dirimu bertambah senang, yaitu bersama orang yang paling tepat bersama dirimu. Yaitu orang pertama bagi dirimu.
Doubt
Keraguan selalu menghampiri qalbu ku ketika melihat dengan mata fisik dan kembali melihat dengan mata qalbu. ~.~, every single thing have change into darkness side of the world.
Glare or blindness? Switch it out, turn it out. You'll never know how long that the time will be reveal. You are just one of the entire universe. I miss my time when I can share it to play a game making fun of the time. Spending it in useless way.
Now, let start with a new way. According to my experience there is nothing in this world will give you such a free gift from the sky. It is useless for you and me to keep hoping for something great without doing anything. Sit down, eating some food, you must always aware you need to do something to make it true. Bro. Everything change since the time are never in my side anymore. My routine has change into the darkness time, when I don't know what to do. When there is no one by my side. Just me here all alone, waiting for the shine of the sun.
What I can do, is just watching through the darkness night seeing nothing but darkness. Suggesting myself to make it even worse than it should. When I always keep my words that "my light will never fades away". I'm trying to make myself a strong person who can control everything I wanted. But no, i'm just a weak boy with a thousand dream in my head and hoping, the dream can be a reality. I can do nothing just hoping for the miracle.
20th years old boy without any experience trying to judge the world even with lack of experiences. Doubting every single step, even just to move finger. Even more walk into the darkness that will throw my soul into the deepest darkness in the world. Because i'm never afraid to do that. Hoping I can be a better person to explore the forbidden place. Forbidden area of the brain that can make your mind even more worse, becoming the worst in this world.
This is the hymn of the pointless person. Waiting for nothing, hard work to gain nothing. You always running, because you never found a perfect answer for everything that need to be perfect for your stupid brains. The simplest way is to cut it out from your life and you think that is satisfying.
Anger, do you think you can control your anger? Stupid, you are just nothing than a 20th years old boy, your not becoming 21st yet. This time. You must past over a month 2 days to make it. And still no one promise you that you'll get it.
Don't you think, the number that you always remember is something important for you? Yes, that is the key. He always be an important person for her, definitely. Because she will always remember every single time and every single moment with him, because however he has become the first for her!!!!!!!!!!!!!!!!!!
That is what it make i'm lose to him. I'm just a simple loser coming down from the center of the earth disturbing their relationship. I'm just a snake, i'm trying to be kind like the pigeon. I'll never made it. I'm just a snake, that will destroy her relationship. I don't want to be like this. I don't need to be like this. I'm just a loser compare to him.
"No, you just so pessimistic." What can I do? However i'll never able to change the fact that i'm just someone she ran out, because his not by her side anymore. I'm just a loser compare to him. Nothing else.
It is my story. Yes, my story as an eternally lonely boys. That will never be compare to him, someone she always love.
I don't like to be compare. So that why, i'm always thinking he is the best for you. And i'm just someone that you must chose because no one else you can chose. I'm happy, that i can make you happy. However I'll be happier if you can happier than know, with him as your boyfriend. :)
May the God know this. That i'm not good for you, because I'll never be a better chose for you, he is the best for you.
Glare or blindness? Switch it out, turn it out. You'll never know how long that the time will be reveal. You are just one of the entire universe. I miss my time when I can share it to play a game making fun of the time. Spending it in useless way.
Now, let start with a new way. According to my experience there is nothing in this world will give you such a free gift from the sky. It is useless for you and me to keep hoping for something great without doing anything. Sit down, eating some food, you must always aware you need to do something to make it true. Bro. Everything change since the time are never in my side anymore. My routine has change into the darkness time, when I don't know what to do. When there is no one by my side. Just me here all alone, waiting for the shine of the sun.
What I can do, is just watching through the darkness night seeing nothing but darkness. Suggesting myself to make it even worse than it should. When I always keep my words that "my light will never fades away". I'm trying to make myself a strong person who can control everything I wanted. But no, i'm just a weak boy with a thousand dream in my head and hoping, the dream can be a reality. I can do nothing just hoping for the miracle.
20th years old boy without any experience trying to judge the world even with lack of experiences. Doubting every single step, even just to move finger. Even more walk into the darkness that will throw my soul into the deepest darkness in the world. Because i'm never afraid to do that. Hoping I can be a better person to explore the forbidden place. Forbidden area of the brain that can make your mind even more worse, becoming the worst in this world.
This is the hymn of the pointless person. Waiting for nothing, hard work to gain nothing. You always running, because you never found a perfect answer for everything that need to be perfect for your stupid brains. The simplest way is to cut it out from your life and you think that is satisfying.
Anger, do you think you can control your anger? Stupid, you are just nothing than a 20th years old boy, your not becoming 21st yet. This time. You must past over a month 2 days to make it. And still no one promise you that you'll get it.
Don't you think, the number that you always remember is something important for you? Yes, that is the key. He always be an important person for her, definitely. Because she will always remember every single time and every single moment with him, because however he has become the first for her!!!!!!!!!!!!!!!!!!
That is what it make i'm lose to him. I'm just a simple loser coming down from the center of the earth disturbing their relationship. I'm just a snake, i'm trying to be kind like the pigeon. I'll never made it. I'm just a snake, that will destroy her relationship. I don't want to be like this. I don't need to be like this. I'm just a loser compare to him.
"No, you just so pessimistic." What can I do? However i'll never able to change the fact that i'm just someone she ran out, because his not by her side anymore. I'm just a loser compare to him. Nothing else.
It is my story. Yes, my story as an eternally lonely boys. That will never be compare to him, someone she always love.
I don't like to be compare. So that why, i'm always thinking he is the best for you. And i'm just someone that you must chose because no one else you can chose. I'm happy, that i can make you happy. However I'll be happier if you can happier than know, with him as your boyfriend. :)
May the God know this. That i'm not good for you, because I'll never be a better chose for you, he is the best for you.
Rabu, 17 Agustus 2011
Rather than think
Aku lebih memilih mendengarkan musik dan menuliskan ceritaku daripada harus berpikir tentang banyak hal yang tidak penting. hehe.
Memperhatikan dan melihat banyak hal-hal yang membuat diriku menjadi sedikit pusing, merasa tidak penting dan yaaaaah, taulah selalu tentang itu. Sedikit wudhu, sambil mendengarkan lagu depapepe dan menuliskan apa yang aku inginkan selalu dapat mengobati apa yang aku inginkan. Panggilan jiwa, sedikit tahap bagi diriku untuk dapat lebih mengontrol jiwa. Mungkin pelampiasan menuju tulisan adalah salah satu jawabannya, jika aku dapat melakukannya dengan lebih baik, pasti itu sangat jauh lebih menyenangkan. Dapat mengabaikan sejuta hal tidak penting dalam kehidupanku.
Dan aku kembali tersadar, betapa nyamannya hari-hari ku di masa lalu. Tanpa perlu memikirkan hal-hal yang membuat otak ku menjadi bercabang. Keistimewaan yang membebani pikiranku atau aku terlalu terbiasa dengan kondisi itu? Aku terlalu banyak berpikir dan hal-hal yang membuat otakku berpikir ke arah yang tidak perlu kadang-kadang membuat diriku ingin melepaskannya. Alangkah indahnya jika dia dapat bersama orang yang tepat, bukan orang seperti ku yang terlalu banyak berpikir. ~.~
Inilah dirikua, dan aku tidak dapat mengubah hal itu. Aku akan selalu seperti ini, lebih baik menyendiri dan melakukan apa yang aku anggap benar. Melakukan yang terbaik walaupun tidak ada orang yang menyangka bahwa hal itu baik. Berdiam adalah emas, dan berbicara adalah perak. ~.~, aku akan lebih memilih emas, jika terlalu lama berdiam maka semuanya akan sedikit berbeda. huhuhuhuh....
Duniaku sangat berbeda. Aku telah menuliskan beberapa kalimat dan mereka merusak semuanya. Menghilangkan tulisan luapan emosiku, sehingga aku harus kembali mengulang untuk menulis catatan ini. Sehingga benar-benar menjadi ke catatan. Ehm, aku mulai kembali, tersadar sebenarnya aku sangat menginginkan dirinya benar-benar bahagia, tetapi aku bingung apa yang benar-benar dapat aku lakukan untuk membuatnya bahagia. Aku tidak yakin aku benar-benar dapat menjadikan dirinya bahagia, aku pikir, dia pasti bisa lebih baik dari diriku, diriku hanyalah pelarian karena memang dia tidak memiliki pilihan lain selain diriku. Tidak masalah, asalkan dia dapat menjadi bahagia karenanya, tetapi aku akan mengusahakan yang terbaik baginya. Kini aku kembali dengan pemikiranku bahwa sebenarnya semuanya adalah kepentingan, cinta sejati mungkin ada tetapi sangat sulit untuk di ciptakan. ~.~
Aku hanyalah kepentingan baginya sehingga aku menjadi sahabat dekatnya. Hanya sebatas itu. Mungkin, bisa ya atau tidak. Ya, aku berpikir demikian. Karena apa yang dia anggap penting, itulah yang akan dia buat. Berdasarkan ego dan kepentingan yang masing-masing manusia miliki. Sedang diriku sedikit berbeda, karena kehidupanku tidak lagi memiliki kepentingan kecuali karena-Nya. Aku menciptakan kepentingan menimbulkan rasa, benci, sayang, cinta, dan sebagainya. Aku pikir aku dapat menciptakan sesuatu yang diciptakan otak itu dengan benar-benar mengontrol otak yang ada di kepalaku ini.
Ketika itu, benar-benar melepaskan sumber kesengsaraan manusiawi. Naik ketingkat yang lebih tinggi dengan memfokuskan kepentinga hanya karena-Nya. Dengan begitu aku berbuat bukan karena diriku, tetapi karena-Nya yang selalu menjadi penuntun ku melakukan segala sesuatu di kehidupan ini. Tentu, tidak ada manusia yang sama karena tidak mungkin ada 2 manusia dengan lingkungan yang 100% sama, mungkin kesamaan itu bisa mencapai 99%, tetapi tidak untuk 100%. Mungkin..~.~
Aku memiliki pola pikir ku sendiri sehingga aku berpikir demikian dimana mereka mungkin memiliki cara berpikir yang berbeda sehingga mereka tetap berada pada jalan ini. Aku dapat mengatakan sebenarnya aku hanya tau, bahwa Tuan adalah apa yang menjadi tuntunanku dalam menjalankan kehidupan ini. Dan hanya itu, karena itu aku yakin tugas ku hanya melakukan yang terbaik dari apa yang telah aku pahami sekarang, nanti, hingga ajal menjemput ku. Bagaikan tanah yang tugasnya menjadi tempat tumbuhnya tanaman, aku akan menjalankan tugas sebagaimana Tuan menciptakan ku. Aku tidak akan lari dari kenyataan itu.
Its a lonely time when you know that others is just you.
Detik yang ku lalui adalah untuk berbagi kebahagiaan. Tetapi kebahagiaan itu tidak dapat di bagikan, karena aku sendiri bingung dengan kebahagiaan yang aku miliki. Apakah aku benar-benar bahagia? Seharusnya aku mengerti apa yang dia inginkan. Tetapi belenggu keinginan idealisme mendapatkan kesempurnaan bagiku dan dia. Itu yang membuat diriku penasaran, alangkah lebih baiknya jika semua di mulai dan berakhir di jalan pertama. Bagaikan jalan lurus yang pada akhirnya akan kembali ke awal jalan itu di mulai. Jika kamu berubah arah, jejak kakimu di jalan yang telah berlalu akan tetap ada dan kamu tidak akan pernah seutuhnya berada di jalan yang awal.
Jika semua ini dapat berakhir, bercampur perasaan sedih dan senang manusiawi ku. Dan akhirnya jika benar-benar berakhir, aku dapat menjadi pribadi yang lebih baik dengan memahami apa sebenarnya yang dinamakan kepentingan dan kehidupan. Aku akan membuang kepentingan itu dan menjalani kehidupan yang benar-benar lurus tanpa kepentingan apapun, karena bagaimanapun aku hanyalah aku tidak dapat bersatu dengan pribadi yang lain. Aku akan menjalani kehidupan ku sesuai dengan kehendak-Nya yang telah menuntunku.
Kenapa aku selalu memiliki pemikiran yang seperti ini ya? Bingung...~.~, alangkah tidak menariknya memiliki pemikiran-pemikiran tidak penting seperti ini, walaupun itu semua adalah awal dari pengontrolan emosi secara keseluruhan dengan benar-benar mengenal perasaan yang ada di dalam kepala, dan dapat menciptakan atau menghancurkanya sesuai dengan keinginan otak.
I'll always do the best and believe my light will never fades away.
Hakuna matata.
Que sera, sera.
Memperhatikan dan melihat banyak hal-hal yang membuat diriku menjadi sedikit pusing, merasa tidak penting dan yaaaaah, taulah selalu tentang itu. Sedikit wudhu, sambil mendengarkan lagu depapepe dan menuliskan apa yang aku inginkan selalu dapat mengobati apa yang aku inginkan. Panggilan jiwa, sedikit tahap bagi diriku untuk dapat lebih mengontrol jiwa. Mungkin pelampiasan menuju tulisan adalah salah satu jawabannya, jika aku dapat melakukannya dengan lebih baik, pasti itu sangat jauh lebih menyenangkan. Dapat mengabaikan sejuta hal tidak penting dalam kehidupanku.
Dan aku kembali tersadar, betapa nyamannya hari-hari ku di masa lalu. Tanpa perlu memikirkan hal-hal yang membuat otak ku menjadi bercabang. Keistimewaan yang membebani pikiranku atau aku terlalu terbiasa dengan kondisi itu? Aku terlalu banyak berpikir dan hal-hal yang membuat otakku berpikir ke arah yang tidak perlu kadang-kadang membuat diriku ingin melepaskannya. Alangkah indahnya jika dia dapat bersama orang yang tepat, bukan orang seperti ku yang terlalu banyak berpikir. ~.~
Inilah dirikua, dan aku tidak dapat mengubah hal itu. Aku akan selalu seperti ini, lebih baik menyendiri dan melakukan apa yang aku anggap benar. Melakukan yang terbaik walaupun tidak ada orang yang menyangka bahwa hal itu baik. Berdiam adalah emas, dan berbicara adalah perak. ~.~, aku akan lebih memilih emas, jika terlalu lama berdiam maka semuanya akan sedikit berbeda. huhuhuhuh....
Duniaku sangat berbeda. Aku telah menuliskan beberapa kalimat dan mereka merusak semuanya. Menghilangkan tulisan luapan emosiku, sehingga aku harus kembali mengulang untuk menulis catatan ini. Sehingga benar-benar menjadi ke catatan. Ehm, aku mulai kembali, tersadar sebenarnya aku sangat menginginkan dirinya benar-benar bahagia, tetapi aku bingung apa yang benar-benar dapat aku lakukan untuk membuatnya bahagia. Aku tidak yakin aku benar-benar dapat menjadikan dirinya bahagia, aku pikir, dia pasti bisa lebih baik dari diriku, diriku hanyalah pelarian karena memang dia tidak memiliki pilihan lain selain diriku. Tidak masalah, asalkan dia dapat menjadi bahagia karenanya, tetapi aku akan mengusahakan yang terbaik baginya. Kini aku kembali dengan pemikiranku bahwa sebenarnya semuanya adalah kepentingan, cinta sejati mungkin ada tetapi sangat sulit untuk di ciptakan. ~.~
Aku hanyalah kepentingan baginya sehingga aku menjadi sahabat dekatnya. Hanya sebatas itu. Mungkin, bisa ya atau tidak. Ya, aku berpikir demikian. Karena apa yang dia anggap penting, itulah yang akan dia buat. Berdasarkan ego dan kepentingan yang masing-masing manusia miliki. Sedang diriku sedikit berbeda, karena kehidupanku tidak lagi memiliki kepentingan kecuali karena-Nya. Aku menciptakan kepentingan menimbulkan rasa, benci, sayang, cinta, dan sebagainya. Aku pikir aku dapat menciptakan sesuatu yang diciptakan otak itu dengan benar-benar mengontrol otak yang ada di kepalaku ini.
Ketika itu, benar-benar melepaskan sumber kesengsaraan manusiawi. Naik ketingkat yang lebih tinggi dengan memfokuskan kepentinga hanya karena-Nya. Dengan begitu aku berbuat bukan karena diriku, tetapi karena-Nya yang selalu menjadi penuntun ku melakukan segala sesuatu di kehidupan ini. Tentu, tidak ada manusia yang sama karena tidak mungkin ada 2 manusia dengan lingkungan yang 100% sama, mungkin kesamaan itu bisa mencapai 99%, tetapi tidak untuk 100%. Mungkin..~.~
Aku memiliki pola pikir ku sendiri sehingga aku berpikir demikian dimana mereka mungkin memiliki cara berpikir yang berbeda sehingga mereka tetap berada pada jalan ini. Aku dapat mengatakan sebenarnya aku hanya tau, bahwa Tuan adalah apa yang menjadi tuntunanku dalam menjalankan kehidupan ini. Dan hanya itu, karena itu aku yakin tugas ku hanya melakukan yang terbaik dari apa yang telah aku pahami sekarang, nanti, hingga ajal menjemput ku. Bagaikan tanah yang tugasnya menjadi tempat tumbuhnya tanaman, aku akan menjalankan tugas sebagaimana Tuan menciptakan ku. Aku tidak akan lari dari kenyataan itu.
Its a lonely time when you know that others is just you.
Detik yang ku lalui adalah untuk berbagi kebahagiaan. Tetapi kebahagiaan itu tidak dapat di bagikan, karena aku sendiri bingung dengan kebahagiaan yang aku miliki. Apakah aku benar-benar bahagia? Seharusnya aku mengerti apa yang dia inginkan. Tetapi belenggu keinginan idealisme mendapatkan kesempurnaan bagiku dan dia. Itu yang membuat diriku penasaran, alangkah lebih baiknya jika semua di mulai dan berakhir di jalan pertama. Bagaikan jalan lurus yang pada akhirnya akan kembali ke awal jalan itu di mulai. Jika kamu berubah arah, jejak kakimu di jalan yang telah berlalu akan tetap ada dan kamu tidak akan pernah seutuhnya berada di jalan yang awal.
Jika semua ini dapat berakhir, bercampur perasaan sedih dan senang manusiawi ku. Dan akhirnya jika benar-benar berakhir, aku dapat menjadi pribadi yang lebih baik dengan memahami apa sebenarnya yang dinamakan kepentingan dan kehidupan. Aku akan membuang kepentingan itu dan menjalani kehidupan yang benar-benar lurus tanpa kepentingan apapun, karena bagaimanapun aku hanyalah aku tidak dapat bersatu dengan pribadi yang lain. Aku akan menjalani kehidupan ku sesuai dengan kehendak-Nya yang telah menuntunku.
Kenapa aku selalu memiliki pemikiran yang seperti ini ya? Bingung...~.~, alangkah tidak menariknya memiliki pemikiran-pemikiran tidak penting seperti ini, walaupun itu semua adalah awal dari pengontrolan emosi secara keseluruhan dengan benar-benar mengenal perasaan yang ada di dalam kepala, dan dapat menciptakan atau menghancurkanya sesuai dengan keinginan otak.
I'll always do the best and believe my light will never fades away.
Hakuna matata.
Que sera, sera.
Selasa, 09 Agustus 2011
Dunno Why
udaah bi?

mntrap kan.
11-12 sma FSM..hehe
oh iaa bii...
awk curhat ma ko ya..kwkw
ga jdi ja lah..kwkw
lbih enak ke blog..kwkwkawkawk

ga...=.=a
klo soal tu awk ga mslah..kwkw
awk mmang ga da mslah..
cuma aneh aja..heheh
anehnya...mgkin krna awk sring x jomblo dn dah lama jombloo..

jdinya kdg2 awk pgen dia shrusnya sma ruly aja....wkwkwkwk
tah knapa kdang2 trpikir gitu..=.=a
anehkan??
wkwkkww
cemna mnurut ko??
kwkw

gtw...~.~
krna kdang2 awk rasa klo seandainy ruly tu trima, dia psti lbih snang dn bhagia ma ruly..kwkwkwkwwkkw...kdang2 aja tapi trpikir gitu..=.=a
trima mksudnya trima keilmuan..

jgan ko bilang sma lya..=.=a
klo sma awk...apalah awk nii..kwkwkw....
krna kan daris dah lma sma ruly..gitu lhoo bii..hehee
hbes tu awk trpikir...klo pun dia sma ruly, awk ga akan suka sma cwek lgi..kwkw, kcuali tuntutan komunitas...hehee

00:54
awk mw btol2 mlepaskan nafsu manusiawi untuk mnuju tingkat yg lbih tinggi...kwkw, hayalan tingkat tinggi ni bi..kwkw
klo mlm2 suka kya gini otak awk..kwkwk
krna klo mnusia snang, siap2 brtemu ksedihan..heheee...
karena berbahagia adalah tidak adanya penderitaan di dunia ini, mengendalikan diri terhadap makhluk-makhluk hidup. berbahagia adalah tidak adanya nafsu di dunia ini,mengalahkan nafsu-nafsu indria.
hahahahaa..
To live as a couple
Untuk hidup adalah untuk merasakan apa yang ada di sekitarmu. Tujuan utamanya adalah mendapatkan kehidupan yang bahagia. Kehidupan yang bahagia tentu adalah kehidupan yang sesuai dengan fitrah manusia. I live a lot and now I know live is a complicated to think but easy to do. Bagai sebuah makanan, kamu tidak akan pernah tahu rasa dari makanan itu sebelum kamu memakannya, kamu hanya menerka dengan segala pemikiran yang ada di kepalamu. Begitulah hidup, berpikir tentang hidup menambah kedewasaan karena kamu akan mengenal masalah dengan berpikir, sehingga kamu akan menjadi lebih dewasa dengan menyelesaikan permasalahan dengan sikap bijak dan santai.
Hidup berpasangan adalah dengan menerima seluruh kehidupan pasangan mu secara tulus dan ikhlas. Tanpa perlu memperhitungkan berjuta variabel yang ada di dalam kehidupannya. Perkataan yang telah terlontar tentu adalah bagian dari variabel-variabel itu. Kamu tidak perlu melupakannya, tetapi kamu harus dapat menerimanya. Dia menyukai seseorang, mungkin itu telah berlalu, tetapi masa lalu itu adalah bagian dari kehidupannya yang akan menjadi bagian kehidupanmu. Ya, bagian kehidupanmu sebagai pasangannya. Menjalin kesepasangan adalah menyatukan kehidupanmu dengan kehidupannya. Sehingga dua kehidupan yang berbeda menjadi satu kehidupan. Kamu harus bisa menerima apapun yang telah menjadi kehidupannya.
Sulitkah? Ya, seharusnya ini adalah salah satu hal tersulit yang dapat di lakukan. Memang tugas mu hanya menerima, tapi bagaimana kamu dapat menerima sesuatu yang sangat tidak kamu sukai? Itulah yang menjadi kesulitan. Kamu tidak akan pernah dapat merubah segala sesuatu yang telah berlalu. Tetapi diriku, tentu dapat dengan mudah menyelesaikan hal-hal seperti ini. Semua yang manusia rasakan adalah hasil stimulasi otak menjadi pemikiran, indra, dan sebagainya. Kamu hanya perlu mengontrol otakmu sehingga kamu dapat memikirkan apa yang kamu inginkan. Menerima semuanya seolah-olah kamu menyukainya (karena ia menyukainya di masa itu), itulah yang harus aku lakukan apabila aku ingin menjadi dirinya. Karena dengan menjadi dirinyalah aku dan dia dapat menjadi satu.
Kenapa kamu begitu? Bukankah kamu dapat mencari seseorang yang kamu anggap seperti dirimu? Sehingga semua yang ada pada dirinya, ada pada dirimu. Kamu tidak mungkin, tidak dapat menerima hal tidak baik yang ada pada dirimu. Iya, aku dapat saja melakukan hal seperti itu, tetapi jika aku seperti itu, aku tidak akan menemukan true love, yang ku dapatkan hanyalah kepentingan-kepentingan dan kepentingan. Aku hanya mementingkan diriku untuk dapat sesuai dengan apa yang aku mau, semuanya atas dasar kepentingan. Aku masih sedikit bingung, apakah tindakanku untuk dapat bersatu dengannya dapat di sebut dengan kepentingan? Aku yakin tidak, yang ku lakukan adalah upaya pencarian cinta sejati. Jika cinta ini di khianati, aku tidak akan pernah mempercayainya lagi. Karena aku hanya mengusahakan sesuatu yang sia-sia, tidak nyata, dan hanya sebatas mencari imajinasi yang ada di kepalaku. Imajinasi yang tidak ada dalam kehidupan nyata.
Tapi bukankah tidak mungkin itu hanya bernilai kepentingan bagi dirinya? Ya, bisa saja. Tetapi aku hanya menginginkan diriku untuk mengenal cinta sejati, sehingga aku dapat mengenalkan hal itu kepadanya.
This is my way through the sky.
Erasing emotional force.
To become Angel.
Hidup berpasangan adalah dengan menerima seluruh kehidupan pasangan mu secara tulus dan ikhlas. Tanpa perlu memperhitungkan berjuta variabel yang ada di dalam kehidupannya. Perkataan yang telah terlontar tentu adalah bagian dari variabel-variabel itu. Kamu tidak perlu melupakannya, tetapi kamu harus dapat menerimanya. Dia menyukai seseorang, mungkin itu telah berlalu, tetapi masa lalu itu adalah bagian dari kehidupannya yang akan menjadi bagian kehidupanmu. Ya, bagian kehidupanmu sebagai pasangannya. Menjalin kesepasangan adalah menyatukan kehidupanmu dengan kehidupannya. Sehingga dua kehidupan yang berbeda menjadi satu kehidupan. Kamu harus bisa menerima apapun yang telah menjadi kehidupannya.
Sulitkah? Ya, seharusnya ini adalah salah satu hal tersulit yang dapat di lakukan. Memang tugas mu hanya menerima, tapi bagaimana kamu dapat menerima sesuatu yang sangat tidak kamu sukai? Itulah yang menjadi kesulitan. Kamu tidak akan pernah dapat merubah segala sesuatu yang telah berlalu. Tetapi diriku, tentu dapat dengan mudah menyelesaikan hal-hal seperti ini. Semua yang manusia rasakan adalah hasil stimulasi otak menjadi pemikiran, indra, dan sebagainya. Kamu hanya perlu mengontrol otakmu sehingga kamu dapat memikirkan apa yang kamu inginkan. Menerima semuanya seolah-olah kamu menyukainya (karena ia menyukainya di masa itu), itulah yang harus aku lakukan apabila aku ingin menjadi dirinya. Karena dengan menjadi dirinyalah aku dan dia dapat menjadi satu.
Kenapa kamu begitu? Bukankah kamu dapat mencari seseorang yang kamu anggap seperti dirimu? Sehingga semua yang ada pada dirinya, ada pada dirimu. Kamu tidak mungkin, tidak dapat menerima hal tidak baik yang ada pada dirimu. Iya, aku dapat saja melakukan hal seperti itu, tetapi jika aku seperti itu, aku tidak akan menemukan true love, yang ku dapatkan hanyalah kepentingan-kepentingan dan kepentingan. Aku hanya mementingkan diriku untuk dapat sesuai dengan apa yang aku mau, semuanya atas dasar kepentingan. Aku masih sedikit bingung, apakah tindakanku untuk dapat bersatu dengannya dapat di sebut dengan kepentingan? Aku yakin tidak, yang ku lakukan adalah upaya pencarian cinta sejati. Jika cinta ini di khianati, aku tidak akan pernah mempercayainya lagi. Karena aku hanya mengusahakan sesuatu yang sia-sia, tidak nyata, dan hanya sebatas mencari imajinasi yang ada di kepalaku. Imajinasi yang tidak ada dalam kehidupan nyata.
Tapi bukankah tidak mungkin itu hanya bernilai kepentingan bagi dirinya? Ya, bisa saja. Tetapi aku hanya menginginkan diriku untuk mengenal cinta sejati, sehingga aku dapat mengenalkan hal itu kepadanya.
This is my way through the sky.
Erasing emotional force.
To become Angel.
Jumat, 05 Agustus 2011
Write
I wanna write. Aku ingin menulis. Menulis apa saja yang dapat aku tulis. Menuangkan segala sesuatu yang terlintas di dalam pikiranku. Hari-hari ku kini telah berubah. Kesibukan hari kemarin yang di penuhi dengan urusan-urusan kuliah, dengan berbagai macam kegiatan yang terkadang membuat kepala ku menjadi sedikit pusing atau goyah dalam beberapa menit. Semua berjalan masih sesuai dengan rencana ku, walaupun tidak tepat dalam pengukuran waktu yang ku harapkan.
Waktu yang telah berlalu, detik demi detik, ketika segalanya tidak berjalan dengan normal, pasti perasaan tidak normal akan terlintas di kepalaku, walaupun aku dapat menghilangkan hal itu dalam sekejap, tapi perbedaan yang aku rasakan begitu mencolok sehingga aku ingin menulis. Beberapa detik atau menit yang membuat diriku menjadi sedikit pusing, membuat diriku tergerak untuk menuliskan beberapa penggal kalimat dalam blog ini.
Lebih kurang, telah ku lewati waktu selama sebulan aku tidak lagi menulis di sini. Rasa rindu dan penasaran kembali menyelimuti alam pikiranku. Rindu, karena dahulu telah beberapa kali aku menuliskan sesuatu di blog ini. Penasaran, karena aku ingin tahu apa yang akan ku tulis selanjutnya. Serangkaian kalimat tidak penting yang bertujuan untuk melegakan kembali pikiranku. Itulah yang sering kali ku tuliskan dalam blog ini, tanpa malu, ragu, dan apa adanya. Semuanya sesuai dengan apa yang ada di kepalaku. Tidak hanya untuk melatih menulis, tetapi juga untuk mengukir sejarah setidaknya bagi diriku di masa depan.
Tidak banyak kata yang dapat ku sampaikan. Semua ini pasti mengenai dirinya. Aku takut, terkadang aku takut aku tidak dapat menjadi pria yang ia inginkan. Kita semua memiliki kendala, bagaikan seekor ulat yang akan menjadi kupu-kupu, kita harus sabar dan tabah, hingga akhirnya semuanya berubah menjadi indah. Waktu ku sempit, tetapi aku harus memacunya dengan melakukan yang terbaik, agar waktu yang sempit itu dapat menjadi jauh lebih berarti untuk di kenang.
Lantunan tak bermelodi menemani kesepian ku di antara ruang kesibukan dalam hidupku. Esok aku akan melihat tantangan yang berbeda, dengan berbagai kegiatan yang berbeda, dan target atau tujuan yang berbeda. Ku tak dapat berkata banyak, karena sumber inspirasiku dalam menulis adalah perasaanku. Kini ku dapat merubah perasaan itu bagaikan energi yang berubah.
Berbahagia adalah tidak adanya penderitaan di dunia ini, mengendalikan diri terhadap makhluk-makhluk hidup. Berbahagia adalah tidak adanya nafsu di dunia ini, mengalahkan nafsu-nafsu indria, tetapi menghilangkan kesombongan "aku", itu adalah benar-benar kebahagiaan tertinggi. (Tipitaka)
Perasaanku bagaikan nilai konstanta yang tidak pernah berubah. Ia bernilai static, tidak turun dan tidak naik. Ia akan tetap, sekarang hingga nanti. Jika dia bertanya kepadaku, aku akan berkata, "If you asked me how many times you have crossed my mind I would say once because you never really left."
Waktu yang telah berlalu, detik demi detik, ketika segalanya tidak berjalan dengan normal, pasti perasaan tidak normal akan terlintas di kepalaku, walaupun aku dapat menghilangkan hal itu dalam sekejap, tapi perbedaan yang aku rasakan begitu mencolok sehingga aku ingin menulis. Beberapa detik atau menit yang membuat diriku menjadi sedikit pusing, membuat diriku tergerak untuk menuliskan beberapa penggal kalimat dalam blog ini.
Lebih kurang, telah ku lewati waktu selama sebulan aku tidak lagi menulis di sini. Rasa rindu dan penasaran kembali menyelimuti alam pikiranku. Rindu, karena dahulu telah beberapa kali aku menuliskan sesuatu di blog ini. Penasaran, karena aku ingin tahu apa yang akan ku tulis selanjutnya. Serangkaian kalimat tidak penting yang bertujuan untuk melegakan kembali pikiranku. Itulah yang sering kali ku tuliskan dalam blog ini, tanpa malu, ragu, dan apa adanya. Semuanya sesuai dengan apa yang ada di kepalaku. Tidak hanya untuk melatih menulis, tetapi juga untuk mengukir sejarah setidaknya bagi diriku di masa depan.
Tidak banyak kata yang dapat ku sampaikan. Semua ini pasti mengenai dirinya. Aku takut, terkadang aku takut aku tidak dapat menjadi pria yang ia inginkan. Kita semua memiliki kendala, bagaikan seekor ulat yang akan menjadi kupu-kupu, kita harus sabar dan tabah, hingga akhirnya semuanya berubah menjadi indah. Waktu ku sempit, tetapi aku harus memacunya dengan melakukan yang terbaik, agar waktu yang sempit itu dapat menjadi jauh lebih berarti untuk di kenang.
Lantunan tak bermelodi menemani kesepian ku di antara ruang kesibukan dalam hidupku. Esok aku akan melihat tantangan yang berbeda, dengan berbagai kegiatan yang berbeda, dan target atau tujuan yang berbeda. Ku tak dapat berkata banyak, karena sumber inspirasiku dalam menulis adalah perasaanku. Kini ku dapat merubah perasaan itu bagaikan energi yang berubah.
Berbahagia adalah tidak adanya penderitaan di dunia ini, mengendalikan diri terhadap makhluk-makhluk hidup. Berbahagia adalah tidak adanya nafsu di dunia ini, mengalahkan nafsu-nafsu indria, tetapi menghilangkan kesombongan "aku", itu adalah benar-benar kebahagiaan tertinggi. (Tipitaka)
Perasaanku bagaikan nilai konstanta yang tidak pernah berubah. Ia bernilai static, tidak turun dan tidak naik. Ia akan tetap, sekarang hingga nanti. Jika dia bertanya kepadaku, aku akan berkata, "If you asked me how many times you have crossed my mind I would say once because you never really left."
Langganan:
Komentar (Atom)
