Minggu, 12 Juni 2011

Belief

Detik yang kulalui terasa berharga bersama dirinya.

Sabtu,  11 Juni 2011.
Dari pagi hingga sore. Aku tidak bersama dirinya. Kala itu, aku hanya bersama temanku untuk menikmati kongkouw bersama di sebuah kedai kopi yang berada di simpang 5 banda aceh. Tidak ada yang istimewa, selain berkumpulnya kami alumni-alumni MAN yang bersahabat. Awalnya aku telah menyepakati waktu bersama dirinya di sore hari, tetapi karena pamannya pada saat itu bertemu dengan ayahnya, pertemuan diriku dan dia harus di undur hingga malam hari.

Aku datang ke toko itu, kira-kira pukul 8 malam. Dia terlihat begitu menawan dengan baju couple dan cardigannya. ~.~, kupikir, inilah malam terakhirku bersama dirinya di kota banda aceh. Kami akan bersama dengan kondisi dan tempat yang berbeda nantinya. Aku, dia, adiknya, sepupu dan kakaknya, kami bersama-sama menuju sebuah tempat makan untuk merayakan hari ulang tahun adiknya yang ke-20. Kebersamaan yang tak akan pernah ku lupakan sampai kapanpun. Setelah makan, kami kembali ke toko dan melakukan obrolan melepas seluruh isi qalbu, untuk menemaninya di saat-saat terakhir bersamanya di kota banda aceh untuk beberapa tahun yang akan datang. Diriku yang telah menunggu saatnya tiba bagi kami untuk berfoto ria, langsung mengganti bajuku dengan baju couple yang telah kami buat bersama. Foto-foto itu akan menjadi ukiran kenangan di dalam qalbu kami. Senyuman menawannya kepadaku menjadi akhir perjumpaan kami di malam minggu 11 Juni 2011.

Minggu, 12 Juni 2011.
Kemarin merupakan salah satu hari yang memilukan. Perpisahan dengan dirinya membuat diriku sedikit bingung. Kami yang baru saja menjalani hubungan belum sampai 1 bulan dan harus di pisahkan oleh jarak. Tapi aku sadar, ini adalah yang terbaik. Karena Allah tau yang terbaik bagi hamba-Nya. Aku telah mengatakan kepadanya, aku akan berjalan besok, sehingga aku tidak dapat bertemu dengan dirinya. Dan apa yang ku lakukan? Aku malah melakukan hal yang tidak penting, meragukan dirinya dengan melakukan pengujian terhadap dirinya. Sepupuku yang menawarkan ide itu, kupikir tidak ada salahnya untuk mengujinya, aku hanya ingin tahu bagaimana cara dia berbicara dengan laki-laki selain diriku. Sepupuku yang berpura-pura menjadi orang lain, menanyakan hubunganku dengan dia. Saat itu dia berkata "Tidak". Aku sebenarnya menyadari dan tahu, hal itu akan terjadi dengan kondisi-kondisi tertentu. Ketika kutanyakan, dia berusaha meyakinkan diriku kenapa ia berkata tidak. Ketika itu aku semakin yakin dengan hubungan kami.

Kini, apapun hasilnya. Aku akan tetap lebih memilih mempercayai dirinya (tentunya dan sahabat-sahabatku, yang tidak perlu ku sebutkan disini) di banding siapapun di dunia ini. Aku berharap dia tidak menyakiti hatiku dengan mengkhianati kepercayaanku terhadap dirinya. Lebih baik jujur, karena bagiku tidak ada yang menyakitkan di dalam kejujuran. Katakanlah segalanya sesuai dengan kenyataan yang ada.

Sabtu, 11 Juni 2011

Kenapa?

Ga tau kenapa? Kenapa selalu kenapa? Padahal ga tau kenapa. Di malam yang kelam, selalu ada pertanyaan kenapa begini kenapa begitu. Ketika itu, otak berhenti untuk berpikir sejenak. Dan pertanyaan kenapa kembali terlintas di pikiranmu. Kenapa aku? Kenapa dia? Kenapa ini itu banyak sekali. Terkadang saat-saat itu, yaitu saat-saat keleluasaan entah bagaimana mengungkapkannya, terasa hilang. Aku tidak lagi merasakan saat-saat itu. Ehm, entah bingung atau kecapean atau pola pikir ku yang telah berubah atau pola pikirku yang sedang dalam proses perubahan.

Kemarin malam, kami makan di sebuah tempat makanan fast food yang dikenal dengan Surabi Bantai. Aku, dia, dan adiknya. Aku dan dia memesan makanan yang memiliki nama surabi senggang, kurang lebih memiliki nama yang seperti itu. Adiknya memesan surabi kelat. Minuman yang ku pilih dan adiknya pilih adalah kopi press dan dia memilih teh lapas. Nama yang cukup unik. Surabi senggang itu, merupakan makanan serabi yang di campur dengan kuah yang aku tidak mengerti apa namanya, tetapi pastinya ia kental dan manis karena di tambahi coklat. Surabi kelat, merupakan makanan serabi yang diberi keju dan coklat. Kopi press merupakan minuman kesukaan ku di tempat itu.

Ehm, mungkin itu adalah salah satu dari sekian pengalaman diriku bersamanya meluangkan waktu untuk makan bersama. Walaupun saat itu aku dan dia bersama adiknya dan saat itu kami melihat beberapa baju di beberapa toko baju, yang akan di beli adiknya, dan ternyata kami tidak menemukan baju yang cocok untuk di beli. Aku telah berkencan dengannya beberapa kali dan aku mengingat setiap waktu yang ku lewati bersama dirinya. Kami makan malam di tempat yang bervariasi, mulai dari restoran yang bernama purnama, sedap sari, kojek 88, my bread, corner ulele, juga termasuk surabi bantai. Kami juga pernah jalan-jalan ke daerah lhok nga dan yang paling berkesan adalah ketika kami bersama-sama ke tempat pemandian yang di namakan brayeung.

Senyuman indah nan menawan terpancar dari wajah dewasanya. Begitu nyaman diriku ketika melihat dirinya tersenyum, seraya berkata "Ga kenapa-kenapa". Dia hanya tersenyum dan kembali memperlihatkan sifat kalemnya. Kata mereka, dia ganas. Aku teringat dengan perkataan kakaknya yang mengatakan "kalo udah dua tahun lagi, udah habis tu rio di marahin", itu ketika diriku tidak sengaja menumpahkan air aqua ke meja makan. Hehehe.

Pengalaman yang harus ku kenang di masa yang akan datang, untuk mengingatkan diriku kembali betapa diriku menyanyangi, menyukai, dan mencintainya. Saat ini, hanya itu yang kurasakan kepadanya. Dan entah mengapa, diriku tidak merasakan getaran apapun terhadap wanita manapun selain dia. Di balik itu semua, terkadang diriku masih merasa aneh dengan hubungan ini. Terkadang aku merasa semua ini terlalu tiba-tiba. Perasaan itu selalu membayangi diriku dan mencoba untuk menjelaskan padaku betapa berbedanya kehidupan ku sebelum dan setelah diriku mencintainya.

Detik-detik waktu terasa jauh lebih berharga ketika detik tersebut telah terlewati. Walaupun aku belum sempat menceritakan kepadanya beberapa hal yang teramat penting. Tetapi suatu saat aku harus menjelaskan semuanya kepadanya. Agar ia tahu prinsip tauhid apa yang telah ku penggang. 1 untuk semua dan semua untuk 1. Semua berjalan menurut prinsip sebab-akibat di dalam infinity. Diriku terkadang kagum dengan sifatku yang santai ketika mengetik tulisan ini. Semuanya terasa lepas dan sangat menyenangkan.

Yang ada di dalam benakku kini hanyalah namanya. Tulisan ini akan selalu mengingatkanku betapa diriku menyanyanginya, walaupun nanti suatu saat dia bukan bersama diriku lagi. Tulisan ini tak akan ku hapus, agar semua orang tau dia adalah cinta pertamaku dan akan menjadi cinta terakhirku. Mungkin berlebihan, karena aku bukanlah apa-apa bagi dirinya. Tetapi, kupikir bagaimanakah nasib diriku kelak tanpa dirinya. Mungkin kini diriku tidak berharap akan menemukan wanita lain, kalaupun suatu saat nanti dirinya tidak lagi menyukai diriku.

Ketikan luapan qalbu yang menjadi cerita indah di masa yang akan datang ini, semuanya ku tulis karena dirinya. Aku tidak akan tahu, apakah aku akan menuliskan tulisan ini jika tidak bertemu dirinya.

I will always loving you till the end of the time.

Rabu, 08 Juni 2011

Grrr...!!

Wah, diriku bingung kenapa malam ini aku memiliki perasaan yang sangat tidak enak. Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk menetralisirnya, tetapi diriku hanya penasaran apa yang menyebabkan dan apa yang terjadi apabila diriku tetap membiarkan perasaan ini di benakku. Karena mereka bilang, "kesulitan" itu dapat memperlihatkan potensi-potensi terpendam yang ada pada setiap pribadi. Dengan "kesulitan", seorang manusia dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya belum pernah mereka lakukan

Ehm, tetapi setelah mengetik beberapa kalimat, sungguh diriku merasa sangat amat nyaman. Aku tidak mengerti apakah karena sifat possesive, atau sifat tidak nyaman karena ada sesuatu yang berubah pada diriku. Diriku terkadang merasa sangat nyaman dengan masa-masa itu, bahkan nyaman sekali. Bahkan diriku terkadang beranggapan tidak ingin meninggalkan masa-masa itu. Ini semua bagaikan diriku yang telah nyaman dengan kuda dan mengganti kendaraan dengan mobil. Ehm, kurang tepat. Lebih tepatnya lagi aku lebih nyaman berjalan kaki, di banding harus bersepeda. Padahal tentu sepeda telah melengkapi kekurangan yang ada pada diriku. Tetapi karena kebiasaan berjalan kaki, aku merasa sangat nyaman dan merindukan masa-masa itu. :(

Aku mulai menyadari. Ketika otak mu melemah, otak mu kembali memfungsikan dirimu sebagaimana dirimu yang paling dominan. Mungkin disini otakku lelah dengan cara berpikir yang baru. Dan ketika ia lelah, ia mengembalikan diriku dengan cara berpikir yang lama, karena sejatinya aku telah terbiasa dengan cara berpikir yang terdahulu. Masa-masa itu dimana kamu tidak perlu memperdulikan hal lain. Yang paling nyata adalah dirimu dan kamu. Tidak yang lain. Lingkungan hanyalah faktor pendukung yang akan melengkapi dirimu, tapi tidak menjadi bagian hidupmu.

Sayangnya, saat ini otak ku mulai berpikir dengan cara yang sedikit berbeda. Yaitu 2 dalam 1. ~.~, rumit. Tidak lagi hanya melengkapi, tetapi dia yang dahulu hanyalah bagian dari lingkungan kini telah menjadi satu dengan diriku. Aku tidak lagi bisa hanya memikirkan diriku. Itu terlalu egois. Aku tidak lagi bisa hanya menyayangi diriku. Karena aku sayang dia. Aku tidak lagi bisa membiarkan diriku sebagai manusia yang dapat berkeliaran sesuka hati tanpa memikirkan apapun kecuali tujuan. Sekarang aku harus berjalan bersama dirinya. Aku memiliki tujuan yaitu membahagiakan dirinya. Dan tentu itu menambah beban tanggung jawabku yang dahulu hanya mengejar tujuan.

Sebenarnya diriku tidak perlu complain, bingung, menjadi aneh, dan berbagai hal lainnya cuma karena hal seperti ini. Diriku hanya mencoba untuk menanggapinya untuk menjadi pelajaran bagiku kelak. ~.~, apakah benar bisa jadi pelajaran atau hanya membuang-buang waktu? entahlah. Diriku sangat sadar, yang dapat kulakukan hanyalah melakukan yang terbaik untuknya. Bukan untuk menjadi beban, melainkan untuk menjadi penunjang kehidupanku, agar aku menjadi pribadi yang lebih baik dengan motivasi yang lebih baik.

Semua yang kulakukan (dengan tidak melupakan dasar dan tujuan) hanyalah untuknya. Kekasihku.

Ehm... Puas dengan yang tadi, muncul kembali sebuah ide tentang konstanta. Nilai yang selalu bernilai tetap. Tidak tergantung dengan variabel tertentu. Dahulu aku bernilai 1. Lalu di tambah dengan 1 lagi, sehingga yang dahulunya bernilai 1 menjadi bernilai 2. Aku tidak berkurang, aku bertambah. Nilai 2 lah yang kucari, ketika nilai penjumlahan tidak dengan nilai 1 yang lainnya, maka nilai tersebut tidak pernah sama dengan 2. Bisa jadi bernilai 1,5 atau 1,7 atau bahkan bernilai 3 dan seterusnya. Yang kuinginkan adalah nilai 2. Maka diriku yang dahulu bernilai 1 harus di jumlahkan dengan nilai 1. Jika tidak, aku tidak mau. Lebih baik aku hanya bernilai 1.

Dialah yang bernilai 1 itu, yang melengkapi diriku menjadi bernilai 2. Kini aku bernilai 2. Ku harap ia tetap menjadi 1 yang lainnya, sehingga aku tetap bernilai 2. Jika ia berubah, aku takut, aku harus meninggalkan dirinya.

Aku yang 1 adalah aku yang mengabdi kepada Allah berdasarkan ajaran-Nya dan bertujuan sesuai dengan ajaran-Nya. Tentu diriku yang kini telah bertambah menjadi 2, memiliki sifat-sifat ku yang dahulu ketika aku masih 1, hanya saja kini aku bertambah. yaitu aku yang 2 adalah aku yang memiliki motivasi untuk membahagiakan dia. Karena aku telah memiliki pasangan.

Kini aku yang 2, selalu memiliki motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik di dalam segala hal dengan tidak melupakan tujuan dan dasar dari apa yang telah aku jalani ketika diriku bernilai 1. :)

Rabu, 01 Juni 2011

Begin

Jari ku mulai rindu dengan detik-detik yang jariku lalui bersama keyboard. Mereka berkolaborasi bagai tarian menciptakan input-input yang menghasilkan karakter. Ku awali semua dengan puji syukur bagi Allah yang telah memberi kesempatan bagi diriku untuk kembali menulis blog ini.

Tidak lagi terasa asing bagiku, menceritakan hal-hal penting bagian dari hidupku. Kerinduan yang terdalam menghinggapi qalbu untuk melakukan pencatatan sehingga diriku yang telah dewasa nanti dapat membaca torehan qalbu dalam bentuk tulisan. Mungkin sederhana, terkadang sulit untuk dimengerti, atau bahkan diriku lupa apa maksud dari tulisan yang telah ku tulis. Mengandung istilah-istilah yang hanya diriku yang dapat mengerti hakikat dari istilah tersebut dan mengandung istilah-istilah yang terkadang ku anggap berbeda dengan kebiasaan umum. Terkesan bodoh, iseng. Tetapi diriku memang sering melakukan hal-hal seperti itu. Semua ini kulakukan hanya untuk di kenang di saat diriku telah menjadi pria yang lebih dewasa nanti.

Aku. Kesombongan kata aku yang selalu membuat diriku tersisih seolah bukan bagian dari alam semesta. begitu sombongnya diriku dengan mengatakan aku. Padahal aku adalah bagian dari Kami. Menghilangkan nafsu adalah keindahan tertinggi karena disanalah kamu akan melihat bahwa kehidupan adalah rangkaian sebab-akibat dalam infinity. Menghilangkan keinginan dan melepaskan kata aku dengan menganggap bahwa kami adalah kami yang sebenarnya bagian dari alam semesta yang membentuk suatu organisme baru yang dinamakan umat yang di berkahi oleh-Nya. Dan untuk menciptakan pribadi mukhlisin yang selalu ikhlas dengan berbagai kondisi.

Hukum yang tertinggi katakanlah bahwa ketauhidan itulah yang tertinggi. Tauhid berarti 1. Persatuan yang menyuluruh dengan 1 penggerak. Bukankah pernah di ceritakan, bahwa setiap makhluk memiliki peran? jadi kenapakah aku harus mempertimbangkan hasil yang ku dapatkan sementara diriku hanyalah seorang pemeran. 

Semuanya di mulai pada 16 Mei 2011. Kehidupan yang kujalani terasa begitu berbeda. Seolah-olah diriku merasakan diriku bukanlah aku, tetapi diriku adalah aku dan dia. 2 dalam 1. 1 organisme baru yang tercipta dikarenakan hubungan antar sepasang manusia dan disebut dengan apa sajalah istilah yang menyatukan sepasang manusia, mungkin rumah tangga atau keluarga. Mungkin sedikit berlebihan, karena aku baru merasakan bagian awalnya saja. Bagian awal dari proses terciptanya organisme baru. Tapi seolah-olah diriku telah memahami karakteristik dari organisme baru yang kusebut dengan keluarga ini.

Yang kurasakan hanyalah perasaan dapat membagikan sebagian hidupku padanya. Diriku adalah dia. Aku sering memposisikan diriku menjadi dirinya dengan berbagai kondisi yang ia ceritakan kepadaku. Merasakan kesedihannya, merasakan kebingungannya, aku selalu mencoba untuk dapat menjadi dirinya. Karena diriku adalah dirinya dalam sosok pria. Mungkin terlalu berlebihan. Tetapi kenapa aku harus membohongi diriku dengan mengatakan hal yang berbeda dari apa yang ada di dalam kepalaku. Padahal, aku hanya menuliskan hal ini untuk menuangkan apa yang ada di dalam pikiranku untuk menjadi kenangan di masa dewasa ku nanti.

Kamu tidak perlu tahu siapa dia dan diriku tidak perlu mengungkapkan siapa dirinya. Dia adalah dia, yaitu diriku yang lain. Kamu cukup melihat aku, dirinya terpancar dalam diriku. :). Aku tidak perlu sampai menjelaskan secara detail tentang siapa dirinya, karena kenangan gambar sudah cukup bagiku untuk menjadi kenangan di masa dewasaku nanti. Yang paling kuingat adalah dirinya yang selalu terlihat kalem, terlihat tidak banyak berbicara, tetapi tidak, dia adalah seseorang yang banyak berbicara kepadaku.

Kini, dengan mengenalnya aku selalu berusaha untuk tampil lebih menarik untuk membuatnya senang melihat diriku. Aku selalu berusaha lebih baik, agar ia bangga kepadaku. Aku berusaha menjadi pribadi yang dapat membuat dirinya menjadi senang. Karena itulah yang akan membuat ku senang. Kesenangan yang diriku usahakan untuknya meningkatkan kepribadianku dan memotivasi diriku untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kini dengan mengenalnya aku memiliki motivasi dan impian. Motivasi untuk menjadi pribadi yang dapat di andalkan bagi dirinya dan impian untuk dapat bersama dirinya hingga dapat menjalin kehidupan dalam bentuk organisme yang baru yaitu 2 dalam 1.

Apakah tulisanku terkesan berlebihan? Apakah salah jika aku berlebihan? Padahal aku hanya menuangkan apa yang ada di dalam kepalaku. Aku berusaha sebaik mungkin untuk menuangkan berbagai hal yang ada di dalam kepalaku. Baik dengan bahasa isyarat, istilah-istilah yang aneh yang terkadang berbeda dengan apa yang dimengerti oleh kebanyakan orang, dan tulisan-tulisan yang terkesan tidak penting dan hanya membuang-buang waktu. Tapi tidak, ini semua akan menjadi cerita tersendiri untuk diriku di masa depan.


Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan. Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Kamis, 12 Mei 2011

Tidak ada karena

Kehidupan ini seperti garis linear yang di gambar oleh sang penggambar..
Semuanya udaah punya ukuran sesuai dengan ketentuan sang penggambar..

Mari kita buka lembaran baru halaman blog ini.
Tentu dengan kondisi dan situasi yang 100% sangat berbeda. >.<

Aku tidak lagi bersama mereka dan dia yang dahulu diriku bangga-banggakan. Semuanya telah menjadi kisah klasik untuk masa depan.

Diriku baru menyadarinya, hanya 1 hal yang dapat membuat diriku bergegas untuk menulis sesuatu di blog. Yaitu cinta. Lagi-lagi cinta, lagi-lagi cinta, cuma satu ini yang dapat membuat otakku pusing! Terhitung dari beberapa bulan yang lalu. Aku masih ingat ketika itu aku menyukai seseorang. Dan berharap tidak akan menyukai seorangpun dalam waktu yang dekat. Kamu tinggal menghitung berapa lama jarak postingan ini dengan yang telah berlalu. Ternyata tidak terlalu lama, diriku kembali menyukai seseorang.

Sadarlah, diriku adalah seorang pria yang sangat aneh penuh komplikasi, tidak jelas arah dan tujuan. Aku kembali melakukan hal yang sama, kesalahan yang sama. Sangat mudah! Mudah sekali! Lalu kembali menyesal! Apakah diriku tercipta untuk menjadi seseorang yang single selamanya? Hinaan, ejekan, perkataan teman-temanku memotivasi diriku untuk menjadi pria single untuk selamanya? Lucu, di dalam hati yang terdalam aku tidak mau demikian, tetapi jariku terus berkata demikian. Meluapkan segala emosi yang menjadi sumber kemarahan di dalam hidupku!

Tersadar setelah renungan singkat hasil diskusi dengan teman-temanku disini. Sangat melegakan. Tanah itu berbeda dengan Keramik! Sadarlah! Kamu juga dulu tanah, sama seperti dia! jangan sombong karena kamu memiliki lingkungan yang sedikit lebih baik. Tetapi diriku yang satunya selalu berkata. Ini tidak adil, aku tidak suka dengan ini. Aku iri dengan mereka yang dapat meraih sesuatu yang lebih baik di bandingkan diriku. Apakah berarti diriku lebih buruk di banding mereka, padahal secara fakta aku tentu lebih baik dari mereka! "Kamu bohong! sekali-kali kamu tidak lebih baik dari mereka. Kamu hanya sedikit lebih beruntung dari mereka. Tetapi itu juga pemberian Allah"

Haiiii, tersadarlah jangan biarkan iri hati dan kesombongan itu menguasai dirimu sehingga kamu selalu menganggap dirimu lebih baik dari mereka dan pantas mendapatkan sesuatu yang jauh lebih baik! Sekali-kali tidak, itu hanyalah perasaanmu belaka! Disini tidak ada yang buruk atau yang baik, karena ketika baik, baiklah semuanya, dan ketika buruk, buruklah semuanya. Tetapi disini adalah proses pencarian kesenangan di dalam kehidupan!

Kamu hanya ingin membuat semuanya menjadi senang, sehingga dirimu benar-benar menjadi senang, jadi mengapa dirimu selalu terpaut terhadap hal-hal yang tidak penting? Tidak pandai! Diriku sempat berpikir aku telah memegang pedang bermata 2. Memukul lawan tidak hanya melukai lawan, tetapi melukai diriku pula. Tetapi, toko-toko sekarang hanya menjual pedang bermata 2. Aku tidak akan lagi mendapatkan pedang bagus bermata 1. Mungkin masih terlalu rapuh, atau bahkan tidak bagus sama sekali.

Apakah aku salah, jika memikirkan kesempurnaan? Ya salah, apakah kamu berpikir dirimu telah sempurna? Bukan, aku hanya ingin sesuatu yang lebih baik dari ini. Naif, tidak ada yang lebih baik dari apa yang telah Allah berikan kepadamu melalui berbagai macam cara yang Ia kehendaki. Katanya pria baik untuk wanita yang baik dan semua tercipta berpasang-pasangan. Tidak mungkin ada sepasang baut dan mor yang tidak cocok. Jika begitu apakah dia yang terbaik? Kamu selalu terlalu banyak berpikir dan hanya berpikir menggunakan otakmu itu. Sehingga tidak pernah ada bagimu sesuatu yang pantas sesuai logikamu. Jangan berpikir buruk. Tidak! Aku tidak berpikir buruk, hanya saja kemungkinannya cuma 1%.

Baiklah, semua ini harus di selesaikan. Apa maumu? Aku mau diriku sadar bahwa dialah yang terbaik. :)

Baiklah mari kita temukan jawaban itu dengan menyusun bagian-bagian puzzle ini. Dia sama sepertimu, dahulunya tanah, dan kini sedang diolah menjadi keramik. Dia pintar, menarik, dan mirip denganmu. Kecocokan ini tidak mungkin di sengaja, melainkan telah tercipta sesuai ukuran. Ingat dia yang sekarang bukanlah dia yang dulu. Dahulu dia tanah dan sekarang dia telah terlahir kembali, yaitu keramik yang indah dan menyenangkan hati pembuatnya.

Aku tau kamu pasti bisa. Menyusun serangkaian teka-teki dan menikmatinya seperti air yang mengalir.

Ikhlaskan segalanya! Karena kamu melakukan ini bukan untuk itu. Tetapi semata-mata karena Allah. Apakah kamu mau berlaku sombong dan iri hati di hadapan-Nya? berarti kamu bukan seseorang yang ikhlas, tetapi kamu melakukan semua ini karena kamu masih mengharapkan suatu imbalan yang sepadan dengan apa yang kamu pikirkan. Ingatlah, Allah tau yang terbaik bagimu. :)

Kamis, 10 Februari 2011

Curhat

Sore ini aku merasa perlu untuk mengungkapkan segala kejanggalan yang ada di pikiranku. Kini aku duduk di sebuah rumah kecil yang terletak di daerah Cibinong. Daerah ini lumayan dingin, sehingga terkadang kamu membutuhkan selimut untuk menghangatkan dirimu di malam hari. Di sini aku duduk di sebuah tikar yang berserakan dengan tas-tas teman-temanku. Tepatnya di samping kulkas ku duduk merenungi sebab diriku yang masih saja jomblo alias tidak punya pacar di umur ku yang ke-20. Terkesan lucu memang, karena sebenarnya hal ini tidak penting. Tetapi, aku merasa perlu untuk menceritakan masa-masaku agar aku dapat memahami dimana letak kesalahanku, yang menjadikan diriku belum bisa mendapatkan hati seorang cewek.

Mungkin aku memang tidak memiliki apa-apa. Dan mungkin aku hanyalah salah satu dari ribuan laki-laki yang berusaha tampil baik di depan para wanita. Dan aku sadar, mungkin diriku tidak memiliki kelebihan yang dapat aku banggakan untuk memikat hati para wanita. Jujur, saat ini aku sedang menyukai seorang wanita. Dia adalah wanita yang baik, pintar, dan sangat manis bagiku. Senyumannya sungguh dapat membuat diriku ta'jub dengan keindahan yang Allah berikan pada dirinya.

Mari kita melihat beberapa lembaran pelajaran yang telah berlalu. Ya, aku sudah berusaha melakukan yang terbaik. Dengan mencoba menyapanya terlebih dahulu. Aku sudah mencoba memberikan apa yang dapat aku berikan kepada dirinya. Mungkin sifatku yang cuek merubah segalanya. Terkadang aku bersikap seolah tidak mengharapkannya. Sebenarnya, bukannya diriku tidak mengharapkannya, tetapi caraku dan kebiasaanku yang membuatku menjadi tidak mungkin untuk terlalu mendekati dirinya. Aku tidak suka membuat gombal dan rayuan. Aku tidak suka apabila orang-orang melihat diriku sebagai seseorang yang ngotot untuk mendekati wanita dengan mengorbankan waktu ku jauh lebih banyak demi dirinya. Aku tidak suka memperlihatkan rasa cintaku di setiap waktu, karena menurutku hal itu hanyalah sifat egoku. Aku tidak mau menjadi seseorang yang egois dengan memuaskan rasa penasaran atau rasa ingin selalu bersamanya. Aku hanya ingin menjadi seseorang yang mencintai dirinya dengan tulus dan ikhlas. Bahkan, aku sadar, aku tidak mengharapkan apa-apa dari perlakuanku terhadap dirinya. Sifatku yang seperti ini tidak membuat dirinya penasaran terhadap diriku, karena biasanya manusia menyukai hal-hal yang bersifat misteri. Sifatku yang terlalu jujur terhadap rasa, membuat dirinya merasa aneh dan menjauhi diriku. Sifatku yang mencintainya, hanya membuat dirinya tidak menyukai diriku.

Aku kembali menginstropeksi diriku. Apakah aku bodoh? ya mungkin. Tetapi, apa yang aku pahami sudah cukup bagiku untuk menghitung perhitungan matematika dasar, berbahasa Inggris dengan kemampuan dasar, mengoperasikan komputer, dan berbagai hal lainnya.
Apakah aku jelek? Ya, mungkin. Tapi, sejelek apapuna diriku, aku adalah manusia ciptaan Allah yang memiliki seluruh keindahan yang ada di alam semesta.
Apakah aku lemah? Ya, mungkin. Tapi, dengan kekuatan yang aku miliki, aku dapat mendaki gunung, dan melakukan perjalanan yang lumayan panjang.
Apakah aku tidak rela berkorban demi orang yang ku sukai? Ya, mungkin. Tapi, aku sudah mencoba untuk membuat dirinya senang di saat dirinya sedih. Aku telah berusaha memberikan dukungan di kala ia memiliki masalah.
Aku hanya berusaha untuk menginstropeksi diriku dan memperbaiki diriku agar aku dapat memikat hati wanita yang aku sukai.

Bukan karena diriku yang tidak suka akan anggapan-anggapan temanku yang menganggap diriku maho atau sebagainya. Tetapi, diriku telah cukup kesepian dan tidak mengenal bagaimana rasanya memberi perhatian dan di beri perhatian oleh teman lawan jenis. Ya, mungkin inilah akibat dari pergaulanku yang semakin sempit di kala aku pergi merantau ke daerah orang. Aku menjadi kesepian karena tidak ada teman bagi diriku untuk berbagi. Aku tidak menyalahkan lingkungan yang membuat celah di sisi hatiku. Tapi, aku menyalahkan diriku yang tidak pernah mampu memahami apa yang di inginkan wanita. Dan aku ingin semua itu berubah menjadi lebih baik.

Ajari aku cinta. Berikan diriku lebih banyak kesempatan. Jadikan diriku seorang pria yang melakukan apa yang harus ku lakukan. Untuk mendapatkan Cinta. Karena Cinta dan Kasih adalah karunia dari Allah.

Mungkin sedikit berlebihan untuk cinta terhadap sesama manusia. Tetapi, pengungkapan cinta terhadap Allah berbeda dengan pengungkapan cinta terhadap sesama manusia.

Cuek

sikap kya gini biasanya dimilikin sama orang2 cuek yang keliatan masa bodo. tapi bukan berarti di hati mereka itu mereka gak punya cinta. sikap orang cuek emang biasanya 99% bikin orang bete. tapi bukan maksud mereka bikin orang bete.

orang cuek juga bisa cinta sama lawan jenis (maksud gue buat orang cuek yg normal ). cuma cara mereka nunjukinnya emang beda, mereka punya cara sendiri buat nunjukkin rasa cintanya.

orang cuek emang selalu keliatan nyebelin, apalagi di mata pasangannya. mereka keliatan ga peduli sama perasaan pasangannya. padahal dalam hatinya mereka peduli. sangat sangat peduli. cuma mereka nggak tau gimana caranya nunjukkin rasa peduli itu.

mereka pengen ngeliat kamu seneng, tapi kenyataannya mereka malah selalu bikin kamu bete gara2 sikap cueknya itu. mereka pengen ngebahagiain kamu, tapi bingung gimana cara yang pas buat bikin kamu bahagia.

terkadang mereka malah ngelakuin hal yang kamu gak suka berulang kali. itu bukan maksud mereka bikin kamu jengkel, tapi itu emang udah sifatnya yang seharusnya kamu bisa menerima kelemahannya di bidang perhatian.

kadang orang2 cuek emang keliatan nyebelin di mata pasangannya. mereka gak pernah nunjukin rasa cemburu kalo kamu lagi deket sama cowo atau cewe lain. tapi asal kamu tau, dalam hati mereka rasanya pengen meledak, pengen teriak sekenceng2nya kalo mereka takut kehilangan kamu. tapi mereka gak bisa ngelakuin itu.

kadang juga mereka keliatan kya ga peduli kalo kamu sedih. padahal sebenernya mereka gak mau ngeliat kamu sedih. rasanya mereka pengen meluk kamu, ngapus air mata kamu, dan bilang,"jangan sedih lagi ya sayang. kan masih ada aku yang sayang kamu." atau kata2 sejenis itu. tapi yang akhirnya keluar dari mulut mereka,"Udah, gak usah nangis. Jangan dipikirin."

orang2 cuek biasanya jauh dari kata romantis. mereka emang ga bisa ngebuai kamu dengan sikap2 romantisnya. tapi percaya deh, mereka sebenernya berusaha untuk bisa keliatan romantis walaupun bagi kamu itu belom romantis. misalnya mereka berusaha nahan ngantuk buat ngucapin selamat ultah pas jam 12 malem pas hari ultah kamu. atau mungkin bikin kejutan2 kecil yg bagi kamu ga berharga sama sekali. padahal butuh perjuangan buat mereka ngelakuin itu.

mereka jarang sms atau telpon kamu. bahkan untuk sekedar nanya,"Sayang, lagi ngapain? udah makan belom?" itu rasanya berat banget. tapi bukan berarti mereka gak mikirin kamu. mereka cuma bisa bertanya2 dalam hati. "gimana kabarnya hari ini?" , "dia lagi apa ya?" , "udah makan belom dia ya?" , "lagi sama siapa ya?"
mereka cuma nungguin kamu yang ngasih kabar ke mereka. dan waktu kamu udah ngasih kabar, hati mereka rasanya lega karna semua pertanyaan di hatinya udah kejawab.

yang paling parah, ada orang cuek yang kalo suka sama seseorang, gak mau nunjukin perasaannya ke orang itu. bahkan sampe orang itu cape nungguin pernyataan cinta trus akhirnya punya gebetan baru, mereka cuman gigit jari dan gak bisa ngelakuin apa2 buat nyatain perasaannya kalo mereka bener2 cinta sama orang itu.

yang terakhir, sebenernya orang2 cuek itu bener2 gak mau kehilangan orang yang disayang, sama kya orang2 normal lainnya. tapi anehnya, mereka gak bisa nahan kamu waktu kamu bilang udah gak tahan sama sikapnya yang cuek. mereka cuma bisa pasrah ngeliat kamu pergi. tapi percayalah, dlm hati mereka, mereka bener2 cinta dan sayang kamu. mereka cuman mau yang terbaik buat kamu. biar kamu bisa bahagia, bukan menderita hidup sama orang cuek kya mereka


Orang cuek juga bisa romantis,
orang cuek juga bisa perhatian!!
tapi cuma untuk orang2 tertentu di waktu2 tertentu.



Tulisan ini saya ambil dari salah satu Forum yang paling saya sukai, yaitu kaskus.


Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5787494