Minggu, 04 Desember 2011

Pembukaan

Damai Sejahtera Nusantara
Kata-kata motivasi yang memacu semangat pendengarnya, "ku ingin Nusantara ku damai sejahtera". Seperti itulah makna yang terkandung dari kata salam itu. Segal puji bagi Tuhan yang telah memberikan akal kepada kita sehingga kita memiliki mental dan kekuatan untuk menggerakkan tubuh kita untuk bertemu pada kesempatan yang berbahagia ini. Mengapa saya katakan berbahagia? Karena salah satu kebahagiaan adalah ketika kita bertambah pengetahuannya. Walaupun hanya melalui sebuah tulisan singkat ini, kami ingin menyampaikan sebuah berita gembira yang di tunggu-tunggu seluruh manusia, yaitu berita akan kedatangan sebuah sistem yang telah lama hilang. Sistem yang dahulunya telah membangkitkan Bangsa Arab menjadi Bangsa yang besar.

Berita gembira itulah yang akan kami sampaikan kepada pembaca melalui blog ini. Sebagai kata pembuka, adakah kalian melihat betapa kecilnya manusia di alam semesta ini. Manusia merupakan makhluk eksklusif yang memiliki akal sehingga mereka dapat melakukan hal yang lebih besar.

Selasa, 08 November 2011

Cahaya

Aku pernah hidup di tempat yang dipenuhi dengan cahaya. Tempat itu sangat terang, sampai-sampai lampu yang aku hidupkan tidak lagi kelihatan terangnya. Di suatu saat aku berpindah ke tempat yang gelap, bahkan cahaya korek api kecilpun terlihat bagai cahaya yang terang benderang disana. Mereka yang dipenuhi cahaya, mulai lupa betapa pentingnya cahaya mereka miliki itu. Mereka yang telah terbiasa dengan kehidupan di tempat yang gelap, akan menjadikan setitik cahaya sebagai suatu anugerah, mereka sangat mengerti apa arti dari cahaya yang mereka dapatkan.

Aku datang dengan sejuta perilaku baik kepada mereka. Dengan senyum, tawa, canda, kehangatan. Emosi baik memenuhi ruangan, menyantuni setiap manusia yang berada disana dengan aura kebaikan. Sehingga berbahagialah mereka disana karena aku berhasil memberikan aura positif bagi mereka. Tetapi itu semua berubah, karena sedikit kelalaian yang telah diriku lakukan. Sejuta perilaku baik itu terhapus karena kecerobohan sepihak. Mereka berhak menganggap ku demikian, karena diriku memang demikian. 1 juta kebaikan yang telah aku berikan tidak bernilai apa-apa, ketika ada 1 hal dari diriku yang mereka tidak sukai. Menyedihkan? Ya, tetapi begitulah adanya. Aku tidak pernah kecewa, karena aku hanya mencoba untuk melakukan segala sesuatu sebaik mungkin.

Mereka berkata, "Kami sangat baik kepadamu". Tetapi yang mereka lakukan hanyalah berdiam ketika diriku kesulitan. Ya, mungkin itu baik, karena itulah pertanggungjawaban terhadap perkataan mereka. Dengan berdiam mungkin itu sudah baik. Tapi apakah aku salah jika aku meminta sesuatu yang lebih? Setidaknya mereka bertanya atau merasa prihatin. Bukankah sama saja mereka dengan orang-orang yang tidak mengatakan diri mereka baik terhadap diriku? Aku tidak menuntut. Karena yang paling dapat kamu andalkan di kehidupan ini adalah dirimu sendiri. Bagaimana jika tanganmu tidak dapat kamu andalkan lagi? Itu berarti fungsi tanganmu telah mati dan ia tidak bernilai lagi selain sebagai hiasan.

Seperti itulah pola kehidupan manusia. Kadang-kadang kita lupa betapa pentingnya hal-hal kecil, karena kita sudah terbiasa dengan hal-hal besar. Kadang-kadang orang lupa kepada seluruh kebaikan seseorang, jika orang tersebut melakukan 1 hal yang tidak sesuai dengan apa yang orang-orang inginkan. Terkadang kita lupa untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita katakan.

Pola hidup simple adalah melakukan segala sesuatu dengan sekuat tenaga dan menerima dengan baik apapun hasil dari sesuatu yang telah dilakukan.

Life is simple. You're the one who make it complicated.

Senin, 31 Oktober 2011

Nusantara

Aku bertindak atas pengaruh kebenaran yang ada pada diriku. Pengaruh itu aku dapat dengan melihat dan mempelajari alam, seperti mereka yang melihat burung yang terbang di angkasa. dan mengambilnya sebagai contoh untuk membuat pesawat terbang. Semuanya sesuai dengan prinsip yang berlaku pada alam. Prinsip itu mengajari kita, sehingga kita sadar siapa diri kita sebenarnya. Siapapun dirimu kamu tidak boleh menyangkal, bahwa kamu adalah bagian dari alam semesta sebagai satu kesatuan.

Sebagai suatu kesatuan dari alam, jika manusia merusaknya, maka rusaklah manusia itu pula. Manusia sebagai bagian dari alam tidak boleh berpecah belah, karena jika ia berpecah belah maka rusaklah sistem kesatuan yang berlaku pada alam. Rusaknya sistem alam akan mengakibatkan rusaknya manusia. Renungkanlah mengapa setiap bagian harus mendukung persatuan untuk menciptakan keharmonisan.  Renungkanlah bagaimana bagian-bagian tubuh manusia membentuk persatuan yang menciptakan kerja sama yang sangat baik dalam membangun sistem kehidupan pada tubuh manusia.

Dengan pengaruh kebenaran, yaitu pengaruh yang diberikan alam semesta. Manusia akan menjadi makhluk yang sadar siapa hakikat dirinya. Jika manusia sadar siapa dirinya, maka ia akan mengerti apa tugasnya untuk hidup di bumi.

Disebutkan pada suatu kisah, rumah anak yatim yang akan rubuh itu di bangun kembali oleh seorang pejuang. Sahabatnya bertanya, untuk apakah rumah itu di bangun, padahal rumah itu akan hancur. Pejuang itu menjawab, tak tahukah kamu bahwa di bawah gubuk itu terdapat harta karun yang besar, dan apabila anak itu telah dewasa, ia akan dapat mengolah harta karun tersebut untuk keperluan yang baik. Kisah itulah yang membuat diriku mengerti apa arti dari kehidupan Bangsa yang telah hancur ini, yang akan kembali di bangun menjadi suatu Bangsa besar dengan berbagai sumber daya alamnya suatu saat nanti.

Cerita tentang kapal yang kemudian di bocorkan agar tidak di rampok perompak. Dan kisah anak kecil yang di bunuh oleh pejuang tersebut. Itu merupakan pelajaran berharga dan akan di laksanakan pada saat ini.

Now I love my homeland. Because I know how it will be rebuild. Hehe.

Kamis, 18 Agustus 2011

Berpikir

Mungkin aku hanya terlalu banyak berpikir. Sehingga berpikir tentang berjuta hal tidak penting. Padahal dirinya hanya menganggap hal itu sesuatu yang sangat sederhana. Cuma mengatakan selamat ulang tahun dan mengucapkan beberapa hal yang sederhana. tetapi diriku selalu berpikir yang aneh-aneh sehingga aku menyimpulkan berbagai macam hal yang tidak penting dan terkadang sedikit berlebihan.

Nanti di lanjutkan lagi. :)

Akhirnya

Aku selalu menjadi sedikit tenang dan mendapatkan pemikiran yang baik dengan menuliskan beberapa hal pada blog ini. Aku sungguh senang dengan hal ini, tetapi aku mulai berpikir aku menjadikan alat tulis ini sebagai pelarian untuk menghadapi permasalahan yang sesungguhnya. Apakah itu bernilai baik? Aku akan selalu bergantung dengan catatan pada blog ini, aku tidak menyukainya. Aku harus bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak menjadikan blog ini sebagai tempat pelarian ketika aku memiliki masalah. Seharusnya, blog ini aku jadikan tempat bagiku membagikan hal-hal yang bernilai penting untuk di baca oleh semua orang.

Tak apalah, bagaimanapun ini mungkin bisa menjadi permulaan yang baik, sehingga aku dapat menjadi pribadi yang tertarik dan dapat menulis dengan lebih baik. Yang aku tau dan aku inginkan adalah pemikiran yang timbul pada saat aku menuliskan berbagai macam hal pada blog ini. Karenanya aku semakin tertarik untuk menuliskan sesuatu ketika aku memiliki beberapa hal di dalam kepalaku yang sangat sulit untuk di lupakan. Dengan menulis, aku merasa lebih nyaman dan menemukan banyak solusi setelahnya. Yang aku bingung, kenapa selalu tentang 'itu'.

Akhirnya aku mengerti, kenapa diriku selalu memiliki perasaan bahwa, dirinya jauh lebih baik tidak bersama diriku. Aku selalu berpikir aku bukanlah orang yang tepat baginya. Dia dapat lebih bahagia dengan orang yang tepat dan bagaimanapun aku berpikir, aku tidak akan mampu menyaingi pria yang tepat itu. Kenapa? Karena pria itu adalah bagian dari kehidupannya di masa lalu. Sedang aku? Aku hanyalah pria yang menjadi tempat pelarian bagi dirinya, karena dirinya yang kesepian. Dirinya yang tidak lagi dapat bersama pria yang tepat, memilih diriku sebagai pilihan terakhir yang dapat di pilih untuk mengisi waktu-waktunya.

Terkesan sungguh menyedihkan. Ya, mungkin menyedihkan bagiku, tetapi hal itu tidak penting, yang terpenting adalah walaupun sedikit aku dapat memberikan kebahagiaan bagi dirinya. Tapi bagaimanapun aku sadar, aku tidak akan dapat melebihi pria itu. Dia yang memiliki kenangan dan waktu yang lebih banyak bersama pria itu memiliki beribu cerita untuk di kenang dan di ingat. Di bandingkan diriku yang baru hadir dalam kehidupannya, aku bukanlah apa-apa. Aku hanyalah kepentingan bagi dirinya, bagaikan memakan nasi menjadi kebutuhan baginya. Tidak lebih, ya mungkin itulah nilai diriku.

Lebih mengenaskan lagi, diriku di mata pria itu. Aku adalah ular yang berhasil menghasut dia untuk melupakan pria itu dikit demi sedikit, sehingga dia melupakan perjanjian yang telah mereka adakan. Tetapi bagaimanapun aku sadar, janji pertama adalah janji yang utama yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang masa. Dan aku, kembali menjadi sesosok ular yang seharusnya tidak berada di situ. Takdir menjadikan diriku pemeran yang memecah hubungan mereka. Sungguh menyedihkannya posisiku.

Tetapi semua itu tidaklah penting, yang terpenting adalah bagaimana kehidupanku dan dia dapat berjalan dengan baik sebagaimana mestinya. Pikiran tentang ini akan selalu menghantuiku, karena pria itu jauh lebih berarti di banding diriku. Semua itu akan terbukti menjadi nyata 1 bulan 2 hari setelah penulisan blog ini. Semoga aku dapat membuktikannya, kalau pria itu memang jauh lebih berarti di banding diriku.

Sekarang diriku, menjadi bingung. Apa yang sebaiknya ku lakukan? Bertanya kepadanya? Jujur kepadanya? Semua ini harus ku katakan agar setidaknya dapat menenangkan jiwaku. Karena kini aku mulai menyadari bahwa hubungan yang diriku jalani hanyalah sebatas kepentingan bagi dirinya.

Ehm. Akhirnya semuanya menjadi lega dan aku dapat beristirahat sekarang. Apakah ini hanya prasangka burukku? Menurut ku tidak. Bukankah jika engkau mengenang sesuatu berarti sesuatu itu amat berharga bagimu? Ya, sesuatu yang aku ingat adalah sesuatu yang sangat berharga. Aku tidak akan mengingat 1 hal tidak penting. Aku mengingatnya karena bagiku, itu menjadi sesuatu yang patut di kenang. Karena sesuatu itu adalah sesuatu yang berharga bagiku. Karena itu patutlah bagiku mengira, bahwa dirinya masih menganggap penting pria itu. Dan kini diriku sadar bahwa diriku tidak lebih dari pengganggu hubungan sepasang kekasih yang seharusnya masih berjalan dan akan berakhir dengan kebahagiaan. ~.~

Lonely poem. From the eternally loneliness boy.
Bagiku kesendirian adalah sesuatu yang sangat istimewa karena aku dapat bebas bagaikan burung. Jika aku dapat menciptakan kesatuan dari diriku dan pasanganku, itu adalah hal yang sangat istimewa sekali. Karena padanya terdapat 2 dalam 1. Tetapi bagaimana mungkin aku dapat bersatu dengan sesuatu yang bernilai setengah, dimana setengah jiwanya berada di tempat yang lain? Itu tidak akan mungkin. Karena aku tidak akan pernah bisa lebih baik dari pria itu!

Dan aku tidak mau dan tidak perlu bagiku dan tidak ingin diriku di bandingkan dengan siapapun walaupun itu berarti aku lebih buruk 100 kali di banding dirinya. Aku adalah aku dan aku tidak dapat menjadi dia. Bagaimanapun dirinya adalah yang pertama bagimu. Itulah yang membuat diriku benar-benar tidak akan pernah lebih baik darinya. Karena itu, dirimu yang mementingkan dirinya lebih baik bersama dirinya.

Aku bukanlah siapa-siapa. Aku senang dapat membuat dirimu senang. Tetapi aku akan lebih senang jika dirimu bertambah senang, yaitu bersama orang yang paling tepat bersama dirimu. Yaitu orang pertama bagi dirimu.

Doubt

Keraguan selalu menghampiri qalbu ku ketika melihat dengan mata fisik dan kembali melihat dengan mata qalbu. ~.~, every single thing have change into darkness side of the world.

Glare or blindness? Switch it out, turn it out. You'll never know how long that the time will be reveal. You are just one of the entire universe. I miss my time when I can share it to play a game making fun of the time. Spending it in useless way.

Now, let start with a new way. According to my experience there is nothing in this world will give you such a free gift from the sky. It is useless for you and me to keep hoping for something great without doing anything. Sit down, eating some food, you must always aware you need to do something to make it true. Bro. Everything change since the time are never in my side anymore. My routine has change into the darkness time, when I don't know what to do. When there is no one by my side. Just me here all alone, waiting for the shine of the sun.

What I can do, is just watching through the darkness night seeing nothing but darkness. Suggesting myself to make it even worse than it should. When I always keep my words that "my light will never fades away". I'm trying to make myself  a strong person who can control everything I wanted. But no, i'm just a weak boy with a thousand dream in my head and hoping, the dream can be a reality. I can do nothing just hoping for the miracle.

20th years old boy without any experience trying to judge the world even with lack of experiences. Doubting every single step, even just to move finger. Even more walk into the darkness that will throw my soul into the deepest darkness in the world. Because i'm never afraid to do that. Hoping I can be a better person to explore the forbidden place. Forbidden area of the brain that can make your mind even more worse, becoming the worst in this world.

This is the hymn of the pointless person. Waiting for nothing, hard work to gain nothing. You always running, because you never found a perfect answer for everything that need to be perfect for your stupid brains. The simplest way is to cut it out from your life and you think that is satisfying.

Anger, do you think you can control your anger? Stupid, you are just nothing than a 20th years old boy, your not becoming 21st yet. This time. You must past over a month 2 days to make it. And still no one promise you that you'll get it.

Don't you think, the number that you always remember is something important for you? Yes, that is the key. He always be an important person for her, definitely. Because she will always remember every single time and every single moment with him, because however he has become the first for her!!!!!!!!!!!!!!!!!!

That is what it make i'm lose to him. I'm just a simple loser coming down from the center of the earth disturbing their relationship. I'm just a snake, i'm trying to be kind like the pigeon. I'll never made it. I'm just a snake, that will destroy her relationship. I don't want to be like this. I don't need to be like this. I'm just a loser compare to him.

"No, you just so pessimistic." What can I do? However i'll never able to change the fact that i'm just someone she ran out, because his not by her side anymore. I'm just a loser compare to him. Nothing else.

It is my story. Yes, my story as an eternally lonely boys. That will never be compare to him, someone she always love.

I don't like to be compare. So that why, i'm always thinking he is the best for you. And i'm just someone that you must chose because no one else you can chose. I'm happy, that i can make you happy. However I'll be happier if you can happier than know, with him as your boyfriend. :)

May the God know this. That i'm not good for you, because I'll never be a better chose for you, he is the best for you.

Rabu, 17 Agustus 2011

Rather than think

Aku lebih memilih mendengarkan musik dan menuliskan ceritaku daripada harus berpikir tentang banyak hal yang tidak penting. hehe.

Memperhatikan dan melihat banyak hal-hal yang membuat diriku menjadi sedikit pusing, merasa tidak penting dan yaaaaah, taulah selalu tentang itu. Sedikit wudhu, sambil mendengarkan lagu depapepe dan menuliskan apa yang aku inginkan selalu dapat mengobati apa yang aku inginkan. Panggilan jiwa, sedikit tahap bagi diriku untuk dapat lebih mengontrol jiwa. Mungkin pelampiasan menuju tulisan adalah salah satu jawabannya, jika aku dapat melakukannya dengan lebih baik, pasti itu sangat jauh lebih menyenangkan. Dapat mengabaikan sejuta hal tidak penting dalam kehidupanku.

Dan aku kembali tersadar, betapa nyamannya hari-hari ku di masa lalu. Tanpa perlu memikirkan hal-hal yang membuat otak ku menjadi bercabang. Keistimewaan yang membebani pikiranku atau aku terlalu terbiasa dengan kondisi itu? Aku terlalu banyak berpikir dan hal-hal yang membuat otakku berpikir ke arah yang tidak perlu kadang-kadang membuat diriku ingin melepaskannya. Alangkah indahnya jika dia dapat bersama orang yang tepat, bukan orang seperti ku yang terlalu banyak berpikir. ~.~

Inilah dirikua, dan aku tidak dapat mengubah hal itu. Aku akan selalu seperti ini, lebih baik menyendiri dan melakukan apa yang aku anggap benar. Melakukan yang terbaik walaupun tidak ada orang yang menyangka bahwa hal itu baik. Berdiam adalah emas, dan berbicara adalah perak. ~.~, aku akan lebih memilih emas, jika terlalu lama berdiam maka semuanya akan sedikit berbeda. huhuhuhuh....

Duniaku sangat berbeda. Aku telah menuliskan beberapa kalimat dan mereka merusak semuanya. Menghilangkan tulisan luapan emosiku, sehingga aku harus kembali mengulang untuk menulis catatan ini. Sehingga benar-benar menjadi ke catatan. Ehm, aku mulai kembali, tersadar sebenarnya aku sangat menginginkan dirinya benar-benar bahagia, tetapi aku bingung apa yang benar-benar dapat aku lakukan untuk membuatnya bahagia. Aku tidak yakin aku benar-benar dapat menjadikan dirinya bahagia, aku pikir, dia pasti bisa lebih baik dari diriku, diriku hanyalah pelarian karena memang dia tidak memiliki pilihan lain selain diriku. Tidak masalah, asalkan dia dapat menjadi bahagia karenanya, tetapi aku akan mengusahakan yang terbaik baginya. Kini aku kembali dengan pemikiranku bahwa sebenarnya semuanya adalah kepentingan, cinta sejati mungkin ada tetapi sangat sulit untuk di ciptakan. ~.~

Aku hanyalah kepentingan baginya sehingga aku menjadi sahabat dekatnya. Hanya sebatas itu. Mungkin, bisa ya atau tidak. Ya, aku berpikir demikian. Karena apa yang dia anggap penting, itulah yang akan dia buat. Berdasarkan ego dan kepentingan yang masing-masing manusia miliki. Sedang diriku sedikit berbeda, karena kehidupanku tidak lagi memiliki kepentingan kecuali karena-Nya. Aku menciptakan kepentingan menimbulkan rasa, benci, sayang, cinta, dan sebagainya. Aku pikir aku dapat menciptakan sesuatu yang diciptakan otak itu dengan benar-benar mengontrol otak yang ada di kepalaku ini.

Ketika itu, benar-benar melepaskan sumber kesengsaraan manusiawi. Naik ketingkat yang lebih tinggi dengan memfokuskan kepentinga hanya karena-Nya. Dengan begitu aku berbuat bukan karena diriku, tetapi karena-Nya yang selalu menjadi penuntun ku melakukan segala sesuatu di kehidupan ini. Tentu, tidak ada manusia yang sama karena tidak mungkin ada 2 manusia dengan lingkungan yang 100% sama, mungkin kesamaan itu bisa mencapai 99%, tetapi tidak untuk 100%. Mungkin..~.~

Aku memiliki pola pikir ku sendiri sehingga aku berpikir demikian dimana mereka mungkin memiliki cara berpikir yang berbeda sehingga mereka tetap berada pada jalan ini. Aku dapat mengatakan sebenarnya aku hanya tau, bahwa Tuan adalah apa yang menjadi tuntunanku dalam menjalankan kehidupan ini. Dan hanya itu, karena itu aku yakin tugas ku hanya melakukan yang terbaik dari apa yang telah aku pahami sekarang, nanti, hingga ajal menjemput ku. Bagaikan tanah yang tugasnya menjadi tempat tumbuhnya tanaman, aku akan menjalankan tugas sebagaimana Tuan menciptakan ku. Aku tidak akan lari dari kenyataan itu.

Its a lonely time when you know that others is just you.

Detik yang ku lalui adalah untuk berbagi kebahagiaan. Tetapi kebahagiaan itu tidak dapat di bagikan, karena aku sendiri bingung dengan kebahagiaan yang aku miliki. Apakah aku benar-benar bahagia? Seharusnya aku mengerti apa yang dia inginkan. Tetapi belenggu keinginan idealisme mendapatkan kesempurnaan bagiku dan dia. Itu yang membuat diriku penasaran, alangkah lebih baiknya jika semua di mulai dan berakhir di jalan pertama. Bagaikan jalan lurus yang pada akhirnya akan kembali ke awal jalan itu di mulai. Jika kamu berubah arah, jejak kakimu di jalan yang telah berlalu akan tetap ada dan kamu tidak akan pernah seutuhnya berada di jalan yang awal.

Jika semua ini dapat berakhir, bercampur perasaan sedih dan senang manusiawi ku. Dan akhirnya jika benar-benar berakhir, aku dapat menjadi pribadi yang lebih baik dengan memahami apa sebenarnya yang dinamakan kepentingan dan kehidupan. Aku akan membuang kepentingan itu dan menjalani kehidupan yang benar-benar lurus tanpa kepentingan apapun, karena bagaimanapun aku hanyalah aku tidak dapat bersatu dengan pribadi yang lain. Aku akan menjalani kehidupan ku sesuai dengan kehendak-Nya yang telah menuntunku.

Kenapa aku selalu memiliki pemikiran yang seperti ini ya? Bingung...~.~, alangkah tidak menariknya memiliki pemikiran-pemikiran tidak penting seperti ini, walaupun itu semua adalah awal dari pengontrolan emosi secara keseluruhan dengan benar-benar mengenal perasaan yang ada di dalam kepala, dan dapat menciptakan atau menghancurkanya sesuai dengan keinginan otak.

I'll always do the best and believe my light will never fades away.
Hakuna matata.
Que sera, sera.

Selasa, 09 Agustus 2011

Dunno Why

udaah bi?
udh,
teori teko russel...
knapaah?
apa tu?
mntrap kan.
11-12 sma FSM..hehe
oh iaa bii...
awk curhat ma ko ya..kwkw
ga jdi ja lah..kwkw
lbih enak ke blog..kwkwkawkawk
hehehe
knp?
ga napa2..kwkw
ada yang suka ma daris?\
kwkkww
ga...=.=a
klo soal tu awk ga mslah..kwkw
awk mmang ga da mslah..
cuma aneh aja..heheh
anehnya...mgkin krna awk sring x jomblo dn dah lama jombloo..
jadi apa yang mau ko cerita?
jdinya kdg2 awk pgen dia shrusnya sma ruly aja....wkwkwkwk
tah knapa kdang2 trpikir gitu..=.=a
anehkan??
wkwkkww
cemna mnurut ko??
kwkw
knp pikiran ko gitu?
gtw...~.~
krna kdang2 awk rasa klo seandainy ruly tu trima, dia psti lbih snang dn bhagia ma ruly..kwkwkwkwwkkw...kdang2 aja tapi trpikir gitu..=.=a
trima mksudnya trima keilmuan..
hehehe
aku lagi tlponan ama lya ni. .
jgan ko bilang sma lya..=.=a
klo sma awk...apalah awk nii..kwkwkw....
krna kan daris dah lma sma ruly..gitu lhoo bii..hehee
hbes tu awk trpikir...klo pun dia sma ruly, awk ga akan suka sma cwek lgi..kwkw, kcuali tuntutan komunitas...hehee
ga ku bilang lah ama lia..
hihihihi
00:54
awk mw btol2 mlepaskan nafsu manusiawi untuk mnuju tingkat yg lbih tinggi...kwkw, hayalan tingkat tinggi ni bi..kwkw
klo mlm2 suka kya gini otak awk..kwkwk
krna klo mnusia snang, siap2 brtemu ksedihan..heheee...
karena berbahagia adalah tidak adanya penderitaan di dunia ini, mengendalikan diri terhadap makhluk-makhluk hidup. berbahagia adalah tidak adanya nafsu di dunia ini,mengalahkan nafsu-nafsu indria.
hahahahaa..

To live as a couple

Untuk hidup adalah untuk merasakan apa yang ada di sekitarmu. Tujuan utamanya adalah mendapatkan kehidupan yang bahagia. Kehidupan yang bahagia tentu adalah kehidupan yang sesuai dengan fitrah manusia. I live a lot and now I know live is a complicated to think but easy to do. Bagai sebuah makanan, kamu tidak akan pernah tahu rasa dari makanan itu sebelum kamu memakannya, kamu hanya menerka dengan segala pemikiran yang ada di kepalamu. Begitulah hidup, berpikir tentang hidup menambah kedewasaan karena kamu akan mengenal masalah dengan berpikir, sehingga kamu akan menjadi lebih dewasa dengan menyelesaikan permasalahan dengan sikap bijak dan santai.

Hidup berpasangan adalah dengan menerima seluruh kehidupan pasangan mu secara tulus dan ikhlas. Tanpa perlu memperhitungkan berjuta variabel yang ada di dalam kehidupannya. Perkataan yang telah terlontar tentu adalah bagian dari variabel-variabel itu. Kamu tidak perlu melupakannya, tetapi kamu harus dapat menerimanya. Dia menyukai seseorang, mungkin itu telah berlalu, tetapi masa lalu itu adalah bagian dari kehidupannya yang akan menjadi bagian kehidupanmu. Ya, bagian kehidupanmu sebagai pasangannya. Menjalin kesepasangan adalah menyatukan kehidupanmu dengan kehidupannya. Sehingga dua kehidupan yang berbeda menjadi satu kehidupan. Kamu harus bisa menerima apapun yang telah menjadi kehidupannya.

Sulitkah? Ya, seharusnya ini adalah salah satu hal tersulit yang dapat di lakukan. Memang tugas mu hanya menerima, tapi bagaimana kamu dapat menerima sesuatu yang sangat tidak kamu sukai? Itulah yang menjadi kesulitan. Kamu tidak akan pernah dapat merubah segala sesuatu yang telah berlalu. Tetapi diriku, tentu dapat dengan mudah menyelesaikan hal-hal seperti ini. Semua yang manusia rasakan adalah hasil stimulasi otak menjadi pemikiran, indra, dan sebagainya. Kamu hanya perlu mengontrol otakmu sehingga kamu dapat memikirkan apa yang kamu inginkan. Menerima semuanya seolah-olah kamu menyukainya (karena ia menyukainya di masa itu), itulah yang harus aku lakukan apabila aku ingin menjadi dirinya. Karena dengan menjadi dirinyalah aku dan dia dapat menjadi satu.

Kenapa kamu begitu? Bukankah kamu dapat mencari seseorang yang kamu anggap seperti dirimu? Sehingga semua yang ada pada dirinya, ada pada dirimu. Kamu tidak mungkin, tidak dapat menerima hal tidak baik yang ada pada dirimu. Iya, aku dapat saja melakukan hal seperti itu, tetapi jika aku seperti itu, aku tidak akan menemukan true love, yang ku dapatkan hanyalah kepentingan-kepentingan dan kepentingan. Aku hanya mementingkan diriku untuk dapat sesuai dengan apa yang aku mau, semuanya atas dasar kepentingan. Aku masih sedikit bingung, apakah tindakanku untuk dapat bersatu dengannya dapat di sebut dengan kepentingan? Aku yakin tidak, yang ku lakukan adalah upaya pencarian cinta sejati. Jika cinta ini di khianati, aku tidak akan pernah mempercayainya lagi. Karena aku hanya mengusahakan sesuatu yang sia-sia, tidak nyata, dan hanya sebatas mencari imajinasi yang ada di kepalaku. Imajinasi yang tidak ada dalam kehidupan nyata.

Tapi bukankah tidak mungkin itu hanya bernilai kepentingan bagi dirinya? Ya, bisa saja. Tetapi aku hanya menginginkan diriku untuk mengenal cinta sejati, sehingga aku dapat mengenalkan hal itu kepadanya.

This is my way through the sky.
Erasing emotional force.
To become Angel.

Jumat, 05 Agustus 2011

Write

I wanna write. Aku ingin menulis. Menulis apa saja yang dapat aku tulis. Menuangkan segala sesuatu yang terlintas di dalam pikiranku. Hari-hari ku kini telah berubah. Kesibukan hari kemarin yang di penuhi dengan urusan-urusan kuliah, dengan berbagai macam kegiatan yang terkadang membuat kepala ku menjadi sedikit pusing atau goyah dalam beberapa menit. Semua berjalan masih sesuai dengan rencana ku, walaupun tidak tepat dalam pengukuran waktu yang ku harapkan.

Waktu yang telah berlalu, detik demi detik, ketika segalanya tidak berjalan dengan normal, pasti perasaan tidak normal akan terlintas di kepalaku, walaupun aku dapat menghilangkan hal itu dalam sekejap, tapi perbedaan yang aku rasakan begitu mencolok sehingga aku ingin menulis. Beberapa detik atau menit yang membuat diriku menjadi sedikit pusing, membuat diriku tergerak untuk menuliskan beberapa penggal kalimat dalam blog ini.

Lebih kurang, telah ku lewati waktu selama sebulan aku tidak lagi menulis di sini. Rasa rindu dan penasaran kembali menyelimuti alam pikiranku. Rindu, karena dahulu telah beberapa kali aku menuliskan sesuatu di blog ini. Penasaran, karena aku ingin tahu apa yang akan ku tulis selanjutnya. Serangkaian kalimat tidak penting yang bertujuan untuk melegakan kembali pikiranku. Itulah yang sering kali ku tuliskan dalam blog ini, tanpa malu, ragu, dan apa adanya. Semuanya sesuai dengan apa yang ada di kepalaku. Tidak hanya untuk melatih menulis, tetapi juga untuk mengukir sejarah setidaknya bagi diriku di masa depan.

Tidak banyak kata yang dapat ku sampaikan. Semua ini pasti mengenai dirinya. Aku takut, terkadang aku takut aku tidak dapat menjadi pria yang ia inginkan. Kita semua memiliki kendala, bagaikan seekor ulat yang akan menjadi kupu-kupu, kita harus sabar dan tabah, hingga akhirnya semuanya berubah menjadi indah. Waktu ku sempit, tetapi aku harus memacunya dengan melakukan yang terbaik, agar waktu yang sempit itu dapat menjadi jauh lebih berarti untuk di kenang.

Lantunan tak bermelodi menemani kesepian ku di antara ruang kesibukan dalam hidupku. Esok aku akan melihat tantangan yang berbeda, dengan berbagai kegiatan yang berbeda, dan target atau tujuan yang berbeda. Ku tak dapat berkata banyak, karena sumber inspirasiku dalam menulis adalah perasaanku. Kini ku dapat merubah perasaan itu bagaikan energi yang berubah.

Berbahagia adalah tidak adanya penderitaan di dunia ini, mengendalikan diri terhadap makhluk-makhluk hidup. Berbahagia adalah tidak adanya nafsu di dunia ini, mengalahkan nafsu-nafsu indria, tetapi menghilangkan kesombongan "aku", itu adalah benar-benar kebahagiaan tertinggi. (Tipitaka)

Perasaanku bagaikan nilai konstanta yang tidak pernah berubah. Ia bernilai static, tidak turun dan tidak naik. Ia akan tetap, sekarang hingga nanti. Jika dia bertanya kepadaku, aku akan berkata, "If you asked me how many times you have crossed my mind I would say once because you never really left."

Jumat, 15 Juli 2011

Tanyaku

Hai, kekasihku. Ada 1 tanya qalbuku yang terkadang membayangi keseharianku. Pertanyaan itu tidak penting dan tidak menghasilkan apa-apa jika diriku tahu jawaban dari pertanyaan itu. Aku hanya menganggap pertanyaan itu sedikit penting, karena diriku penasaran akan jawaban dari pertanyaan itu. Mungkin suatu hari nanti pertanyaan itu akan langsung kutanyakan pada dirimu. Kini aku hanya bisa menulisnya.

Sayangku. Aku tahu, dirimu kini bukanlah dirimu yang lalu. Dan tentu, dirimu kini bukanlah dirimu yang lalu. Apapun masa lalu yang engkau miliki, engkau tetaplah kekasihku. Karena aku memilih kamu yang sekarang, bukan kamu yang dahulu, walaupun masa lalumu adalah bagian dari dirimu.

Aku selalu bertanya di dalam qalbuku, apakah dirimu di masa lalu pernah melakukan 'hal' itu? Bersama'nya' atau bersama 'dia'? Jika tidak pernah, Alhamdulillah. Jika pernah, hal itu tidak akan mengubah perasaanku kepadamu.

Tapi aku harus bersikap jujur, jika pernah, aku tidak akan berbohong kepadamu dengan mengatakan "tidak apa-apa" atau kata-kata sejenis lainnya. Aku akan bersikap jujur dengan menyatakan, bahwa tentu qalbu ku sedikit terusik karenanya. Aku hanya sedikit egois. Dirimu yang lalu, belum tentu lebih buruk dariku. Apakah lantas karena diriku tidak pernah melakukannya, lalu aku mendapat predikat lebih baik? Mungkin bahkan aku lebih buruk dari dirimu, aku yang dulu adalah aku yang begini, begitu, dan dengan berbagai hal buruk lainnya.

Tahukah engkau, dahulu ketika aku ingin mendekatimu. Hanya 1 hal yang selalu membayangi qalbuku tiada henti-hentinya. Tidakkah engkau tahu, mengapa diriku hampir tidak mungkin dapat menemukan seseorang yang lain selain dirimu. Dahulu aku menyadarinya, engkau yang jauh lebih berpengalaman di banding diriku, memiliki kemungkinan yang sangat besar telah melakukan 'hal' itu. Aku hanya melihat sepintas dari sosok mu yang begitu menawan. Walau begitu, ketika aku mengenalmu, sedikit demi sedikit kemungkinan itu semakin berkurang, walaupun kemungkinan itu tidak pernah bernilai kecil.

Dengan keegoisanku aku sempat berpikir, betapa meruginya diriku jika aku mendapatkan pasangan yaitu seseorang yang telah melakukan 'hal' itu, sedang diriku tidak pernah melakukannya. Diriku berkata dalam qalbu, aku tentu jauh lebih baik darinya. Dan aku akan mencari seseorang yang tepat bagi diriku. Keegoisan itu membayangi qalbuku dan menganggap dunia tidak akan pernah adil kepada diriku. Lalu, sepintas tanda-tanda, muncul di qalbuku dengan berkata "Hari ini bukanlah kemarin. Kemarin kita semua sama, kita adalah makhluk yang hina, lalu disucikan hingga menjadi insan merugi dan di angkat menjadi mukhlisin". Yang membedakan nilai seorang pribadi adalah apa yang mereka lakukan sekarang, bukan segala sesuatu yang telah berlalu. Aku yang pintar dahulu, tidak berarti aku pintar sekarang. Aku yang dahulu tidak pintar, akan di nilai pintar jika aku dapat membuktikannya sekarang. Siapa diriku? Diriku adalah aku yang sekarang. Begitulah nilai dari pribadi seseorang. Kamu adalah kamu yang sekarang.

Lalu jariku menulis.
"Garisnya membuat dirimu lupa bahwa tadi bukanlah sekarang, ia bersambung seolah-olah satu. Tetapi tidak! Kesombongan dan iri hati membutakan pikiran dan membatasi keleluasaan. Padahal tanah tetaplah tanah sebelum ia di bentuk menjadi keramik. :)"

Aku hanya ingin tahu, karena dirimu adalah bagian dari diriku. Patutlah bagiku mengetahui apa-apa yang engkau rahasiakan. Karena bagiku engkau dan aku adalah 2 dalam 1. Sepasang kekasih. Aku melihat dirimu sebagai seorang kekasih. Dan predikat kekasih di dalam qalbuku hanyalah untuk dirimu seorang. Kini diriku tidak melihat dengan mata fisikku, karena aku mampu melihat dengan mata qalbuku. Aku tahu, predikat-predikat setiap manusia. Dan kamu adalah kekasih bagiku. Tidak mungkin malaikat-malaikat dapat menggantikan predikat itu.

Sayangku, aku sedikit lega bercampur dengan perasaan aneh, ketika aku mengetahui kenyataan itu. Dan aku harus menerimanya, karena dirimu adalah diriku. Kuharap aku mampu menanyakannya kepadamu. :)

Kamis, 07 Juli 2011

Nilai

Ketika aku memiliki uang 50 ribu, begitu mudahnya aku membeli makanan yang mahal-mahal dan menghabiskan uang 100 ribu ku itu dalam waktu 1 hari. Ketika aku memiliki uang 10 ribu, begitu tahannya diriku untuk membeli makanan yang murah tetapi cukup mengenyangkan dan menghabiskan uang itu dalam waktu 1 hari.

Manakah nilai yang lebih besar bagi diriku di waktu yang berbeda itu, antara 100 ribu dan 10 ribu? kedua nilai itu terlihat sama, karena aku memerlukan waktu yang sama untuk menghabiskan kedua nilai tersebut. Pada waktu yang berbeda, bisa jadi uang yang bernilai 100 ribu sama nilainya dengan 10 ribu. ~.~

Kemarin aku punya 1 Galon air dan aku bersedia membagikan seluruh air tersebut kepada siapa saja. Tetapi, tidak ada yang memintanya. Mereka juga punya lebih kurang sebanyak 1 Galon air itu juga. Di hari yang lain, aku hanya memiliki setengah galon air dan aku sedikit enggan untuk membagikannya kepada siapa saja, karena aku tau saat itu kita kekurangan air, tetapi mereka semua memintanya, sungguh mereka melupakan sikap mereka dahulu yang telah menilai rendah terhadap air. Begitu berharganya nilai air pada saat itu. ~.~

Ketika aku memiliki uang beserta beberapa perlengkapan bernilai 1M. Aku tidak tahu, yang manakah yang paling berharga dari harta yang ku miliki itu. Apakah mobilku? Apakah rumahku? yang manakah yang bernilai tinggi sehingga hartaku dapat bernilai 1M? Ketika aku kehilangan salah satu harta ku, aku mulai sadar akan nilai yang di miliki harta tersebut. Ternyata hanya cincin ku, ia bernilai 400Juta, dan aku sadar bahwa hartaku kini hanya tinggal 600juta, karena aku telah kehilangan harta senilai 400Juta. ~.~

Nilai sesuatu baru benar-benar dirimu pahami ketika kamu kehilangan sesuatu itu. :D

Percaya atau tidak, semakin tinggi nilai sesuatu, semakin tinggi pula kebahagiaan yang engkau dapat darinya. Nilai laptop atau handphonemu yang engkau anggap rendah, akan memberikan nilai kebahagiaan yang rendah pula. Nilai air yang engkau anggap tinggi, akan memberikan nilai kebahagiaan yang tinggi pula. Manusia tidak akan pernah cukup, jika ia tidak membuatnya menjadi cukup.

Suatu hari, bagiku nasi dan telur adalah makanan yang tinggi nilainya, sehingga ia dapat menjadikan diriku kenyang dan bersemangat untuk memakannya. Dilain waktu, aku yang telah berlimpahan nasi + telor menjadi bosan sehingga tidak lagi menyadari seberapa tingginya nilai makanan itu. Ia tidak lagi menjadikan diriku kenyang, tetapi menjadikan diriku tidak bersemangat untuk memakannya, bahkan aku sisakan makanan itu.


Nilai itu tidak hanya berasal dari hartamu. Persahabatan, cinta, kasih, dan sayang. Itu juga merupakan nilai yang tinggi nilainya.


Demikian pula persahabatan, cinta, kasih, dan sayang. Biasanya kamu akan lebih menghargainya ketika kamu telah kehilangannya. Jangan seperti itu, hargailah persahabatan, cinta, kasih, dan sayang yang engkau miliki setiap waktu, maka kamu tidak akan pernah kehilangannya.

No matter what happens, as long as you have a smile, a sincere heart and a good mind, our friendship will be forever. ^^v

and If I know what love is, it is because of you.

Jumat, 24 Juni 2011

Oke

Oke. Pernyataan setuju terhadap suatu keputusan. Dia dia dia, cinta yang ku tunggu-tunggu. Dia dia dia, lengkapi hidupku. Dia dia dia cinta yang kan mampu-mampu, menemaniku, mewarnai hidup ku. Kini ku berjalan dengan kata OK, tanpa melupakan dasar dan tujuan hidupku. Baiklah saatnya mengatakan OK di setiap waktu. Tidak lagi mempertanyakan sesuatu selama sesuatu itu tidak bertentangan dengan dasar dan tujuan hidupku. Saat ini OK adalah apapun yang aku katakan pada setiap keputusan yang tidak bertentangan dengan prinsip hidupku.

Baiklah, kata-kata OK ini akan membuang segala pemikiran buruk terhadap sesuatu yang nilainya tidak begitu urgent. Kata-kata ini akan membuat diriku menjadi lebih berani, percaya diri, dan melakukan yang terbaik untuk setiap tindakan yang kulakukan. Kata-kata ini akan membuat diriku siap menerima segala hasil yang akan terjadi. Prinsip keikhlasan tingkat tertinggi dari seorang manusia untuk menghiraukan apa hasil dari segala tindakan yang mereka lakukan, mereka hanya berprinsip melakukan yang terbaik dan tidak berbicara tentang hasil dari perbuatan yang mereka lakukan.

Rangkaian sebab-akibat membentuk kehidupan dengan segala sebab-akibat di dalamnya. Sebab-akibat yang tidak pernah berakhir, berproses dan membentuk perputaran ketetapan Allah dan selalu sama. OK. OK. dan OK. Karena begitu, aku tidak perlu lagi memikirkan nanti bagaimana hasilnya jika begini atau begitu. Yang perlu aku pikirkan adalah melakukan yang terbaik saat ini. OK. Mereka mau apa? OK, asal tidak bertentangan dengan prinsip dasar dan aku mampu melakukannya semuanya akan kulakukan. Apakah dia ingin kembali? OK, yang penting aku telah melakukan yang terbaik. Bagaimana jika dia menjadi berbeda? OK, yang penting aku telah berusaha dengan baik.

OK. Baiklah, OK. Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati. Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran. Melakukan keadilan adalah kesukaan bagi orang benar, tetapi menakutkan orang yang berbuat jahat.

Minggu, 19 Juni 2011

Diatonik

Tangga nada dalam musik. Memiliki 7 tingkatan. Aku sebenarnya tidak memikirkan hal aneh atau sesuatu yang baru. Aku hanya ingin mengetik untuk melalui waktu-waktu yang membosankan menunggu download file yang cukup lama. Cuma 60MB membutuhkan waktu lebih kurang 2 jam, sungguh koneksi internet yang sangat menyedihkan. Kecepatannya bervariatif antara 8KB/s sampai 30KB/s.

Terinspirasi dengan lagu yang kadang-kadang dapat sangat mempengaruhi kehidupan kita. Disana terdapat memori dan kenangan kita di masa lalu. Misalnya, jika aku mendengar lagu Green Day, memory ku saat diriku berada di Kediri kembali terlintas, yaitu saat aku memainkan game Star Ocean Until the End of Time. Yang paling ku ingat adalah map bebatuan dan kostum hero yang bersetting abad 14an itu. Hahaha.

Naah, saat ini padahal aku hanya tinggal menunggu sisa download 9% lagi, tapi waktu itu terasa sangat lama. Padahal sore ini aku telah mengatakan kepada teman-temanku kalau aku akan pergi ke lapangan Blang padang untuk joging sore, tetapi sepertinya aku tdaik dapat menepatinya. Ini semua karena file download untuk keperluan TA. T_T. TA, TA, dan TA itulah yang selalu hadir di kepalaku. Menyelesaikan TA adalah tujuan ku saat ini. ~.~, kembali lagi ini semua demi dia. Hahaha, so sweet, demi dia lho. :D

Kenapa aku katakan demi dia, karena apa yang ku dapat dengan mengerjakan TA? ya, palingan cuma nilai bagus dan kelulusan beserta title Amd komputer. Cukup menunjang untuk keperluan kerja ku nanti. Dan semua itu demi dia. Kalau di pikir-pikir aku dapat hidup dalam kondisi bagaimanapun dan tentu aku dapat memenuhi kebutuhan pokokku dengan mudah. Tapi untuknya? apa yang dapat aku berikan kalau aku tidak bekerja dan mendapatkan gaji yang lumayan untuk memberikan kesenangan bagi dirinya.

Tangga nada diatonik. Tangga nada yang paling dasar yang sering digunakan untuk menciptakan lagu-lagu. Aku menyukai tangga nada ini dan sering aku gunakan untuk melantukan melodi-melodi dari gitar yang kumainkan. Kehidupan variatif mulai dari berolahraga, bermain musik, bergaul, berkomunikasi, menciptakan hal-hal baru, itulah kehidupan yang penuh warna bagaikan tangga nada diatonik yang dapat menciptakan nada bervariatif tanpa batas dengan kombinasi-kombinasi tertentu. :)

Yaaaap, akhirnya download yang ku tunggu mencapai akhir. Dan ini saatnya untuk pulang.

Byeee... Fayola Natania dan Edward Yohan, bukankah begitu? Ya, begitulah. :D

May peace always be with us.

Because Me.
My Light will never fade away. :D

Rabu, 15 Juni 2011

The Creed

"Nothing is True, Everything is permitted".
Tidak ada yang benar, semuanya diizinkan.

Ketika dirimu melihat kenyataan, bisa jadi kenyataan yang kamu lihat hanyalah ilusi kepalsuan. Tidak ada yang nyata di dunia ini selain dirimu. Seluruh pengaruh lingkungan yang membuat segalanya menjadi terasa lebih nyata hanyalah kesemuan. Hasil proses otak yang menciptakan rasa gelisah, suka, cinta, segalanya yang manusia rasakan hanyalah sebatas hasil proses otak. Ketika manusia dapat terlepas dari segala rasa yang bersifat manusiawi, di saat itulah manusia meningkat kesadarannya ke titik yang lebih tinggi.

2 dalam 1 sangat sulit untuk tercipta, apakah hal itu benar-benar ada? atau tercipta hanya dari proses saling pengertian, sesuatu yang berbeda tetapi berusaha untuk menjadi 1 dengan proses penyesuaian dan bukan berarti 2 dalam 1 yang nyata. hingga kini aku hanya dapat menyimpulkan hanya dirikulah yang paling nyata. Mengapa aku membiarkan belenggu perasaan mengikat diriku sehingga diriku kembali masuk ke dalam dunia kegelisahan. Di saat 2 dalam 1, tetapi bagian dirimu yang bukan bagian dirimu tidak sesuai dengan dirimu, maka di saat itulah ketidak stabilan kembali tercipta. Perasaan yang ga diperlukan alias perasaan cacat yang di stimulasikan otak kembali tercipta. Sungguh sangat menjijikkan.

Kini aku harus kembali kepada mindset ku "My Passion is no 1".
Egokah? Ya mungkin. Kurang pengertiankah? Ya mungkin. Tetapi aku tidak akan merugikan pihak manapun. "Itu" hanya akan ku anggap sebagai lingkunganku. Bukan bagian dari hidupku.

Ehm, tetapi entah kenapa, setelah aku meluapkan segala emosi ku melalui tulisan. Aku merasa begitu nyaman. Seolah-olah tidak ada sesuatu apapun yang terjadi.:), yang terpenting adalah aku telah meluapkan emosi itu, dan kini aku dapat berjalan lebih baik. :D, mungkin ada benarnya untuk menganggap hal "itu" hanya sebatas lingkungan kehidupan, tapi bukan bagian dari kehidupan. Tetapi jikalau begitu, dia pasti akan merasa tidak nyaman dengan ku yang menganggap "itu" hanya sebatas lingkungan.

Akhirnya, aku hanya dapat berkata "I'll do the best and God will take the rest".
"Hakuna Matata". :D

Pada akhirnya aku menyadari, minum air saja butuh proses, hehehe. Tentu segalanya tercipta karena proses dan sesuatu yang rumit dapat tercipta dengan jangka waktu yang lama. Segala sesuatu yang rumit pasti tercipta dalam jangka waktu yang tidak instan. Tidak ada yang tidak mungkin. Aku akan menjadikan "2 dalam 1" itu menjadi nyata.

Minggu, 12 Juni 2011

Belief

Detik yang kulalui terasa berharga bersama dirinya.

Sabtu,  11 Juni 2011.
Dari pagi hingga sore. Aku tidak bersama dirinya. Kala itu, aku hanya bersama temanku untuk menikmati kongkouw bersama di sebuah kedai kopi yang berada di simpang 5 banda aceh. Tidak ada yang istimewa, selain berkumpulnya kami alumni-alumni MAN yang bersahabat. Awalnya aku telah menyepakati waktu bersama dirinya di sore hari, tetapi karena pamannya pada saat itu bertemu dengan ayahnya, pertemuan diriku dan dia harus di undur hingga malam hari.

Aku datang ke toko itu, kira-kira pukul 8 malam. Dia terlihat begitu menawan dengan baju couple dan cardigannya. ~.~, kupikir, inilah malam terakhirku bersama dirinya di kota banda aceh. Kami akan bersama dengan kondisi dan tempat yang berbeda nantinya. Aku, dia, adiknya, sepupu dan kakaknya, kami bersama-sama menuju sebuah tempat makan untuk merayakan hari ulang tahun adiknya yang ke-20. Kebersamaan yang tak akan pernah ku lupakan sampai kapanpun. Setelah makan, kami kembali ke toko dan melakukan obrolan melepas seluruh isi qalbu, untuk menemaninya di saat-saat terakhir bersamanya di kota banda aceh untuk beberapa tahun yang akan datang. Diriku yang telah menunggu saatnya tiba bagi kami untuk berfoto ria, langsung mengganti bajuku dengan baju couple yang telah kami buat bersama. Foto-foto itu akan menjadi ukiran kenangan di dalam qalbu kami. Senyuman menawannya kepadaku menjadi akhir perjumpaan kami di malam minggu 11 Juni 2011.

Minggu, 12 Juni 2011.
Kemarin merupakan salah satu hari yang memilukan. Perpisahan dengan dirinya membuat diriku sedikit bingung. Kami yang baru saja menjalani hubungan belum sampai 1 bulan dan harus di pisahkan oleh jarak. Tapi aku sadar, ini adalah yang terbaik. Karena Allah tau yang terbaik bagi hamba-Nya. Aku telah mengatakan kepadanya, aku akan berjalan besok, sehingga aku tidak dapat bertemu dengan dirinya. Dan apa yang ku lakukan? Aku malah melakukan hal yang tidak penting, meragukan dirinya dengan melakukan pengujian terhadap dirinya. Sepupuku yang menawarkan ide itu, kupikir tidak ada salahnya untuk mengujinya, aku hanya ingin tahu bagaimana cara dia berbicara dengan laki-laki selain diriku. Sepupuku yang berpura-pura menjadi orang lain, menanyakan hubunganku dengan dia. Saat itu dia berkata "Tidak". Aku sebenarnya menyadari dan tahu, hal itu akan terjadi dengan kondisi-kondisi tertentu. Ketika kutanyakan, dia berusaha meyakinkan diriku kenapa ia berkata tidak. Ketika itu aku semakin yakin dengan hubungan kami.

Kini, apapun hasilnya. Aku akan tetap lebih memilih mempercayai dirinya (tentunya dan sahabat-sahabatku, yang tidak perlu ku sebutkan disini) di banding siapapun di dunia ini. Aku berharap dia tidak menyakiti hatiku dengan mengkhianati kepercayaanku terhadap dirinya. Lebih baik jujur, karena bagiku tidak ada yang menyakitkan di dalam kejujuran. Katakanlah segalanya sesuai dengan kenyataan yang ada.

Sabtu, 11 Juni 2011

Kenapa?

Ga tau kenapa? Kenapa selalu kenapa? Padahal ga tau kenapa. Di malam yang kelam, selalu ada pertanyaan kenapa begini kenapa begitu. Ketika itu, otak berhenti untuk berpikir sejenak. Dan pertanyaan kenapa kembali terlintas di pikiranmu. Kenapa aku? Kenapa dia? Kenapa ini itu banyak sekali. Terkadang saat-saat itu, yaitu saat-saat keleluasaan entah bagaimana mengungkapkannya, terasa hilang. Aku tidak lagi merasakan saat-saat itu. Ehm, entah bingung atau kecapean atau pola pikir ku yang telah berubah atau pola pikirku yang sedang dalam proses perubahan.

Kemarin malam, kami makan di sebuah tempat makanan fast food yang dikenal dengan Surabi Bantai. Aku, dia, dan adiknya. Aku dan dia memesan makanan yang memiliki nama surabi senggang, kurang lebih memiliki nama yang seperti itu. Adiknya memesan surabi kelat. Minuman yang ku pilih dan adiknya pilih adalah kopi press dan dia memilih teh lapas. Nama yang cukup unik. Surabi senggang itu, merupakan makanan serabi yang di campur dengan kuah yang aku tidak mengerti apa namanya, tetapi pastinya ia kental dan manis karena di tambahi coklat. Surabi kelat, merupakan makanan serabi yang diberi keju dan coklat. Kopi press merupakan minuman kesukaan ku di tempat itu.

Ehm, mungkin itu adalah salah satu dari sekian pengalaman diriku bersamanya meluangkan waktu untuk makan bersama. Walaupun saat itu aku dan dia bersama adiknya dan saat itu kami melihat beberapa baju di beberapa toko baju, yang akan di beli adiknya, dan ternyata kami tidak menemukan baju yang cocok untuk di beli. Aku telah berkencan dengannya beberapa kali dan aku mengingat setiap waktu yang ku lewati bersama dirinya. Kami makan malam di tempat yang bervariasi, mulai dari restoran yang bernama purnama, sedap sari, kojek 88, my bread, corner ulele, juga termasuk surabi bantai. Kami juga pernah jalan-jalan ke daerah lhok nga dan yang paling berkesan adalah ketika kami bersama-sama ke tempat pemandian yang di namakan brayeung.

Senyuman indah nan menawan terpancar dari wajah dewasanya. Begitu nyaman diriku ketika melihat dirinya tersenyum, seraya berkata "Ga kenapa-kenapa". Dia hanya tersenyum dan kembali memperlihatkan sifat kalemnya. Kata mereka, dia ganas. Aku teringat dengan perkataan kakaknya yang mengatakan "kalo udah dua tahun lagi, udah habis tu rio di marahin", itu ketika diriku tidak sengaja menumpahkan air aqua ke meja makan. Hehehe.

Pengalaman yang harus ku kenang di masa yang akan datang, untuk mengingatkan diriku kembali betapa diriku menyanyangi, menyukai, dan mencintainya. Saat ini, hanya itu yang kurasakan kepadanya. Dan entah mengapa, diriku tidak merasakan getaran apapun terhadap wanita manapun selain dia. Di balik itu semua, terkadang diriku masih merasa aneh dengan hubungan ini. Terkadang aku merasa semua ini terlalu tiba-tiba. Perasaan itu selalu membayangi diriku dan mencoba untuk menjelaskan padaku betapa berbedanya kehidupan ku sebelum dan setelah diriku mencintainya.

Detik-detik waktu terasa jauh lebih berharga ketika detik tersebut telah terlewati. Walaupun aku belum sempat menceritakan kepadanya beberapa hal yang teramat penting. Tetapi suatu saat aku harus menjelaskan semuanya kepadanya. Agar ia tahu prinsip tauhid apa yang telah ku penggang. 1 untuk semua dan semua untuk 1. Semua berjalan menurut prinsip sebab-akibat di dalam infinity. Diriku terkadang kagum dengan sifatku yang santai ketika mengetik tulisan ini. Semuanya terasa lepas dan sangat menyenangkan.

Yang ada di dalam benakku kini hanyalah namanya. Tulisan ini akan selalu mengingatkanku betapa diriku menyanyanginya, walaupun nanti suatu saat dia bukan bersama diriku lagi. Tulisan ini tak akan ku hapus, agar semua orang tau dia adalah cinta pertamaku dan akan menjadi cinta terakhirku. Mungkin berlebihan, karena aku bukanlah apa-apa bagi dirinya. Tetapi, kupikir bagaimanakah nasib diriku kelak tanpa dirinya. Mungkin kini diriku tidak berharap akan menemukan wanita lain, kalaupun suatu saat nanti dirinya tidak lagi menyukai diriku.

Ketikan luapan qalbu yang menjadi cerita indah di masa yang akan datang ini, semuanya ku tulis karena dirinya. Aku tidak akan tahu, apakah aku akan menuliskan tulisan ini jika tidak bertemu dirinya.

I will always loving you till the end of the time.

Rabu, 08 Juni 2011

Grrr...!!

Wah, diriku bingung kenapa malam ini aku memiliki perasaan yang sangat tidak enak. Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk menetralisirnya, tetapi diriku hanya penasaran apa yang menyebabkan dan apa yang terjadi apabila diriku tetap membiarkan perasaan ini di benakku. Karena mereka bilang, "kesulitan" itu dapat memperlihatkan potensi-potensi terpendam yang ada pada setiap pribadi. Dengan "kesulitan", seorang manusia dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya belum pernah mereka lakukan

Ehm, tetapi setelah mengetik beberapa kalimat, sungguh diriku merasa sangat amat nyaman. Aku tidak mengerti apakah karena sifat possesive, atau sifat tidak nyaman karena ada sesuatu yang berubah pada diriku. Diriku terkadang merasa sangat nyaman dengan masa-masa itu, bahkan nyaman sekali. Bahkan diriku terkadang beranggapan tidak ingin meninggalkan masa-masa itu. Ini semua bagaikan diriku yang telah nyaman dengan kuda dan mengganti kendaraan dengan mobil. Ehm, kurang tepat. Lebih tepatnya lagi aku lebih nyaman berjalan kaki, di banding harus bersepeda. Padahal tentu sepeda telah melengkapi kekurangan yang ada pada diriku. Tetapi karena kebiasaan berjalan kaki, aku merasa sangat nyaman dan merindukan masa-masa itu. :(

Aku mulai menyadari. Ketika otak mu melemah, otak mu kembali memfungsikan dirimu sebagaimana dirimu yang paling dominan. Mungkin disini otakku lelah dengan cara berpikir yang baru. Dan ketika ia lelah, ia mengembalikan diriku dengan cara berpikir yang lama, karena sejatinya aku telah terbiasa dengan cara berpikir yang terdahulu. Masa-masa itu dimana kamu tidak perlu memperdulikan hal lain. Yang paling nyata adalah dirimu dan kamu. Tidak yang lain. Lingkungan hanyalah faktor pendukung yang akan melengkapi dirimu, tapi tidak menjadi bagian hidupmu.

Sayangnya, saat ini otak ku mulai berpikir dengan cara yang sedikit berbeda. Yaitu 2 dalam 1. ~.~, rumit. Tidak lagi hanya melengkapi, tetapi dia yang dahulu hanyalah bagian dari lingkungan kini telah menjadi satu dengan diriku. Aku tidak lagi bisa hanya memikirkan diriku. Itu terlalu egois. Aku tidak lagi bisa hanya menyayangi diriku. Karena aku sayang dia. Aku tidak lagi bisa membiarkan diriku sebagai manusia yang dapat berkeliaran sesuka hati tanpa memikirkan apapun kecuali tujuan. Sekarang aku harus berjalan bersama dirinya. Aku memiliki tujuan yaitu membahagiakan dirinya. Dan tentu itu menambah beban tanggung jawabku yang dahulu hanya mengejar tujuan.

Sebenarnya diriku tidak perlu complain, bingung, menjadi aneh, dan berbagai hal lainnya cuma karena hal seperti ini. Diriku hanya mencoba untuk menanggapinya untuk menjadi pelajaran bagiku kelak. ~.~, apakah benar bisa jadi pelajaran atau hanya membuang-buang waktu? entahlah. Diriku sangat sadar, yang dapat kulakukan hanyalah melakukan yang terbaik untuknya. Bukan untuk menjadi beban, melainkan untuk menjadi penunjang kehidupanku, agar aku menjadi pribadi yang lebih baik dengan motivasi yang lebih baik.

Semua yang kulakukan (dengan tidak melupakan dasar dan tujuan) hanyalah untuknya. Kekasihku.

Ehm... Puas dengan yang tadi, muncul kembali sebuah ide tentang konstanta. Nilai yang selalu bernilai tetap. Tidak tergantung dengan variabel tertentu. Dahulu aku bernilai 1. Lalu di tambah dengan 1 lagi, sehingga yang dahulunya bernilai 1 menjadi bernilai 2. Aku tidak berkurang, aku bertambah. Nilai 2 lah yang kucari, ketika nilai penjumlahan tidak dengan nilai 1 yang lainnya, maka nilai tersebut tidak pernah sama dengan 2. Bisa jadi bernilai 1,5 atau 1,7 atau bahkan bernilai 3 dan seterusnya. Yang kuinginkan adalah nilai 2. Maka diriku yang dahulu bernilai 1 harus di jumlahkan dengan nilai 1. Jika tidak, aku tidak mau. Lebih baik aku hanya bernilai 1.

Dialah yang bernilai 1 itu, yang melengkapi diriku menjadi bernilai 2. Kini aku bernilai 2. Ku harap ia tetap menjadi 1 yang lainnya, sehingga aku tetap bernilai 2. Jika ia berubah, aku takut, aku harus meninggalkan dirinya.

Aku yang 1 adalah aku yang mengabdi kepada Allah berdasarkan ajaran-Nya dan bertujuan sesuai dengan ajaran-Nya. Tentu diriku yang kini telah bertambah menjadi 2, memiliki sifat-sifat ku yang dahulu ketika aku masih 1, hanya saja kini aku bertambah. yaitu aku yang 2 adalah aku yang memiliki motivasi untuk membahagiakan dia. Karena aku telah memiliki pasangan.

Kini aku yang 2, selalu memiliki motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik di dalam segala hal dengan tidak melupakan tujuan dan dasar dari apa yang telah aku jalani ketika diriku bernilai 1. :)

Rabu, 01 Juni 2011

Begin

Jari ku mulai rindu dengan detik-detik yang jariku lalui bersama keyboard. Mereka berkolaborasi bagai tarian menciptakan input-input yang menghasilkan karakter. Ku awali semua dengan puji syukur bagi Allah yang telah memberi kesempatan bagi diriku untuk kembali menulis blog ini.

Tidak lagi terasa asing bagiku, menceritakan hal-hal penting bagian dari hidupku. Kerinduan yang terdalam menghinggapi qalbu untuk melakukan pencatatan sehingga diriku yang telah dewasa nanti dapat membaca torehan qalbu dalam bentuk tulisan. Mungkin sederhana, terkadang sulit untuk dimengerti, atau bahkan diriku lupa apa maksud dari tulisan yang telah ku tulis. Mengandung istilah-istilah yang hanya diriku yang dapat mengerti hakikat dari istilah tersebut dan mengandung istilah-istilah yang terkadang ku anggap berbeda dengan kebiasaan umum. Terkesan bodoh, iseng. Tetapi diriku memang sering melakukan hal-hal seperti itu. Semua ini kulakukan hanya untuk di kenang di saat diriku telah menjadi pria yang lebih dewasa nanti.

Aku. Kesombongan kata aku yang selalu membuat diriku tersisih seolah bukan bagian dari alam semesta. begitu sombongnya diriku dengan mengatakan aku. Padahal aku adalah bagian dari Kami. Menghilangkan nafsu adalah keindahan tertinggi karena disanalah kamu akan melihat bahwa kehidupan adalah rangkaian sebab-akibat dalam infinity. Menghilangkan keinginan dan melepaskan kata aku dengan menganggap bahwa kami adalah kami yang sebenarnya bagian dari alam semesta yang membentuk suatu organisme baru yang dinamakan umat yang di berkahi oleh-Nya. Dan untuk menciptakan pribadi mukhlisin yang selalu ikhlas dengan berbagai kondisi.

Hukum yang tertinggi katakanlah bahwa ketauhidan itulah yang tertinggi. Tauhid berarti 1. Persatuan yang menyuluruh dengan 1 penggerak. Bukankah pernah di ceritakan, bahwa setiap makhluk memiliki peran? jadi kenapakah aku harus mempertimbangkan hasil yang ku dapatkan sementara diriku hanyalah seorang pemeran. 

Semuanya di mulai pada 16 Mei 2011. Kehidupan yang kujalani terasa begitu berbeda. Seolah-olah diriku merasakan diriku bukanlah aku, tetapi diriku adalah aku dan dia. 2 dalam 1. 1 organisme baru yang tercipta dikarenakan hubungan antar sepasang manusia dan disebut dengan apa sajalah istilah yang menyatukan sepasang manusia, mungkin rumah tangga atau keluarga. Mungkin sedikit berlebihan, karena aku baru merasakan bagian awalnya saja. Bagian awal dari proses terciptanya organisme baru. Tapi seolah-olah diriku telah memahami karakteristik dari organisme baru yang kusebut dengan keluarga ini.

Yang kurasakan hanyalah perasaan dapat membagikan sebagian hidupku padanya. Diriku adalah dia. Aku sering memposisikan diriku menjadi dirinya dengan berbagai kondisi yang ia ceritakan kepadaku. Merasakan kesedihannya, merasakan kebingungannya, aku selalu mencoba untuk dapat menjadi dirinya. Karena diriku adalah dirinya dalam sosok pria. Mungkin terlalu berlebihan. Tetapi kenapa aku harus membohongi diriku dengan mengatakan hal yang berbeda dari apa yang ada di dalam kepalaku. Padahal, aku hanya menuliskan hal ini untuk menuangkan apa yang ada di dalam pikiranku untuk menjadi kenangan di masa dewasa ku nanti.

Kamu tidak perlu tahu siapa dia dan diriku tidak perlu mengungkapkan siapa dirinya. Dia adalah dia, yaitu diriku yang lain. Kamu cukup melihat aku, dirinya terpancar dalam diriku. :). Aku tidak perlu sampai menjelaskan secara detail tentang siapa dirinya, karena kenangan gambar sudah cukup bagiku untuk menjadi kenangan di masa dewasaku nanti. Yang paling kuingat adalah dirinya yang selalu terlihat kalem, terlihat tidak banyak berbicara, tetapi tidak, dia adalah seseorang yang banyak berbicara kepadaku.

Kini, dengan mengenalnya aku selalu berusaha untuk tampil lebih menarik untuk membuatnya senang melihat diriku. Aku selalu berusaha lebih baik, agar ia bangga kepadaku. Aku berusaha menjadi pribadi yang dapat membuat dirinya menjadi senang. Karena itulah yang akan membuat ku senang. Kesenangan yang diriku usahakan untuknya meningkatkan kepribadianku dan memotivasi diriku untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kini dengan mengenalnya aku memiliki motivasi dan impian. Motivasi untuk menjadi pribadi yang dapat di andalkan bagi dirinya dan impian untuk dapat bersama dirinya hingga dapat menjalin kehidupan dalam bentuk organisme yang baru yaitu 2 dalam 1.

Apakah tulisanku terkesan berlebihan? Apakah salah jika aku berlebihan? Padahal aku hanya menuangkan apa yang ada di dalam kepalaku. Aku berusaha sebaik mungkin untuk menuangkan berbagai hal yang ada di dalam kepalaku. Baik dengan bahasa isyarat, istilah-istilah yang aneh yang terkadang berbeda dengan apa yang dimengerti oleh kebanyakan orang, dan tulisan-tulisan yang terkesan tidak penting dan hanya membuang-buang waktu. Tapi tidak, ini semua akan menjadi cerita tersendiri untuk diriku di masa depan.


Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan. Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Kamis, 12 Mei 2011

Tidak ada karena

Kehidupan ini seperti garis linear yang di gambar oleh sang penggambar..
Semuanya udaah punya ukuran sesuai dengan ketentuan sang penggambar..

Mari kita buka lembaran baru halaman blog ini.
Tentu dengan kondisi dan situasi yang 100% sangat berbeda. >.<

Aku tidak lagi bersama mereka dan dia yang dahulu diriku bangga-banggakan. Semuanya telah menjadi kisah klasik untuk masa depan.

Diriku baru menyadarinya, hanya 1 hal yang dapat membuat diriku bergegas untuk menulis sesuatu di blog. Yaitu cinta. Lagi-lagi cinta, lagi-lagi cinta, cuma satu ini yang dapat membuat otakku pusing! Terhitung dari beberapa bulan yang lalu. Aku masih ingat ketika itu aku menyukai seseorang. Dan berharap tidak akan menyukai seorangpun dalam waktu yang dekat. Kamu tinggal menghitung berapa lama jarak postingan ini dengan yang telah berlalu. Ternyata tidak terlalu lama, diriku kembali menyukai seseorang.

Sadarlah, diriku adalah seorang pria yang sangat aneh penuh komplikasi, tidak jelas arah dan tujuan. Aku kembali melakukan hal yang sama, kesalahan yang sama. Sangat mudah! Mudah sekali! Lalu kembali menyesal! Apakah diriku tercipta untuk menjadi seseorang yang single selamanya? Hinaan, ejekan, perkataan teman-temanku memotivasi diriku untuk menjadi pria single untuk selamanya? Lucu, di dalam hati yang terdalam aku tidak mau demikian, tetapi jariku terus berkata demikian. Meluapkan segala emosi yang menjadi sumber kemarahan di dalam hidupku!

Tersadar setelah renungan singkat hasil diskusi dengan teman-temanku disini. Sangat melegakan. Tanah itu berbeda dengan Keramik! Sadarlah! Kamu juga dulu tanah, sama seperti dia! jangan sombong karena kamu memiliki lingkungan yang sedikit lebih baik. Tetapi diriku yang satunya selalu berkata. Ini tidak adil, aku tidak suka dengan ini. Aku iri dengan mereka yang dapat meraih sesuatu yang lebih baik di bandingkan diriku. Apakah berarti diriku lebih buruk di banding mereka, padahal secara fakta aku tentu lebih baik dari mereka! "Kamu bohong! sekali-kali kamu tidak lebih baik dari mereka. Kamu hanya sedikit lebih beruntung dari mereka. Tetapi itu juga pemberian Allah"

Haiiii, tersadarlah jangan biarkan iri hati dan kesombongan itu menguasai dirimu sehingga kamu selalu menganggap dirimu lebih baik dari mereka dan pantas mendapatkan sesuatu yang jauh lebih baik! Sekali-kali tidak, itu hanyalah perasaanmu belaka! Disini tidak ada yang buruk atau yang baik, karena ketika baik, baiklah semuanya, dan ketika buruk, buruklah semuanya. Tetapi disini adalah proses pencarian kesenangan di dalam kehidupan!

Kamu hanya ingin membuat semuanya menjadi senang, sehingga dirimu benar-benar menjadi senang, jadi mengapa dirimu selalu terpaut terhadap hal-hal yang tidak penting? Tidak pandai! Diriku sempat berpikir aku telah memegang pedang bermata 2. Memukul lawan tidak hanya melukai lawan, tetapi melukai diriku pula. Tetapi, toko-toko sekarang hanya menjual pedang bermata 2. Aku tidak akan lagi mendapatkan pedang bagus bermata 1. Mungkin masih terlalu rapuh, atau bahkan tidak bagus sama sekali.

Apakah aku salah, jika memikirkan kesempurnaan? Ya salah, apakah kamu berpikir dirimu telah sempurna? Bukan, aku hanya ingin sesuatu yang lebih baik dari ini. Naif, tidak ada yang lebih baik dari apa yang telah Allah berikan kepadamu melalui berbagai macam cara yang Ia kehendaki. Katanya pria baik untuk wanita yang baik dan semua tercipta berpasang-pasangan. Tidak mungkin ada sepasang baut dan mor yang tidak cocok. Jika begitu apakah dia yang terbaik? Kamu selalu terlalu banyak berpikir dan hanya berpikir menggunakan otakmu itu. Sehingga tidak pernah ada bagimu sesuatu yang pantas sesuai logikamu. Jangan berpikir buruk. Tidak! Aku tidak berpikir buruk, hanya saja kemungkinannya cuma 1%.

Baiklah, semua ini harus di selesaikan. Apa maumu? Aku mau diriku sadar bahwa dialah yang terbaik. :)

Baiklah mari kita temukan jawaban itu dengan menyusun bagian-bagian puzzle ini. Dia sama sepertimu, dahulunya tanah, dan kini sedang diolah menjadi keramik. Dia pintar, menarik, dan mirip denganmu. Kecocokan ini tidak mungkin di sengaja, melainkan telah tercipta sesuai ukuran. Ingat dia yang sekarang bukanlah dia yang dulu. Dahulu dia tanah dan sekarang dia telah terlahir kembali, yaitu keramik yang indah dan menyenangkan hati pembuatnya.

Aku tau kamu pasti bisa. Menyusun serangkaian teka-teki dan menikmatinya seperti air yang mengalir.

Ikhlaskan segalanya! Karena kamu melakukan ini bukan untuk itu. Tetapi semata-mata karena Allah. Apakah kamu mau berlaku sombong dan iri hati di hadapan-Nya? berarti kamu bukan seseorang yang ikhlas, tetapi kamu melakukan semua ini karena kamu masih mengharapkan suatu imbalan yang sepadan dengan apa yang kamu pikirkan. Ingatlah, Allah tau yang terbaik bagimu. :)

Kamis, 10 Februari 2011

Curhat

Sore ini aku merasa perlu untuk mengungkapkan segala kejanggalan yang ada di pikiranku. Kini aku duduk di sebuah rumah kecil yang terletak di daerah Cibinong. Daerah ini lumayan dingin, sehingga terkadang kamu membutuhkan selimut untuk menghangatkan dirimu di malam hari. Di sini aku duduk di sebuah tikar yang berserakan dengan tas-tas teman-temanku. Tepatnya di samping kulkas ku duduk merenungi sebab diriku yang masih saja jomblo alias tidak punya pacar di umur ku yang ke-20. Terkesan lucu memang, karena sebenarnya hal ini tidak penting. Tetapi, aku merasa perlu untuk menceritakan masa-masaku agar aku dapat memahami dimana letak kesalahanku, yang menjadikan diriku belum bisa mendapatkan hati seorang cewek.

Mungkin aku memang tidak memiliki apa-apa. Dan mungkin aku hanyalah salah satu dari ribuan laki-laki yang berusaha tampil baik di depan para wanita. Dan aku sadar, mungkin diriku tidak memiliki kelebihan yang dapat aku banggakan untuk memikat hati para wanita. Jujur, saat ini aku sedang menyukai seorang wanita. Dia adalah wanita yang baik, pintar, dan sangat manis bagiku. Senyumannya sungguh dapat membuat diriku ta'jub dengan keindahan yang Allah berikan pada dirinya.

Mari kita melihat beberapa lembaran pelajaran yang telah berlalu. Ya, aku sudah berusaha melakukan yang terbaik. Dengan mencoba menyapanya terlebih dahulu. Aku sudah mencoba memberikan apa yang dapat aku berikan kepada dirinya. Mungkin sifatku yang cuek merubah segalanya. Terkadang aku bersikap seolah tidak mengharapkannya. Sebenarnya, bukannya diriku tidak mengharapkannya, tetapi caraku dan kebiasaanku yang membuatku menjadi tidak mungkin untuk terlalu mendekati dirinya. Aku tidak suka membuat gombal dan rayuan. Aku tidak suka apabila orang-orang melihat diriku sebagai seseorang yang ngotot untuk mendekati wanita dengan mengorbankan waktu ku jauh lebih banyak demi dirinya. Aku tidak suka memperlihatkan rasa cintaku di setiap waktu, karena menurutku hal itu hanyalah sifat egoku. Aku tidak mau menjadi seseorang yang egois dengan memuaskan rasa penasaran atau rasa ingin selalu bersamanya. Aku hanya ingin menjadi seseorang yang mencintai dirinya dengan tulus dan ikhlas. Bahkan, aku sadar, aku tidak mengharapkan apa-apa dari perlakuanku terhadap dirinya. Sifatku yang seperti ini tidak membuat dirinya penasaran terhadap diriku, karena biasanya manusia menyukai hal-hal yang bersifat misteri. Sifatku yang terlalu jujur terhadap rasa, membuat dirinya merasa aneh dan menjauhi diriku. Sifatku yang mencintainya, hanya membuat dirinya tidak menyukai diriku.

Aku kembali menginstropeksi diriku. Apakah aku bodoh? ya mungkin. Tetapi, apa yang aku pahami sudah cukup bagiku untuk menghitung perhitungan matematika dasar, berbahasa Inggris dengan kemampuan dasar, mengoperasikan komputer, dan berbagai hal lainnya.
Apakah aku jelek? Ya, mungkin. Tapi, sejelek apapuna diriku, aku adalah manusia ciptaan Allah yang memiliki seluruh keindahan yang ada di alam semesta.
Apakah aku lemah? Ya, mungkin. Tapi, dengan kekuatan yang aku miliki, aku dapat mendaki gunung, dan melakukan perjalanan yang lumayan panjang.
Apakah aku tidak rela berkorban demi orang yang ku sukai? Ya, mungkin. Tapi, aku sudah mencoba untuk membuat dirinya senang di saat dirinya sedih. Aku telah berusaha memberikan dukungan di kala ia memiliki masalah.
Aku hanya berusaha untuk menginstropeksi diriku dan memperbaiki diriku agar aku dapat memikat hati wanita yang aku sukai.

Bukan karena diriku yang tidak suka akan anggapan-anggapan temanku yang menganggap diriku maho atau sebagainya. Tetapi, diriku telah cukup kesepian dan tidak mengenal bagaimana rasanya memberi perhatian dan di beri perhatian oleh teman lawan jenis. Ya, mungkin inilah akibat dari pergaulanku yang semakin sempit di kala aku pergi merantau ke daerah orang. Aku menjadi kesepian karena tidak ada teman bagi diriku untuk berbagi. Aku tidak menyalahkan lingkungan yang membuat celah di sisi hatiku. Tapi, aku menyalahkan diriku yang tidak pernah mampu memahami apa yang di inginkan wanita. Dan aku ingin semua itu berubah menjadi lebih baik.

Ajari aku cinta. Berikan diriku lebih banyak kesempatan. Jadikan diriku seorang pria yang melakukan apa yang harus ku lakukan. Untuk mendapatkan Cinta. Karena Cinta dan Kasih adalah karunia dari Allah.

Mungkin sedikit berlebihan untuk cinta terhadap sesama manusia. Tetapi, pengungkapan cinta terhadap Allah berbeda dengan pengungkapan cinta terhadap sesama manusia.

Cuek

sikap kya gini biasanya dimilikin sama orang2 cuek yang keliatan masa bodo. tapi bukan berarti di hati mereka itu mereka gak punya cinta. sikap orang cuek emang biasanya 99% bikin orang bete. tapi bukan maksud mereka bikin orang bete.

orang cuek juga bisa cinta sama lawan jenis (maksud gue buat orang cuek yg normal ). cuma cara mereka nunjukinnya emang beda, mereka punya cara sendiri buat nunjukkin rasa cintanya.

orang cuek emang selalu keliatan nyebelin, apalagi di mata pasangannya. mereka keliatan ga peduli sama perasaan pasangannya. padahal dalam hatinya mereka peduli. sangat sangat peduli. cuma mereka nggak tau gimana caranya nunjukkin rasa peduli itu.

mereka pengen ngeliat kamu seneng, tapi kenyataannya mereka malah selalu bikin kamu bete gara2 sikap cueknya itu. mereka pengen ngebahagiain kamu, tapi bingung gimana cara yang pas buat bikin kamu bahagia.

terkadang mereka malah ngelakuin hal yang kamu gak suka berulang kali. itu bukan maksud mereka bikin kamu jengkel, tapi itu emang udah sifatnya yang seharusnya kamu bisa menerima kelemahannya di bidang perhatian.

kadang orang2 cuek emang keliatan nyebelin di mata pasangannya. mereka gak pernah nunjukin rasa cemburu kalo kamu lagi deket sama cowo atau cewe lain. tapi asal kamu tau, dalam hati mereka rasanya pengen meledak, pengen teriak sekenceng2nya kalo mereka takut kehilangan kamu. tapi mereka gak bisa ngelakuin itu.

kadang juga mereka keliatan kya ga peduli kalo kamu sedih. padahal sebenernya mereka gak mau ngeliat kamu sedih. rasanya mereka pengen meluk kamu, ngapus air mata kamu, dan bilang,"jangan sedih lagi ya sayang. kan masih ada aku yang sayang kamu." atau kata2 sejenis itu. tapi yang akhirnya keluar dari mulut mereka,"Udah, gak usah nangis. Jangan dipikirin."

orang2 cuek biasanya jauh dari kata romantis. mereka emang ga bisa ngebuai kamu dengan sikap2 romantisnya. tapi percaya deh, mereka sebenernya berusaha untuk bisa keliatan romantis walaupun bagi kamu itu belom romantis. misalnya mereka berusaha nahan ngantuk buat ngucapin selamat ultah pas jam 12 malem pas hari ultah kamu. atau mungkin bikin kejutan2 kecil yg bagi kamu ga berharga sama sekali. padahal butuh perjuangan buat mereka ngelakuin itu.

mereka jarang sms atau telpon kamu. bahkan untuk sekedar nanya,"Sayang, lagi ngapain? udah makan belom?" itu rasanya berat banget. tapi bukan berarti mereka gak mikirin kamu. mereka cuma bisa bertanya2 dalam hati. "gimana kabarnya hari ini?" , "dia lagi apa ya?" , "udah makan belom dia ya?" , "lagi sama siapa ya?"
mereka cuma nungguin kamu yang ngasih kabar ke mereka. dan waktu kamu udah ngasih kabar, hati mereka rasanya lega karna semua pertanyaan di hatinya udah kejawab.

yang paling parah, ada orang cuek yang kalo suka sama seseorang, gak mau nunjukin perasaannya ke orang itu. bahkan sampe orang itu cape nungguin pernyataan cinta trus akhirnya punya gebetan baru, mereka cuman gigit jari dan gak bisa ngelakuin apa2 buat nyatain perasaannya kalo mereka bener2 cinta sama orang itu.

yang terakhir, sebenernya orang2 cuek itu bener2 gak mau kehilangan orang yang disayang, sama kya orang2 normal lainnya. tapi anehnya, mereka gak bisa nahan kamu waktu kamu bilang udah gak tahan sama sikapnya yang cuek. mereka cuma bisa pasrah ngeliat kamu pergi. tapi percayalah, dlm hati mereka, mereka bener2 cinta dan sayang kamu. mereka cuman mau yang terbaik buat kamu. biar kamu bisa bahagia, bukan menderita hidup sama orang cuek kya mereka


Orang cuek juga bisa romantis,
orang cuek juga bisa perhatian!!
tapi cuma untuk orang2 tertentu di waktu2 tertentu.



Tulisan ini saya ambil dari salah satu Forum yang paling saya sukai, yaitu kaskus.


Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5787494

Senin, 31 Januari 2011

What's on your mind?

Simple sentence that always mention in one of biggest social networking web page. You know what is it. Yes, that is what I want to tell this time. What is on my mind. Me as one of the most complicated person with a thousand thought contradiction in my head that never stop thinking. Sometime I'm always thinking and stop working. Stupid ah? Yes, you could say that because that is no wrong. I'm a totally stupid person who never stop to think about useless things. But this time, I want to tell you something different.


This morning, I'm once again miss the time when I can totally expressing my mind into the real world. Discussing about something great. :), I miss the time when I never able to do that anymore in this desert oasis. You know I left the Garden of Heaven to went to this stupid oasis that never need of water. A very complete different way of life, I could never imagine before. Where all the worker just like a robot ready to do anything as the command of the controller. They do anything wasting their time to work of unworthy work. Doing the best thing to make their leader even greater. You're the puppet and they the master of puppet.


Today, I discuss about the Big Conspiracy. Novus Ordo Seclorum, that is the way they called about it. Or it was call with The New World Order. I'm happy with this condition, when we can share everything we got. Ehm, I got some advice from my best friend here. He said "Someone like her, you do not need to give another chance, just once. You'll know why I said this.". It keep wandering around my head. Why did him giving me advice something like I never could think before.


Maybe, that is true. I must believe with my friend advice. He is the one I could believe.

Minggu, 30 Januari 2011

Practice

Sometime, I felt to use foreign language is a great things, because we can practice our language skill due to the time we are using it. But, in another side, it felt that i'm making a low profile of my own language, because as an Indonesian, i'm not using my own language. It just, I want to make my language as one of the greatest language in the world. Just like them, Japanese who has able to made it.

I miss my time, writing my blog like this. It felt like I'm a free bird in the wide sky. I could do everything I want. I could say anything I want. No limit. It just like the illumination surrounding myself, giving me a very great power I could never imagine.

So do them. So did the army. So did the power. Like the endless power of the immortal being. Outside this place so far away from this world. Its called as Tecro cosmos. They are all immortal. They are all part of this life. If they destroyed so do the life. Life will disappear if they gone. There are something beyond your imagination outside all of this little things. You think that this world is just only for me and for you, and for all the people in the world. But they not, there are some big secret behind all of this. When the time can't be count anymore. When the years is just a little things to count. When the time is not a limitation anymore. There are a big secret beyond your imagination that forming this big universe.

No one know. When will us as the smart being traveling around this universe. It's my dream to see the star ocean, unlimited place around this big universe. Sometime, I got my head thinking about the revolution of thoughts that may change every single things in this life. There are a very great things outside all we've ever seen, ignoring all the thing we've got now.

No, not about this. Because its useless to be discuss. I want to share something even worth than this all stupid imagination. Not to be so complicated. But right now, I just want to write something. Something that reflecting myself as the lonely boys.

Let we start in another title.

Ehm, I think, I can give something worth to read :
If there's somebody you miss. Tell them that you do. Cause there is something only love can do...

Selasa, 11 Januari 2011

Ngetik

Akhir-akhir ini aku sangat pingin ngetik. Ngetik ini, ngetik itu, ngetik semua banyak sekali. Aku pingin mengetik karena aku tidak tahu harus bertanya kepada siapa. Karena aku ragu dengan jawaban yang ada di kepalaku. Sungguh aneh tapi nyata. Mengapa ini semua terjadi? Aku bingung, tetapi kebingunganku selalu membayangi diriku. Membatasi hakikat pengetahuan. Seperti ingin menerobos tetapi tidak pernah mungkin.

Seperti terdapat dinding besar menjulang tinggi, dan aku tidak tahu apa itu. Apakah sesulit itu untuk menjadi seorang teman? Aku ingin menerobosnya, tetapi aku tidak tahu karakteristiknya, semakin membuat diriku bingung apakah aku pantas menerobosnya. Sekali-sekali terpikir, sebenarnya aku tidak perlu dan memang tidak suka untuk menerobos hal itu. Tetapi rasa penasaran, lagipula hanya 1 dinding tidak ada dinding lain yang membuatku penasaran. Bagai ada satu lapisan yang aku tidak mengerti apa itu, hanya untuk menggapainya. 1 lapisan tipis pembeda yang membuat semuanya menjadi sangat berubah. Aku kacau, aku bingung.

Apakah kamu pernah menonton TV? Seperti itulah rasanya. Kamu merasa dekat tetapi kamu tidak pernah dapat menggapainya. Tetapi diriku jauh lebih mengenaskan di banding itu. Ini jelas kenyataan, aku bisa menyentuhnya. Tapi aku tidak pernah mampu. Bagai ada suatu pembatas. Apakah itu ego ku? Apakah itu sifatku? Apakah itu keterbatasanku? Apakah itu karenanya?

Aku sangat bingung. Semakin diriku terjerumus dalam kebingungan semakin diriku ingin menuliskan cerita kosong tak bertuan. Tak mengharapkan pembaca. Karena mereka juga tidak akan mengerti apa yang aku tulis.  Ini sebuah misteri antara aku dan Tuan ku. Sahabat-sahabat ku di kebun indah. Burung-burung yang beterbangan yang hinggap di sarangnya, di atas pohon yang kuat nan Indah. Aku tau, kamu akan semakin bingung dengan tulisanku. Bagai tak bermakna, tapi memang ini tak bermakna bagimu. Bagiku ini juga tidak bermakna. Ini hanyalah pelampiasan emosi. Atas keterbatasan, ketidak sanggupan ku menggapai sesuatu yang persis ada di depan mataku.

Menyedihkan? Bahkan jauh lebih menyengsarakan. Tapi mungkin kalian tau aku. Aku adalah pria yang dapat mengacuhkan apapun yang kuinginkan. Kesengsaran, kepedihan, sakit hati, semua itu dapat ku acuhkan. Mereka bagai angin bagi ku. Angin yang berhembus. Dan aku bahkan tidak perduli dengan rasa sakit itu. Karena itulah aku menjadi pria yang tegar. Pria tegar tidak pernah memperdulikan sesuatu yang di anggap tidak mengganggu aktifitasnya. Dan pembatas itu, tidak pernah mengganggu aktifitasku. Tidak ada yang dapat mengganggu aktifitasku. Tidak ada yang dapat menghentikan diriku untuk tetap tersenyum. Bahkan sesuatu yang ku sangat ingin ku gapai itu. Bila tidak dapat ku gapai, maka biarlah. Itu tidak akan pernah mengganggu diriku. Aku tetap dapat tersenyum menjalani semuanya seperti tidak ada yang terjadi.

Tetapi kamu tau. Ketika kamu sangat ingin memiliki sesuatu dan kamu tidak mendapatkannya. Ada sisi egois di dalam dirimu yang selalu mengharapkannya. Itulah yang ada pada diriku. Tidak, tapi itu tidak menggangguku, hanya saja itu selalu terlintas di pikiranku. Sehingga aku ingin menuangkannya ke dalam sebuah cerita. Cerita yang mungkin tidak dapat di pahami oleh siapapun.

Semoga Allah memberikan yang terbaik bagiku Amien. Karena aku akan berusaha semampuku untuk melakukan yang terbaik. Semoga Allah menunjukkan jalan yang terbaik bagi ku. Amien.

Sabtu, 08 Januari 2011

Cerita hidup

Setiap manusia memiliki cerita dalam hidupnya. Cerita sedih, cerita menyenangkan, cerita mengerikan, dan berbagai cerita lainnya.

Setiap manusia pasti memiliki cerita yang berbeda. Mungkin kamu dapat merasakan kesenangan hidup, tetapi banyak orang di luar sana yang tidak merasakan kesenangan hidup. Hanya segelintir manusia yang dapat benar-benar merasakan kenikmatan hidup.

Berbagai cerita telah terukur di berbagai manusia. Mari kita kumpulkan cerita-cerita itu. Dan bercermin, apakah kehidupan manusia di zaman ini tergolong dalam kehidupan yang rahmatan lil 'alamin? Jika tidak, kehidupan bagaimanakah yang kita jalani sekarang?

Tidak perlu di jawab. Itu hanyalah pertanyaan pembuka. Dan aku tidak membahas mengenai itu. Aku akan membahas cerita hidupku yang berbeda dari kebanyakan manusia yang ada sekarang.

Sebagian orang dapat tersenyum dalam susahnya hidup mereka. Sebagiannya lagi, tidak pernah merasakan senyuman keindahan, padahal mereka terus mencarinya, mereka hanya mendapatkan keindahan yang semu. Bukan keindahan sejati. Keindahan yang mereka dapatkan hanya bersifat sementara. Sangat sementara. Bahkan hampir-hampir tidak dapat di rasakan, hanya sekejap mata, dan tiba-tiba keindahan itu telah hilang. Mereka harus membayar keindahan yang bersifat sementara itu dengan kesedihan yang sangat mendalam. Terlalu dalam, sehingga mereka hanya dapat meratapi kehidupan.

Cerita dalam hidup manusia, apabila di pilah-pilah menjadi bagian-bagian cerita. Akan menjadi cerita yang sangat kompleks. Cerita cinta, cerita usaha, cerita belajar, cerita persahabatan, cerita hobi, cerita pengalaman, dan berbagai cerita lainnya. Sebagian besar manusia telah menulis seluruh cerita-cerita dalam hidupnya. Sebagian lainnya, tidak pernah menemukan cerita untuk di tuliskan dalam catatan cerita mereka. Ketika itu terjadi, manusia itu merasakan ada satu celah yang harus di isi. Dan aku harus mengisi catatan kosong ini. Aku tidak suka dengan ini.

Tapi, hingga kini diriku berusia 20 tahun lebih. Aku belum dapat menulis cerita pada catatan itu. Catatan itu tetap tergeletak usang. Seharusnya dia menjadi lanjutan catatan bagian sebelumnya. Tetapi catatan itu tidak pernah berakhir, sehingga catatan kosong itu tidak dapat dimulai.

Itulah catatan kosong berusia 20 tahun milikku.

Aku selalu berpikir, kapan dan apa yang akan ku tulis dalam cerita itu. Aku selalu penasaran dengan satu sisi kosong yang ada pada diriku. Aku ingin segera mengisinya. Tetapi catatan sebelumnya tidak pernah mendekati selesai. Selalu saja berakhir dengan kebuntuan.

Senin, 03 Januari 2011

Tulisan

Kali ini aku pengen nulis.

Taukah kamu. Ketika pulpen tidak lagi di gunakan untuk menulis. Maka, apakah arti pulpen? Mungkin secara fungsi dia dapat menjadi alat tulis. Tetapi ketika dia tidak lagi di gunakan. Maka hilanglah arti kehidupan pulpen di Bumi.

Sungguh menyedihkan. Ehm, ada kata-kata terlarut dalam emosi. Mungkin saat ini saya sedang terlalu dalam emosi. Saya memiliki tugas, tetapi saya tidak mengerjakan tugas itu. Saya terlalu sibuk dengan pemikiran-pemikiran dan pikira-pikiran yang terlinatas di kepala saya. Saya selalu memikirkan hal-hal yang tidak penting, semakin saya tidak ingin memikirkannya, semakin diri saya memikirkannya. Terlalu bertolak belakang.

Apakah aneh? Aneh. Bahkan sepertinya tidak banyak orang yang demikian. Demikian perduli terhadap apa yang ada di dalam pikiran. Demikian perduli hingga meninggalkan beberapa hal penting lainnya. Ketika itu saya menyadari, ada beberapa tipe manusia. Manusia yang memberikan pengaruh dan manusia yang terpengaruh. Saya terkadang bingung untuk menempatkan diri di posisi apa. Saya bingung, apakah saya manusia yang mempengaruhi atau saya di pengaruhi?

Terkadang saya berpikir. Mungkin saya telah gila dengan pemikiran di luar manusia-manusia yang memikirkan. Pendapat saya selalu salah? Apakah saya salah atau mereka yang salah? Yang pasti perbedaan yang ada pada saya, semakin membuat saya bingung. Sebenarnya kalo saya pikirkan dengan lebih detail, tidak ada yang membuat saya bingung. Tapi entah mengapa, seperti ada sesuatu perasaan yang membuat saya menjadi bingun, walaupun kenyataannya saya tidak pernah bingung. Apakah itu tindakan/pemikiran yang gila?

Kita kembali dapat mengklasifikasikan tulisan. Tulisan penting dan tidak penting. Mengapa di tulis apabila tidak bernilai penting? Saya semakin bingung, di sisi lain saya mengerti, dan di sisi lain saya hanya membuat diri saya menjadi bingung. Dengan sugesti, perkataan, dan tulisan. Tidak logis, tapi itulah hal yang paling logis. Menulis sesuatu yang tidak penting, yang tidak semua orang dapat mengerti arti dari tulisan yang saya tulis.

Ada sesuatu yang mustahil, tapi di sisi lain kemustahilan itu hanyalah aturan. Manusia mustahil dapat bernafas dengan tidak menggunakan oksigen. Pasti harus menggunakan oksigen. Paksaan. Aku mau terbang. Tapi aku tidak bisa terbang itu mustahil karena aku tidak mempunyai anggota tubuh yang dapat membuat aku terbang. Semakin diriku menulis, semakin sadar bahwa aku tidak lagi pada tempat seharusnya. Aku telah semakin jauh meninggalkan tujuan. Tujuan yang pada awalnya sebuah kesenangan. Tapi aku tidak pernah mengerti tentang itu.

Suram. Atau kata orang madesu. :(

Di akhiri dengan tanda ':('. sebenarnya aku adalah pria yang sering tersenyum. Karena aku suka senyuman. Karena aku cinta senyuman.

Mari tersenyum dan menjadikan lingkungan kita seperti masa lalu.!